cover
Contact Name
Sri Ratna Astuti
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6283842253612
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
STIKes Hakli Semarang Jl. dr. Ismangil No. 27 Bongsari , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Emviro Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
ISSN : 28090276     EISSN : 28089480     DOI : 10.64857
Core Subject : Health,
Jurnal EMVIRO adalah Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan yang diterbitkan oleh Bagian Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STIKES HAKLI Semarang. Jurnal Kesehatan diterbitkan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan Oktober). Artikel dalam Jurnal Kesehatan adalah dari hasil penelitian yang original yang focus pada keilmuan Kesehatan Masyarakat dengan lingkup Sanitasi Lingkungan, Epidemiologi Penyakit, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Mata, dan Manajemen Informasi Kesehatan.
Articles 54 Documents
TINJAUAN PELAKSANAAN PENDATAAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK SIMONGAN SEMARANG TAHUN 2021 Gerastika Nugraheni; Asih Prasetyowati; Reni Murnita; M. Nasrul Latif
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.14

Abstract

Abstract Coronavirus (Covid-19) is a virus that causes respiratory tract infections, both the common cold and serious diseases such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). This research is descriptive qualitative by using a retrospective approach . Methods of data collection using observation and interviews. While the source of data in this study is primary data obtained directly with vaccination officers, from the results of interviews using interviews with officers and observations using interview guidelines and observation guidelines. The results showed that the implementation of the Covid-19 Vaccination Data Collection was not fully in accordance with the Decree of the Director General of the Covid-19 Vaccination Technical Guidelines, and the requirements for the Covid-19 Vaccination Data Collection were complete, this happened because of the cooperation between the Covid-19 Vaccination officers at the Puskesmas Ngemplak Simongan. Keywords: Implementation of Covid-19 Vaccination Data Collection. . Abstrak Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksinasi dimulai dari pendataan sasaran, pendataan dan penetapan fasilitas layanan kesehatan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 , registrasi dan verifikasi sasaran dan penghitungan kebutuhan serta penyusunan rencana distribusi vaksin dan logistik. Cakupan vaksinasi Covid-19 masih belum memenuhi target sehingga perlu diteliti pelaksanaan pendataanya. Penelitian ini bersifat Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Retrospektif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang di peroleh secara langsung dengan petugas vaksinasi, dari hasil wawancara menggunakan wawancara dengan petugas dan pengamatan observasi dengan menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan Pendataan Vaksinasi Covid-19, belum sepenuhnya sesuai dengan SK Dirjen Juknis Vaksinasi Covid-19. Adapun persyaratan Pendataan Vaksinasi Covid-19 sudah lengkap, hal tersebut tersebut terjadi karena adanya kerja sama di antara petugas Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ngemplak Simongan. Kata kunci : Pelaksanaan Pendataan Vaksinasi Covid-19
FAKTOR SANITASI LINGKUNGAN KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Roro Kushartanti; Sri Puji Rahayu
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.15

Abstract

Abstract The low access of families to sanitation facilities is currently the main cause of death in infants and toddlers and contributes more than 80% of infectious diseases, appetite disorders, and digestive tract disorders. Some infectious diseases suffered by infants and toddlers if this condition occurs for a long time can cause weight loss, it will lead to stunting problems. The purpose of this study was to determine the relationship between several factors of family enviromentas sanitation and the incidence of stunting in Toodlers in the working area of Sekaran Health Centre Semarang City. This research method used descriptive research with a cross sectional approach. The sample used in this study amounted 80 responden. Processing and data analysis in this study using Chi Square and Fisher Exact statistical test.The results showed that there was a relationship between the the variable availability of clean water facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value = 0.027), there was a relationship between the variable availability of waste disposal facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.048), there was no relationship between the variables availability of family latrine facilities with the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.748), and there is a relationship between the variable availability of wastewater disposal facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.022). Health education is needed to the community, especially mothers, about the importance of maintaining environmental health. Keywords: Stunting, Enviromental Sanitation, Family, Children under five Abstrak Rendahnya akses keluarga terhadap sarana sanitasi saat ini menjadi penyebab kematian utama pada bayi dan balita serta menyumbangkan lebih dari 80% penyakit infeksi, gangguan nafsu makan, dan gangguan saluran pencernaan. Beberapa penyakit infeksi yang diderita bayi dan balita dapat menyebabkan berat badan turun. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama, maka akan dapat mengakibatkan masalah stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beberapa faktor sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 81 responden dan dianalisis dengan uji statistik Chi Square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p = 0.027), ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana pembuangan sampah dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.048), tidak ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana jamban keluarga dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.748), dan ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana pembuangan air limbah dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.022). Perlu pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama ibu tentang pentingnya menjga kesehatan lingkungan. Kata kunci: Stunting, Sanitasi Lingkungan, Keluarga, Balita
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI INDUSTRI RUMAH TANGGA PEMBUAT ROTI KELURAHAN GIDANG NGELO KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA Ana Yustika; Kun Lukito; Farida Tri Oktavia
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.16

