cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Hubungan Karakteristik Pejamu terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Klinik DOTS RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja Fenny Etrawati; Asmaripa Ainy; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang kemudian menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Secara Global, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar untuk kasus TB Paru. Berdasarkan konsep segitiga epidemiologi, pejamu merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit termasuk TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pejamu terhadap kejadian Tuberkulosis Paru.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 44 orang, sehingga sampel merupakan seluruh bagian dari populasi. Hasil analisis bivariate akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (pvalue = 0,030; RP = 5,833), pendidikan formal (p-value = 0,041; RP = 4,5), pekerjaan (p-value = 0,034; RP = 6,9) dan status gizi (p-value = 0,016 ; RP = 5,9) terhadap kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara umur (p-value = 1,000; RP = 1,2), status perkawinan (p-value = 0,360; RP = 0,5), penghasilan (p-value = 1,000; RP = 1,1) dan penyakit penyerta (p-value = 0,582; RP = 1,9) terhadap kejadian TB Paru.Kesimpulan: Disarankan bagi penderita untuk memperbaiki faktor risiko yang dapat dikendalikan seperti status gizi yakni dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga ketahanan tubuh.Kata kunci : karakteristik pejamu, tuberkulosis paru
Studi Komparatif Perilaku Buang Air Besar pada Masyarakat yang Telah dan Belum Menerapkan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kecamatan Inderalaya Resti Irmalasari; Najmah; Nur Alam Fajar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sanitasi merupakan salah satu tantangan bagi negara berkembang. Menurut, laporan MDG tahun 2007, sekitar 70 juta orang masih mempraktikan buang air besar sembarangan. Hasil studi ISSDP 47% masyarakat berperilaku buang air besar ke tempat terbuka. Hal ini tentunya berkontribusi terhadap tingginya angka – penyakit berbasis sanitasi seperti diare. Sebagai bentuk intervensi yang telah dilakukan pemerintah adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku buang air besar (BAB), antara masyarakat yang telah dan belum menerapkan program STBM di Kecamatan Inderalaya tahun 2010.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan kuesioner pada masyarakat. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat dan multivariat. Sampel penelitian adalah masyarakat Desa Ulak Segelung (STBM) yang berjumlah 74 orang dan masyarakat Desa Tanjung Agung (Non STBM) yang berjumlah 72 orang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan,(Pvalue<0,0001), sikap(Pvalue<0,0001), ketersedian jamban (Pvalue<0,0001) dan perilaku (Pvalue<0,0001), antara masyarakat Desa Ulak Segelung (STBM) dan masyarakat Desa Tanjung Agung (Non STBM).Kesimpulan: Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa variabel pengetahuan (Pvalue<0,0001) merupakan variabel dominan yang mempengaruhi perilaku masyarakat.Kata kunci : STBM, pengetahuan, sikap, perilaku buang air besar, ketersedian jamban
Kebiasaan Jajan Anak Sekolah Dasar dan Hubungannya terhadap Status Gizi di Sekolah Dasar Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir Fatmalina Febry; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor determinan yang mempengaruhi status gizi murid sekolah dasar adalah kebiasaan jajan, sedangkan faktor lainnya yaitu kebiasaan sarapan pagi, Sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi pola konsumsi siswa sekolah dasar kelas 4-6 adalah kebiasaan jajan.Metode: Penelitian ini merupakan observasional dengan pendekatan cross sectional, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan jajan dan hubungannya terhadap status gizi anak di Sekolah Dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah anak SD Sungai Rambutan dengan sampel anak kelas 5 dan kelas 6. Data diperoleh dari wawancara langsung dan data status gizi diambil dengan cara pengukuran antropometri dan data dianalisis dengan uji chi-square.Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan karaktersitik responden dan karakteristik orang tua dengan status gizi, serta tidak ada hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi.Kesimpulan : Peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengubah kebiasaan jajan dan anak dibiasakan sarapan pagi dengan makanan yang bergizi sebelum ke sekolah. Anak yang sarapan biasanya akan lebih dapat menahan keinginannya untuk jajan.Kata kunci : Kebiasaan jajan, anak sekolah, status gizi
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang Fitri Ibtiah; Misnaniarti; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi adalah penyakit kronik dari jaringan keras gigi yang disebabkan demineralisasi email oleh bakteri yang ada pada plak, pada tahap akhir karies ini menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. Karies gigi pada anak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor luar (kebiasaan menggosok gigi, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan dan penghasilan). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah murid Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang tahun 2010 yang berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Uji statistik menggunakan chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kemaknaan ( ) 5%.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan menggosok gigi responden ( -value = 0,004), pengetahuan responden ( -value = 0,002), pendidikan ibu ( -value = 0,042), pengetahuan ibu ( -value = 0,009) dengan kejadian karies gigi di Sekolah Dasar Negeri 33 Palembang.Kesimpulan: Saran agar para tenaga kesehatan dapat memberikan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara periodik melalui program UKGS.Kata kunci: Karies Gigi, Kebiasaan Menggosok Gigi, Pengetahuan, Pendidikan.
