cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
EVALUASI PENERAPAN UJIAN AKHIR SEKOLAH DASAR BERBASIS STANDAR NASIONAL Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i2.1411

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengevaluasi penerapan ujian akhir sekolah berbasis standar nasional (UASBN) untuk sekolah dasar. Sampel adalah lima dari 33 propinsi yang dipilih secara purposive, kemudian 20 sekolah dipilih dari kelima propinsi tersebut. Responden adalah Kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi terpilih, 20 kepala sekolah dasar, 60 orang guru, 800 orang siswa, dan 800 orang tua siswa. Data kuantitative dikumpulkan mengunakan angket dan dianalisis secara deskriptive statistik. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan kategori. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Semua kantor dinas pendidikan propinsi dan kabupaten/kota dan sekolah telah mempersiapkan secara baik pelaksanaan UASBN, (2) penulisan butir soal, pencetakan soal, dan distribusi soal dilakukan sesuai dengan prosedur operasinal standar, (3) supervisi pelaksanaan UASBN dilakukan oleh guru dari sekolah lain, (4) kriteria skor kelulusan pada tiga propinsi ditetapkan oleh sekolah, sedangkan di Propinsi Bengkulu dan Nusa tenggara Timus (NTT) ditetapkan oleh kantor dinas pendidikan kabupaten/kota, (5) semua guru dan hampir semua siswa dan orang tua siswa mengharapkan bahwa UASBN dilakukan secara menerus, dan (6) problem yang dihadapi sekolah adalah kurangnya kemampuan guru pelajaran Matematik dan IPA.Kata kunci: evaluasi, UASBN, ujian akhir
Sentuhan Media Massa dan Status Sosial Ekonomi Kaitannya dengan Perilaku Mengkonsumsi Makanan Tradisional Yuriani Yuriani
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2094

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) hubungan antara sentuhan media massa, status sosial ekonomi dan perilaku mengkonsumsi makanan tradisional baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama, (2) pengaruh tempat tinggal terhadap perilaku mengkonsumsi makanan tradisional, dan (3) perbedaan perilaku mengkonsumsi makanan tradisional antara siswa putra dan siswa putri. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Umum (SMU), Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta se Kotamadya Yogyakarta Tahun 1998/1999. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 18.332. Subyek penelitian ditentukan dengan teknik "multi stage random sampling" dan diperoleh sampel sebesar 376. Data tentang sentuhan media massa, status sosial ekonomi, tempat tinggal, dan jenis kelamin dijaring dengan teknik kuesioner, sedangkan data perilaku mengkonsumsi makanan tradisional dijaring dengan teknik food frequency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat perilaku mengkonsumsi makanan tradisional di kalangan siswa SMU Negeri, SMU Swasta, MAN dan MAS pada taraf yang kurang; (2) ada hubungan negatif yang sigmfikan antara sentuhan media massa dan perilaku mengkonsumsi makanan tradisional sebesar rxiy = -0,163, semakin sering seseorang melihat, mendengar, atau membaca iklan makanan nontradisional akan semakin rendah perilaku mengkonsumsi makanan tradisional; (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara status sosial ekonomi dan perilaku mengkonsumsi makanan tradisional sebesar rx2y = -0,150, semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua akan semakin rendah perilaku mengkonsumsi makanan tradisional; (4) tidak terdapat perbedaan perilaku mengkonsumsi makanan tradisional di kalangan siswa SMU di Kodya Yogyakarta dilihat dari daerah asal (Fhh 0,091 F^w 3,02); (5) ada perbedaan perilaku konsumsi makanan tradisional antara siswa laki-laki dan perempuan (t ^ -4,77 ttabd 1,64), perilaku mengkonsumsi makanan tradisional pada siswa perempuan lebih tinggi dari pada siswa laki-laki; dan (6) terdapat hubungan yang berarti secara bersama-sama antara sentuhan media massa, status sosial ekonomi dan perilaku konsumsi makanan tradisional. Besamya Ryj2 = 0,219, koefisien determinan R =0,048 serta harga F regresi 9,409 lebih besar dari F tabel = 3,02 pada dk (2:373) taraf signifikansi 5%. Sumbangan secara nyata faktor sentuhan media massa dan status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi makanan tradisional sebesar 4,8% dan sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Efektivitas Inetrnal lembaga Pendidikan dan Pelatihan Bahdarsyah Bahdarsyah; Sukamto Sukamto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai hubungan kepemimpinan. struktur organisasi. hubungan kerja, dan persepsi keprofesian dengan iklim organisasi lembaga Diklat. Populasi penelitian meliputi semua staf Pusat Diklat Kehutanan dan Perkebunan Bogor, Balai Latihan Kehutanan Rumpin - Bogor, Balai Latihan Kehutanan Kadipaten. Sampel penelitian pada ketiga unit kerja tersebut adalah widyaiswara sebanyak 45 orang secara berurutan terdiri dari 26, 11, dan 8 orang, sedangkan pejabat struktural meliputi 9 orang (eselon 3 - 4). Pengambilan sampel widyaiswara menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan kajian dokumentasi. Kuesioner digunakan dalam pencarian informasi tentang iklim organisasi, kepemimpinan, struktur organisasi, hubungan kerja, persepsi keprofesian, dan efektivitas lembaga Diklat. Analisis data dilakukan dengan korelasi dan regresi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dimensi organisasi yang memiliki hubungan yang signifikan dengan iklim organisasi adalah kepemimpinan dan hubungan kerja. Terdapat hubungan antara iklim organisasi dan efektivitas lembaga Diklat, tetapi tidak terdapat perbedaan dalam eselonisasi unit kerja (eselon 2-3) dan golongan widyaiswara dalam mendukung tercapainya efektivitas lembaga Diklat. Kata kunci: efektivitas internal, iklim organisasi, kepemimpinan, hubungan kerja, dan persepsi keprofesian.
EVALUASI PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SEKABUPATEN SLEMAN Sundari, Retna
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan laboratorium pembelajaran biologi di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi model CIPP (Contex, Input, Process, Product). Subjek penelitian meliputi 5 Kepala Madrasah, 12 guru biologi dan 400 siswa kelas X di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan dengan angket, observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan (1) dukungan kepala madrasah terhadap program kegiatan laboratorium cukup tinggi, (2) ketersediaan sarana prasarana dalam kategori cukup, (3) pengelolaan laboratorium dalam kategori cukup, (4) pemanfaatan laboratorium dalam kategori cukup, (5) kendala-kendala yang dihadapi guru cukup tinggi, (6) minat siswa terhadap kegiatan laboratorium dan manfaat kegiatan laboratorium bagi siswa pada kategori tinggi.Kata kunci:      evaluasi, pemanfaatan laboratorium, pembelajaran biologi
Penananamn Kemampuan Mengevaluasi Lukisan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta Giri, Edin Shaedin Purnama
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 1, No 1 (1998)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v1i1.2110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis pada mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif dan metode etnografik peneli­tian dilakukan di Pendidikan Seni Rupa IKIP Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan: analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Obyektivitas dan keabsahan data penelitian dilakukan dengan melihat validitas yang ditentukan oleh kredibilitas temuan dan interpretasinya, yang dicapai dengan cara memperpanjang observasi, triangulasi data, menggunakan balian referensi dan reliabilitas sinkronik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penanaman kemampuan mengevaluasi karya seni lukis sangat dibutuhkan, baik berdasarkan kurikulum. dosen, maupun mahasiswa. Ke-butulian ini sebenarnya dipengaruhi oleh orientasi pendidikan seni rupa yakni: pendidikan guru dan pendidikan seni rupa wan. Penanaman dilakukan dengan sistem aturan klasikal dan indivi­dual, sistem individual lebih banyak digunakan. Dalam proses penanamannya situasi lingkungan kurang mendukung, terutama lingkungan fisik dan sosial. Perilaku dosen yang diterima adalah weruh, ngerti, dan nglakoni, baik dalam penggunaan metode mengajar, evaluasi. maupun ungkapannya tentang penanaman. Sedangkan mahasiswa sebagai obyek dalam pembelajaran hams memiliki kemampuan awal, baik berupa wawasan dan kemampuan berkarya. Kedua kemampuan tersebut dipenga­ruhi oleh lingkungan, budaya. dan pendidikan asalnya. Pola yang sering muncul pada perilaku mahasiswa adalah berkarya-konsultasi, berkarya-mendiskusikannya, atau berkarya-mempresentasikannya. Artinya bahwa setiap mahasiswa berkarya akan selalu mengevaluasi karyanya, baik oleh dirinya, sesama maha­siswa, maupun oleh dosennya. Penanaman dilakukan melalui model self-evaluation, model bimbingan atau konsultasi secara individual. Model diskusi baik antar mahasiswa, maupun bebe-rapa mahasiswa dengan dosen.
