cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Gambaran Perilaku Positive Deviance pada Ibu dan Status Gizi Anak Batita dari Keluarga Miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Usi Lanita; Fatmalina Febry; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah pertumbuhan dan perkembangan anak batita merupakan masalah serius karena pada usia ini masa kritis dalam proses tumbuh kembang secara fisik maupun kecerdasan. Masalah gizi buruk kebanyakan terjadi pada keluarga miskin, namun tidak dipungkiri ada keluarga miskin mempunyai anak bergizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku positive deviance ibu dan status gizi anak batita dari keluarga miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap batita dan ibu batita, sampelnya sebanyak 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin dan 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempuyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin jadi sampel penelitian sebanyak 10 orang ibu batita beserta batitanya. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif serta disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa pada anak batita yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin memiliki perilaku positive deviance berupa kebiasaan pemberian makanan, kebiasaan kebersihan dan kebiasan menggunakan pelayanan kesehatan yang sangat baik dan benar. Sedangkan anak batita yang mempunyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dan salah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi status gizi anak batita tersebut.Kesimpulan : Ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi baik mempunyai perilaku positive deviance berupa kebiasaan sehari-hari berupa kebiasaan pemberian makanan, kebersihan dan penggunaan pelayanan kesehatan untuk anak batitanya yang sangat baik dan benar dibandingkan dengan ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi kurang/buruk walaupun mereka berasal dari keluarga miskin.Kata Kunci : Status Gizi, Anak Batita, Positive Deviance
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Ketidakpatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pernafasan pada Pekerja Pabrik di PT. Perkebunan Nusantara VII Cinta Manis Astry Fidyawati; Rico Januar Sitorus; Imelda Gernauli Purba
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Konsentrasi pencemaran udara di beberapa kota besar dan daerah industri Indonesia menyebabkan adanya gangguan pernapasan, iritasi pada mata dan telinga, serta timbulnya penyakit tertentu. Asap dan debu masih banyak menimbulkan pencemaran udara pada lingkungan kerja terutama di bagian Pengolahan, Pengantongan dan Penyimpanan. Dengan kondisi lingkungan kerja seperti ini, seharusnya pekerja menggunakan APD untuk mengurangi paparan dan risiko dari bahaya debu dan asap (kabut), terutama penggunaan APD pernafasan yang dapat menghindari infeksi saluran pernafasan atas.Metode : Penelitian ini dilakukan pada 59 pekerja pabrik di PT. Pekebunan Nusantara VII Cinta Manis yang bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Data diolah dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, dianalisis secara analitik dengan menggunakan uji chi square.Hasil Penelitian : Dari analisis uji chi square diketahui, ada hubungan pengetahuan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,044), ada hubungan sikap dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,029), tidak ada hubungan masa kerja dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,219), ada hubungan kenyamanan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,013), tidak ada hubungan ketersediaan APD pernafasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD pernafasan (Pvalue 0,483) dan tidak ada hubungan pengawasan dengan ketidakpatuhan penggunaan APD (Pvalue 1,000).Kata kunci : Ketidak patuhan penggunaan APD pernafasan, PTPN VII
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Nyeri Pinggang pada Pengrajin Songket di Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Agnes Martha Helena Sitompul; Rico Januar Sitorus; Hamzah Hasyim
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri Pinggang adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah punggung bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian belakang dan samping luar. Dalam melakukan pekerjaan, pengrajin duduk dikursi tanpa sandaran, hal ini berisiko besar terjadinya nyeri pinggang. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan nyeri pinggang pada pekerja tersebut.Metode : Penelitian dilakukan pada 56 pengrajin songket di Desa Talang Aur Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini bersifat dekriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian : Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara umur dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 0,045), tidak ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 0,3), tidak ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 0,860), tidak ada hubungan antara waktu istirahat dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 1,000), tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 0,412), dan ada hubungan antara posisi duduk dengan keluhan nyeri pinggang (nilai p= 0,022).Kesimpulan : Umur memiliki hubungan yang bermakna secara statistika dengan keluhan nyeri pinggang. Tidak ada hubungan yang bermakna secara statistik antara masa kerja, lama kerja, waktu istirahat, dan indeks massa tubuh terhadap keluhan nyeri pinggang pada pengrajin songket di Desa Talang Aur tahun 2011.Kata kunci: nyeri pinggang, pengrajin
