cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
PENGEMBANGAN SISTEM TES DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR KOMPETENSI DASAR KEJURUAN SISWA SMK Hadi, Samsul; Ismara, K. Ima; Tanumihardja, Effendie
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2015)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v19i2.5577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengembangkan sistem tes diagnostik kesulitan belajar kompetensi dasar kejuruan, dan (b) mengetahui kinerja sistem tes diagnostik kesulitan belajar kompetensi dasar kejuruan siswa SMK yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian tahun kedua dari tiga tahun yang direncanakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development perangkat lunak. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model modifikasi linear sequential yang disebut juga sebagai classic life cycle atau model waterfall yang memiliki 4 langkah. Analisis kebutuhan sistem dan perancangan sistem telah dilakukan pada tahun pertama. Implementasi dan validasi program dilakukan pada tahun kedua. Validasi sistem dilakukan dengan angket yang diberikan kepada 35 guru SMK untuk melihat aspek kinerja, rancangan, dan adaptabilitas sistem. Analisis data validasi dilakukan dengan statistik deskriptif. Langkah terakhir, evaluasi pemanfaatan sistem, akan dilaksanakan pada tahun ketiga. Sistem tes diagnostik kesulitan belajar kompetensi dasar kejuruan siswa SMK telah dikembangkan dengan arsitektur web client-server menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, dan Java dengan perangkat lunak pendukung web server Apache, MySQL, dan web browser Chrome. Sistem ini memiliki tiga kelompok pengguna, yaitu admin, guru, dan siswa. Hasil analisis aspek kinerja, rancangan, dan adaptabilitas sistem secara keseluruhan mempunyai rata-rata penilaian sebesar 3.57 dari skala 1–4, sehingga termasuk kategori sangat baik. Karena itu sistem yang telah dikembangkan dapat digunakan pada penelitian lebih lanjut pada tahun ketiga, yaitu evaluasi pemanfaatan sistem.Kata kunci: kompetensi dasar kejuruan,  tes diagnostik DEVELOPING DIAGNOSTIC TEST SYSTEM OF LEARNING DIFFICULTY OF BASIC VOCATIONAL COMPETENCE OF STUDENTS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOLSAbstractThis research aimed to: (a) develop a diagnostic test system of basic vocational competency learning difficulties of Vocational High School students, and (b) determine the performance of the diagnostic test system. This study was the second year of a three year research plan. This research was a Software Research and Development. The development model used in this study was a modification of linear sequential model or known as life cycle or the classic waterfall model with 4 steps. Step 1, analysis of system requirements and system design, was done in the first year. Step 2, system implementation and validation, was conducted in the second year. The validation of the system was done by involving 35 teachers who were asked to complete a questionnaire to see performance, design, and adaptability of the system. The data were analyzed by using descriptive statistics. Step 3, the evaluation system utilization, will be held in the third year. The diagnostic test system of basic vocational competency learning difficulties of Vocational High School students has been developed using web client-server architecture, three programming languages (PHP, HTML, and Java), Apache web server, MySQL, and Chrome web browser. The system has three user groups, namely administrators, teachers, and students. The performance, design, and adaptability of the system as a whole have verage score of 3.57 on scale of  1 to 4 and categorized as a very good system. That is why the system can be used in further studies in the third year, i.e. evaluation of system utilization.Keywords:basic vocational competencies, diagnostic test 