Komparasi Metode Penyetaraan Tes Menurut teori Respons Butir Erna Miyatun; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2083

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan metode penyetaraan tes dengan teori respons butir yang paling akurat. Sebelum dilakukan pengujian keakuratan metode penyetaraan tes, terlebih dahulu dilakukan: 1) Pemeriksaan setara atau tidaknya perangkat tes, 2) Penemuan persamaan konversi antarpaket soal yang tidak setara dan 3) Estimasi parameter butir. Penentuan metode penyetaraan tes yang akurat didasarkan pada besarnya kesalahan standar penyetaraan (SEE); yang paling akurat adalah metode penyetaraan tes yang mempunyai SEE paling kecil. Dalam penelitian ini, terdapat dua macam objek penelitian yaitu paket soal dan jawaban peserta EBTANAS. Soal EBTANAS terdiri dari 3 paket soal utama, 1 paket soal susulan, dan 1 paket soal cadangan. Peserta EBTANAS SLTP di Jawa Tengah Tahun Ajaran 1998/1999 terdiri dari 370.187 siswa. Teknik Purposive Sampling digunakan untuk menentukan sampel paket soal, yaitu ketiga paket soal utama terpilih sebagai sampel penelitian. Teknik Cluster Stratified Systematic Random Sampling digunakan untuk menentukan sampel jawaban peserta EBTANAS. Jawaban peserta sebanyak 8.251, terpilih sebagai sampel penelitian. Paket soal EBTANAS SLTP bidang studi Matematika dan data jawaban peserta tes, diperoleh melalui pengambilan data dokumentasi. Keparalelan tes diuji dengan analisis varians, uji Scheffe, dan uji Levene. Penyetaraan tes dilakukan dengan metode: Rerata dan Sigma, Rerata dan Sigma Tegar, dan Kurva Karakteristik. Estimasi parameter butir dilakukan dengan analisis program Bilog. Hasil analisis menunjukkan, pasangan paket soal utama-1 dan 2 serta pasangan paket soal utama-1 dan 3 tidak paralel, sehingga diperlukan proses penyetaraan. Pasangan paket soal utama-2 dan paket soal utama-3 bersifat paralel. Oleh karena itu tidak diperlukan proses penyetaraan. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X2 - 1,19495 X] + 0,25766; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X2 = 0,71710 Xi - 0,00081, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik, X2 = 1,05199 Xt + 0,03012. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan persamaan konversi X3 = 1,49581 Xj + 0,42366; dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, X3 = 0,60018 X] - 0,00157, sedangkan dengan metode Kurva Karakteristik diperoleh persamaan konversi X3 = 1,05391 Xt + 0,03232. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-2, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE - 0,030574, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar, SEE = 0,04933, dan dengan metode Kurva Karakteristik, SEE8 0,032968. Penyetaraan paket soal utama-1 ke paket soal utama-3, dengan metode Rerata dan Sigma didapatkan nilai SEE = 0,045906, dengan metode Rerata dan Sigma Tegar SEE= 0,106431, dan dengan metode Kurva Karakteristik SEE -0,05585. Hasil tersebut menunjukkan, metode Rerata dan Sigma merupakan metode paling akurat, diikuti metode Kurva Karakteristik, dan metode Rerata dan Sigma Tegar.
MODEL PEER ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIF ELABORASI IPS TERPADU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Rochmiyati, Rochmiyati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat peer assessment pada pembelajaran kolaboratif IPS yang baik, valid, handal, dan fit yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian kecakapan social siswa secara obyektif. Penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat peer assessment kecakapan sosial yang disebut Rubrik Kecakapan Sosial. Perangkat pendukung adalah Jurnal Kecakapan Kognitif, Lembar Kendali Pembelajaran Kolaboratif, dan Rubrik Profil Keterlaksanaan. Subyek penelitian guru dan siswa kelas VIII (delapan) dari Sekolah Menengah Pertama. Data dianalisis dengan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rubrik Kecakapan Sosial untuk mengukur kemampuan komunikasi, tanggung jawab individu, tanggung jawab terhadap kelompok, kerjasama dan kompetisi siswa. Hasil analisis rubrik kecakapan sosial, jurnal kecakapan kognitif dan lembar kendali pembelajaran kolaboratif dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa konstruk Rubrik Kecakapan Sosial akurat, konstruk Jurnal Kecakapan Kognitif akurat, dan konstruk Rubrik Profil Model Peer Assessment akurat, dan  model peer assessmentmempunyai dampak positif pada peningkatan perolehan nilai rata-rata kelas pada kecakapan kognitif.Kata kunci: model, peer assessment, pembelajaran kolaboratif, elaborasi, IPS Terpadu______________________________________________________________PEER ASSESSMENT MODEL ON COLLABORATIVE ELABORATION LEARNING FOR INTERDISCIPLINARY SOCIAL STUDIES IN THE JUNIOR HIGH SCHOOLSAbstract This study aims at developing instruments for peer assessment model on collaborative elaboration learning for Interdisciplinary Social Studies which are good, valid, reliable, and accurate, to guide teachers carrying out assessment for social skill objectively. This study is research and development to develop an instrument of peer assessment for social skills called Rubric for Student Social Skills. The supporting instruments are Journal for Student Cognitive Skills, Sheet for Control of Collaborative Learning and Rubric for Profile of Peer Assessment.  The subjects of this study were teachers and pupils in the eighth grades of Junior High Schools. The data were analyzed by Structural Equation Modeling. The results of research show that Rubric for Student Social Skills measures commucation skill, individual responsibility, responsibility to group, cooperation and pupil competision. The analysis result shows that Rubric for Social Skill, Journal for Cognitive Skill, and Sheets of Control Collaborative Learning are valid and reliable. The result shows that the construct of Rubric for Social Skill accurate, the construct of Journal for Cognitive Skill are accurate, and the construct of Rubric for Profil Peer Assessment accurate, and model of peer assessment have positive impact on increasing the average score on cognitive skill.Keywords : model, peer assessment, collaborative, elaboration, interdisciplinary social studies
ANALISIS METODE CHEATING PADA TES BERSKALA BESAR Manoppo, Yance; Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik butir soal Kimia Ujian Nasional berdasarkan teori tes klasik dan teori respon butir; (2) besarnya  kecurangan yang terjadi dengan menggunakan Metode Angoff's B-index, Metode Pair1, Metode Pair2, Metode Modified Error Similarity Analysis (MESA) dan Metode G2; (3) metode yang lebih banyak mendeteksi adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN Kimia tingkat SMA/MA Negeri tahun pelajaran 2011/2012 di Provinsi Maluku. Hasil analisis dengan pendekatan teori tes klasik menunjukkan 77,5% butir memiliki tingkat kesulitan butir berfungsi baik, 55% butir daya bedanya belum memenuhi syarat, dan 70% butir memiliki pengecoh berfungsi baik dengan indeks reliabilitas tes 0,772. Analisis dengan pendekatan teori respons butir menunjukkan 14 (35%) butir cocok dengan model, fungsi informasi maksimum 11,4069 pada θ = -1,6, dan besarnya kesalahan pengukuran 2,296. Jumlah pasangan yang diduga curang adalah: menurut Metode Angoff's B-index ada 13 pasangan, menurut Metode Pair1 ada 212 pasangan, menurut Metode Pair2 ada 444 pasangan, menurut Metode MESA ada 7 pasangan, dan menurut Metode G2 ada 102 pasangan. Metode yang paling banyak mendeteksi kecurangan secara berturut-turut adalah: Metode Pair2, Metode Pair1, Metode G2, Metode Angoff's B-index, dan Metode MESA.Kata kunci: ujian nasional, karakteristik butir, metode kecurangan______________________________________________________________AN ANALYSIS OF METHOD OF CHEATING ON  LARGE TEST SCALEAbstract This study aimed to reveal: (1) the characteristics of items of Chemistry Test in National Examination by using the classical test theory and item response theory; (2) the amount of cheating which occured by using Angoff's B-index Method, Pair 1 Method, Pair 2 Method, Modified Error Similarity Analysis (MESA) Method, and G2 Method; (3) the methods that detected more cheating in the implementation of the Chemistry Test in National Examination for high schools in the academic  year 2011/2012 in Maluku Province. The results of the analysis with the classical test theory approach show that 77.5% items have item difficulty functioning well, 55% items have discrimination  that has not  met the requirement yet, and 70% items have distractor that works well with the index reliability test of 0,772. The analysis using the item response theory approach shows that 14 (35%) items fit with the model, the maximum function information is 11,4069 at θ = -1,6, and the magnitude of the error of measurement is 2,296. The number of pairs who are suspected of cheating is as follows: 13 pairs according to Angoff's B-index Method, 212 pairs according to Pair 1 Method,  444 pairs according to Pair 2 Method, 7 pairs according to MESA Method, and 102 pairs according to G2 Method. The most widely detecting cheating in a row is a Pair 2 Method, Pair 1 Method, G2 Method, Angoff's B-index Method, and MESA Method. Keywords: national examination, items characteristics, methods of cheating
Evaluasi Program Sekolah Binaan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Papua Eko Purnomo Tunyanan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v10i2.1986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekolah binaan LPMP Propinsi Papua yang mencakup: relevansi materi; partisipasi peserta; kualitas pelaksanaan; kemanfaatan; dan kesiapan widyaiswara. Penelitian evaluatif ini menggunakan model Stake. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, kepala seksi peningkatan sumber daya pendidikan, staf, dan widyaiswara LPMP. Fokus penelitian adalah pelaksanaan program. Data dikumpulkan melalui angket, kaji dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: materi binaan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah; partisipasi guru tinggi; kualitas pelaksanaan sangat balk; program bermanfaat; dan kesiapan widyaiswara dalam melaksanakan program masuk kategori baik. Kata kunci: evaluasi, modelpembinaan sekolah.
Pengembangan Instrumen untuk Menganalisis Keefektifan SKB di Kalimantan Selatan Sugeng Sugeng
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v9i1.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrument untuk menganalisis keefektifan SKB di Kalimantan Selatan. Instrumen dikembangkan melalui diskusi terbatas (focus group discussion) dan teknik Delphi. Diskusi terbatas melibatkan akademisi, praktisi bidang pendidikan luar sekolah dan penyelenggaraan SKB, pamong belajar SKB dan Balai Teknologi Pendidikan dan Pengembangan Kegiatan Belajar (BTKPPKB), dan Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut Subjek penelitian ini adalah 6 SKB yang ada di Kalimantan Selatan. Sebelum digunakan, instrument diujicobakan kepada 29 orang dari SKB Tapin dan SKB Hulu Sungai Selatan. Validitas konstruk dari butir-butir instrument ditentukan dengan analisis factor dan reliabilitasnya ditentukan dengan indeks reliabilitas berdasarkan rumus Alpha Cronbach. Indeks reliabilitas untuk butir-butir pengamatan dihitung dengan reliabilitas antarpeneliti. Instrument komponen penyelenggaraan SKB terdiri atas pedoman pengamatan untuk mengukur aspek penunjang penyeleng­garaan dan angket untuk mengukur aspek perencanaan, peng­organisasian, pelaksanaan, dan produk pembelajaran. pada aspek perencanaan, pengorganisasian, produk pembelajaran dan penunjang penyelenggaraan SKB di Kalimantan Selatan masih dalam kategori kurang efektif. Untuk aspek pelaksanaan program sudah termasuk dalam kategori efektif dan sanget efektif. Kata kunci: pengembangan instrument, keefektifan skb.