Abstract

Abstract The increase in the number of work accidents that occur every year needs to be of particular concern to companies to pay more attention to the implementation of K3 in the scope of their work, especially in terms of the use of Personal Protective Equipment (APD) by workers. In this study, there were four bread-producing home industries in Gidang Ngelo Village, Welahan District, Jepara Regency which were the objects of research. This type of research is descriptive research, which aims to find out the description of the use of APD by workers in the area and analyzed descriptively. The sample of this study were all workers, totaling 35 people. As a result, as many as 70% of workers in the home industry in Gidang Ngelo Village, Welahan District, Jepara Regency do not use APD and only 30% of workers use APD Low education, limited knowledge, long working period, and poor employee attitudes make them dislike using APD while working in the industry. The lack of availability of APD facilities and the failure to carry out training for workers by industrial owners regarding the importance of using APD in the work environment has strengthened the reasons for workers not to use APD. Thus, industrial owners should be able to guarantee the availability of APD and provide socialization and training to workers regarding the importance of using APD in the work environment. Keywords: personal protective equipment, home industry, welahan district Abstrak Peningkatan angka kecelakaan kerja yang terjadi setiap tahunnya perlu menjadi perhatian khusus bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan pelaksanaan K3 di lingkup kerja perusahaannya, terlebih dalam hal penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh para pekerja. Pada penelitian ini, terdapat empat industri rumah tangga penghasil roti di Kelurahan Gidang Ngelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara yang menjadi objek penelitian. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Penggunaan APD oleh para pekerja di wilayah tersebut dan dianalisis secara diskriptif. Sampel dari penelitian ini adalah semua pekerja yang berjumlah 35 orang. Hasilnya, sebanyak 70% pekerja di industri rumah tangga Kelurahan Gidang Ngelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara tidak menggunakan APD dan hanya 30% pekerja saja yang menggunakan APD. Pendidikan yang rendah, pengetahuan yang terbatas, masa kerja yang cukup lama, serta sikap pekerja yang kurang baik membuat mereka tidak suka untuk menggunakan APD selama bekerja di industri tersebut. Kurangnya ketersediaan fasilitas APD dan tidak dilaksanakannya pelatihan kepada para pekerja oleh pemilik industri mengenai pentingnya penggunaan APD di lingkungan kerja menyebabkan semakin kuatnya alasan para pekerja untuk tidak menggunakan APD. Dengan demikian, seharusnya pemilik industri dapat menjamin ketersediaan APD dan memberikan sosialisasi serta pelatihan kepada para pekerja mengenai pentingnya penggunaan APD di lingkungan kerja. Kata kunci : Alat pelindung diri, industri rumah tangga, kecamatan welahan
PENETAPAN UKURAN KACAMATA PADA PENDERITA ANISOMETROPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA MENGUNAKAN UJI WFDT Darmini; Wahjoe Handini; Adi Cahyono
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.17

Abstract

Abstract Anisometropia is a condition where there is a difference in the size of refractive abnormalities between the right eye and the left eye. Visual impairment can occur by several causes, including Myopia. This study aims to determine the determination of refractive status in patients with Anisometropia. The type of research used is a descriptive study and data collection is done by observation of data sourced from customer records in Optik Pranoto in Juli 2018 and interviews with patients during the examination. The number of patients with refraction disorders of myopia as much as 152 cases, with a percentage of 32.5%, where the number of anisometropia with refraction status of myopia as many as 35 people with percentage of 19.7%. Sample of case observed got result of examination with size of glasses recommended by OD. S-5.50 and OS S-200. Refractive examination in anisometropic patients whose difference of dioptrinya more than 3.00 D then tested the Worth Four Dot Test (WFDT) by using 1 point of red, 2 green dots, and 1 point neutral with red and green filters placed in front of the patient's eyes. The patient sees 2 vertical points (2 red dots), perceptual (-), fusion (-) test results. The size of the glasses can be prescribed with the best final correction results. Keywords : Myopia, Anisometropia, Worth Four Dot Test Abstrak Anisometropia merupakan kondisi dimana terdapat perbedaan ukuran kelainan refraksi antara mata kanan dan mata kiri. Gangguan penglihatan dapat terjadi oleh beberapa macam sebab, diantaranya adalah Myopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penetapan status refraksi pada penderita Anisometropia. Jenis penelitian deskritif yaitu untuk mendiskrisikan kasus kelainan refraksi pada penderita Anisometropia dengan status myopia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi data yang bersumber dari catatan pelanggan di Optik Pranoto pada bulan April 2018 serta wawancara dengan pasien saat melakukan pemeriksaan. Hasil penelitian yang dilakukan di Optik Pranoto menunjukan bahwa jumlah pasien kelainan refraksi miopia sebanyak 152 kasus, dengan prosentase 32,5%, dimana jumlah anisometropia dengan status refraksi myopia sebanyak 35 orang dengan prosentase 19,7%. Hasil pemeriksaan dengan ukuran kacamata yang direkomendasikan OD. S-5.50 dan OS S-200. Pemeriksaan refrak pada penderita anisometropia yang selisihnya dioptrinya lebih dari 3.00 D maka dilakukan uji Worth Four Dot Test (WFDT) dengan mengunakan 1 titik merah, 2 titik hijau, dan 1 titik netral dengan filter warna merah dan hijau dipasang didepan mata pasien. Pasien tersebut melihat 2 titik vertikal (2 titik merah), hasil test persepsi (-), fusi (-). Kesimpulannya ukuran kacamata dapat diresepkan dengan hasil koreksi akhir terbaik. Kata Kunci : Myopia, Anisometropia,Worth Four Dot Test
EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI LABORATORIUM SARANA MEDIKA SEMARANG Buntris; Reyno Pramudyono; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.18

Abstract

Pengelolaan limbah medis laboratorium memiliki permasalahan yang kompleks. Limbah ini perlu dikelola sesuai dengan aturan yang ada sehingga pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Perencanaan, pelaksanaan, perbaikan secara berkelanjutan atas pengelolaan laboratorium haruslah dilaksanakan secara konsisten. Selain itu, sumber daya manusia yang memahami permasalahan dan pengelolaan lingkungan menjadi sangat penting untuk mencapai kinerja lingkungan yang baik, Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengelolaan limbah medis di Laboratorium Sarana Medika Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian dipilih dengan teknik non probability sampling yaitu menggunakan purposive sampling, dengan informan utama kepala cabang Laboratorium Sarana Medika Semarang dan cleaning service. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, Laboratorium Sarana Medika Semarang sudah melakukan pemilahan antara limbah medis non benda tajam, limbah non medis dan limbah medis benda tajam pada setiap sumber penghasil limbah medis sudah disediakan secara terpisah. Pewadahan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang dibagi menjadi 2 yaitu limbah medis dan non medis (domestik). Rute pengangkutan di Laboratorium Sarana Medika Semarang belum memiliki jalur khusus, sehingga melewati beberapa ruangan, waktu pelaksanaan pengangkutan juga tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, bahkan dilakukan pada jam kerja. Limbah domestik akan diangkut oleh DPU Kota Semarang dan limbah medis diangkut oleh PT. ARAH. Kesimpulan penelitian ini yaitu kebijakan pengelolaan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.56/MenlhkSetjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pihak Higiene Sanitasi Laboratorium Sarana Medika Semarang diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terkait proses pengelolaan limbah laboratorium.Kata Kunci : limbah medis, laboratorium, layanan kesehatan
IDENTIFIKASI TELUR CACING & CACING DEWASA PADA SAYURAN LALAPAN (KUBIS, SELADA, KEMANGI) Ana Yustika; Aprin Wahyu Wijayanti; Shalihat Afifah Dhaningtyas
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.20

