cover
Contact Name
Guido Roberto Jerun Parera
Contact Email
guidoparera0306@gmail.com
Phone
+6281292567470
Journal Mail Official
mspaquanipa@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Jalan Kesehatan No.03, Maumere-86111, Flores, NTT. Website: msp.nusanipa.ac.id
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 27230031     DOI : -
AQUANIPA-Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya perairan, perikanan budidaya, perikanan tangkap, penanganan pacsa panen hasil perikanan, ekowisata perikanan, sosial ekonomi perikanan serta pemanfaatan sumberdaya perairan, pesisir dan lautan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui perrreview process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak dua kali setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 95 Documents
EVALUASI MANAJEMEN OPERASIONAL PENANGKAPAN IKAN PURSE SEINE KM UMA 002 DI PT UMA NIAN NEPA: ANALISIS KINERJA DAN OPERASIONAL Christofel O. Nobel Pale; Erfin; Atanasius Merdin Andi Odang Keytimu
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen operasional kapal purse seine KM Uma 002 milik PT Uma Nian Nepa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis efisiensi operasional dari aspek teknis, sumber daya manusia, dan finansial. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi dari laporan operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala utama, seperti ukuran jaring yang tidak sesuai, penggunaan teknologi navigasi yang belum optimal, serta jumlah awak kapal yang belum ideal. Modifikasi jaring terbukti meningkatkan efisiensi hauling, mengurangi waktu operasi, serta meningkatkan hasil tangkapan. Namun, konsumsi bahan bakar yang tinggi akibat navigasi yang kurang efisien masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan operasional kapal. Berdasarkan analisis SWOT, strategi perbaikan yang direkomendasikan meliputi optimalisasi sistem navigasi berbasis GPS dan fishfinder, penyesuaian struktur organisasi dengan menambah tenaga kerja pada posisi strategis, serta diversifikasi hasil tangkapan untuk meningkatkan profitabilitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi beban kerja awak kapal, serta memperbaiki keseimbangan finansial perusahaan, sehingga mendukung keberlanjutan usaha perikanan tangkap di wilayah ini.
ANALISIS PADAT TEBAR BERBEDA TERHADAP PRODUKTIVITAS UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) YANG DIBUDIDAYAKAN PADA TAMBAK INTENSIF DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR, SULAWESI SELATAN Maria Imaculata Rume; Yohanes Krismasno; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komoditas perikanan unggulan Indonesia adalah udang vaname dengan target produksi 1,829 juta ton di tahun 2023. Faktor penting dalam peningkatan produksi udang vaname adalah monitoring pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup. Tujuan penelitian, untuk mengetahui produktivitas udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dibudidayakan dengan padat tebar berbeda di Tambak Intensif Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan selama DOC 80 dengan kepadatan Petak A 315 ekor/m2, Petak B 315 ekor/m2, Petak C 216 ekor/m2 dan Petak D 216 ekor/m2. Pengambilan data pertumbuhan dilakukan setiap 7 hari sekali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tiga analisis data meliputi laju pertumbuhan harian, perhitungan populasi dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada padat tebar 216 ekor/m2 lebih baik dibandingkan dengan padat tebar 315 ekor/m2. Hal ini dikarenakan padat tebar 216 ekor/m2 memiliki tingkat kepadatan lebih rendah yang memungkinkan udang mendapatkan pakan secara optimal. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya padat penebaran dan pengelolaan kualitas air yang baik selama masa pemeliharaan.
IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT PADA SPORA Gracilaria verrucosa YANG DIBUDIDAYAKAN DI LABORATORIUM BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU TAKALAR Hartina Iyen; Maria Theresia Dua Tei; Maria Marliani Loainak
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut penghasil agar-agar yang telah berhasil dibudidayakan di tambak-tambak Indonesia, sehingga meningkatkan potensi dan pemanfaatannya dalam industri domestik. Pada tahun 2019, nilai ekspor rumput laut Indonesia tercatat sebesar 324,84 juta USD, mengalami kenaikan sebesar 11,31% dibandingkan dengan 291,83 juta USD pada tahun 2018. Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui penyediaan bibit dengan teknik setting spora atau dengan kultur jaringan. Keberhasilan budidaya Gracilaria verrucosa tidak terlepas dari tantangan hama dan penyakit dapat menyerang berbagai tahap pertumbuhan rumput laut, mulai dari spora dan planlet yang rentan hingga thallus dewasa. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang spora Gracilaria verrucosa serta mengetahui metode pengendalian hama dan penyakit yang efektif untuk spora Gracilaria verrucosa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus s.d. Desember 2024 di laboratorium kultur jaringan rumput laut Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Hasil identifikasi hama dan penyakit yang ditemukan selama penelitian adalah lumut merah dan protozoa jenis Euglena. Pengendalian hama dan penyakit untuk spora yang telah tumbuh rutin dilakukan pergantian media apabila pada media sudah berlendir dan keruh atau setiap seminggu sekali; bagian spora yang menempel di bersihkan dari lumut dengan cara disemprot secara pelan-pelan agar spora yang menempel tidak ikut terbuang; menjaga kualitas air serta lingkungan budidaya.
PEMETAAN KERAPATAN EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN KOTA UNENG, KABUPATEN SIKKA MENGGUNAKAN DATA CITRA SENTINEL-2A Guido Roberto Jerun Parera; Erfin; Rahman Yun Amin Wahyu
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberlangsungan kehidupan di wilayah pesisir tergantung pada keberadaan ekosistem mangrove. Hal tersebut dikarenakan fungsi mangrove sebagai penahan erosi pantai, penahan gelombang, penghasil karbon, sebagai habitat bagi biota di wilayah pesisir, serta memperbaiki kualitas air. Penggunaan citra satelit dalam teknologi penginderaan jauh memungkinkan identifikasi mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan ekosistem mangrove tahun 2025 dengan menggunakan citra Sentinel-2A di Kelurahan Kota Uneng Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode NDVI atau Normalized Difference Vegetation Index. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa total luas mangrove di Kelurahan Kota Uneng mencapai 53,33 Ha. Dalam luasan tersebut, terdapat 33,12 Ha (62,09%) mangrove dengan kerapatan tinggi, 17,82 (33,41%) mangrove dengan kerapatan sedang, dan 2,4 Ha (4,50%) mangrove yang memiliki kondisi kerapatan rendah.
KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PULAU PALUE KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Angelinus Vincentius; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 2 (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Palue, yang terletak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 96 tahun 2021. Wilayah tersebut mempunyai karakteristik oseanografi yang unik dan berpotensi mendukung keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman ikan karang di kawasan konservasi perairan Pulau Palue. Penelitian dilakukan sejak Agustus 2024 sampai dengan Desember 2024, di perairan Desa Lidi, Pulau Palue, Kecamatan Palue yang termasuk dalam Zona Inti Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kabupaten Sikka Provinsi NTT. Metode yang digunakan adalah Underwater Visual Census (UVC). Analisis data ikan karang dengan mengelompokkan ikan karang ke dalam 3 (tiga) kelompok, yakni ikan mayor, ikan indikator dan ikan target dan diidentifikasi jenisnya. Analisis indeks ekologi menunjukkan hasil Nilai Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H') di Stasiun Ona sebesar 2,29; di Stasiun Langawai sebesar 2,61 dan di Stasiun Watunoni sebesar 2,87. Ke-3 stasiun mempunyai keaenakaragan jenis ikan karang dalam kategori Sedang. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kompleksitas habitat terumbu karang, ketersediaan sumber makanan, interaksi antar spesies, serta kondisi kualitas air yang menunjang kehidupan berbagai jenis ikan karang.

Page 10 of 10 | Total Record : 95