cover
Contact Name
Guido Roberto Jerun Parera
Contact Email
guidoparera0306@gmail.com
Phone
+6281292567470
Journal Mail Official
mspaquanipa@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Jalan Kesehatan No.03, Maumere-86111, Flores, NTT. Website: msp.nusanipa.ac.id
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 27230031     DOI : -
AQUANIPA-Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya perairan, perikanan budidaya, perikanan tangkap, penanganan pacsa panen hasil perikanan, ekowisata perikanan, sosial ekonomi perikanan serta pemanfaatan sumberdaya perairan, pesisir dan lautan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui perrreview process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak dua kali setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 95 Documents
APLIKASI PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP AVERAGE DAILY GROWTH (ADG) DAN SURVIVAL RATE (SR) UDANG VANAME (Litopenaues vaname) DI TAMBAK INTENSIF BPBAP TAKALAR, SULAWESI SELATAN Theresa Leoni Putri; Yohanes Don Bosco R. Minggo; Hartina Iyen
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aplikasi probiotik dalam pakan terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan udang vaname (Litopenaues vaname). Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan terhitung mulai dari tanggal 7 Agustus 2023 sampai 7 Desember 2023 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Variabel yang diamati adalah laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaues vaname) dengan menggunakan rumus Haliman dan Adijaya (2005) untuk perhitungan Average Daily Growth dan rumus Fajar et al., (2014) untuk perhitungan Survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis laju pertumbuhan harian udang vaname, udang pada kolam B mendapatkan nilai paling rendah dengan nilai pertumbuhan harian sebesar 0,118 gr/7 hari dan yang tertinggi terdapat pada kolam D dengan nilai pertumbuhan harian sebesar 0,155 gr/7 hari. Nilai survival rate pada kolam A sebesar 88,47%, pada kolam B sebesar 97,29% sedangkan untuk kolam C sebesar 97,28% dan D sebesar 91,95%.
ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN DAN KEUNTUNGAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SKALA INTENSIF DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) TAKALAR, SULAWESI SELATAN Yohanes Krismasno1; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai biaya, penerimaan, dan keuntungan pada satu siklus pemeliharaan selama 4 bulan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari tanggal 7 Agustus 2023 sampai 7 Desember 2023 di BPBAP Takalar, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Survei. Data diperoleh dengan teknik wawancara dengan karyawan pengelola tambak Udang Vaname BPBAP Takalar dan studi literatur terkait. Variabel yang diamati adalah biaya, penerimaan dan keuntungan dengan analisis yang digunakan adalah Analisis total biaya atau Total Cost/TC menggunakan rumus Chusnul et.al., (2010) dalam Nainggolan et.al., (2021); analisis total penerimaan atau Total Revenue/TR menggunakan rumus Budiman et.al., 2014 dalam Nainggolan et.al., (2021); dan analisis keuntungan (Ï€) menggunakan rumus Purnamasari et.al., (2022). Hasil penelitian menunjukkan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 580.850.000, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 78.000.000 dan biaya variabel sebesar Rp 502.850.000 dengan nilai penerimaan sebesar Rp 862.400.000 dan keuntungan sebesar Rp 281.550.000.
KAJIAN KUALITAS AIR PADA TAMBAK PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SISTEM INTENSIF PADA BAK TERPAL DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) TAKALAR, SULAWESI SELATAN Junesti Martaliani Faot; Erfin; Christofel O.Nobel Pale
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air pada kolam budidaya udang sistem intensif pada bak terpal di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 07 Agustus 2023 sampai tanggal 07 Desember 2023 dengan metode Deskriptif Kualitatif menggunakan Metode Survei. Variabel yang diamati adalah Derajat Keasaman, Dissolved Oxygen (DO), Suhu, Salinitas, Alkalinitas, Kandungan Nitrit dan Kandungan Phospat dengan analsis yang digunakan adalah Derajat Keasaman (pH) menggunakan pH meter, Dissolved Oxygen (DO) (mg/l) menggunakan Dissolved Oxygen meter, Suhu (0C) menggunakan termometer, Salinitas (ppt) menggunakan refraktometer, Alkalinitas (ppm) menggunakan spektrofotometri menggunakan Hach Method 10239, Kandungan Nitrit (mg/l) menggunakan metode Griess secara spektrofotometri dan Kandungan Phospat (mg/l) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengukuran kualitas air pada kolam budidaya dilakukan selama 12 minggu di pagi dan sore hari. Nilai rata-rata pH di pagi hari sebesar 7,8 - 8,5 dan waktu sore hari sebesar 7,8 – 8,5. Nilai rata-rata DO di pagi hari sebesar 4,22 mg/l – 4,93 mg/l dan waktu sore hari sebesar 4,55 mg/l – 5,03 mg/l. Sedangkan Nilai rata-rata suhu di pagi hari berkisar 27,6 0C – 29,1 0C dan waktu sore hari berkisar 29,9 0C – 32,1 0C. Untuk Hasil pengujian sampel air pada laboratorium diperoleh nilai salinitas air berkisar 30 – 50 ppt. Nilai Alkanitas 93,22 - 149,57 ppm. Nitrit >0,0223 mg/l sedangkan nilai Phospat berkisar 0,0580 - 1.8006 mg/l.