Abstract

Sayuran merupakan jenis makanan penting bagi manusia untuk menjaga kesehatan. Sayuran lalapan adalah sayuran yang biasanya dimakan bersama nasi dan lauk-pauk, serta dihidangkan dalam keadaan mentah. Sayuran lalapan diperkirakan dapat berperan menjadi salah satu sumber infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil identifikasi jenis telur cacing dan cacing dewasa pada sayuran lalapan (kubis, selada, kemangi) yang dijual di Pasar Projo Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random sampling. Identifikasi jenis telur cacing dan cacing dewasa pada sayuran lalapan dilakukan dengan melakukan pengamatan secara mikroskopis menggunakan mikroskop binokuler. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa cemaran yang terjadi pada sayuran lalapan di Pasar Projo Kabupaten Semarang disebabkan oleh telur cacing Oxyuris vermicularis, telur cacing tambang, telur cacing Ascaris lumbricoides, dan larva cacing tambang. Telur cacing Oxyuris vermicularis ditemukan pada dua jenis sayuran lalapan, yaitu kubis dan selada. Telur cacing tambang ditemukan pada satu jenis sayuran lalapan, yaitu kubis. Telur cacing Ascaris lumbricoides ditemukan pada semua jenis sayuran, yaitu kubis, selada, dan kemangi. Sedangkan larva cacing tambang ditemukan pada satu jenis sayuran lalapan, yaitu selada. Kata kunci : Ascaris lumbricoides, cacing, Oxyuris vermicularis, sayuran lalapan, Soil Transmitted Helminth (STH)
PENENTUAN BASE CURVE PENGGUNA LENSA KONTAK LUNAK DENGAN FITTING STATUS REFRAKSI MYOPIA Dicky Prayogi; Joko Sulistyo; Adhi Kuntoro
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.21

Abstract

Myopia adalah keadaan mata mempunyai kekuatan refraksi berlebih sehingga sinar jauh dibiaskan di depan retina. Mengoreksi myopia mengunakan lensa kontak. Lensa kontak adalah lensa dipasang menempel kornea atau sclera mata untuk memperbaiki penglihatan (rehabilitasi kosmetik). Kornea mata manusia memiliki kelengkungan/base curve yang berbeda-beda, dilakukan fitting terlebih dahulu sebelum memakai lensa kontak. Base curve lensa kontak sangat berpengaruh terhadap kenyamanan pemakaian. Tujuan penelitian adalah cara menentukan base curve ideal pengguna lensa kontak lunak melalui fitting lensa kontak uji coba pasien myopia. Penelitian deskriptif  dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode observasi langsung terhadap pasien myopia sebagai sampel penelitian. Metode pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian adalah penderita myopia dengan lensa kontak di Optik Pro Ungaran. Hasil survei di Optik Pro Ungaran tanggal 18 Maret - 14 April 2022 terdapat 12 orang pasien status myopia mengunakan lensa kontak, jumlah tersebut 33,33% berumur < 20 tahun, 66,66% berumur 20 - 39. Penentuan ukuran base curve ideal penderita refraksi myopia mengunakan lensa kontak melakukan anamnesa, inspeksi observasi, pemeriksaan refraksi subjektif, keratometer, over refraksi, fitting lensa kontak uji coba, penilaian fitting, dan memberikan lensa kontak yang direkomendasikan. Pasien menggunakan lensa kontak direkomendasikan sesuai ukuran, pada aktifitas tertentu, karena lebih nyaman dan mengurangi risiko-risiko.Kata kunci : Base Curve, Myopia, Lensa Kontak Lunak
PENENTUAN UKURAN KACAMATA BACA PADA PENDERITA PRESBYOPIA DENGAN STATUS REFRAKSI HYPERMETROPIA DI OPTIK SILIWANGI CIREBON Gina Nuramalia; Wahjoe Handini; Risang Haryo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.22