Penenaman Nilai-Nilai IMTAQ melalui Proses Pembelajaran PPKn di SMA Negeri 1 Imogiri Bantul Sri Haryati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) usaha guru dalam proses penanaman nilai-nilai imtaq pada pembelajaran PPKn; (2) peranan guru PPKn dalam menanamkan nilai-nilai imtaq dengan pendekatan komprehensif yang meliputi inkulkasi (penanaman nilai) dan pemodelan atau keteladanan nilai; dan (3) cara guru PPKn mengaitkan materi pelajaran dengan mated yang bernafaskan nilai-nilai imtaq dalam pembelajaran PPKn sehingga dapat meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian seorang guru PPKn dan siswa kelas 1.4 SMA Negeri 1 Imogiri BantuL Instrumen penelitian adalah peneliri sendiri. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui trianggulasi, yakni menggunakan sumber data ganda dan teknik pengumpulan data ganda. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Hubermen yang meliputi reduksi data, displai data dan verifikasi (kesimpulan). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa sebelum dilakukan tindakan, pembelajaran PPKn masih berwujud indoktrinasi, guru masih terlihat menguasai kelas, penggunaan metode kurang bervariasi, metode ceramah menjadi andalan, siswa malas dan pasif, pembelajaran masih mengarah pada aspek kognitif dan kurang menekankan pada aspek afekuf, dan guru kurang menguasai materi yang bernafaskan imtaq. Setelah dilaksanakan tindakan, pembelajaran PPKn menggunakan pendekatan komprehensif, yaitu penanaman nilai dan pemodelan atau keteladanan, pembelajaran menjadi lebih demokratis. Pengaitan materi PPKn dengan nilai-nilai yang bernafaskan imtaq ternyata dapat meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq pada subjek didik dalam kehidupan sehari-harL Untuk meningkatkan pengamalan nilai-nilai imtaq pada siswa, guru dijadikan sebagai model atau teladan karena guru adalah sebagai sosok yang digugu dan ditiru dalam segala tingkah lakunya yang dijadikan sebagai panutan atau suri teladan yang baik bagi para siswanya. Kata kunci: penanaman nilai imtaq, proses pembelajaran ppkn
IMPLEMENTASI DAN PERMASALAHAN DALAM IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG BUKU Jannah, Lina Miftahul; Muslim, Muh Azis; Sakapurnama, Eko
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i1.1119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Permendiknas Nomor 2 Tahun 2002 tantang buku dan mendeskripsikan masalah-masalah yang ditimbulkannya. Pene-litian dilaksanakan dengan metode campuran kuantitatif dan kualitatif di Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kota Makassar, dan Kabupaten Maros dengan menggunakan angket, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus untuk mengumpul-kan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Permendiknas yang bertujuan untuk menyediakan buku murah dan berkualitas bagi masyarakat belum sepenuhnya tercapai. Terdapat beragam masalah dalam pelaksanaannya antara lain minimnya sosialisasi, tidak memadainya infra-struktur teknologi informasi, ketidaksesuaian materi dengan kurikulum, rendahnya kualitas cetakan, dan Permendiknas dianggap sebagai kebijakan elitis yang mematikan iklim persaingan usaha.Kata kunci: kebijakan, pelaksanaan, buku cetak, buku sekolah elektronik   ______________________________________________________________IMPLEMENTATION AND ISSUES IN IMPLEMENTATION PERMENDIKNAS NUMBER 2 OF 2008 ON THE BOOKAbstract This research aims to figure out and elaborate the implementation of  Cultural and Educational Ministry's regulation No 2, 2002 as well as the problems occurring during the implementation. The research was conducted by applying mixed method -qualitative and quantitative- held in Depok City, Cianjur Regency, Makassar City, and Maros Regency using questionnaires, interviews and focus group discussion to collect data. The result shows that the implementation of regulation, which originally aimed to provide affordable and quality book for the people, fails to achieve its purpose. There are various problems found in the implementation, e.g. lack of socialization, lack of information technology infrastructure, unfitness between the materials with the curriculum, lack of printing quality, and the prevailing opinion that the regulation is an elitist policy that kills business competition.Keywords: implementation, policy, education, text book
PENGEMBANGAN INSTRUMEN BAKAT KEGURUAN Wasidi, Wasidi; Mardapi, Djemari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7519

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen bakat keguruan yang valid dan reliabel. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap yaitu: pra-pengembangan, pengembangan konseptual, dan uji coba instrumen. Data dianalisis dengan item response theory partial credit model, analisis faktor konfirmatori, validitas konkuren, validitas konvergen, dan koefisien reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen bakat keguruan terdiri atas tiga dimensi yaitu kreativitas pedagogi, komitmen pedagogi, dan kecerdasan emosi. Ketiga dimensi instrumen bakat keguruan memenuhi syarat IRT PCM. Hasil confirmatory factor analysis menunjukkan bahwa instrumen bakat keguruan fit. Koefisien reliabilitas gabungan tinggi. Analisis multitrait multimethod menunjukkan bahwa korelasi antara skor kreativitas pedagogi dengan skor IQ rendah. Korelasi antara skor komitmen pedagogi dengan skor Edwards Personal Preference Schedule adalah cukup. Korelasi antara skor kecerdasan emosi dengan skor EPPS adalah cukup. Validitas konvergen dimensi komitmen pedagogi termasuk tinggi, dan validitas konvergen kecerdasan emosi termasuk tinggi. Dengan demikian instrumen bakat keguruan mempunyai validitas isi, validitas konstruk, dan validitas konvergen yang baik, sedangkan dimensi komitmen pedagogi dan kecerdasan emosi mempunyai validitas konkuren yang termasuk kategori cukup. Koefisien reliabilitas gabungan instrumen bakat keguruan memenuhi persyaratan minimal. Dengan demikian instrumen bakat keguruan dapat digunakan oleh LPTK sebagai tes bakat calon mahasiswa.Kata kunci: bakat keguruan, validitas isi, validitas konstruk, validitas konkuren, validitas konvergen, koefisien reliabilitas gabungan DEVELOPING A TEACHER APTITUDE INSTRUMENTAbstractThe purpose of this study is to develop an instrument of teacher aptitude which is valid and reliable. This research was carried out in three phases: pre-development, conceptual development, and instrument try out. The data were analyzed using the item response theory partial credit model, confirmatory factor analysis, concurrent validity, convergent validity, and reliability coefficient. The result of this research is a teacher aptitude instrument that consists of three dimensions: pedagogical creativity, pedagogical commitment, and emotional intelligence. The three dimensions of the instrument have IRT PCM qualification. The result of CFA shows that the teacher aptitude instrument is fit. The coefficient of the reliability is high. The correlation between pedagogical creativity score and intelligence quotient score is low. The correlation between pedagogical commitment and Edwards Personal Preference Schedule score is sufficient. The correlation between emotional intelligence score and EPPS score is sufficient. The convergent validity of pedagogical commitment is high, while the convergent validity of emotional intelligence is high. Therefore the teacher aptitude instrument has a good content validity, construct validity, and convergent validity, while dimension of pedagogical commitment and emotional intelligence has sufficient concurrent validity. The coefficient of composite reliability of the instrument meets the minimum requirements. Therefore the teacher aptitude instrument could be used by LPTK as an aptitude test for student candidates.Keywords: teacher aptitude, content validity, construct validity, convergent validity, coefficient of composite reliability
Pengelolaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah-Sekolah Yayasan Masjid Mujahidin Surabaya Mukarrom Mukarrom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2005)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v7i1.2030

Abstract

Penelidan ini bertujuan untuk mengungkapkan pengelolaan pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah Mujahidin yang terdiri dari beberapa unit pendidikan yaitu: TK, SD, SMP, MTs, SMA, dan MA. Penelidan ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan memaparkan data yang disusun dalam instrumen dan data yang ditemukan di lapangan. Populasi penelidan ini adalah semua guru Pendidikan Agama Islam di sekolah-sekolah Mujahidin serta semua kepala sekolah, ketua yayasan, ketua majelis pendidikan, ketua jamaah tetap, dan Pengurus OSIS MA Mujahidin. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keberadaan sekolah-sekolah Mujahidin diawali dengan pendirian masjid Mujahidin Surabaya, kemudian berkembang menjadi sekolah-sekolah yang berdiri secara berurutan: TK, SD, SMP, PGAL, dan SMA. Pendirian sekolah-sekolah tersebut mendapatkan dukungan dari para jamaah Masjid. Dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam ditemukan segi kekuatan pada jumlah mated dan kemampuan pengetahuan agama Is­lam pada semua guru, baik guru agama maupun guru umum, sedangkan kelemahan terdapat pada segi aplikasi dan evaluasi. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan Pendidikan Agama Islam pedu ditingkatkan segi kontrol dan pengamalan ajaran agama Islam dalam segala kegiatan. Kata Kunci: pengelolaan pendidikan agama Islam, yayasan masjid Mujahidin Surabaya.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK MATA PELAJARAN IPA SMP Wijaya, Mujiman Hendri; Suratno, Suratno; HP, Aminuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes diagnostik pada materi mata pelajaran IPA SMP. Tahapan penelitian meliputi penyusunan tes dan penentuan penggunaan acuan kriteria atau norma, serta analisis validitas dan reliabilitas. Penyusunan tes me-liputi (1) penentuan tujuan; (2) penyusunan kisi-kisi; (3) penulisan butir soal; (4) telaah soal diikuti revisi; (5) uji coba soal; (6) analisis dan interpretasi; (7) perakitan soal; (8) implementasi/uji coba. Ber-dasarkan kriteria validitas isi dan konstruk diperolah 29 butir soal yang baik, dengan indeks reliabilitas sebesar 0,814. Distribusi capaian hasil belajar menunjukkan bahwa sebanyak 14,67% siswa mendapat skor penguasaan di atas 65%, dan 85,33% siswa mem-peroleh skor penguasaan di bawah 65%. Lebih rinci capaian hasil belajar pada dimensi pengetahuan faktual 53,87%; konseptual 51,40%; prosedural 49,87%; metakognitif 49,80%; dengan rata-rata 51,23%.  Jika acuan batas pencapaian 65% maka penguasaan siswa masih berada di bawah batas pencapaian minimal dan mengalami kesulitan belajar.Kata kunci: tes diagnostik, IPA SMP, dimensi pengetahuan______________________________________________________________DEVELOPING DIAGNOSTIC TESTS FOR THE NATURAL SCIENCE SUBJECT IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstract This study aims to develop a diagnostic test on the natural science subject in junior high school. The stages of the study include the preparation of the test and the determination of the use of reference criteria or norms, as well as the validity and reliability analysis. Preparation of the test includes: (1) setting goals, (2) the preparing the blue print test, (3) writing about the items, (4) analyzing and revising the test (5) trying out the test, (6) analyzing and interpreting the test, (7) assembling the problem, (8) imple-menting or testing. Based on the criteria of content and constructs validity 29 items were obtained, with a reliability index of 0.814. Distribution achievement of learning outcomes shows that 14.67% of students got mastery over 65%, and 85.33% of students got mastery below 65%. In more details, the learners' achievement of factual knowledge was: 53.87%; conceptual: 51.40%; procedural: 49.87%; metacognitive: 49.80%, with average: 51.23%. If the passing grade for achievement is 65%; then students' mastery is still below the minimum achievement and they have learning difficulties.Keywords: diagnostic tests, science subject, dimensions of knowledge
Efisiensi Internal Pendidikan di Sekolaha Dasar Islam Terpadu Luqman Al Hakim Yogyakarta Tahun Ajaran 2000/2001-2002/2003 Hupron Muntako
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2004)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v6i2.2046

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efisiensi internal pendidikan ditinjau dari indikator dan biaya pendidikan. Subjek penelitian adalah SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumen-tasi, dan observasi. Validitas instrumen berdasarkan pertimbangan para ahli. Data dianalisis secara deskriptif dan cost-effectiveness analysis. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) ditinjau dari input pendidikan: a) tingkat guru berkualifikasi 100%, b) tingkat guru berkeahlian yakni: guru Pendidikan Agama Islam 86,46%, guru pendidikan umum 85,78%, dan guru pendidikan khusus 100%, (2) ditinjau dari produk pendidikan: a) kenaikan kelas = 100%, b) mengulang kelas = 0%, c) putus sekolah = 0%, dan d) tingkat produksi pendidikan = 100%, (3) ditinjau dari output pendidikan: a) proporsi kelulusan 100%, dan b) nilai STTB adalah 7,60. Ditinjau dari indeks efisiensi internal semuanya sebesar 1, (4) ditinjau dari: a) besarnya biaya kelulusan per lulusan selama enam tahun adalah Rp 103.616.136,50; b) besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama satu tahun adalah Rpl 7.269.356.08, dengan biaya paling minimal adalah Rp 4.776.146.55; dan c) besarnya attrition cost index adalah 36 yang berarti penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal. Kata Kunci: efisiensi internal pendidikan, sekolah dasar islam terpadu
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KARYA SENI LUKIS ANAK DI SEKOLAH DASAR Retnowati, Tri Hartiti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2009)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v13i1.1406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan instrumen penilaian yang sahih dan andal untuk mengukur hasil belajar seni lukis anak. Melalui instrumen tersebut para guru seni lukis pada pendidikan dasar dapat melakukan penilaian secara objektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penetapan konstruk instrumen penilaian proses dan produk dilakukan melalui pendapat pakar pendidikan seni, pakar seni lukis anak, pakar pengukuran, dan praktisi. Subjek penelitian adalah peserta didik sekolah dasar kelas satu, dua, dan tiga dan guru seni lukis di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, MIN Tempel, dan SDN Langen Sari Yogyakarta. Penentuan koefisien reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan paket program genova berdasarkan teori Generalizability yang dikembangkan oleh Crick dan Brennan yang terdiri atas teori G (Generalized study) dan D (Decision study) yang komponen variansinya adalah person, rater, item, interaksi person dan rater, dan kesalahan, serta dengan koefisien interrater Cohen's Kappa. Validitas instrumen penilaian seni lukis anak di sekolah dasar telah teruji melalui focus group discussion sebanyak 3 kali dan sekali seminar. Reliabilitas instrumen diukur menggunakan koefisien genova dan koefisien cohen's kappa. Rata-rata koefisien Genova secara keseluruhan adalah 0,71. Adapun rata-rata koefisien Cohen's Kappa yaitu 0,82. Kedua nilai rata-rata ini telah  memenuhi kriteria minimum yang disyaratkan yaitu 0,70.Kata kunci: Karya seni lukis anak, teori Generalizability, teori G (Generalized study), dan D (Decision study)
Estimasi Kesalahan Pengukuran Ebtanas Mata Pelajaran IPA SLTP di Kotamadia Surakarta Nurul Kamilati; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 3 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i3.2089

Abstract

Penelitian ini bcrtujuan untuk mengetahui cstimasi kesalahan pcngukuran pcrangkat EBTANAS mala pclajaran IPA SLTP di Kotamadia Surakarta tahun pelajaran 1997/1998 dengan menggunakan teori tcs klasik dan teori respons butir. Selain itu ingin mengetahui hubungan harga cstimasi kesalahan pcngukuran teori tcs klasik dcngan interval sckor murni peserta EBTANAS dan hubungan harga cstimasi kesalahan pcngukuran teon respons butir dengan interval tingkat kemampuan peserta EBTANAS. Pcrangkat EBTANAS mata pclajaran IPA yang dianalisis tcrdiri dari 45 butir soal pilihan ganda. Populasi penelitian ini bcrjumlah 13.681 lembar jauaban. Pcngambilan sampcl dilakukan dcngan tcknik cluster stratified proportional systematic sampling dipcroleh sampcl berjumlah 3.681 lembar jawaban. Data penelitian yang berupa rcspons jauaban peserta EBTANAS dipcroleh melalui dokumentasi. Estimasi kesalahan pcngukuran dengan teori tcs klasik Model Fcldt terhadap pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan pcrangkat EBTANAS tanpa memperhatikan klasifikasi dilakukan dengan membagi kedua pcrangkat menjadi dua belahan yang tidak sama panjang. asalkan memcnuhi asumsi homogcnitas dari sisi tingkat kcsukaran butir soal. Estimasi kesalahan pcngukuran teori rcspons butir model logislik tiga parameter pcrangkat EBTANAS yang scmua butir soainya dianalisis dan pcrangkat EBTANAS yang butir-butirnya cocok dengan model logistik tiga parameter dilakukan dcngan menghitung harga fungsi informasi butir soal pada tiap tingkat kemampuan peserta 0 dari -4 sampai +4. Selanjutnya dipcroleh harga fungsi informasi perangkat EBTANAS dan estimasi kesalahan pengukurannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut teori tcs klasik Model Feldt. harga cstimasi kesalahan pcngukuran pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan tanpa memperhatikan klasifikasi bcrturul-turut adalah 2.2791 dan 2.9233. Interval kepcrcayaan sckor murni peserta EBTANAS pada tingkat kepcrcayaan a = 0.05 adalah X - 4.4670 T X + 4,4670 untuk pcrangkat EBTANAS mempcrhatikan klasifikasi dan X - 5.7297 T X + 5.7297 untuk perangkat EBTANAS tanpa mempcrhatikan klasifikasi. Estimasi kesalahan pengukuran dcngan teori rcspons butir model logistik tiga parameter menunjukkan cstimasi kesalahan pcngukuran terendah tcrjadi pada tingkat kemampuan peserta 0 = 0,5. Interval tingkat kemampuan peserta EBTANAS pada tingkat kepcrcayaan a = 0,05 dan tingkat kemampuan 0=0.5 untuk pcrangkat EBTANAS yang semua butir soainya dianalisis dan perangkat EBTANAS yang butir-butir soainya cocok dengan model logistik tiga parameter bcrturut-turut adalah -0,1256 sampai dengan 1,1256 dan -0,1504 sampai dcngan 1.1504.
Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Fisika di SLTPN Kota Banjarmasin Sugiarto Sugiarto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2003)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v5i6.2062

Abstract

The study was aimed to find out: 1) the teachers'ability in managing of learning of physics, the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level, of the teachers' of physics in State junior High Schools in Banjarmasin City, 2) the correlation between the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, the educational level both exclusively and simultaneously, and the teachers' ability in managing of learning of physics, 3) the contribution of the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level to the teachers' ability in managing of learning of physics .The subjects were all the State Junior High Schools teachers' of physics in Banjarmasin City, consisting of 60 teachers. The research instruments were a questionnaire and an obsen'ation guide. The data on the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level were obtained through a quistionnaire, while the data on the teachers'ability in managing of learning of physics was obtained through an observation. The results of the study were as follows. 1) Generally, the teachers'ability in managing of learning of physics was fair, the teaching component which had the lowest score was the teachers'ability in using tools of learning physics; 2) The working motivation of the teachers was fair, with a mean score of 80.02 from the maximum score of 104; 3) The work spirit of the teachers was fair with a mean score of 69.35 from the maximum score of 88.00; 4) The mean of the teaching experience of the teachers was 13.78 years; 5) The mean of the period of joining trainings was 33.15 days; 6) There were 6.7% teachers graduating from Dl physics, 43.4% graduating from SI biology, graduating from Diploma 111 physics 35%, and graduating from SI physics 15% 7)There was a positive and significant correlation between the working motivation and the teachers'ability in managing of learning of physics (rt (2ti4ii} — 0.814); 8)There was a positive and significant correlation between the working spirit and the teachers'ability in managing of learning of physics (r2ra34i = 0.59); 2) There was a positive correlation between the teaching experience and the teachers'ability in managing of learning of physics (r3 a 24i = 0.549); 10) There was a positive correlation between the trainings and the teachers'ability in managing of learning of physics (r4^lt2,3t4,s)= 0.574); 11) There was a positive correlation between the educational level and the teachers'ability in managing of learning of physics (rMlJt3Ai— 0.542); 12) There was a positive correlation between the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level simultaneously, and the teachers' ability in managing of learning of physics with (IV (Ujt4) = 0.931); 13) The contribution of the working motivation, the working spirit, the teaching experience, the trainings, and the educational level simultaneously to the teachers'ability in managing of learning of physics was 86.7% (R = 0.867), the contribution of the work motivation was 22.7% , the contribution of the working spirit was 17.1%, the contribution of the teaching experience was 20.4%, the constribution of the trainings was 11.00% and that of the educational level was 15.5%;Kata kunci: kemampuan guru mengelola, pembelajaran fisika.