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA BUDIDAYA UDANG VANAME(Litopenaeus Vanamei) MENGGUNAKAN SISTEM KOLAM TERPAL DI BPBAP TAKALAR,SULAWESI SELATAN Benedictha Clarissa Gara; Erfin; Maria Theresa Dua Tei
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengelolaan manajemen pemberian pakan pada udang vaname dan mengetahui nilai Feed Convertionn Ratio (FCR) dan kelangsungan hidup/SR pada udang vaname. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan terhitung mulai dari tanggal 7 Agustus- 7 Desember 2023 di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dalam penelitian ini adalah Feed Convertionn Ratio (FCR) dan tingkat kelangsungan hidup/SR pada udang vanamei. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan pemberian pakan udang vaname pada tambak pembesaran udang di BPBAP Takalar dilakukan dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali/hari yaitu (05.00 WITA,11.00 WITA,17.00 WITA dan 23.00 WITA). Kontrol pakan melalui takaran anco dengan durasi waktu pengontrolan 2 jam sesudah pemberian pakan. Jika pakan habis menandakan udangnya makan dengan baik dan dosis pakan dinaikan 5-10% begitupun sebaliknya jika pakan tidak habis maka dosis pakan bisa ditahan atau dikurangi Hasil analisis nilai FCR adalah pada kolam A 1,65, kolam B 1,66, kolam C 1,85, dan kolam D 1,87. Kelangsungan hidup atau SR udang vaname adalah: kolam A 88,4%, kolam B 97,29%, kolam C 97,28% dan kolam D 91,95%.
KAJIAN MUTU IKAN KERAPUH (EPINEPHELUS SP) YANG AKAN DI LALULINTASKAN DI KANTOR STASIUN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN (SKIPM) KUPANG WILKER MAUMERE KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Ardianus Martin; Christofel O.Nobel Pale; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu ikan kerapu (Epinephelus sp) yang akan dilalulintaskan di Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang Wilker Maumere. Penelitian telah dilaksanakan selama 4 bulan dalam proses MBKM terhitung sejak tanggal 7 Agustus s.d 7 Desember 2023. Penilaian mutu ikan kerapu (Epinepheelus sp) dilakukan dengan metode Organoleptik/sensori dengan mengamati kenampakan mata, insang, lendir, bau, tekstur dan daging. Hasil pengamatan organoleptik terhadap 4 sampel ikan kerapu yang akan dilalulintaskan dengan kode sampel 555, 731, 799 dan 831 memiliki nilai rata-rata (7,5), (7,4), (8,0), (7,6) artinya bahwa ke 4 sampel yang telah diuji berdasarkan ketentuan Batas Standar Mutu SNI 2729:2013 dengan nilai minimal 7 dari indek nilai 1 sampai 9 menerangkan bahwake empat sampel memiliki mutu dan kesegaran yang baik sehingga layak untuk dilalulintaskan ke luar daerah.