Kegiatan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Ditinjau dari Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang Yuliana Zahra; Rico Januar Sitorus; Hamzah Hasyim
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan bahan berbahaya dan beracun di industri selain memberikan keuntungan bagi aktivitas produksi juga dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan hidup, manusia dan makhluk hidup lainnya. Untuk menghindari atau meminimalkan risiko gangguan kesehatan dan keselamatan pekerja dapat dilakukan dengan melakukan pengelolaan B3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan pengelolaan bahan berbahaya dan beracun ditinjau dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian dengan wawancara mendalam, observasi dan penelaahan dokumen. Sumber informasi berjumlah sebelas orang, ditambah dengan satu orang informan ahli.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya keselamatan dan kesehatan kerja dalam kegiatan pengelolaan B3 di PT. Pusri masih memerlukan perbaikan. Sulitnya melengkapi lembar data keselamatan bahan yang dipesan, belum memadainya sistem tanggap darurat gudang penyimpanan, belum dilengkapinya beberapa sarana keselamatan bagi petugas pengangkut, masih adanya pekerja yang belum menggunakan alat pelindung diri dan masih adanya beberapa kemasan limbah B3 yang belum memiliki simbol.Kesimpulan: Saran penelitian adalah pekerja meminta lembar data keselamatan bahan kepada pemasok pada saat penerimaan B3, memperbaiki sistem tanggap darurat gudang penyimpanan dan melakukan simulasinya, mengganti dan melengkapi sarana keselamatan petugas pengangkut B3 yang sudah tidak layak pakai dan meningkatkan sarana pengelolaan limbah B3 untuk mencegah terbuangnya limbah B3 ke lingkungan.Kata kunci: pengelolaan, bahan berbahaya dan beracun, keselamatan dan kesehatan kerja
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mata pada Pengrajin Batik di Sanggar Batik Melati Putih Jambi Sofiati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Proses pembuatan batik tidak luput dari resiko terjadinya kelelahan mata karena proses kerjanya menyebabkan otot-otot mata akan bekerja secara terus menerus dan lebih dipaksakan.Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur dan masa kerja pengrajin batik. Luxmeter digunakan untuk mengetahui intensitas penerangan. Untuk mengukur kelelahan mata digunakan metode Photostress Recovery Time.Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan kelelahan mata (P value = 1,00). Tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas penerangan dengan kelelahan mata (P value = 0,122).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan mata (P value = 0,007) dengan RP = 3,231 sehingga dapat dikatakan bahwa pengrajin yang telah bekerja selama lima tahun atau lebih mempunyai peluang 3,231 kali berisiko mengalami kelelahan mata dibandingkan pekerja yang baru bekerja selama kurang dari lima tahun, dengan rentang derajat kepercayaan 95% 0,991-10,533.Kata Kunci: Batik, Risiko, Kelelahan Mata, Penerangan
Korelasi Antara Pola Konsumsi Jajanan Mengandung Anti Oksidan Alami dengan Kondisi Kesehatan Umum Anak SD/MI di Kota Malang Djoko Setyono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Permasalahan pergeseran pola prilaku asupan makanan, seperti pemilihan makanan yang cenderung murah, enak dengan tampilan yang menarik namun tidak memperhatikan kandungan nilai gizinya. Anak sekolah merupakan kelompok yang beresiko mengalami gangguan kesehatan oleh karena asupan makanan aditif (zat pewarna makanan, penyedap dan pengawet). Penelitian ini akan mengkaji korelasi pola konsumsi jajanan yang mengandung antioksidan dengan kondisi kesehatan umum pada anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Kota Malang.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan korelasi, dengan populasi seluruh siswa SD/MI di Kota Malang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling, didapatkan masing-masing 1 SD mewakili 5 Kecamatan di Kota Malang, didapatkan besar sampel 305 siswa. Alat penggali data dengan observasi untuk menggali kondisi kesehatan umum dan kuesioner untuk mengkaji pola konsumsi jajanan di sekolah. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan statistik korelasi non parametrik spearmer Rho untuk menguji Ho pada taraf signifikansi 0.05.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan secara umum sehat dengan indikasi keadaan gizi baik, presensi jarang sakit, pemeriksaan fisik kondisi umum sehat. Jajanan anak SD/MI yang dikonsumsi cukup mengandung antioksidan alami. Dari analisis korelasi ternyata Ho diterima, yang berarti tidak ada korelasi yang signifikan Kesehatan Umum pada Anak Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di Kota Malang (p value>0,05).Kesimpulan: Penelitian ini menyarankan perlunya kerjasama Dinas Pendidikan dengan Dinas Kesehatan terkait sosialisasi makanan yang mengandung antioksidan alami dengan memberdayakan UKS dan kantin sekolah secara teknis. Menyarankan untuk penelitian lanjutan dengan memberikan perlakuan berupa jajanan antioksidan alami hubungannya dengan kondisi kesehatan umum dalam kurun waktu yang lama (3 bulan).Kata kunci : Pola konsumsi jajan, Antioksidan alami, Kondisi Kesehatan umum.
