cover
Contact Name
Guido Roberto Jerun Parera
Contact Email
guidoparera0306@gmail.com
Phone
+6281292567470
Journal Mail Official
mspaquanipa@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Jalan Kesehatan No.03, Maumere-86111, Flores, NTT. Website: msp.nusanipa.ac.id
Location
Kab. sikka,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Nusa Nipa
ISSN : -     EISSN : 27230031     DOI : -
AQUANIPA-Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Perikanan Berkelanjutan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya perairan, perikanan budidaya, perikanan tangkap, penanganan pacsa panen hasil perikanan, ekowisata perikanan, sosial ekonomi perikanan serta pemanfaatan sumberdaya perairan, pesisir dan lautan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui perrreview process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak dua kali setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 95 Documents
Kajian Tentang Penyebaran Mangrove Dalam Penetapan Jalur Hujau (Green belt) Di Wilayah Pesisir Desa Nangahale Kecamatan Talibura dan Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Privinsi Nusa Tenggara Timur Maria Yohanista; Maryany Dewi Mantari
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dimana berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan, tempat pemijahan, daerah asuhan (nursey ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angina taufan dan tsunami. Wilayah pesisir Kabupaten Sikka dengan panjang pantai 444,5 km adalah wilayah rawan bencana seperti abrasi dan gempa sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan wilayah tersebut. Salah satu bentuk upaya/kebijakan adalah menetapkan lebar jalur hijau di pesisir guna menjaga kelestarian dan pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir dimana akan melindungi kawasan pantai dari abrasi, gelombang pasang dan tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak negatif dari kerusakan hutan mangrove dan untuk mengetahui strategi yang di gunakan untuk pengembangan partisipasi masyarakat pesisir dalam pengolahan ekosistem hutan Mangrove yang ada di dua desa. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode uji statistik, deskriptif kulitatif, dan analisis SWOT dengan mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer di kumpulkan melalui kusioner (Quesioner), wawancara ( Interviuw) dan pengamatan (Observasi). Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari buku – buku, kantor desa dan dokumen – dokumen yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan analisis SWOT (1) kekuatannya adalah potensi pantai yang cocok menjadi habitat mangorove, terdapat keanekaragaman jenis mangrove yang tumbu di Desa Nangahale dan Desa Reroroja, adanya progam khusus dari lembaga atau instasi tertentu dalm pengolahan hutan mangrove; (2) kelemahannya adalah masi adanya lahan kosong, adanya organisasi atau kelompok yang menyediakan bibit, adanya upaya untuk reboisasi pantai; (3) kelemahannya adalah sikap dan perilaku masyarakat yang acu taka cu terhadap matigasi bencana, rendanya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan hutan mangrove, tidak adanya pengawasan kusus terhadap ekosistem mangrove dari masyarakat maupun lembaga atau instasi terkait; (4) ancamannya adalah penumpukan sampah di areal hutan mangrove,bencana alam seperti banjir dan tsunami, dan perubahan iklim.
Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Pemberian Pakan Campuran Usus Ayam dan Ampas Tahu Maria Imaculata Rume; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam pembudidayaan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah pakan yaitu penyediaan pakan buatan ini memerlukan biaya yang relatif tinggi , bahkan mencapai 60-70% dari komponen biaya produksi. Alternatif pemecahan yang dapat diupayakan adalah dengan membuat pakan buatan sendiri melalui teknik sederhana dengan memanfaatkan bahan baku yang relatif murah. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi masalah hanya pada pengaruh pemberian pakan campuran tepung usus ayam dan ampas tahu terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele dumbo (clarias gariepinus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan campuran usus ayam dan ampas tahu terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele (Clarias garipeinus). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 September 20019 sampai tanggal 16 Oktober 2019 di Laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan tepung usus ayam dan ampas tahu masing masing perlakuan terhadap laju pertumbuhan harian (LPH) (%) dan Sulvival Rate (SR) (%) berbeda sangat nyata (F hitung> F tabel 0,01) dimana uji jarak berganda Duncan”s diperoleh bahwa perlakuan terbaik adalah penggunaan pakan C (98,00) yaitu pakan tepung usus ayam kemudian diikuti pakan A (95,00) yaitu pakan komersil/kontrol sedangkan yang terendah adalah pakan B (92,00) yang diramu sendiri.