Efektifitas Koagulan Ekstrak Biji Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Daya Hidup Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.) pada Pengolahan Air Limbah Minyak Goreng Restoran Cepat Saji X di Palembang Helen. K; Hamzah Hasyim; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pencemaran air limbah minyak goreng bukan masalah yang ringan. Minyak goreng memiliki ikatan polimer kompleks yang dapat menutupi permukaan sungai kemudian menahan oksigen dan menghalangi sinar matahari yang akan masuk ke dalam sungai, sehingga fotosintesa pun terganggu.Metode : Desain penelitian adalah eksperimen sungguhan dengan rancangan pretes-postes kelompok kontrol, bertujuan mengetahui efektifitas ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) pada pengolahan air limbah minyak goreng pada restoran cepat saji X di Palembang terhadap daya hidup ikan mas (Cyprinus carpio L.). Populasi adalah semua ikan mas ras kumpay. Sampel 6 ekor ikan mas, menggunakan analisa univariat dan bivariat.Hasil Penelitian : Secara ringkas hasil yang didapat ikan yang di intervensi dengan koagulan ekstrak biji kelor memiliki rata-rata daya hidup 4 kali lebih lama dibandingkan yang diintervensi dengan koagulan tawas. Pengujian dengan Efektifitas Treathment diperoleh t = 0,022 dengan harga kritis pada signifikansi 0,01 = 3,36 dan signifikansi 0,05 = 2,02 di dapat perbandingan (0,022 < 2,02 < 3,36), bermakna bahwa penelitian ini signifikan baik pada signifikasi 0,05. Hasil Uji T dengan SPSS for windows didapat 0,021 artinya hasil penelitian signifikan (t > 0,05). Dengan demikian, ekstrak biji kelor terbukti efektif membantu menggumpalkan pada pengolahan air limbah minyak goreng. Kesimpulan : Ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) dapat digunakan sebagai koagulan alami yang aman bagi kehidupan ekosistem air tawar serta dapat menggumpalkan air limbah minyak goreng dalam lebih baik daripada koagulan tawas. Kata Kunci : Koagulan, Moringa oleifera, Air limbah minyak goreng
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Masturbasi pada Remaja SMA di Kecamatan Indralaya Utara Tahun 2010 Indah Eliyanti; Nur Alam Fajar; Najmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja adalah masa peralihan antara tahap anak dan dewasa yang dikenal dengan istilah pubertas. Perkembangan pada remaja meliputi perkembangan fisik, psikis dan pematangan fungsi seksual. Perubahan akibat kematangan seksual secara biologis yang dialami oleh remaja merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan remaja mengalami kebingungan dalam menghadapi dorongan seksualnya. Salah satu cara yang dilakukan remaja untuk menyalurkan dorongan seksualnya adalah dengan melakukan masturbasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masturbasi pada remaja SMA di Kecamatan Indralaya Utara tahun 2010.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara teknik proportional random sampling yakni siswa SMA yang akan menjadi sampel di setiap SMA dipilih secara proporsional berdasarkan jumlah total sampel yang diinginkan yaitu sebanyak 84 siswa. Faktor yang diteliti adalah variabel sikap, peran orang tua, persepsi atas kendali perilaku dan perilaku masturbasi pada remaja. Data tersebut diolah dengan menggunakan sistem komputerisasi kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa 57,1% responden mempunyai sikap negatif, 44,0% responden mempunyai orang tua yang tidak berperan, 29,8% responden mempunyai persepsi atas kendali perilaku yang tidak baik dan 27,4% responden mempunyai perilaku masturbasi abnormal. Dari hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap (p value = 0,031; RP = 3,7; CI 95%: 1,2- 11,3), peran orang tua (p value = 0,031; RP = 3,3; CI 95%: 1,2-9,1), dan persepsi atas kendali perilaku (p value = 0,013; RP = 4,0; CI 95%: 1,4-11,2) dengan perilaku masturbasi pada remaja.Kesimpulan : Ketiga variabel independen (sikap, peran orang tua, dan persepsi atas kendali perilaku) berhubungan secara signifikan dengan variabel dependen (perilaku masturbasi remaja). Kata kunci: Perilaku masturbasi, Remaja
Pengaruh Terapi Psikoedukasi terhadap Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Penyakit TBC Paru Sri Maryatun