HUBUNGAN EKOWISATA TERHADAP KONSERVASI MANGROVE (KAJIAN KERAPATAN JENIS MANGROVE DENGAN JUMLAH KUNJUNGAN DI DAERAH PARIWISATA HUTAN MANGROVE WATUBAING) Petrus Da Cunha; Angelinus Vincentius; Guido Roberto Jerun Parera
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 1 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di hutan mangrove Watubaing, untuk mengetahui jenis nilai kerapatan jenis mangrove di hutan mangrove Watubaing, dan untuk mengetahui jenis hubungan antara kerapatan jenis mangrove dengan jumlah pengunjung di hutan mangrove Watubaing. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Watubaing, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia mulai tanggal 01 Desember 2023 sampai 30 Desember 2023. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jenis mangrove, kerapatan jenis dan jumlah pengunjung setiap jenis mangrove serta hubungan antara kerapatan jenis dengan jumlag pengunjung stiap jenis mangrove. Analisis data yang digunakan adalah kerapatan jenis (Di) menggunakan rumus Bengen (2000) serta Analisis korelasi dan Kriteria hubungan koefisien korelasi menggunakan rumus Misbahuddin dan Hasan (2013). Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mangrove yang terdapat di Daerah Ekowisata Hutang Mangrove Watubaing sebanyak 4 yaitu Ceriops tagal, Rhizophora, Avicennia marina dan Sonneratia alba, dengan nilai kerapatan jenis (Di) yang diperoleh adalah Ceriops tagal sebesar 128 individu/ha; Rhizophora sebesar 24 individu/ha, Sonneratia alba sebesar 16 individu/ha dan Avicennia marina sebesar 10 individu/ha. Jumlah pengunjung setiap jenis mangrove adalah Ceriops tagal sebanyak 162 orang, Rhizophora sebanyak 80 orang, Sonneratia alba sebanyak 65 orang dan Avicennia marina sebanyak 32 orang. Analisis regresi menunjukan bahwa nilai korelasi antara kerapatan jenis dan jumlah pengunjung setiap jenis bernilai positif dengan kategori Sangat Kuat dengan Nilai Koefisien Determinasi sebesar 0,963 yang berarti bahwa keberadaan kerapatan jenis mangrove sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung setiap jenis di Hutan Mangrove Watubaing, dimana hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa Nilai F tabel > (lebih besar) F hitung artinya ada pengaruh antara variabel kerapatan jenis mangrove dengan variabel jumlah pengunjung setiap jenis.
STUDI PENDAPATAN PEDAGANG PENGUMPUL DAN KELEMBAGAAN TUNA DI DESA PARUMAAN KECAMATAN ALOK TIMUR, KABUPATEN SIKKA Jupril Saeda; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Parumaan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kepulauan Kabupaten Sikka. Salah satu aktivitas perikanan adalah penangkapan dan perdagangan ikan tuna yang melibatkan nelayan dan pedagang. Pedagang pengumpul ikan tuna berperan penting sebagai penghubung antara nelayan dan pasar konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata penerimaan pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata biaya pedagang pengumpul per satu kali penjualan, nilai rata-rata pendapatan pedagang pengumpul per satu kali penjualan dan kelembagaan tuna di Desa Parumaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa : a) total rata-rata penerimaan per bulan yang diterima oleh responden tertinggi mencapai Rp. 148.952.700 dan penerimaan paling rendah sebesar Rp. 19.404.000. b) total biaya rata-rata per satu kali penjualan oleh responden pedagang pengumpul di Desa Parumaan sebesar Rp. 840.000. c) total rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing responden tertinggi mencapai Rp. 148.112.700 dan pendapatan terendah adalah Rp. 18.564.000. Aturan yang disepakati bersama antara nelayan dan pedagang pengumpul ikan tuna di Desa Parumaan yaitu setiap nelayan ikan tuna akan diberi modal atau ditanggung biaya operasionalnya atau biasa dikenal dengan sebutan â€Amfrak†dengan syarat hasil tangkapan nelayan harus dijual ke pedagang pengumpul yang sudah memberikan modal/biaya oprasional/amfrak tersebut. Nelayan akan melunasi Amfraknya pada saat membawa hasil tangkapannya.