Mengurangi Dampak Buruk Ibu Hamil Risiko Tinggi Melalui Pelatihan Bidan Desa Iwan Stia Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut data Riskesdas, 2010, komplikasi kehamilan dialami sekitar 6,5% Ibu hamil. Berbagai upaya telah dilakukan guna menekan AKI dan mencapai target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yaitu menurunnya AKI menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, diantaranya adalah pelatihan bidan desa.Metode : Metode dalam kajian ini bersifat studi literature yang bertujuan menganalisis perlunya upaya pelatihan bidan desa untuk mengurangi risiko tinggi kehamilan pada ibu, proses pelatihan dan kendala yang dihadapi.Hasil Penelitian : Terdapat beberapa kendala dalam upaya melakukan pelatihan bidan desa seperti kebijakan daerah, adanya fragmentasi dalam perencanaan dan penggangaran, pengorganisasian dan penggerakan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak.Kesimpulan : Perlu dilakukan upaya stewership dan leadership, perlu adanya skala prioritas perencanaan dan penganggaran di bidang kesehatan, dan perlunya kerja sama dengan pihak lain (rumah sakit) untuk melakukan on the job training dalam di bidang kebidanan.Kata Kunci : Risiko Tinggi Kehamilan, Pelatihan.
Faktor Manusia dan Faktor Pekerjaan Berhubungan dengan Penyebab Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kemplang (Home Industry) di Desa Tebing Gerinting Tahun 2011 Jaji
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pekerja informal merupakan "underserved working population" dan belum mendapatkan pelayanan kesehatan kerja seperti yang diharapkan, padahal sekitar 80% dari pekerja adalah pekerja informal. Masalah yang terjadi pada pekerja salah satunya adalah kecelakaan kerja. Kejadian kecelakaan kerja rata-rata 6000 orang meninggal setiap hari, setara dengan satu orang setiap 15 detik, atau 2,2 juta orang per tahun. Sumatra Selatan dalam bulan Januari–September 2008 mencapai 4 kasus per hari, terbilang sangat tinggi untuk sebuah provinsi yang memiliki sekitar 5.481 perusahaan. Tingginya angka kejadian kecelakaan kerja disebabkan faktor manusia dan faktor pekerjaan.Metode : Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Semua variabel dinilai secara simultan pada satu saat, jadi tidak ada follow up. Berdasarkan hasil perhitungan besar sampel, maka besar sampel adalah 38 responden.Hasil : Didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian kecelakaan, ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian kecelakaan, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian kecelakaan, ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kejadian kecelakaan, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengolahan dengan pemanggangan, dan ada hubungan yang signifikan antara sift kerja dengan kejadian kecelakaan.Kesimpulan : Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja antara lain jenis kelamin, lama kerja dan sift kerja. Saran bagi para pengelola kemplang agar lebih peduli terhadap masalahmasalah yang akan di timbulkan oleh pekerjaan, pekerja, ataupun lingkungan. Program UKK (upaya kesehatan kerja) puskesmas dilaksanakan seoptimal mungkin, untuk meminimalkan kejadian kecelakaan, antara lain dengan pelatihan atau penyuluhan kesehatan kerja.Keyword : Faktor manusia, faktor pekerjaan, kecelakaan kerja, industri rumah tangga
Analisis Kesiapan Pembangunan Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Ogan Ilir Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Adanya program jaminan kesehatan di wilayah Sumatera Selatan menyebabkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rujukan di rumah sakit semakin meningkat. Sehingga pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan oleh masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir juga semakin meningkat. Akan tetapi sampai saat ini belum terdapat sarana rumah sakit di wilayah tersebut. Perencanaan pembangunan rumah sakit sudah dimulai sejak tahun 2009, tetapi sampai saat ini belum rampung sehingga perlu diteliti bagaimana kesiapan Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam pembangunan rumah sakit di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.Methods: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan berupa data primer yang dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Kemudian data analisis dengan teknik analisis isi.Hasil penelitian: Dari 6 persyaratan pembangunan rumah sakit berdasarkan UU Nomor 44 tahun 2009 diketahui bahwa dalam persiapan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir dapat dinyatakan belum optimal. Masih ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi seperti sarana gedung yang masih dalam tahap realisasi fisik, maupun prasarana, kefarmasian dan peralatan yang sama sekali belum direaliasikan. Hal ini karena adanya kendala dana dan kurangnya dukungan dari lembaga legislatif.Kesimpulan: Persiapan yang dilakukan dalam pembangunan RSUD Ogan Ilir belum optimal. Sehingga disarankan agar dinas kesehatan dapat mencari dukungan dana dan dukungan lainnya sehingga pembangunan rumah sakit di wilayah ini dapat segera terealisasi. Selain untuk mempermudah akses penduduk terhadap pelayanan rumah sakit, juga untuk melaksanakan kewenangan pemerintah daerah di bidang kesehatan dalam era desentralisasi ini.Kata Kunci : Rumah Sakit, Pembangunan, Kebijakan, Pembiayaan, Dukungan

Page 6 of 44 | Total Record : 440


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue