cover
Contact Name
Sri Ratna Astuti
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6283842253612
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
STIKes Hakli Semarang Jl. dr. Ismangil No. 27 Bongsari , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Emviro Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
ISSN : 28090276     EISSN : 28089480     DOI : 10.64857
Core Subject : Health,
Jurnal EMVIRO adalah Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan yang diterbitkan oleh Bagian Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES HAKLI Semarang. Jurnal Kesehatan diterbitkan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan Oktober). Artikel dalam Jurnal Kesehatan adalah dari hasil penelitian yang original yang focus pada keilmuan Kesehatan Masyarakat dengan lingkup Sanitasi Lingkungan, Epidemiologi Penyakit, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Mata, dan Manajemen Informasi Kesehatan.
Articles 54 Documents
PENETAPAN UKURAN KACAMATA PENDERITA PRESBYOPIA STATUS HYPERMETROPIA DI OPTIK AGUS KARANGANYAR Adi Cahyono; Dewi Rusmini; Heryani Yunita Dewi
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.25

Abstract

Presbyopia (mata tua/penglihatan tua) yaitu keadaan dimana sinar datang sejajar tidak dapat dibiaskan tepat pada retina, tetapi tidak pada satu titik fokus, dapat didepan ataupun dibelakang retina. Hypermetropia (rabun dekat), dimana sinar sejajar dibiaskan dibelakang retina, akibatnya objek yang letaknya jauh dari bola mata tidak akan nampak jelas dalam penglihatan penderita. Konsep dasar untuk menanggulangi penderita presbyopia status refraksi hypermetropia dengan memberikan kacamata untuk alat bantu penglihatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara menentukan ukuran kacamata penderita presbyopia status refraksi hypermetropia di Optik Agus. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan penderita kelainan refraksi yang berkunjung ke Optik Agus tanggal 01-28 Februari 2022. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Total penderita kelainan refraksi yang berkunjung ke optik Agus sebanyak 66 pasien dengan rincian 5 pasien emmetropia, 27 pasien dengan status refraksi myopia, 28 pasien dengan status refraksi hypermetropia dan 6 orang dengan status refraksi astigmatisma. Dan dalam penelitian ini didapatkan kasus penglihatan jauh dan dekat kabur, setelah dikoreksi kemudian diberikan lensa S+1.00 ADD +200 untuk mata kanan dan kiri. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan pada penderita presbyopia dengan status hypermetropia dapat ditangani dengan menggunakan kacamata bifocal atau multifocal.Kata kunci: Hypermetropia, Kelainan Refraksi, Presbyopia.
PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBJEKTIF PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN STATUS MYOPIA SEDANG DI OPTIK SEVEN SEMARANG Muhammad Aziz Fatahillah; Adhi Kuntoro; Risang Haryo Chandra Dewantoro
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.26

Abstract

Myopia atau yang lebih sering disebut dengan istilah rabun jauh merupakan kondisi gangguan penglihatan berupagangguan refraksi, dimana saat melihat objek dekat individu dapat melihat dengan jelas, tetapi saat melihat objek yang jauh tampak kabur. Konsep dasar sederhana dalam mengatasi myopia pada anak adalah dengan memberikan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. Tujuan penelitian ini mengetahui tahap-tahap pemeriksaan refraksi subjektif yang dilakukan saat pemeriksaan myopia pada anak usia sekolah di Optik Seven Semarang. Hal itu sangat penting untuk diketahui, dengan pemeriksaan refraksisubjektif dapat menentukan ukuran lensa kacamata bagi penderita myopia dengan tepat.Penelitian yang digunakan adalah observasional yang bersifat deskriptif kuantitatif. sedangkan rancangan penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Hal itu dimaksudkan agar dapat memberikan gambaran tentang prosedur dan teknik pemeriksaan refraksi subjektif pada penderita myopia. Jumlah penderita myopia di Optik Seven Semarang Bulan Oktober 2022 sebanyak 31 orang. Penderita myopia pada laki-laki sebanyak 11 orang dan pada perempuan sebanyak 20 orang. Penetapan ukuran kacamata pada anak usia sekolah di dapatkan hasil dari visus akhir binokuler, dengan ini pasien merasa nyaman menggunakan ukuran kacamata tanpa adanya keluhan pusing atau hal lainnya.Kata kunci: Anak Usia Sekolah, Myopia, Pemeriksaan Refraksi
ANALISA KETEPATAN KODE DIAGNOSA PENYAKIT DIARE PADA DRM RAWAT INAP BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT MITRA BANGSA PATI TAHUN 2021 Ali Mustiko; Andri Asmorowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.27

Abstract

Koding adalah salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk memberikan kode dengan huruf atau angka atau kombinasi huruf dengan angka yang mewakili komponen data. Diare adalah salah satu penyakit yang sering ditemukan di Rumah Sakit, salah satunya di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati, Diare termasuk pada daftar 10 besar penyakit terbanyak dan menempati urutan kedua teratas dengan jumlah 166 kasus pada tahun 2021. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Ketepatan Kodefikasi Penyakit Diare Berdasarkan ICD-10 pada DRM Rawat Inap. Dalam penelitian ini populasi sebanyak 166 DRM dan sampel 62 DRM dengan diagnosa utama penyakit diare tahun 2021. Pendekatan yang digunakan adalah Retrospective study. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, ICD-10 dan lembar analisa ketepatan kode diagnosa penyakit diare. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan analisa tabel dan menghitung persentase ketepatan kode diagnosa dengan rumus kode tepat dan kode tidak tepat. Berdasarkan laporan indeks penyakit tahun 2021, kasus diagnosa penyakit diare dikode A09.9. Dari jumlah sampel 62 DRM, ditemukan diagnosa penyakit diare paling banyak adalah GEDS (Gastroenteritis Dehidrasi Sedang) sebanyak 28 DRM (45,16%). Dari 62 DRM dengan diagnosa utama penyakit diare terdapat 11 diagnosa sekunder, ditemukan diagnosa sekunder paling banyak adalah penyakit Dyspepsia dengan jumlah 4 (36,36%). Ketepatan kode diagnosa penyakit diare dari 62 sampel, yang tepat 33 DRM (53,22%), dan yang tidak tepat sebanyak 29 DRM (46,77%). Untuk menghindari ketidaktepatan kode diagnosa penyakit diare, sebaiknya diadakan pelatihan koding untuk petugas koding dan sebaiknya dokter menuliskan diagnosa dengan jelas dan spesifik.Kata Kunci : Kode, Diagnosa Utama, ICD-10, Ketepatan
TINJAUAN KETEPATAN KODEFIKASI EXTERNAL CAUSE KASUS CEDERA DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP BERDASARKAN ICD-10 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. KARTINI KABUPATEN JEPARA TRIWULAN I 2022 Nara Nadia Puspitasari; Cahyono Rahadiyanto
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.28

Abstract

External cause adalah kode yang digunakan dalam mengklasifikasikan penyebab luar terjadinya satu penyakit yang diakibatkan karena kasus kecelakaan, cedera, pendarahan, keracunan, bencana alam, maupun penyebab lainnya. Pengkodean diagnosis kasus cedera harus diikuti pengkodean penyebab luar (external cause) untuk menggambarkan sifat kondisi dan keadaan yang menimbulkannya. Dampak jika kode yang dihasilkan tidak tepat maka tidak akurat sehingga dapat mengancam bahkan akan mengganggu jalannya kegiatan pelaporan rumah sakit. Tujuan penalitian ini adalah mengetahui jenis cedera external cause, prosedur pelaksanaan pengkodean external cause, mengetahui ketepatan pengkodean external cause, mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan kode external cause DRM Pasien rawat inap berdasarkan ICD-10 di RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara Triwulan I Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian retrospektif dan teknik pengumpulan data melalui metode observasi dan wawancara. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling berjumlah 66 dokumen rekam medis. Ketepatan kode external cause berjumlah 0 kasus atau 0% dengan kode tepat, dan 66 atau 100% kasus dengan kode tidak tepat. Kesimpulan : yang diperoleh dari penelitian ini adalah ketepatan pengkodean external cause kasus cedera dokumen rekam medis pasien rawat inap berdasarkan ICD-10 di RSUD RA. Kartini Kabupaten Jepara triwulan I tahun 2022 masih tergolong kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 0 kasus atau 0% dengan kode yang tepat dan sebanyak 66 kasus atau 100% kode yang tidak tepat. Hal ini karena kesalahan pada digit ke 4 dan 5 tidak dikode, kesalahan tidak menambahkan digit ke 5, kesalahan pada sub blok, dan kategori kesalahan pada blok. Sebaiknya Perlunya kelengkapan pengisian terhadap dokumen rekam medis kasus cedera sehingga koder dapat melakukan pengkodean dengan tepat.Kata kunci : external cause, ICD-10, Ketepatan
ANALISIS INDIKASI DILAKUKAN TINDAKAN SECTIO CESAREA PADA PASIEN OBSTETRI DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA DR CIPTO SEMARANG TRIWULAN I TAHUN 2022 Rifky Afton Fahmi; Andri Asmorowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.29

Abstract

Salah satu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit adalah pelayanan pada persalinan. Jenis persalinan antara lain persalinan normal dan persalinan dengan tindakan, yang meliputi tindakan Sectio Cesarea. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis indikasi dilakukan tindakan Sectio Cesarea pada pasien obstetri di Rumah Sakit Panti Wilasa dr Cipto Semarang Triwulan I Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif tentang keadaan secara obyektif melalui observasi. Dilihat dari pendekatan restrospective. Hasil penelitian jumlah persalinan terbanyak adalah 96 pasien pada Maret 2022 (36%). Diagnosa utama terbanyak adalah Letak Lintang (Oblique) sebanyak 21 DRM (28,77%). Diagnosa indikasi terbanyak adalah Letak Lintang (Oblique) sebanyak 23 kasus. Sebab indikasi terbanyak adalah ibu dan janin sebanyak 42 DRM (58%). Kode tindakan Sectio Cesarea dengan ketepatan kode sebanyak 43 DRM (59%). Kesimpulan dalam penelitian ini menghasilkan kode tindakan yang tepat dalam menentukan kode tindakan operasi berdasarkan ICD 9CM, seharusnya petugas melihat Lembar Masuk & Keluar, kemudian dicocokan pada Laporan Operasi untuk mengetahui jenis atau teknik operasi yang dilakukan agar lebih spesifik.Kata Kunci : ICD 9CM, Indikasi, Sectio Cesarea
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS RAWAT INAP DI RSUD RAA SOEWONDO PATI PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2021 Ahmad Ubaidillah; Ngestiono; Natalia Kristiani; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.30

Abstract

Klaim BPJS Kesehatan adalah pengajuan biaya perawatan pasien peserta BPJS oleh pihak Rumah Sakit kepada pihak BPJS Kesehatan yang dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya. Pending klaim adalah klaim yang sudah diverifikasi namun belum dapat dibayarkan oleh pihak kesatu dikarenakan adanya ketidaklengkapan administrasi, masih dalam proses konfirmasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Populasinya sejumlah 1.693 klaim yang diajukan, sedangkan sampel berjumlah 105 klaim yang di pending. Teknik pengolahan data dengan pengumpulan data, edit, narasi, dan analisa data. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan 105 klaim terdapat 15 klaim dengan status pending administrasi (14,0%), kemudian sejumlah 26 klaim dengan status pending koding (25,0%), dan sejumlah 64 klaim dengan status pending medis (61,0%), banyaknya kasus medis yang mengalami permasalahan disebabkan karena tidak disertai dengan penunjang. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pending klaim rawat inap di RSUD RAA Soewondo Pati yaitu berkas yang ditunda karena sebab pending administrasi, pending medis, dan pending koding. Dengan demikian pihak Rumah Sakit diharapan untuk melakukan evaluasi secara berkala untuk petugas mengenai kasus pending klaim, sehingga dapat menurunkan jumlah unclaimed berkas BPJS pada Rumah Sakit. Kata kunci : BPJS, Klaim BPJS Kesehatan, Pending klaim.
TINJAUAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS FILING TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI INSTALASI REKAM MEDIS RUMAH SAKIT PANTI WILASA Dr. CIPTO SEMARANG TAHUN 2022 Fajrina Ruziqo Ruziqo; Maulina Latifah; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.31

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat/buruh dengan cara pencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan sistem perlindungan terhadap tenaga kerja di rumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan dan sikap petugas filing terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di instalasi rekam medis Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Penelitian ini adalah bersifat kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan metode pengumpulan data menggunakan jenis data observasi dan wawancara. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer wawancara. Populasi pada penelitian ini adalah jumlah seluruh petugas filing di semua shift di instalasi rekam medis yang berjumlah 7 petugas. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petugas filing petugas filing Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang 100% berjenis kelamin laki-laki, dan seluruh petugas filing berusia produktif (100%) yaitu 15-64 tahun, dari 7 responden, masa kerja paling banyak yaitu 1-5 tahun, dan > 21 tahun sebesar 29%, tingkat pendidikan paling banyak yaitu perguruan tinggi (86%). Interpretasi skor mengenai pengetahuan petugas, menunjukkan bahwa petugas sudah tahu/sangat tahu terhadap pengetahuan K3. Interpretasi skor mengenai sikap petugas menunjukkan bahwa petugas sangat setuju dalam pengaruh sikap terhadap K3. Risiko kerja petugas filing Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang yang sering terjadi yaitu gejala batuk akibat debu, tergoresnya tangan petugas oleh map DRM ataupun rak penyimpanan DRM, dan nyeri punggung. Saran dari penelitian ini yaitu Sebaiknya terdapat SPO yang khusus mengatur tentang K3 di bagian filing, pengawasan terhadap penggunaan APD ditempat kerja ditingkatkan agar dapat mengurangi risiko akibat kerja, dan sebaiknya diadakan on the job training dibagian filing.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, K3
ANALISA KUANTITATIF KELENGKAPAN LEMBAR RINGKASAN PULANG RAWAT INAP PADA KASUS TERTINGGI PERTAMA (COVID-19) DENGAN KASUS TERTINGGI KEDUA (DIARE) DI RS MITRA BANGSA PATI TAHUN 2021 Ali Mustofa; Endah Widaningtyas
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v1i2.32

Abstract

Lembar ringkasan pulang adalah ringkasan seluruh masa perawatan dan pengobatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan kepada pasien yang memiliki kegunaan seperti menjamin pelayanan medis dan informasi untuk pasien rujukan. Pentingnya Lembar Ringkasan Pulang rawat inap untuk Rumah Sakit, maka perlu dilakukan pengendalian pengisian Ringkasan Pulang dengan menggunakan analisa kuantitatif. Berdasarkan survei awal dari 10 dokumen rekam medis masih ditemukan kurangnya kelengkapan pengisisan dari Lembar Ringkasan Pulang. Penelitan ini bersifat deskriptif, pendekatan waktu pengumpulan data secara retrospektif, metode pengumpulan data dengan observasi. Populasi kasus tertinggi pertama (Covid-19) sebanyak 555 kasus dengan sampel penelitian 85 dokumen, sedangkan populasi kasus tertinggi kedua (Diare) sebanyak 166 kasus dengan sampel penelitian 62 dokumen. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan lembar kerja. Analisa data dilakukan dengan analisa deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian analisa kuantitatif kelengkapan pengisian Lembar Ringkasan Pulang kasus tertinggi pertama (Covid-19) dengan kasus tertinggi kedua (Diare) kelengkapan Indentifikasi 100%, Pelaporan pada kedua kasus 0%, Auntentifikasi pada kasus tertinggi pertama (Covid-19) 93%, pada kasus tertinggi kedua (Diare) 79% dan Pencatatan yang baik pada kedua kasus 0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengisian kelengkapan Lembar Ringkasan Pulang pada kasus tertinggi pertama (Covid-19) dengan kasus tertinggi kedua (Diare) terisi tidak lengkap. Saran sebaiknya diadakan pertemuan koordinasi dan sosialisasi yang dilakukan satu bulan sekali yang wajib diikuti oleh petugas rekam medis, dokter dan perawat untuk membahas tentang pentingnya kelengkapan isi ringkasan pulang, dan sebaiknya petugas koding tetap melakukan pengisian kodefikasi penyakit dan tindakan pada Lembar Ringkasan Pulang, karena mengingat pentingnya kegunaan Lembar Ringkasan Pulang bagi Rumah Sakit. Kata Kunci : Kelengkapan, Lembar Ringkasan Pulang
FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Karolina Butu; Sri Tjahjowati; Roro Kushartanti
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.33

Abstract

Perilaku pemberantasan jentik nyamuk dikenal dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan dengan cara fisik, biologi, maupun kimiawi. PSN yang dilaksanakan di RW 5 Kelurahan Bulusan terhadap 250 rumah, terdapat 4 rumah positif jentik, dan 2 diantaranya berada di RT IV Kelurahan Bulusan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui beberapa faktor lingkungan yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk di RW V Kelurahan Bulusan Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 50 rumah dengan sampel jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel hubungan pelaksanaan PSN dengan variabel keberadaan jentik (nilai-p = 0,022), tidak ada hubungan antara variabel tempat perindukan dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,571), ada hubungan antara variabel jenis tempat perindukan buatan dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,001), dan ada hubungan antara variabel jenis sampah padat dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,006). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara pelaksanaan PSN dengan keberadaan jentik, responden yang tidak melaksanakan PSN secara teratur berpeluang terdapat jentik di rumahnya; tidak ada hubungan antara keberadaan tempat perindukan dengan keberadaan jentik, karena ada atau tidak ada tempat perindukan tetap ditemukan jentik nyamuk di rumah responden; ada hubungan antara jenis tempat perindukan buatan dengan keberadaan jentik, rumah responden yang terdapat tempat perindukan berupa plastik berpeluang terdapat jentik nyamuk; dan ada hubungan antara jenis sampah padat dengan keberadaan jentik, responden yang memiliki sampah padat di rumahnya berpeluang ditemukan jentik nyamuk. Saran bagi masyarakat khususnya warga RT IV lebih memperhatikan kegiatan PSN DBD secara mandiri dan teratur agar dapat mengurangi keberadaan jentik nyamuk dan penularan penyakit akibat vektor dapat ditekan. Kata kunci : Keberadaan jentik nyamuk, Pemberantasan Sarang Nyamuk
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penggunaan Cartridge Respirator terhadap Kadar S-Pma dalam Urine Pekerja Produksi di CPA Tahun 2022: Studi Kasus: PT. TI, Kalimantan Timur Andi Sujito; Sri Ratna Astuti; Kun Lukito
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 3 No 1 (2023): Oktober : EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v3i1.36

Abstract

Benzene is well-known as a carcinogen and one of work related disease causes. High level benzene exposure causes nerve and blood forming disruption, One of benzene biomarker is a S-PMA (S-phenylmercapturic acid). The question appear “Is there correlation between knowledge level and attitude obedient of cartridge respirator equipment usage with the S-PMA urine value of production worker”. Purpose of this research is to observe the correlation of knowledge level and attitude obedient e of cartridge respirator equipment usage with the S-PMA urine value of production worker in PT. TI, East Kalimantan. This research methode is an observasional quantitative, time approach “cross sectional” and descriptive data analysis. Total sample is 86 responden from both process and well department. Data collestion using questionaire and seconder data of benzene, S-PMA and passive sampler measurement. Knowledge level and attitude obedient of cartridge respirator equipment usage is appearing good (94,2%). Knowledge level of cartridge respirator equipment usage affect the S-PMA urine value (Pearson correlation r = 0,097). The attitude obedient of cartridge respirator equipment usage affect the S-PMA urine value (Pearson correlation r = 0,195). Knowledge level and attitude obedient of cartridge respirator equipment usage is appearing good. There’s a correlation between knowledge level and attitude obedient of cartridge respirator equipment usage with the S-PMA urine value of production worker. The implementation and supervision of Benzene Management program in parrarel of cartridge and Respirator usage should be continue and must be perfomed well supervision.