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit TBC di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Jumlah penderita TBC mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyakit tersebut memberikan dampak psikologis pada individu dan keluarga berupa kecemasan terhadap penyakit dan beban ekonomi keluarga.Tujuan penelitian adalah untuk untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap pengetahuan dan tingkat kecemasan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit TBC paru di Kota Bengkulu tahun 2011.Metode : Desain penelitian quasi experimental pre-post test with control group.Penelitian dilakukan terhadap 65 responden yaitu 30 orang kelompok intervensi dan 35 orang kelompok kontrol di Bengkulu.Variabel independen yang diteliti adalah pengetahuan dan tingkat kecemasan dengan intervensinya adalah psikoedukasi.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuankeluarga (nilai p value = 0,000) dalam merawat anggota keluarga yang mengalami TBC paru setelah mendapatkan terapi psikoedukasi keluarga antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol . Namun tidak ada perbedaan tingkat kecemasan keluarga dengan nilai ( p = 0,952) dalam merawat anggota keluarga yang mengalami TBC paru antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah kelompok intervensi mendapatkan terapi psikoedukasi. Rekomendasi penelitian psikoedukasi merupakan salah satu bentuk terapi kesehatan jiwa keluarga dengan cara pemberian informasi dan edukasi melalui komunikasi yang teraupetik untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan.Kata Kunci : penyakit , TBC, pengetahuan, kecemasan, psikoedukasi
Penilaian Risiko Keselamatan Kerja pada Kegiatan Produksi Lateks Pekat (Konsentrat) di PT Bumi Rambang Kramajaya Gandus Palembang Putri Uswatun Hasanah; A.Fickry Faisya; Anita Camelia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Risiko merupakan sesuatu yang melekat dalam aktivitas. Kegiatan apapun yang dilakukan pasti memiliki potensi risiko. Namun, dengan mengetahui tingkat risiko yang akan terjadi maka risiko tersebut dapat dikendalikan. PT Bumi Rambang Kramajaya memiliki risiko dalam melakukan pekerjaannya sehingga untuk mengurangi tingkat risiko perlu dilakukan penilaian risiko sebagai langkah dalam melakukan manajemen risiko di perusahaan.Metode : Merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini terdapat 5 informan kunci. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi lapangan serta studi kepustakaan.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa kegiatan produksi lateks pekat dimulai dari penerimaan lateks kebun, pendistribusian lateks kebun ke reception tank, pendistribusian lateks kebun ke separator, proses separating, pendistribusian lateks pekat ke storage tank dan pembekuan skim. Risiko yang terdapat pada kegiatan proses produksi di PT. Bumi Rambang Kramajaya adalah terpeleset, terjatuh, terhirup gas amoniak, terpercik lateks kebun ke tubuh bahkan ke mata, terjatuh dari bak tangki, tertabrak tangki, terjatuh dari ketinggian ± 5 meter, tangki terjatuh, tumpahan lateks, tersengat arus listrik, panas yang berlebihan dari mesin separator, ledakan, terkena putaran bowl yang masih berputar, tertabrak bowl, terkena panas dari bowl. Berdasarkan hasil analisis risiko, setiap risiko tersebut berada pada kategori tinggi, sedang dan rendah.Kesimpulan : Kegiatan produksi lateks pekat (konsentrat) di PT Bumi Rambang Kramajaya memiliki risiko yang tergolong dalam tingkat risiko tinggi sehingga harus dilakukan tindakan pencegahan, risiko yang tergolong dalam tingkat risiko sedang harus dikurangi sampai batas yang diterima dan risiko yang tergolong dalam tingkat risiko rendah tidak diperlukan pengurangan risiko karena penurunan risiko tidak sebanding dengan sumber daya yang digunakan.Kata Kunci : Risiko, Penilaian Risiko, Lateks Peka
Pengaruh Faktor Hard Skill dan Soft Skills terhadap Perilaku Seks pada Remaja di Wilayah Seberang Ilir Kota Palembang Tahun 2011 Eka Oktarina; Nur Alam Fajar; Iwan Stia Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pada masa remaja sering terjadi ketidaksesuian antara perkembangan psikis dan perkembangan sosial. Apabila ketidaksesuian ini tidak dapat diatasi dengan baik dapat mengakibatkan remaja terjerumus pada perilaku negatif. Salah satu bentuk perilaku negatif tersebut adalah perilaku seks bebas. Hasil survei BKKBN tahun 2008 menunjukkan bahwa sekitar 63% remaja di Indonesia pernah melakukan perilaku seks. Perilaku seks pada remaja didorong atau dimotivasi oleh faktor yang terdapat didalam dirinya. Faktor-faktor tersebut dikelompokan kedalam faktor hard skill dan soft skill. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor hard skill dan soft skill terhadap perilaku seks pada remaja diwilayah seberang ilir Kota Palembang.Metode : Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan kuesioner. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Sampel penelitian adalah remaja yang tinggal di 12 kecamatan di wilayah seberang ilir Kota Palembang yaitu sebanyak 96 orang.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan (Pvalue= 0,000), kecerdasan emosi (Pvalue= 0,016), kecerdasan moral (Pvalue= 0,005), hard skill (Pvalue= 0,000), dan soft skill (Pvalue= 0,003) terhadap perilaku seks pada remaja.Kesimpulan : Faktor hard skill dan soft skill memiliki pengaruh terhadap perilaku seks pada remaja. Perlu adanya peningkatan hard skill (pengetahuan), dan soft skill (kecerdasan emosi dan kecerdasan moral) sehingga remaja dapat terhindar dari perilaku seks.Kata Kunci : Perilaku seks, pengetahuan, kecerdasan emosi, kecerdasan moral, hard skill, dan soft skill.