Optimasi Pemanfaatan Wilayah Pantai Desa Lela Kabupaten Sikka Provinsi NTT Menggunakan Proses Hierarki Analitik Maria Yuliati; Angelinus Vincentius; Erfin; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai merupakan bagian dari wilayah pesisir, yang terletak antara daratan dan laut, dan menerima pengaruh dari proses-proses alamiah di laut maupun pengaruh dari daratan. Pantai menjadi wilayah penyangga yang menyokong aktifitas manusia di daratan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat tanpa merugikan keberadaan dan kelestarian ekosistem pesisir dan laut. Pemerintah Desa Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan berbagai upaya pemanfaatan wilayah pantai, namun perlu dikaji, jenis-jenis aktifitas apa saja di wilayah pantai yang paling optimal yang dapat mengakomodir tuntutan berbagai sektor dan kepentingan pemanfaatan ruang. Oleh karena itu maka dalam pengambilan keputusan digunakan suatu metode yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pantai tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan pilihan kegiatan usaha yang paling optimal untuk dilaksanakan di Desa Lela, yang dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat baik ditinjau dari aspek ekonomi, lingkungan maupun sosial budaya, dengan menggunakan metode Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarchy Process)/PHA Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – April 2019 di Desa Lela. Metode wawancara dilakukan terhadap responden terpilih yaitu para pakar dan pemangku kepentingan sebanyak 19 orang, yang mewakili unsur masyarakat lokal, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, investor, perbankan, koperasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh agama, para guru/pendidik, dan pemuda.Data jawaban responden diolah menggunakan software Excel 2010. Struktur PHA yang dibangun terdiri dari 5 level yaitu level 1 tujuan (optimasi pemanfaatan pantai), level 2 stakeholders (Pemerintah Daerah, investor, masyarakat, LSM, bank/koperasi), level 3 aspek (lingkungan, ekonomi, sosial budaya), level 4 target (konservasi, lapangan kerja, income, pemerataan, sarana rekreasi), level 5 prioritas (daerah perlindungan penyu, pendaratan ikan, wisata pantai, budidaya rumput laut). Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis usaha yang paling optimal untuk dikembangkan di wilayah Pantai Desa Lela yaitu prioritas pertama untuk pendaratan ikan (geomean 0,2853), ke-2 untuk budidaya rumput laut (geomean 0,2244), ke-3 untuk daerah perlindungan penyu (geomean 0,1751), dan ke-4 untuk wisata pantai (geomean 0,1349).
Analisis Pendapatan Pembudidaya Ikan Bandeng (Chanos-Chanos) Di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka Barnabas Pablo Puente Wini Bhokaleba1
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan, biaya dan pendapatan pembudidaya budidaya ikan bandeng. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan tujuan penelitian. Populasi sampel diambil dari responden pembudidaya ikan budidaya, populasi bandeng yang berada di Kelurahan Kota Uneng. Metode pengumpulan data melalui wawancara, catatan, observasi dan kuesioner. Hasil pendapatan dari budidaya bandeng adalah menggunakan perbedaan antara total penerimaan (TR) dan total biaya investasi, biaya tetap, biaya variabel (TC). Berdasarkan hasil penelitian analisis Pendapatan Pembudidaya Ikan Bandeng di Kelurahan Kota Uneng dapat diketahui bahwa jumlah biaya eksplisit sebesar Rp 80.014.666,67 per musim dengan jumlah penerimaan ikan bandeng dalam satu siklus produksi sebesar Rp 120.000.000 per musim, dimana dari biaya eksplisit tersebut diperoleh pendapatan pembudidaya budidaya ikan bandeng sebesar Rp 39.985.333,33 per musim.
