cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31106412     DOI : https://doi.org/10.61104/qd.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam dengan e-ISSN 3110-6412 LINK Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat dan mengikuti kebijakan single blind review. Artikel ilmiah Jurnal QAYID merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. Artikel ilmiah Jurnal QAYID dapat ditulis secara individu atau ditulis secara tim, baik yang berafiliasi dengan institusi di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa institusi. Para penulis dari universitas atau peneliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor dan reviewer jurnal yang kompeten di bidangnya. Artikel yang terpilih akan dipublikasikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi ShareAlike 4.0 International License.
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2025): 2025" : 46 Documents clear
Integrasi Pemikiran Filsafat Pragmatisme John Dewey Dengan Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam di Era Abad 21 Cindy Zamer Liya Putri; Hana Mufidah; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.400

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi pemikiran pragmatisme John Dewey dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Permasalahan utama terletak pada bagaimana menggabungkan rasionalitas modern yang menekankan pengalaman empiris dengan nilai-nilai spiritual Islam yang berorientasi pada moralitas dan ketakwaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis relevansi dan keterpaduan antara konsep learning by doing Dewey dengan prinsip ilmu dan amal dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap karya-karya Dewey serta literatur pendidikan Islam klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat titik temu antara pragmatisme dan pendidikan Islam, terutama dalam aspek pengalaman, refleksi, dan penerapan nilai dalam kehidupan nyata. Integrasi ini berpotensi menciptakan model pembelajaran Islam yang kontekstual, aktif, dan berorientasi karakter tanpa meninggalkan dimensi spiritual. Kesimpulannya, pemikiran Dewey dapat memperkaya inovasi pembelajaran Islam di era modern jika diterapkan dalam kerangka nilai-nilai tauhid dan akhlak
Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari tentang Pendidikan Islam dan Relevansinya terhadap Tantangan Moral di Era Globalisasi Nurwan Azlin; Veriska; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.403

Abstract

Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk moralitas dan spiritualitas manusia di tengah perubahan global yang cepat. Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari sebagaimana tercermin dalam Adabul ‘Alim wal Muta’allim memberikan landasan filosofis bagi pendidikan yang memadukan ilmu, iman, dan akhlak. Penelitian ini bertujuan menganalisis filsafat pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya terhadap tantangan moral di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis karya primer, jurnal ilmiah, dan dokumen historis yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan Hasyim Asy’ari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikannya menekankan pentingnya keseimbangan antara dimensi intelektual, moral, dan spiritual, dengan adab sebagai inti proses pembelajaran. Pemikirannya relevan untuk menjawab krisis moral dan pergeseran nilai akibat arus modernisasi dan digitalisasi. Selain itu, gagasannya memberikan implikasi bagi pengembangan pendidikan Islam modern yang mengharmonikan tradisi pesantren dengan paradigma pendidikan kontemporer. Kesimpulannya, pemikiran Hasyim Asy’ari memberikan dasar filosofis dan praktis bagi penguatan pendidikan Islam yang bermoral, adaptif, dan responsif terhadap tantangan global.
Integrasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran PAI: Kajian Literatur terhadap Inovasi dan Tantangan Annisa; Dhea Yuspi Anggina; Syalum Syahrani; Nurul Zaman
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.424

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dunia pendidikan, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, inovasi, serta tantangan yang muncul dalam proses integrasi teknologi digital pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis literatur, jurnal ilmiah, serta dokumen akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam telah mendorong inovasi dalam metode pengajaran, seperti penggunaan media sosial, platform e-learning, dan sistem pembelajaran berbasis daring. Inovasi ini meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran serta memperluas akses peserta didik terhadap materi keagamaan. Namun, penelitian juga menemukan adanya berbagai tantangan, antara lain keterbatasan literasi digital guru, kesenjangan infrastruktur pendidikan, serta kebutuhan menjaga nilai-nilai spiritual dalam ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan yang mencakup peningkatan kompetensi guru, pembaruan kurikulum berbasis literasi digital Islami, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kajian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAI harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual Islam untuk mencetak generasi muslim yang berilmu dan berakhlak mulia
Strategi Pengembangan Konsep Lifelong Learning dalam Pendidikan Islam Sejak Usia Dini: Studi Kualitatif Peran Edukatif Keluarga dan Lembaga Pendidikan Islam Husen firdaus; Rivaldi Kurniawan; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.427