Aplikasi Epidemiologi dalam Pemecahan Masalah-masalah Kesehatan Masyarakat di Lapangan Rico Januar Sitorus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu dalam kesehatan masyarakat semakin pesat dipicu oleh adanya kejadian-kejadian luar biasa dalam bidang kesehatan yang terus bertambah. Penerapan konsep Epidemiologi dalam penyelidikan di lapangan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kejadian-kejadian luar biasa tersebut. Epidemiologi Lapangan merupakan program yang menekankan praktek di lapangan dalam aplikasi metode epidemiologi untuk menyediakan informasi dan saran epidemiologik bagi para pengambil keputusan di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka mengidentifikasi, membuat prioritas dan merencanakan program penanggulangan masalah kesehatan masyarakat serta menilai keberhasilan program kesehatan yang ada.Kata Kunci : Penyelidikan, Metode, Epidemiologi, Lapangan, Aplikasi
Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Umur 2-5 Tahun pada Keluarga Petani di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan Iis Susanti; Rindit Pambayun; Fatmalina Febry
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anak umur 2-5 tahun merupakan salah satu kelompok rentan gizi, karena percepatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh sehingga menyebabkan mereka memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi dan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak umur 2-5 tahun pada keluarga petani di Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan.Metode : Menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel yaitu sebanyak 114 orang diperoleh dengan pengambilan sampel secara proportional random sampling.Hasil Penelitian : Status gizi berdasarkan indeks BB/U yaitu 29,2% gizi baik pada umur 3 tahun, 62,2% dan 24,4% gizi kurang pada umur 2 dan 3 tahun, sedangkan anak yang mempunyai gizi lebih hanya ada satu orang dan tidak ada anak yang mempunyai gizi buruk. Status gizi berdasarkan indeks TB/U yaitu 30,4% gizi normal pada umur 3 tahun, 60,0% anak yang pendek terdapat pada umur 2 tahun dan 60,0% anak yang tinggi terdapat pada umur 2 tahun. Sedangkan status gizi berdasarkan indeks BB/TB yaitu 26,1% gizi normal pada umur 3 dan 5 tahun, 60,0% anak yang kurus sekali terdapat pada umur 2 tahun, 35,7% anak yang kurus terdapat pada umur 3 dan 4 tahun dan hanya ada satu orang dengan status gizi gemuk. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa dari 30 anak yang kurus sekali ternyata ada umur 2 tahun, dan umur 3 tahun. Terdapat 15 orang yang kurus sekali ternyata memang benar-benar kurang gizi dan berasal dari keluarga yang mempunyai pendapatan rendah, pengetahuan gizi ibu kurang, keluarga kecil, tidak memiliki pantangan makan, dan tingkat konsumsi energi serta protein kurang atau sedang.Kesimpulan : Masih banyak terdapat anak umur 2-5 tahun yang mempunyai status gizi kurang ataupun kurus sekali yang disebabkan antara lain oleh pendapatan keluarga yang rendah, tingkat pengetahuan ibu yang kurang, dan kurangnya tingkat konsumsi energi protein pada anak. Diharapkan agar ibu lebih meningkatkan pengetahuan gizi khususnya tentang asupan zat gizi, adanya bantuan pemerintah berupa subsidi pupuk dan alat pertanian. Para kader posyandu diharapkan untuk memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang gizi kepada ibu, khususnya dalam pencegahan masalah gizi pada anak.Kata Kunci : Status Gizi, Anak Umur 2-5 tahun, Keluarga Petani

Page 7 of 44 | Total Record : 440


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue