cover
Contact Name
Isa Mukti Widodo
Contact Email
jurnal.sleman@gmail.com
Phone
+6282242919374
Journal Mail Official
jurnal.sleman@gmail.com
Editorial Address
Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pangripta Sembada: Jurnal Perencanaan Pembangunan
ISSN : -     EISSN : 30903173     DOI : https://doi.org/10.64174/jps
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan adalah media penulisan artikel terkait perencanaan pembangunan yang dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman. Jurnal ini menerima naskah artikel penelitian dan hasil penelitian dari masyarakat umum, perguruan tinggi, lembaga, pemerintah, dan elemen lain dari berbagai bidang dengan tujuan untuk meningkatkan inovasi dan daya saing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN MINUMAN KOPI READY TO DRINK (RTD) ROBUSTA MERAPI Nendyo Adhi Wibowo; Yeyen Prestyaning Wanita; Aldicky Faizal Amri; Eko Heri Purwanto; yulianti yulianti; Erliana Novitasari
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v1i2.24

Abstract

Kopi Robusta Merapi merupakan salah satu produk unggulan Kabupaten Sleman dantelah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HakAsasi Manusia. Pengolahan minuman siap saji RTD kopi Robusta Merapi memiliki potensibesar dikembangkan. Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial pengolahan RTDkopi Robusta Merapi dalam dua kemasan 330 mL dan 220 mL. Hasil penelitianpenunjukkan : 1) nilai profit rate pengemasan RTD dalam 330 mL sebesar 30% dankemasan 220 mL sebesar 33%. 2) nilai R/C Ratio keduan kemasan > 1, yaitu kemasan330 ML sebesar 1.30% dan kemasan 220 mL sebesar 1.33%. 3) BEP rupiah, produksi, danharga untuk kemasan 330 mL dan 220 mL secara berturut-turut sebesar Rp33,016,282.73; 2,097 kaleng; Rp 12,116.13 dan Rp 30,236,269.63; 7,128 kaleng; Rp7,127.10. Pengolahan RTD kedalam kedua kemasan layak dilaksanakan secara finansial.Pengolahan minuman RTD ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produkkopi Robusta Merapi dan meningkatkan perekonomian lokal.
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN PARTISIPASI SUBSTANTIF KUNCI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG IKLIM PADUKUHAN JOHO Siti Sumaryatiningsih; Yorri Kusuma Nugraha
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.25

Abstract

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di Padukuhan Joho, Kalurahan Condong Catur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kawasan ini turut mengalami dampak yang signifikan dari perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan bentuk perubahan cuaca  lainnya, yang mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting dalam menghadapi situasi dan kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui pengelolaan Kampung Iklim Joho beserta kontinuitas atas program yang telah dijalankan. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan data yang diperoleh melalui wawancara, focus group discussion, observasi, dan studi pustaka. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan keabsahan data. Pemilihan informan dengan purposive sampling dalam hal ini dukuh, Ketua RW, dan pengelola kampung iklim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program adaptasi dan mitigasi akan perubahan iklim berlangsung secara organik jauh sebelum proklim diluncurkan sebagai program nasional. Keberhasilan Proklim Joho ditopang oleh kekuatan inisiatif lokal yang berakar pada kepemimpinan inklusif, adaptif dan kolaboratif serta partisipasi aktif masyarakat. Dukungan kebijakan lokal dan nasional serta kolaborasi lintas sektor memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi serta memastikan keberlanjutan program. Joho berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan adaptasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan penghijauan. Masyarakat Padukuhan Joho berdaya karena telah memenuhi 7 tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu better institution, better business, better income, better environment, better living, dan terakhir better community.
GAMIFIKASI SEKTOR AGROINDUSTRI: PENINGKATAN MOTIVASI DAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI APLIKASI “TANITERA” Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia; Miftahush Shirothul Haq; Aqmal Nur Jihad; Tri Dodi Hermawanto; Tria Wulandari
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v1i2.26

