cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN DIVERGENT THINKING DENGAN MENERAPKAN MODIFIED FREE INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS Widowati, Asri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v11i1.1422

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengungkapkan strategi perbaikan untuk mengefektifkan penerapan pendekatan modified free inquiry sebagai upaya peningkatan kemampuan divergent thinking dalam pembelajaran sains, dan respons siswa terhadap pembelajaran sains dengan menerapkan pendekatan modified free inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas XC SMA PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil refleksi awal menunjukkan siswa bersikap pasif saat diskusi, memberikan jawaban yang textbook dan seragam (tidak variatif), maka diperlukan tindakan berupa pendekatan modified free inquiry yang merupakan teknik berpikir divergen. Tahap-tahap tindakan meliputi: presenting task, designing, investigating, dan constructing meaning. Ketuntasan siswa dalam memberikan jawaban terhadap soal-soal tes yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan divergent thinking siswa (aspek fluency, flexibility, originality, dan elaboration) mencapai 60,71% pada siklus II. Siklus dihentikan setelah berlangsung sebanyak 2 (dua) siklus karena hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi pencapaian target penelitian. Setelah refleksi siklus I, dilakukan perbaikan berupa guru memberikan motivasi dengan cara memberikan pertanyaan yang mendorong keingintahuan siswa dan bimbingan secara lisan ataupun tulisan lebih intensif melalui Lembar Kerja Siswa agar keterlaksanaan pendekatan modified free inquiry siklus II lebih baik daripada siklus I. Sebagian besar siswa (≥75%) merespons positif terhadap penerapan pendekatan modified free inquiry.Kata kunci: divergent thinking, pendekatan modified free inquiry
Gaya Hidup Wanita Tinjauan dari Status Gizi dan Pekerjaan Endang Mulyatiningsih
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2105