Abstract

Hypermetropia adalah suatu keadaan dimana sinar sinar sejajar yang memasuki bola mata dibiaskan oleh media refrakta dibelakang retina yang berakibat obyek yang letaknya jauh dari bola mata tidak akan nampak jelas dalam pengelihatan. Presbyopia adalah perkembangan normal yang berhubungan dengan usia, dimana akomodasi yang diperlukan untuk melihat dekat perlahan lahan berkurang. Pada usia diatas 40 tahun biasanya akan membutuhkan kacamata baca keadaan inilah yang disebut dengan presbyopia. Menurut hasil penelitian pendahuluan di Optik Siliwangi Cirebon pada bulan September 2022 terdapat penderita myopia sebanyak 32 orang, penderita hypermetropia 21 orang, dan penderita astigmatism 4 orang, sedangkan penderita presbyopia ada 1 orang. Metedologi penelitian ini yaitu dengan meperoleh data langsung dari wawancara dan observasi pada pasien berstatus refraksi hypermetropia dengan usia diatas 40 tahun yang berkunjung ke optik Siliwangi Cirebon. Dari hasil penelitian yang didapatkan sejumlah data penderita gangguan penglihatan yang mendapatkan jasa pelayanan pemeriksaan refraksi subyektif di Optik Siliwangi Cirebon dari tanggal 01 September s/d 30 September 2022 berjumlah 58 orang.Kata Kunci : Hypermetropia, Presbyopia
PERHITUNGAN PARAMETER LENSA MINERAL BLANK BIFOKAL UNTUK MENENTUKAN UKURAN CENTER THICKNESS DAN EDGE THICKNESS DI LABORATORIUM KLINIK OPTIK STIKES HAKLI SEMARANG Evan Wijanarko; Setya Ferywidyastuti; Joko Sulistyo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.23

Abstract

Lensa blank adalah lensa bahan yang belum di proses / digosok untuk kedua permukaannya D1 (depan) dan D2 (belakang). maka ada persoalan yang terlebih dahulu harus dipecahkan, yakni mengukur parameter lensa mineral blank bifokal untuk menentukan ET dan CT, penelitian ini bertujuan menentukan ET dan CT yang sesuai dengan resep S3.00. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yaitu untuk melakukan perhitungan parameter lensa apakah ada yang sesuai atau tidak dengan standar. Pengumpulan data dengan cara observasi data yang bersumber dari melakukan pengukuran lensa blank bifokal menggunakan alat ukur di laboratorium STIKES HAKLI Semarang. Sampel yang digunakan adalah lensa bifokal flattop dan kriptok karena jumlah lensa jenis ini yang terbanyak di laboratorium klinik optik STIKES HAKLI Semarang.Dari data yang dikumpulkan terdapat 15 lensa blank, dengan tebal 4 mm sebanyak 7 pcs, tebal lensa blank 6 mm sebanyak 7 pcs, dan tebal lensa blank 10 mm sebanyak 1pcs.Hasil perhitungan lensa blank dengan resep S-3.00, Hasil lensa blank yang tidak sesuai standart menggunakan S-3.00 ada 8 lensa dari 15 lensa. Faktor yang mempengaruhinya adalah diameter lensa blank yang besar dan bisa juga tebal lensa blank yang terlalu kecil. Lensa blank yang tebalnya 4 mm tidak sesuai untuk resep S-3.00 akan lebih sesuai untuk resep minus kecil.Kata kunci: lensa blank, CT, ET
PEMILIHAN FRAME PADA PENDERITA MYOPIA TINGGI DI OPTIK BOY SEMARANG Ariezal Deva Rachmana; Adi Cahyono; Setya Ferywidyastuti
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.24

Abstract

Frame adalah bingkai kacamata yang memegang lensa dan memberi nilai plus bagi pemakai sedangkan lensa adalah benda transparan yang meneruskan sinar cahaya. Tanpa frame, lensa tidak mungkin bertahan di depan mata kecuali lensa kontak yang menempel pada kornea. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu Observasi. Observasi adalah pengumpulan data dengan cara mengambil data secara langsung kegiatan praktek untuk mendapatkan gambaran yang nyata atau kasus yang di teliti. Data diperoleh dari Optik Boy Semarang. Menurut hasil penelitian pendahuluan di Optik Boy Semarang , bahwa dari data pasien atau pelanggan sebanyak 59 orang penderita myopia, didapatkan hasil koreksi kelainan refraksi myopia rendah sebanyak 22 (37%), myopia sedang sebanyak 21 orang (36%) dan, myopia sebanyak 16 orang (27%).Kata kunci: Frame, Lensa, Refraksi Optisi