Pengaruh Perbedaan Sarana Penangkapan Pancing Tonda (Trolling Line) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Di Kelurahan Larantuka Kabupaten Flores Timur Yohanes Don Bosko Ricardson Minggo
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan ikan pelagis dengan menggunakan sarana penangkapan yang berbeda pada alat tangkapan Pancing Tonda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi uji coba (Experiment) dengan rumus rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan (Perahu Mesin Tempel/A dan perahu dayung/B) dan 16 kali ulangan, sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis sidik ragam ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa penangkapan dengan menggunakan perahu motor tempel memperoleh hasil sebanyak 43 ekor dan perahu dayung sebanyak 19 ekor, dimana analisis sidik ragam ANOVA diperoleh nilai F hitung sebesar 15,062 lebih besar dari F tabel 0,05 = 4,17 artinya sarana penangkapan yang berbeda pada alat tangkap pancing tonda mempengaruhi hasil tangkapan yang di perolah dengan uji lanjut BNT menunjukan bahwa sarana yang paling efektif untuk melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda adalah sarana perahu motor tempel. Jenis hasil tangkapan yang diperoleh adalah Ikan Tuna (Thunnini), Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis).
Pengaruh Perbedaan Warna Lampu Pijar (Warna Kuning, Putih Dan Biru) Pada Alat Tangkap Bagan Perahu Terhadap Hasil Tangkapan Di Perairan Selatan Pulau Flores, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Erfin
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, mengetahui perbandingan dari 3 (Tiga) jenis warna lampu terhadap hasil tangkapanpada alat tangkap bagan, serta mengetahui jumlah dan jenis ikan yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selatan, Kabupaten Flores Timur sejak tanggal 25 April sampai 25 Mei 2013. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 3 perlakuan (perlakuan A : Warna Kuning; perlakuan B : Warna Putih dan perlakuan C : Warna Biru) dan 3 ulangan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam ANOVA pada masing-masing lokasi didapati bahwa berdasarkan hasil uji F dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terhadap jumlah hasil tangkapan di lokasi (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kaealelo, perairan Desa Heras) Bnilai Fhitung sebesar 21,88** dan Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92 yang berarti bahwa Fhitung > Ftabel baik pada taraf 0,05 maupun 0,01 sehinggah keputusannya adalah terima H1 dan tolak H0 (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo, perairan Desa Heras) dengan nilai Fhitung = 12,49**, Ftabel 0,05 = 5,14 dan Ftabel 0,01 = 10,92. Hal ini berarti bahwa lama waktu operasi penangkapan berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tangkap. Sedangkan untuk (Perairan Desa Tanjung Gemuk, perairan Desa Kawalelo, perairan Desa Heras) dengan hitungan Fhitung = 1,13, Ftabel 0,05 = 5,14, Ftabel 0,01 = 10,92. Keputusannya adalah terima H0 dan tolak H1, dengan demikian lama waktu operasi penangkapan sangat berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan.
Komposisi Dan Keanekaragaman Jenis Gastropoda Di Perairan Pantai Waipare Desa Watumilok Kecamata Kangae Kabupaten Sikka Sofia Dhengi
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keanekaragaman jenis Gastropoda di perairan pantai Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provonsi NusaTenggara Timur. Penelitian dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2018 sampai tanggal 16 September 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode purposive sampling yaitu dengan menggunakan 3 stasiun didasarkan substrat pantai berbatu, pantai berlumpur, dan pantai berpasir dan luas masing masing stasiun 30 m x 7 m, dimana pada setiap stasiun terdapat 4 garis transek dan ukuran plot 1 x 1 m2. Hasil identifikasi Gastropoda yang diperoleh selama penelitian ditemukan 4 spesies yaitu Trochus conus, Cerithidea obtusa, Nerita costata, Pisania striata. Indeks keanekaragaman yang diperoleh selama penelitian berkisar antara 0,25 - 0,32 artinya jenis keanekaragaman rendah. Indeks Kepadatan yang diperoleh selama penelitian berkisar antara 0,04 - 0,13 artinya kepadatan masih tergolong rendah. Indeks Dominasi yang diperoleh selama penelitian berkisar antara 0,01 - 0,04 artinya tidak terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya . Indeks Kemerataan yang diperoleh selama penelitian berkisar antara 0,81- 0,23 artinya penyebaran jenis sangat merata.
Identifikasi Ektoparasit Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) di kolam Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 oktober sampai 26 oktober 2018. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) yang diambil dari kolam di Desa wairterang, Kemudian diamati di Lab Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Organ yang diperiksa yaitu kulit/lendir, sirip dan insang dari Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode survey yaitu dengan cara pengambilan sampel di kolam dan melakukan pengamatan serta identifikasi ektoparasit pada bagian luar permukaan tubuh Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus). Hasil identifikasi menunjukan bahwa sampel Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) di kolam Desa Wairterang terinfeksi parasit Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Lerneae sp., dan Oodinium sp. Berdasarkan nilai prevalensi dinyatakan bahwa serangan ektoparasit sering menyerang pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus), dan nilai intensitas menyatakan bahwa ektoparasit yang menyerang pada Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) dikategorikan ringan, sedangkan ektoparasit yang lebih mendominasi pada ikan lele adalah Oodinium sp sebanyak 51,72%. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukan bahwa suhu pada kolam di desa wairterang berkisar antara 20,8-32oC, pH berkisar antara 5,2-8 dan oksigen terlarut di kolam desa Wairterang berkisar antara 3,5-4,1 mg/l.
Keanekaragaman Bulu Babi (Echinoidea) Di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka Maria Yohanista; Yohanes Erifon
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan keanekaragaman bulu babi (Echinoidea) di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan metode line transek yang ditarik sejajar garis pantai dengan jarak antara garis transek yaitu 10 m. Pada satu garis transek ditempatkan 5 plot atau transek kuadran dengan jarak antar plot yaitu 1 meter dan luas masing-masing plot 1 m2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis bulu babi yang ditemukan di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare sebanyak 4 spesies yaitu Diadema setosum, Echinotrix calamaris, Tripneus dan Diadema antilarum dengan nilai kepadatan tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 25,80 Individu/m2 sedangkan kepadatan terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,53 Individu/m2. Nilai kehadiran tertinggi terdapat pada spesies Diadema setosum dan Deadema antilarum yakni sebesar 31,25 % masuk dalam kategori jarang sedangkan Echinotrix calamaris yakni 12,50 % dan Tripneust dengan nilai sebesar 25,00% tergolong sangat jarang kehadirannya. Nilai keanekaragaman bulu babi tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,28 sedangkan keanekaragaman terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,058 dimana nilai keanekaragaman keseluruhan transek tergolong rendah. Nilai indeks dominasi tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,4216 sedangkan dominasi terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,0002 dimana tergolong kategori nilai dominasi rendah maka tidak ada spesies yang mendominasi. Nilai indeks keseragaman tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,260 sedangkan keseragaman terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,042 artinya pada ekosistem terumbu karang di Perairan Waipare Desa Watumilok penyebarannya tidak merata.
Studi Keanekaragaman Jenis Dan Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Kelurahan Waioti Dan Perairan Desa Lidi Kabupaten Sikka Adrianus Ratu; Angelinus Vincentius; Maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaenekaragaman jenis serta kondisi terumbu karang di perairan kelurahan Waioti dan perairan Desa Lidi. Penelitian ini dilakukan di perairan Kelurahan Waioti dan perairan Desa Lidi Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi, yaitu mengadakan pengamatan langsung terhadap keanekaragaman jenis dan kondisi terumbu karang. Pengambilan data di lapangan dengan metode UPT dilakukan dengan pemotretan bawah air menggunakan kamera digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase tutupan karang di perairan Kelurahan Waioti dibagi ke dalam tiga kategori yaitu karang hidup, karang mati dan patahan karang (rubble). Kondisi tutupan karang hidup di perairan Kelurahan Waioti masuk dalam kategori buruk yaitu sebesar 19,80%, didominasi Coral Encrusting (CE) sebesar 7,07%, tutupan komponen abiotik yang terdiri dari Dead Coral with Algae (DCA) sebesar 45,93%, karang mati (DC) sebesar 1,27%, Rubble (R) sebesar 11,33%. Persentase tutupan karang hidup di perairan Desa Lidi masuk dalam kategori sedang yaitu 36,67%, tutupan karang keras didominasi oleh Acropora Branching (ACB) sebesar 23,80%, Coral Foliose (CF) sebesar 6,73%, Coral Massive (CM) sebesar 1,67%, Coral Branching (CB) sebesar 1,00%, Coral Encrusting (CE) sebesar 0,67, Coral Submassive (CS) sebesar 0,27%,Coral Mushroom (CMR) sebesar 0,27%, Acropora Tubilate (ACT) sebesar 0,27. Indikasi lain yang nampak adalah pecahan karang (R) sebesar 36,67%, Dead Coral With Algae (DCA) sebesar 24,93.

Page 2 of 10 | Total Record : 95