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan gambaran umum gaya hidup wanita terutama yang diperlukan untuk mencegah penyakit jantung. Gaya hidup tersebut meliputi perilaku pengendalian stres, aktivitas fisik, dan pengaturan makan. Lebih lanjut penelitian ini bermaksud ingin mengetahui perbedaan gaya hidup antara: 1) wanita yang memiliki status gizi kurus sehat, ideal, dan gemuk sehat, 2) wanita yang bekerja sebagai PNS, swasta, dan IRT, dan 3) wanita yang memiliki status ekonomi sedang dan tinggi. Populasi penelitian ini adalah wanita usia 30 th. - 50 th. yang berdomisili di kabupaten Sleman. Sampel diambil secara bertahap menggunakan teknik multiple stage area, stratified, dan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan kuota 270 responden. Selanjutnya data dianalisis menggunakan anava satu jalur dan post hoc anava menggunakan prosedur Duncan's Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan gambaran umum gaya hidup wanita cukup baik dengan persentase skor terbesar (59,3%) pada kategoii berpeluang kecil mendapat penyakit jantung. Analisis varians menemukan ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang memiliki status gizi kurus sehat, ideal, dan gemuk sehat dengan F ratio 16,47. Tidak ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang bekerja sebagai PNS, swasta, dan IRT dengan F ratio 2,70. Ada perbedaan gaya hidup antara wanita yang memiliki status ekonomi sedang dan tinggi dengan F ratio 4,06.
Pola Pembinaan Anak Usia Prasekolah melalui Prinsip-Prinsip Bermain sambil Belajar Marjuni Marjuni; Sodiq AK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penyusunan program bermain, pelaksanaan pembinaan bermain, pandangan tutor tentang pendidikan anak usia prasekolah, upaya pengembangan profesi tutor di tempat penitipan anak. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi tutor, dan pengelola tempat penitipan anak serta lembaga yang terkait guna meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan anak. Subjek penelitian adalah tutor kepala, anak asuh tempat penitipan anak. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif fenomenologik naturalistik. Pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi, teknik triangulasi digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat perbedaan program bermain antara bayi dengan anak yang lebih dewasa, baik menyangkut sifat bemain, cara bermain maupun materi bermain. Program bermain bayi cenderung bersifat individual, bebas spontan, sederhana difokuskan pada kegiatan sensorimotorik. Makin meningkat usia anak diikuti dengan yang lebih sosial, aktif, komplek difokuskan pada kegiatan berbicara dan berpikir, (2) Tutor menerapkan cara bermain aktif model plan-do-review. Prisipnya, tutor memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih aktivitasnya sendiri, (3) tutor berpandangan bahwa dengan memberikan kebebasan anak dapat belajar dan mengembangkan potensinya. (4) Pengembangan profesional tutor dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan, seminar, membaca, bergabung dengan organisasi profesi dan mengadakan pertemuan tutor. Kata kunci: prasekolah, prinsip bermain.
PENSKALAAN TEORI KLASIK INSTRUMEN MULTIPLE INTELLIGENCES TIPE THURSTONE DAN LIKERT Setiawati, Farida Agus; Mardapi, Djemari; Azwar, Saifuddin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hasil penskalaan instrumen multiple intelligences (MI) pada tipe Thurstone dan Likert dengan pendekatan klasik, 2) mengetahui karakteristik instrument MI pada tipe Thurstone dan Likert pada data asli dan data yang diskalakan, 3) membandingkan karakteristik psikometrik pada kedua tipe data yang sudah diskalakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif  yang pelaksanaannya terdiri dari empat bagian yang saling terkait, yaitu penelitian pengembangan instrumen, penskalaan pada data hasil ujicoba, analisis karakteristik psikometrik instrumen, dan perbandingan karakteristik psikometrik instrumen. Instrumen dikembangkan menggunakan tipe Thurstone dan Likert pada konstruk yang sama. Perbandingan karakteristik psikometrik  kedua instrumen dilakukan secara diskriptif. Hasil penskalaan dengan metode paired comparison didapatkan urutan skor stimulus dari yang terendah yaitu: logika matematika, musik, linguistik, kinestetik, naturalis, visual, interpersonal, eksistensial dan  intrapersonal. Penskalaan dengan metode summated ratingdihasilkan skor terstandar dari yang rendah hingga tinggi pada tiap respons. Terdapat perubahan skor, varian, reliabilitas dan kesalahan baku pengukuran (SEM) dari data asli dengan data yang diskalakan. Koefisien reliabilitas dan SEM instrumen tipe Thurstone lebih rendah dibanding  tipe Likert.Kata kunci: penskalaan, multiple intelligences, tipe Thurstone, tipe Likert ______________________________________________________________SCALING CLASSICAL THEORY OF MULTIPLE INTELLIGENCES CLASSICAL INSTRUMENT TYPE THURSTONE AND LIKERTAbstract The study aimed to: 1) result the scaling data of multiple intelligence (MI) instruments of Thurstone and Likert types using the classical approach, 2) reveal  the psychometric characteristics of Thurstone and Likert types in the original data and the scaled data, 3) compare the psychometric characteristics of the two types of data. The study used the quantitative research approach. The activity consisted of: developing  instruments, processing the data scaling, analyzing the psychometric characteristics of the instruments, and  comparing the psychometric characteristics of them. The instrument was developed using Thurstone and Likert types in the same constructs. The comparison of psychometric characteristics of two types of data was analyzed by descriptive statistic. The result of scaling using paired comparison method are the sequential scores from a low to high on mathematical-logical, musical, linguistic, kinesthetic, natural, visual, interpersonal, existential and intrapersonal inteligence. The scaling using summated rating produce scores that vary in each response. There are changes of variants and standard error of measurement (SEM) after transformed data. The reliability and SEM of the Thurstone type are lower than  that of Likert type.Keywords: scaling, multiple intelligence instrument, Thurstone type, Likert type
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DI SD Duskri, M.; Kumaidi, Kumaidi; Suryanto, Suryanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2123

