cover
Contact Name
La Rakhmat Wabula
Contact Email
la.rakhmat.wabula.stikesmh@gmail.com
Phone
+6282227073035
Journal Mail Official
sciencecentergroup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ir. Ibrahim, Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Indonesia
Location
Kab. ogan komering ulu,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia
Published by Science Center Group
ISSN : -     EISSN : 3089283X     DOI : https://doi.org/10.63202/bnpmi
Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia adalah jurnal interdisipliner utama yang diulas oleh rekan sejawat untuk memajukan teori dan praktik yang terkait dengan semua bentuk penjangkauan dan keterlibatan. Hal ini termasuk menyoroti upaya-upaya inovatif; secara kritis memeriksa isu-isu yang muncul, tren, tantangan, dan peluang; dan melaporkan studi tentang dampak di bidang pelayanan publik, penjangkauan, keterlibatan, penyuluhan, penelitian yang terlibat, penelitian berbasis masyarakat, penelitian partisipatif berbasis masyarakat, penelitian tindakan, beasiswa publik, pembelajaran layanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Fokus Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia bertujuan untuk menyediakan forum bagi para peneliti internasional dalam bidang Pengembangan Masyarakat dan Keterlibatan Masyarakat terapan untuk mempublikasikan artikel-artikel orisinil. Ruang lingkup Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia adalah Pengembangan Masyarakat dan Keterlibatan. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat berbasis penelitian seperti PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), Service Learning, Community Development, dan metodologi lainnya. Bakti Nusantara: Pengabdian Masyarakat Indonesia menerima kiriman artikel dari seluruh dunia. Semua artikel yang diterima akan diterbitkan dengan membayar biaya pemrosesan artikel, dan akan tersedia secara gratis untuk semua pembaca dengan visibilitas dan cakupan di seluruh dunia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Edukasi Identifikasi Masa Kadaluarsa pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Sylvia Sari
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.91

Abstract

Pengelolaan obat kadaluarsa menjadi tantangan serius di rumah sakit, terutama bagi pasien rawat jalan yang seringkali kurang memahami pentingnya memeriksa masa berlaku obat. Ketidaktahuan ini berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang sudah tidak aman dan efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien rawat jalan dalam mengidentifikasi masa kadaluarsa obat melalui edukasi interaktif.  Pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap: (1) persiapan materi edukasi (poster, leaflet, video), (2) pelaksanaan berupa ceramah interaktif, simulasi praktik, dan diskusi dengan melibatkan apoteker, serta (3) evaluasi melalui pretest-posttest dan kuesioner kepuasan.  Sebanyak 50 pasien berpartisipasi dengan peningkatan pengetahuan sebesar 47% (dari 35% menjadi 82%). Media visual dan simulasi langsung dinilai paling efektif, terutama bagi lansia. Sebanyak 90% peserta menyatakan puas dan meminta edukasi berkelanjutan.  Edukasi interaktif efektif meningkatkan literasi pasien tentang obat kadaluarsa. Perlu pengembangan modul digital, edukasi berkala, dan kolaborasi dengan puskesmas untuk perluasan dampak.
Implementasi program kesehatan berbasis pengembangan potensi masyarakat daerah pesisir Desa Lisabata Wa Annisa Ramadhanti; Albani Ghozali S Soamole; Devika Buton
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.92

Abstract

Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pesisir memerlukan pendekatan berbasis potensi lokal yg berkelanjutan. Salah satu upaya inovatif yg dapat diterapkan adalah program setapak terapi, yg memanfaatkan jalur berjalan dengan berbagi tektur untuk meningkatkan kesehatan fisik, khususnya bagi lansia dan pekerja fisik. Program ini bertujuan untuk resiko penyakit rematik, meningkatkan keseimbangan, serta memperbaiki sirkulasi darah melalui simulasi refleksi pada telapak kaki. Penelitian ini menganalisis implementasi program setapak terapi di daerah pesisir denagn pendekatan partisipatif masyarakat. Metode yg digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pengukuran efektifitas penggunaan setapak terapi menggunakan uji presiden test dan post tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ini efektif dengan adanya penambahan pengguna setapak terapi selain lansia dan pekerja fisik. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan fasilitas setapak terapi meningkatkan kesadaran dan pentingnya kesehatan preventif. Kesimpulannya, program ini berpotensi menjadi solusi inovatif yg tidak hanya meningkatkan kesehatan individu tetapi juga diperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan daerah pesisir secara berkelanjutan. 
Implementasi program kesehatan TOGA untuk peningkatan kesehatan berbasis potensi lokal di wilayah pesisir Wiwik Widayati; Miftahudin Raharusun
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.93

Abstract

Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, khususnya tanaman obat yang tersedia di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program TOGA di wilayah pesisir desa Lisabata sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan masyarakat, pendataan tanaman obat dan partisipasi masyarakat dalam implemetasi program ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program TOGA mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat, serta menguatkan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan kesehatan. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan ilmiah, kurangnya pelatihan berkelanjutan, dan minimnya dukungan kebijakan. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang keberlanjutan program. Implementasi TOGA di wilayah pesisir terbukti relevan sebagai solusi kontekstual dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal
Peningkatan Kualitas Kemampuan Fungsional Dalam Pencegahan Osteoarthritis Pada Lansia Desa Nambo Nur Achirda; Yusuf Nasiruddin; Abiyyu Hilmy Haidar; Annisa Rahmadanti; Dewi Puspirasari; Maulana Haldira; Maulinda Eka Kusuma; Muslimah Zayyan
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i1.94

Abstract

Osteoarthritis merupakan suatu penyakit degeneratif pada persendian yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, ras, genetik, merokok, trauma, pekerjaan (aktivitas), kebiasaan olahraga dan obesitas. Penyakit ini mempunyai karakteristik berupa terjadinya kerusakan pada kartilago (tulang rawan sendi). Hal ini ditandai dengan pemecahan kartilago, perubahan tulang sendi, kerusakan tendon dan ligamen, dan berbagai derajat peradangan lapisan sendi. Di Indonesia, prevalensi OA mencapai 5% pada usia <40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun, dimana perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Kegiatan Program pemberdayaan dilakukan untuk menilai kemampuan fungsional dengan Skor Kuesioner WOMAC sebelum dan sesudah diberikan pemberdayaan dengan kegiatan berupa edukasi dan Latihan peregangan dan penguatan lutut pada lansia dalam mencegah osteoarthritis.Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan desain “One-group pretest-posttest design” tanpa adanya kelompok kontrol. Kegiatan berupa edukasi penyuluhan terkait nyeri lutut dan praktik bersama Latihan peregangan dan penguatan lutut. Hasil kegiatan menunjukan penurunan Skor Kuesioner WOMAC dari beberapa kategori. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi dan post-test, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan lansia terkait latihan peregangan dan penguatan lutut berdampak positif dalam mendukung pencegahan osteoarthritis. 
Jejaring Mata Katarak POSBINDU NoW CARE di Desa Cihanjuang Rahayu M Iqbal Sutisna; Rahayu Mujiharti; Arie J Pitono; Arieni Ramadhan; Ahmad Arifin; Tentry Fuji Purwanti; Egie Komara Yudha; Mira Harini; Amulia Irlianti; Rizky Gumilang Pahlawan; Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Istianah Istianah; Budi Rustiadi; Meilirianta Meilirianta; M. Sandi Haryanto; Yulinar Indriati
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.104

Abstract

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata mengalami keruh, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan, jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan kebutaan. Secara global, katarak adalah penyebab utama kebutaan, dengan lebih dari 100 juta orang menderita katarak, dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. (WHO, 2022) Katarak merupakan 81% kasus penyebab utama kebutaan di Indonesia. Populasi yang terus bertambah dan penuaan yang meningkat, jumlah kasus katarak diperkirakan akan meningkat seiring waktu. Ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, terutama di negara berkembang banyak individu, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani, tidak memiliki akses yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan katarak. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui Pos Pembinaan Terpadu Nursing Rajawali of Care (POSBINDU NoW Care) yang bertujuan untuk meningkakan pemahaman dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular dalam hal ini kebutaan pada mata akibat Katarak. Lima Tahapan Kegiatan yang dilakukan pada POSBINDU NoW Care: Tahapan I    melakukan pendaftaran dan administrasi peserta, tahapan II melakukan wawancara kepada peserta, tahapan III, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening mata katarak, tahapan IV, edukasi dan rencana tindak lanjut, tahapan V pendokumentasian. Hasil Berdasarkan hasil kegiatan yang melibatkan 48 peserta, ditemukan bahwa 7 peserta (atau sebesar 15%) terdeteksi mengalami katarak. Rentang usia peserta yang teridentifikasi positif katarak adalah antara 37 hingga 69 tahun. Dari total 48 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, sebanyak 42 orang (88%) adalah perempuan. Dominasi peserta berjenis kelamin wanita dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang, baik secara sosial, kultural, maupun epidemiologis
Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Lansia di Dusun Suntalangu Eri Bastoni; Anatun Aupia
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.113

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang dikenal sebagai silent killer karena sering terjadi tanpa tanda dan gejala yang jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisi yang dialaminya. Peningkatan prevalensi hipertensi, khususnya pada kelompok lanjut usia, menuntut adanya upaya pencegahan dan pengendalian yang berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai hipertensi sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut di Dusun Suntalangu. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan evaluatif dengan desain pre-test dan post-test. Intervensi dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, serta diskusi tanya jawab dengan bantuan media leaflet dan presentasi. Kegiatan diikuti oleh 15 orang lansia. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan lansia setelah diberikan edukasi kesehatan, ditandai dengan pergeseran kategori pengetahuan dari sebagian besar kurang menjadi sebagian besar baik. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman lansia mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti bermanfaat sebagai strategi promotif dan preventif untuk menekan risiko hipertensi pada kelompok lanjut usia di masyarakat.
Penerapan Senam Hipertensi  untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Suela Heri Hartono; Apriani Susmita Sari
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.114