Abstract

Pendidikan Islam menempatkan proses belajar sebagai bagian dari ibadah yang berlangsung sepanjang hayat, sesuai dengan prinsip lifelong learning yang menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan konsep lifelong learning dalam pendidikan Islam usia dini dengan menyoroti peran keluarga dan lembaga pendidikan Islam sebagai pilar utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) terhadap berbagai literatur akademik dan hasil penelitian relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan belajar anak melalui teladan, dukungan moral, dan kegiatan edukatif di rumah; (2) lembaga pendidikan Islam berperan dalam menguatkan nilai pembelajaran sepanjang hayat melalui kurikulum reflektif dan pembelajaran aktif; serta (3) sinergi antara keluarga, lembaga, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan kolaboratif yang berkelanjutan. Kesimpulannya, penguatan kolaborasi antara keluarga dan lembaga pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan budaya belajar sepanjang hayat pada anak sejak usia dini
Integrasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Menjawab Tantangan Global Dengan Landasan Filosofis Teguh Maulana Ihsan; Muhammad Ikbal; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.436

Abstract

Globalisasi menuntut sistem pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan landasan filosofis sebagai upaya menjawab tantangan global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menelaah buku, jurnal, dan dokumen akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum PAI diperlukan untuk menghapus dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta membentuk paradigma pendidikan yang berorientasi pada kesatuan ilmu dan keseimbangan antara akal, iman, dan moral. Landasan filosofis pendidikan Islam menjadi dasar penting dalam menciptakan kurikulum yang tidak hanya mencerdaskan intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Melalui pendekatan integratif, kurikulum PAI terbukti lebih relevan dalam membangun generasi Muslim yang berakhlak mulia, adaptif terhadap perubahan global, dan mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, integrasi kurikulum berbasis filosofis menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran pendidikan Islam dalam membentuk manusia seutuhnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Islam Dalam Qs. Al-Jumu’ah Ayat 10 Dan Qs. Al-Isra’ Ayat 26–27 Ziyadatul Husna; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.455

Abstract

Dalam Islam, kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan moral sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. QS. Al-Jumu‘ah ayat 10 menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah. Sementara QS. Al-Isra’ ayat 26–27 mengajarkan prinsip pengelolaan harta yang bijak, tanggung jawab sosial, serta larangan terhadap perilaku boros dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah terkait pendidikan ekonomi Islam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menelaah makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi Islam menekankan integrasi antara produktivitas dan tanggung jawab sosial. Aktivitas ekonomi dipandang sebagai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, etika yang baik, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan demikian, pendidikan ekonomi Islam berfungsi membentuk insan yang beriman, berakhlak, dan berkeadilan, yang mampu menyeimbangkan antara pencapaian duniawi dan tanggung jawab ukhrawi.
Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an [Telaah Al-Qur’an Surah Al-Isra (17): 23-24, Al-Ahqaf (46): 15, Dan Ash-Shaffat (37): 100-102] Syahida Ajrina; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.460

Abstract

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra (17): 23–24, al-Ahqaf (46): 15, dan ash-Shaffat (37): 100–102. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra [17]: 23-24, yaitu perintah bertauhid, perintah berbakti terhadap orang tua, larangan berucap buruk kepada orang tua, larangan membentak orang tua, perintah berucap mulia kepada orang tua, perintah bertawadhu kepada orang tua, serta perintah mendoakan orang tua. Sementara itu, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Ahqaf [46]: 15, yaitu perintah berbakti terhadap orang tua dan perintah bersyukur kepada Allah Swt. Adapun nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah ash-Shaffat [37]: 100-102, yaitu perintah berdoa memohon keturunan yang baik, perintah taat kepada Allah Swt. dan orang tua, serta perintah membangun komunikasi yang baik orang tua-anak. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar terbentuknya keluarga Islami yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam.
Masa Vital Dan Internalisasi Nilai Dalam Perkembangan Anak Usia Dini Endah Triwisuda Ninggsih; M. Riski Fatoni; M. Hasan Zinur Rizal
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.463

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya masa vital sebagai periode krusial dalam pembentukan fisik, psikologis, sosial, serta perkembangan penghayatan nilai pada anak. Banyak orang tua dan pendidik belum memahami bahwa pengalaman dan stimulasi sejak dini memiliki dampak jangka panjang terhadap karakter, kesehatan mental, dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada upaya untuk menggali bagaimana pandangan masyarakat terhadap masa vital dan sejauh mana penghayatan nilai berkembang pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pandangan tentang masa vital dengan tingkat penghayatan nilai, sekaligus mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi perkembangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yakni menelaah teori-teori psikologi perkembangan, pedagogi Islam, serta hasil penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara pandangan yang baik mengenai masa vital dengan penghayatan nilai yang lebih mendalam pada anak. Temuan ini menegaskan bahwa pengasuhan responsif, stimulasi kognitif-afektif, serta lingkungan pendidikan yang mendukung sangat berperan dalam mengoptimalkan masa vital. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya program pembinaan anak dan kebijakan sosial yang berpihak pada optimalisasi masa vital dan perkembangan penghayatan
Usaha Mengembangkan Karakter Siswa Yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab Melalui Pendidikan Moral dan Etika Yuli Fitriyanti; Rusdiah Roitona Nasution; Siti Saroh Hasibuan; Resti Yulasti
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.468

Abstract

Pendidikan karakter kini menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan modern karena berperan penting dalam membentuk siswa yang memiliki integritas dan rasa tanggung jawab, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan karakter melalui pendidikan moral dan etika serta menilai pengaruhnya terhadap integritas dan tanggung jawab siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai informan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai moral secara menyeluruh melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sehari-hari, didukung keteladanan guru dan partisipasi orang tua, efektif meningkatkan disiplin, kemampuan mengambil keputusan etis, serta internalisasi integritas dan tanggung jawab siswa. Keberhasilan pendidikan karakter juga ditentukan oleh evaluasi yang berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesimpulannya, pendidikan moral dan etika berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab serta harus disesuaikan dengan dinamika sosial dan kebutuhan generasi muda.
Pendidikan Sosial dalam Perspektif Al-Qur'an (QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma'idah: 8) Nehna Puteri Firdaus; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.469

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan sosial dalam Al-Qur’an melalui analisis QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma’idah: 8 yang menekankan pentingnya harmoni sosial, kesetaraan, dan keadilan sebagai prinsip dasar dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai sosial yang terkandung dalam kedua ayat tersebut serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini merujuk pada karya-karya tafsir klasik dan modern seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hujurat: 13 mengandung nilai penting berupa pengakuan terhadap keberagaman manusia, dorongan untuk saling mengenal (ta‘aruf), serta larangan bersikap diskriminatif berdasarkan suku, etnis, atau status sosial. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 8 menegaskan kewajiban menegakkan keadilan secara universal, bahkan terhadap pihak yang dibenci atau bermusuhan, sebagai cerminan ketakwaan dan integritas moral. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sosial dalam Islam bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak, peka sosial, dan mampu berlaku adil dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan demikian, konsep ta‘aruf, toleransi, persaudaraan, dan keadilan dalam Al-Qur’an menjadi landasan moral yang kuat bagi pendidikan sosial serta relevan dalam mewujudkan masyarakat yang etis dan harmonis.