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) menemukan prosedur pengembangan tes diagnostik kesulitan belajar matematika SD/MI, (2) mengetahui kualitas butir tes diagnostik yang dikembangkan, dan (3) mengetahui informasi yang dapat dimunculkan dari hasil analisis tes diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dari Borg & Gall. Subjek uji sebanyak 542 orang siswa kelas VI SD/MI di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Analisis kuantitatif untuk mengetahui informasi butir tes menggunakan program ITEMAN dan Program R. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan tes diagnostik kesulitan belajar matematika di SD ini meliputi: studi pendahuluan, studi literatur dan hasil­hasil penelitian, analisis masalah, merumuskan learning continuum, merumuskan peta konsep, menyusun tes essay, polarisasi jawaban siswa, menyusun tes bentuk pilihan ganda, validasi pakar melalui focus group discussion, uji coba terbatas, dan uji yang diperluas, (2) indeks daya beda butir tes antara 0,391 sampai dengan 2,317, indeks kesukaran butir tes antara -2,158 sampai dengan 2,528, kecocokan uji tes dengan kemampuan peserta (θ) antara -2,00 sampai dengan 2,60, dan fungsi informasi tes antara 0,111 sampai dengan 3,879, dan (3) informasi yang dapat dimunculkan dari tes meliputi: hasil tes secara klasikal dan individual, grafik ketuntasan belajar, profil individual, analisis salah konsepsi dan saran remedial.Kata kunci: tes diagnostik, kesulitan belajar matematika______________________________________________________________DEVELOPING DIAGNOSTIC TEST OF MATHEMATICS LEARNING DIFFICULTIES IN ELEMENTARY SCHOOLSAbstract The purposes of this study were: (1)to find a method to develop diagnostic test of mathematics learning difficulties in primary schools, (2) to determine the diagnostic test characteristics developed, and (3) to determine the information that could be generated by using diagnostic test. This study was a development research by Borg & Gall. The participants of main field testing were 542 grade VI students of primary schools in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency. The quantitative analysis to determine the information of the test items developed used ITEMAN program and R Program. The results of this study are: (1) in developing the diagnostic test of the mathematics learning difficulties, the research phase included preliminary study, literature and research results study, problem analysis, formulating learning continuum, formulating concept map, preparing essay-form tests, students' answers polarization, preparing multiple-choice tests, experts' validation with focus group discussion, preliminary and readability tests, operational field testing, and main field testing to obtain model that fitted theoretically and empirically, (2) discriminating power of test items index ranges from 0.391 to 2.317, the difficulty test items index ranges from -2.158 to 2.528, the test compatibility testing with the participants ability (0) ranges from -2.00 to 2.60 and the test information function ranges from 0.111 to 3.879, and (3) the information that can be generated from the diagnostic test includes classically and individually test results, graphic of learning outcomes attainment, individual profile, every answers analysis, false conception and remedial suggestion analysis.Keywords: diagnostic test, mathematics learning difficulties
Efektivitas Model Pengukuran Kreativitas dalam Pembelajaran Hemisphere Kanas (HK) untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas V dalam Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Abdul Kamil Marisi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v10i2.1981

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mendiskripsikan: efektivitas model pengukutan kreativitas verbal, kebethasilan pengembangan pembelajaran hemisphere kanan (HK), dan komponen kreativitas yang dapat dikembangkan setelah diberikan perlakuan pembelajaran HK. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian quasi eksperimen pengembangan tes kreativitas dan tahap pembelajaran HK. Responden penelitian adalah 60 siswa. Tes kreativitas dikembangkan dari Test of Torrance Creative Thinking atau (TTCT). Keefektifan pengembangan model pengukuran kreativitas dianalisis dengan persamaan struktural atau Lisrel. Peningkatan kreativitas siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian sebagai berikut: model yang digunakan efektif; penggunaan model pengukuran dapat meningkatkan kelancaran siswa dalam membuat pertanyaan, menebak sebab -akibat dari peristiwa, mengembangkan manfaat suatu benda, dan menggunakan sesuatu dengan cara yang luar biasa; pembelajaran HK dapat meningkatkan kemampuan siswa dqlqm membuat kategori menebak sebab - akibat dari peristiwa dan meningkatkan kemampuan kerja sama, keaktifan, kemampuan mengerjakan tugas; dan meningkatkan kemampuan guru dalam membangun hubungan dengan sesama guru dan hubungan dengan siswa.Kata kunci: kreativitas, model tes kreativitas, pembelajaran hemisphere kanan.
Developing a dynamic assessment instrument to assess reasoning skills about bacteria Mayasari Mahfudhotul Khasanah; Murni Ramli; Sri Dwiastuti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.28815

Abstract

This study was aimed to develop instruments to assess reasoning skills in the form of dynamic assessment as a formative assessment to improve students’ reasoning skills about bacteria. The cake format and graduated prompting method was used in this study. The instruments were based on the Fact and Proof Diagnostic Test and Structural Communication Grid (SCG) and focused on correlational reasoning and combinatorial reasoning. The instrument's development was carried out by compiling test items according to the basic competence of bacteria at the senior high school level, conducting test trials on 93 high school students, and analyzing the results of the instrument trials. Analysis of the test instrument consists of an analysis of validity, reliability, level of difficulty, distinguishing features, and effectiveness of the distractor's function. The results showed 53 items from 67 items were valid and equipped with prompts as guiding questions for each item.
MODEL PENSKORAN PARTIAL CREDIT PADA BUTIR MULTIPLE TRUE-FALSE BIDANG FISIKA Wasis, Wasis
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2011)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v15i1.1085

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan model penskoran politomus untuk respons butir multiple true-false, sehingga dapat mengestimasi secara lebih akurat kemampuan di bidang fisika. Pengembangan penskoran menggunakan Four-D model dan diuji akurasinya melalui penelitian empiris dan simulasi. Penelitian empiris menggunakan 15 butir multiple true-false yang diambil dari soal UMPTN tahun 1996-2006 dan dikenakan pada 410 mahasiswa baru FMIPA Universitas Negeri Surabaya angkatan tahun 2007. Respons peserta tes diskor dengan tiga model partial credit (PCM I; II; dan III) dan secara dikotomus. Hasil penskoran dianalisis dengan program Quest untuk mendapat-kan estimasi tingkat kesukaran butir (δ) dan estimasi ke-mampuan peserta (θ) untuk menentukan nilai fungsi informasi tes dan kesalahan baku estimasi. Penelitian simulasi mengguna-kan data bangkitan berdasarkan parameter empiris (δ dan θ) memakai program statistik SAS dan akurasi estimasinya di-analisis dengan metode root mean squared error (RMSE). Hasil penelitian ini menunjukkan: (i) Penskoran PCM dengan pem-bobotan mampu mengestimasi kemampuan lebih akurat di-bandingkan tanpa pembobotan maupun secara dikotomus; (ii) Semakin banyak jumlah kategori dalam penskoran partial credit, semakin akurat. Kata kunci: model penskoran partial credit, butir multiple true-false ____________________________________________________________THE PARTIAL CREDIT SCORING MODEL FOR THE MULTIPLE TRUE-FALSE BUTIRS IN PHYSICS Abstract This study is an attempt to overcome the weaknesses. This study aims to produce a polytomous scoring model for responses to multiple true-false butirs in order to get a more accurate estimation of abilities in physics. It adopts the Four-D model and its accuracy is assessed through empirical and simulation studies. The empirical study employed 15 multiple true-false butirs taken from the New Students Entrance Test of State University the year of 1996–2006. It administered to 410 new students enrolled in 2007 of Faculty of Mathematics and Science of Surabaya State University. The testees' responses were scored using the partial credit model (PCM) I; II; and III and also dichotomously scored. The results of the four scoring models were analyzed using the Quest program to obtain the estimation of the butir difficulty level (δ) and that of the testees' abilities (θ). The generating of the simulation data used the SAS statistical program and the estimation accuracy was analyzed by using the root mean squared error (RMSE) method. The results of the study show the following: (i) The scoring with the partial credit model with weighting is capable of estimating abilities more accurate than without weighting and dichotomous scoring; (ii) The more the number of the categories in the partial credit scoring is, the more accurate the result of the ability estimation.Keywords: partial credit model scoring, multiple true-false butir
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR BERBASIS TUGAS POKOK DAN FUNGSI Sadtyadi, Hesti; Kartowagiran, Badrun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i2.2867