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan nonfarmakologis, salah satunya dengan aktivitas fisik terstruktur seperti senam hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan senam hipertensi sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan komunitas dengan melibatkan tiga orang lansia penderita hipertensi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi berupa senam hipertensi dilaksanakan selama ±10 menit, dilakukan tiga kali dalam tiga hari berturut-turut. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tekanan darah serta observasi terhadap keluhan fisik dan psikologis peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada seluruh peserta, disertai penurunan keluhan nyeri dan kecemasan serta perbaikan nafsu makan pada sebagian peserta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa senam hipertensi merupakan intervensi yang sederhana, aman, mudah diterapkan, dan berpotensi dikembangkan sebagai program promotif-preventif berbasis komunitas dalam pengendalian hipertensi pada lansia.
Diskusi Kelompok Terfokus sebagai Upaya Penguatan Pengetahuan Konservasi Laut di Kalangan Masyarakat Pesisir Desa Puger Kulon Frisca Syarah Maharani Maharani; Dini Kurniawati; Salman Al Farisi; Oni Rananda Herdiyansyah; Aynuning Hadi Lestari; Nabila Alya Syafitri Prasetyo; Ananda Putri Shakila
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.117

Abstract

Konservasi laut menjadi isu penting di Indonesia karena tingginya keanekaragaman hayati yang terancam, dengan 33,82% terumbu karang nasional mengalami kerusakan. Target 30% kawasan konservasi laut pada 2045 sesuai SDG 14 masih terkendala kesenjangan informasi dan minimnya partisipasi masyarakat pesisir. Penyuluhan konvensional yang bersifat top-down kurang efektif, sehingga pendekatan interaktif seperti Focus Group Discussion (FGD) dinilai lebih tepat karena mendorong partisipasi aktif.Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas FGD dalam meningkatkan pengetahuan konservasi laut pada remaja pesisir di Desa Puger Kulon.Menggunakan desain deskriptif partisipatif dengan pretest–posttest. Partisipan adalah 20 remaja pesisir berusia 10–15 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah FGD, dianalisis secara deskriptif komparatif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik.Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,50 menjadi 14,95, meski tidak signifikan secara statistik (p=0,194). Secara kualitatif, FGD membantu peserta mengidentifikasi isu utama seperti sampah plastik dan penangkapan ikan merusak, serta merumuskan solusi komunitas berupa kelompok remaja peduli laut dan lomba kebersihan pantai. FGD terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan membuka ruang dialog partisipatif mengenai konservasi laut di kalangan remaja pesisir. Walau peningkatan kuantitatif tidak signifikan, FGD mampu memberdayakan peserta, mengidentifikasi masalah lokal, serta menumbuhkan inisiatif konservasi berkelanjutan berbasis komunitas.
Desa Harmoni: Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Desa Wisata Gulurejo Kulonprogo Moh Irsyad Fahmi MR; Syukri Fathudin Achmad Widodo; Ajie Wicaksono; Ahmad Muzakkil Anam; Yayan Rubiyanto
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.119

Abstract

Desa Harmoni adalah program pengabdian yang berfokus pada penguatan moderasi beragama berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Gulurejo, Kabupaten Kulon Progo. Program ini dirancang untuk mengatasi tantangan yang muncul dari masuknya paham keagamaan ekstrem yang mengancam keharmonisan sosial dan citra desa wisata. Urgensi program ini terletak pada fenomena menurunnya partisipasi pemuda dalam tradisi kultural seperti "Merti Desa", "Gejog Lesung", dan "Nyadran", serta munculnya konflik terkait penggunaan fasilitas umum dan penyelenggaraan atraksi wisata budaya. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini bertujuan untuk mengembangkan model moderasi beragama berbasis kearifan lokal, membangun kapasitas tokoh agama, adat, dan pengelola desa wisata, mengembangkan Kelompok Usaha Bersama, serta mengembangkan paket wisata edukasi "Gulurejo Harmoni". Program menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk pemetaan kearifan lokal dan Training of Trainers (ToT) untuk membangun kapasitas fasilitator lokal. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kapasitas tokoh agama dan pemuda dalam mempromosikan narasi moderasi beragama, penguatan forum dialog, peningkatan partisipasi dalam tradisi lokal, dan terintegrasi-nya nilai-nilai moderasi beragama dalam pengembangan desa wisata. Program ini relevan dengan upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa.
Pengabdian Masyarakat sebagai Wujud Tri Dharma yang Berdampak M Agung Akbar
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September - December
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i3.120

Abstract

N/A

Page 3 of 3 | Total Record : 30