STUDI PENDAPATAN DAN POLA ADAPTASI NELAYAN GURITA (Octopus) TERHADAP PERUBAHAN CUACA DI DESA HENGA, KECAMATAN TALIBURA, KABUPATEN SIKKA Nurlinda; Christofel O.Nobel Pale; Maria Theresia Dua Tei
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pendapatan nelayan terhadap perubahan cuaca dan bagaimana pola adaptasi yang dilakukan dalam menghadapi perubahan cuaca. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 31 Agustus sampai 10 September 2023 di Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Analisis data yang digunakan yakni menghitung hasil pendapatan nelayan pada musim timur dan musim barat. Total pendapatan pada musim timur sebesar 2.624 Kg atau atau 114,10 Kg per orang pada musim timur dengan total nilai penjualan Rp 118.098.000 (Total Produksi x Harga Jual (Rp 45.000), sedangkan pada musim barat nelayan hanya mampu memproduksi gurita sebesar 1.092 Kg dengan total nilai penjualan Rp 38.220.000 (Total Produksi x Harga jual (Rp 35.000) atau 72,8 kg per orang pada musim barat. Penurunan hasil pendapatan diakibatkan oleh perubahan musim dan cuaca. Perubahan cuaca seperti angin kencang, arus kencang, dan gelombang, pola adaptasi yang dilakukan nelayan pada musim timur yaitu memaksimalkan penangkapan, sedangkan pada musim barat nelayan lebih memilih untuk mencari alternatif penangkapan, memperbaiki alat tangkap, serta mencari pekerja lain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
ANALISIS PERTUMBUHAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN SIKKA Apriliani Pingki Wulandari; Yohanes Don Bosco R. Minggo; Hartina Iyen
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui kontribusi yang diberikan oleh sektor perikanan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jl. Litbang, Kota Uneng, Kec. Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan Agustus 2023. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis rasio efektivitas, rasio pertumbuhan, dan analisis trend. Pendapatan asli daerah kabupaten sikka pada sektor Perikanan terdiri dari Retribusi pemakaian kekayaan daerah penyewaan tanah dan bangunan (retribusi sewa laboraturium, retribusi pabrik es, retribusi cold storange, retribusi bangunan depo dan bengkel, retribusi solar pocked dealer nelayan (SPDN) dan retribusi termo king), retribusi tempat khusus parkir dan retribusi pelayanan pelabuhan. Laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada tahun 2020 dengan nilai laju pertumbuhan 5,66% dan yang terendah pada tahun 2022 dengan nilai laju pertumbuhan -59,45%. Rasio efektivitas tertinggi terdapat pada tahun 2020 dengan rasio 87%, kemudian tahun 2021 dengan nilai rasio 58% dan yang terendah pada tahun 2022 dengan nilai rasio 21%. Analisis trend Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Sikka selama 4 tahun (2023-2026) mengalami penurunan yaitu pada tahun 2023 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka sebesar Rp. 284.389.631, pada tahun 2024 sebesar Rp. - 179.608.087, pada tahun 2025 sebesar Rp. -643.605.806 dan pada tahun 2026 sebesar Rp. -1.107.603.525.
KERAGAAN PERIKANAN LAYANG (Decapterus Sp) DI PESISIR UTARA KABUPATEN SIKKA Januarius A. Parera; Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba; Yohanes Don Bosco R. Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 6 No 2 (2024): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sikka merupakan wilayah yang memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan, salah satunya adalah sumberdaya ikan layang. Tingkat produksi ikan layang di Kabupaten Sikka terus mengalami peningkatan setiap tahun sejak tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan perikanan layang di Pesisir Utara Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Wolomarang selama satu bulan dari Bulan September sampai Oktober 2023. Metode yang digunakan adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan alat tangkap ikan layang yang digunakan nelayan di Kelurahan Wolomarang adalah mini purse seine dengan alat bantu berupa derek, lampu, rumpon dan perahu pembakar; Kapasitas kapal didominasi dengan ukuran 6 GT dengan ukuran mesin penggerak 30 – 70 PK (tenaga kuda); Musim penangkapan ikan layang terjadi setiap tahun yaitu awal musim timur hingga akhir musim barat; Daerah penangkapan ikan layang berada di perairan Laut Flores dengan jarak fishing base ke fishing ground terdekat 1-2 mil dan jarak terjauh 12 mil; Lama operasi penangkapan 1-2 jam. Biaya operasional bahan bakar per trip dengan harga Rp 139.000 – 214.000; Biaya makan minum yang dikeluarkan per trip sebesar Rp 100.000, sedangkan biaya pelumas (oli) yang dikeluarkan nelayan bervariasi mulai dari Rp 40.000 sampai dengan Rp 60.000 per liter.

Page 8 of 10 | Total Record : 95