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengembangkan instrumen penilaian kinerja guru sekolah dasar, dengan maksud diperolehnya komponen, indikator dan instrumen penilaian kinerja guru sekolah dasar. Instrumen penilaian kinerja guru sekolah dasar, dalam penelitian ini dikembangkan dengan metode research and development, berdasarkan model pengembangan pembelajaran Borg and Gall yang disesuaikan. Berdasarkan hasil analisis validitas dan reliabilitas, instrumen tersebut valid dan reliabel. Hasil analisis faktor menunjukkan fit model yang cukup baik, berarti dapat disimpulkan bahwa (1) instrumen penilaian kinerja guru sekolah dasar terdiri dari lima komponen yakni mengajar, mendidik, melatih dan mengarahkan, membimbing, serta menilai dan mengevaluasi, (2) masing-masing komponen instrumen penilaian kinerja guru dapat dijabarkan menjadi beberapa indikator relevan seperti yang dideskripsikan dalam hasil penelitian.Kata kunci: instrumen penilaian kinerja, guru sekolah dasar_____________________________________________________________THE ASESSMENT INSTRUMENT DEVELOPMENT OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS' PERFORMANCE BASED ON TASKS AND FUNCTIONSAbstract The objective of the research is to develop an assessment instrument of elementary school teachers' performance in order to attain the components, the indicators and the assessment instrument of the elementary school teachers' performance. The assessment instrument of elementary school teachers' performance, in the research, was developed by using research and development method that was adapted from the Borg and Gall's model of learning development. Based on the results of validity and reliability test, the instrument had been valid and reliable. The results of factor analysis show a quiet good fit model which leads to the following conclusions: (1) the assessment instrument of elementary school teachers' performance consists of five components namely: teaching, educating, training and directing, guiding and scoring and evaluating; and (2) each component for the assessment instrument of elementary school teachers' performance can be elaborated into several relevant indicators as described in the result of the study.Keywords: instrument of performance assessment, elementary school teachers
Developing instrument to increase students' geometry ability based on Van Hiele level integrated with Riau Malay culture Astri Wahyuni; Leo Adhar Effendi; Lilis Marina Angraini; Dedek Andrian
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i2.33811

Abstract

The study aims to develop geometric instruments that can be used to improve geometry based on Van Hiele's cognitive level, which is integrated with Malay culture. This study's research design is the Research and Development (R D) proposed by Carson, which consists of several stages, namely: potential and problems, material collection, product design, product validity, product testing, product revision, and mass products. The subjects of this study were 65 students majoring in math education in the first semester. The test instruments were analyzed using Aiken's validity and Cronbach Alpha reliability. The trial analysis was analyzed using descriptive statistics to test students' abilities during three meetings. The data analysis showed that the test instruments were developed in valid and reliable categories. The instruments developed were descriptions in the valid and reliable categories. The instruments in the form of valid and reliable test descriptions can be used to obtain relevant data and improve geometric skills based on the Van Hiele Level, which is integrated with Malay Culture.