Abstract

Peningkatan populasi memiliki linearitas dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Namun, Penurunan jumlah petani dalam beberapa dekade terakhir menjadi tantangan signifikan bagi sektor pertanian, termasuk agroindustri, khususnya di wilayah Kabupaten Sleman. Permasalahan ini dipengaruhi oleh rendahnya motivasi, pendapatan, dan adaptabilitas masyarakat terhadap teknologi modern. Penelitian ini mengkaji peran aplikasi Tanitera sebagai solusi inovatif melalui gamifikasi sektor pertanian untuk meningkatkan motivasi, produktivitas, dan pendapatan petani. Berdasarkan survei terhadap 15 petani di Dusun Samberembe, ditemukan bahwa motivasi ekonomi merupakan faktor pendorong utama adopsi aplikasi ini, sementara motivasi sosial dan kemudahan penggunaan teknologi menjadi faktor pendukung. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Tanitera meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya hingga 20% dan mengurangi biaya produksi sebesar 10%. Meskipun demikian, adopsi teknologi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur internet dan keterampilan digital petani. Dukungan sosial dari komunitas, pelatihan intensif, serta subsidi data internet terbukti efektif dalam mempercepat proses adopsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan penyedia layanan teknologi diperlukan untuk mengatasi hambatan ini dan memastikan keberlanjutan adopsi teknologi di sektor pertanian. Dengan pendekatan strategis yang menyeluruh, aplikasi Tanitera dapat menjadi instrumen utama untuk memberdayakan petani, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat regenerasi sektor pertanian.
MODAL SOSIAL PETERNAK: PENGEMBANGAN USAHA AYAM JOPER DAN AYAM BHAGIA BERSAMA BUMKAL Trisakti Haryadi; Annisa' Qurrotun A'yun; Siti Andarwati; Tian Jihadhan Wankar; Heru Sasongko
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v1i2.27

Abstract

Pengembangan ayam bhagia dan ayam jowo super merupakan peluang usaha baru bagi peternak di Kabupaten Sleman. Peluang ini dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat maupun pihak desa jika terhadap pengelolaan yang tepat dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu sebagaimana peran BUMDes/BUMKal untuk mengembangkan usaha masyarakat, maka demikian pula terdapat kemungkinan BUMKal dapat membantu pengembangan usaha ayam bhagia maupun ayam jowo super di lingkungan desa. Pada peluang kemungkinan ini, modal sosial menjadi kunci awal untuk mengidentifikasi apakah peternak dapat terbuka terhadap kemungkinan tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis modal sosial dari peternak terhadap kemungkinan kerjasama dengan BUMKal dalam pengembangan ayam bhagia dan ayam jowo super. Pengukuran modal sosial didasarkan pada aspek kepercayaan, aspek jaringan kerja bersama dan aspek norma, dengan skala likert. Data diperoleh melalui focus group discussion terhadap peternak anggota aktif di kelompok ternak ayam bhagia dan ayam jowo super. Hasil analisis menunjukkan bahwa peternak membutuhkan kepercayaan dalam kemungkinan berkerjasama dengan BUMKal, disisi lain mereka percaya bahwa BUMKal akan mampu mencapai target kerjasama yang telah ditetapkan dan menjaga hubungan dengan peternak. Pada aspek jaringan, peternak memahami bahwa penting bagi mereka untuk memberikan kontribusi terhadap setiap kegiatan dalam bekerjasama dengan BUMKal. Pemahaman yang baik juga ditunjukkan oleh peternak terhadap nilai-nilai yang nantinya dapat diterapkan jika bekerjasama dengan BUMKal. Capaian modal sosial pada setiap aspek menunjukkan bahwa peternak terbuka terhadap kemungkinan kerjasama untuk pengembangan usaha ayam bhagia maupun ayam jowo super dengan pihak desa melalui BUMKal.
PENGEMBANGAN APLIKASI PERENCANA LIBURAN BERBASIS SIG SEBAGAI PENDUKUNG POLA WISATA PERGI-PULANG SEHARI DAN MICE Hanif Ilmawan; Reynalda Anindia Mawarni; Anjas Pramesti; Ulya Agustin Handayani; Zahra Pramudita
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 1 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v1i2.28

Abstract

Kemajuan infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya pembangunan jalan tol, memberikan peluang bagi Kabupaten Sleman sebagai destinasi singgah strategis. Meski akses yang lebih cepat dan mudah mendukung potensi wisata, wisatawan dihadapkan pada tantangan perencanaan perjalanan yang optimal akibat padatnya lalu lintas di beberapa ruas jalan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe aplikasi perencana liburan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendukung pola wisata satu hari di Kabupaten Sleman. Dengan memanfaatkan teknologi GNSS dan analisis rute berbasis SIG, aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk merencanakan perjalanan wisata yang efisien ke destinasi utama Sleman. Proses penelitian melibatkan analisis kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe berbasis web-SIG dengan arsitektur thin client, dan pengujian pengguna untuk mengukur efektivitas, kemudahan, dan efikasi aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan 4,21 dari skala 5. Aplikasi masih perlu peningkatan pada fitur rekomendasi rute. Aplikasi ini diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan kontribusi ekonomi melalui pemanfaatan UMKM setempat.
MENUJU TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH DI YOGYAKARTA: SOLUSI BERKELANJUTAN MELALUI KOLABORASI MULTI-STAKEHOLDER Priyaji Agung Pambudi
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.33

Abstract

Persoalan sampah semakin mendesak, terutama bagi Indonesia yang menjadi negara penghasil sampah kelima terbesar di dunia. Di Yogyakarta, krisis ini memuncak pasca penutupan TPA Piyungan pada April 2024 yang menyebabkan penumpukan dan pembuangan liar. Dominasi sampah rumah tangga dan sisa makanan memperburuk situasi karena tidak tertangani secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder dan wawancara mendalam untuk menelaah dinamika pengelolaan sampah di Yogyakarta, serta mengeksplorasi faktor sosial, kultural, dan manajerial yang mempengaruhi. Pada 2023, hanya 40,47% sampah tertangani, sementara produksi meningkat 8,61% pasca-pandemi. Sampah sisa makanan menurun 16,4%, namun sampah plastik naik 11,04%. Sebanyak 39% warga tidak memilah sampah dan 29% mengabaikan prinsip 3R. Ketergantungan pada petugas kebersihan dan rendahnya kesadaran individu mencerminkan masalah budaya. Sistem yang ada belum mampu mengatasi lonjakan timbulan, terutama saat liburan. Dibutuhkan pendekatan komunitas, penguatan kelembagaan lokal, optimalisasi TPST, teknologi tepat guna, edukasi publik, dan dinergi lintas sektor. Transformasi berbasis budaya lokal, kolaborasi lintas sektor, dan edukasi penting untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan di Yogyakarta.
SPATIAL FRUITS PRODUCTION CONCENTRATION ACROSS DISTRICTS IN SLEMAN REGENCY Fathan Aldi Rivai
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.34

Abstract

Population growth and changes in consumption patterns make fruits a strategic commodity in supporting food security and independence, as well as regional economic growth. Fruit production tends to be geographically concentrated, creating efficient production clusters. Indonesia has edaphic and climatic conditions that support the development of fruit production. Data-based development strategies and agglomeration analysis are needed to strengthen production clusters and realize sustainable regional development. This study aims to identify and analyze the spatial concentration of fruit production in Sleman Regency. The research materials consist of fruit production data in quintal units. Data analysis includes Locational Quotient (LQ), Localization Index (LI) and Specialization Index (SI). The units of analysis are sub-districts in Sleman Regency. The results showed that Sleman Regency produced 802,998 quintals of fruit in 2023, with salak as the commodity with the highest productivity, especially in Turi District. Minggir District showed the highest LQ value for mango, Cangkringan for durian, Sleman District for orange, Godean for banana, Ngemplak for papaya, Mlati for jackfruit and rambutan for Berbah. In interpreting the concentration of fruit production based on LI and specialization or diversification based on SI, it is necessary to confirm the data on fruit products of the analysis material. Generally, fruit production is concentrated in certain districts and most districts have unique fruit commodities. Fruit production in Sleman Regency shows a concentrated spatial pattern with superior commodity clusters, especially salak in Turi District. This pattern opens up opportunities for the development of regional-based fruit center areas. Strengthening production, mitigating pest attacks, and improving infrastructure are needed for efficient collection and distribution of harvest results.
PERAN COMPANY MANAGEMENT DALAM DAYA SAING PETERNAK SAPI PERAH DI KAPANEWON CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN Sulasmi Sulasmi; Eni Kartika sari
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran company management dalam meningkatkan daya saing peternak sapi perah di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Peternak sapi perah di daerah ini menghadapi berbagai tantangan seperti terbatasnya akses pasar, rendahnya harga jual susu, minimnya adopsi teknologi, dan lemahnya posisi tawar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi company management yang efektif mampu meningkatkan daya saing peternak melalui empat aspek utama: penguatan kelembagaan koperasi susu, pengembangan kapasitas SDM peternak, aplikasi teknologi tepat guna, dan pengembangan rantai nilai produk susu. Intervensi manajemen pada aspek-aspek tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan nilai tambah produk. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan penguatan kemitraan multi-stakeholder untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.  
PEMULIAAN KONVENSIONAL ANGGREK DENDROBIUM BERDASARKAN ADAPTASI LINGKUNGAN DAN SELEKSI GENETIK Silmi Eka Diana; Latifa Nuraini
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i2.38

Abstract

Anggrek (Orchidaceae) merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki tingkat keanekaragaman dan nilai jual yang tinggi. Dendrobium sebagai salah satu genus anggrek dengan keragaman tertinggi dari famili Orchidaceae memiliki peminat yang cukup tinggi namun optimalisasi pemuliaannya masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan metode pemuliaan konvensional anggrek Dendrobium guna menghasilkan varietas unggul dan lebih adaptif di wilayah Sleman, D.I. Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan studi eksplorasi anggrek di kawasan Turgo untuk memperoleh data keanekaragaman Dendrobium, parameter lingkungan berupa suhu, kelembababan, dan intensitas cahaya, serta dokumentasi spesies. Selanjutnya dilakukan eksplorasi sekuens nukleotide sebanyak 49 sampel melalui GenBank NCBI untuk konstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighboor Joining Tree.  Data tambahan diperoleh dari sumber literatur untuk memberikan informasi komprehensif terkait strategi pemuliaan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies Dendrobium di kawasan Turgo yaitu D. mutabile, D. crumenatum, D. sagittatum, dan D. tetraedre. Rekonstruksi pohon filogenetik menggambarkan hubungan kekerabatan dengan spesies utama yang dapat dijadikan sebagai dasar perakitan untuk menghasilkan varietas baru dan adaptif. Teknik pemuliaan yang didasarkan adaptasi lingkungan dan seleksi genetik dapat meningkatkan pengembangan varietas unggul Dendrobium kedepannya. Disamping itu, melalui teknik ini dapat dihasilkan anggrek yang memiliki nilai jual yang tinggi karena jangka produksi yang cepat dan bunga yang indah. Oleh karena itu, diharapkan penelitian ini dapat mendukung upaya budidaya anggrek yang berkelanjutan serta pengembangan industri florikultura.
KARAKTERISASI MORFOLOGI ANGGREK SPESIES DAN HIBRIDA DI WILAYAH SLEMAN Latifa Nuraini; Intan Suci Novita Sari
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i2.43

Abstract

Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati paling tinggi. Terdapat sedikitnya 74 spesies anggrek dari berbagai genus yang berbeda, terutama di lereng Merapi dengan elevasi hingga 1.600 mdpl. Namun, hingga saat ini data morfologi anggrek yang terdokumentasi secara sistematis masih belum tersedia. Hal tersebut menjadikan sulitnya proses identifikasi, pengawasan terhadap upaya persilangan dan ancaman kelestarian sumber daya genetik anggrek lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbandingan karakter morfologi anggrek spesies dan hibrida yang tumbuh di Kabupaten Sleman dengan menggunakan pendekatan morfometik dan analisis Principal Component Analysis (PCA). Penelitian menggunakan total 7 spesimen anggrek, terdiri dari 5 spesies dari 3 genus berbeda serta 2 spesimen hibrida dari 2 genus berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi secara langsung terhadap karakter morfologi secara kualitatif dan kuantitatif terhadap spesimen anggrek spesies dan hibrida kemudian dilakukan identifikasi pola perbedaan karakter morfologi antara anggrek spesies dan hibrida dengan uji PCA menggunakan software RStudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bunga merupakan penanda morfologis paling mencolok antara spesies dan hibrida.  Analisis menggunakan uji PCA menunjukkan pola distribusi spesimen Doritaenopsis dan Dendrobium caesar sebagai anggrek hibrida berdasarkan kedekatan morfologi dengan genus dari anggrek spesies yang diteliti, mengindikasikan potensi sebagai indukan lanjutan. Temuan ini memberikan informasi dasar penting untuk konservasi anggrek di wilayah Kabupaten Sleman dengan mempertimbangkan praktik hibridisasi yang bijaksana yang dapat dimanfaatkan dalam bidang konservasi dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas lokal, dan lembaga konservasi.

Page 2 of 3 | Total Record : 24