cover
Contact Name
Miftah Alfidyah
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi
ISSN : 31108903     EISSN : 31108903     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi (JRKLS) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian, kajian ilmiah, serta inovasi di bidang kesehatan lingkungan dan sanitasi. Jurnal ini menjadi media diseminasi pengetahuan bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dalam mengembangkan solusi berbasis ilmiah terhadap permasalahan lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. JRKLS mencakup berbagai topik, antara lain kualitas air, udara, dan tanah, pengelolaan limbah dan sampah, sanitasi dasar, higiene lingkungan, pengendalian vektor penyakit, kesehatan kerja, toksikologi lingkungan, manajemen risiko kesehatan lingkungan, serta kebijakan dan intervensi berbasis komunitas. Artikel yang diterbitkan diharapkan memiliki kontribusi ilmiah, kebaruan, serta relevansi terhadap upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Articles 6 Documents
Analisis Kualitas Air Sumur Gali dan Hubungannya dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Daerah Peri-Urban Miftah Alfidyah
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare pada anak balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah peri-urban, yang sering terkait dengan kualitas air sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas air sumur gali dan kejadian diare pada anak balita. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan sampel 120 anak balita berusia 0–59 bulan. Data kualitas air dianalisis secara mikrobiologis dan fisikokimia, sedangkan data kejadian diare dikumpulkan melalui kuesioner dan verifikasi catatan posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42% sampel air mengandung Escherichia coli, 55% melebihi ambang batas coliform total, dan 38% anak balita mengalami diare. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kualitas air yang buruk, sumur tidak terlindung, dan penyimpanan air terbuka secara signifikan meningkatkan risiko diare (OR 3,1; CI 95% 1,7–5,4). Penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan sumur, pengolahan air, dan edukasi higienis untuk menurunkan prevalensi diare pada anak balita.
Evaluasi Efektivitas Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam Mengurangi Kasus Stunting sari marlina
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting pada anak balita tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dirancang untuk meningkatkan perilaku hidup bersih melalui lima pilar utama: Stop Buang Air Besar Sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitik dengan desain cross-sectional untuk mengevaluasi efektivitas STBM dalam menurunkan kasus stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tiga pilar utama—Stop BABS, cuci tangan pakai sabun, dan pengelolaan air/makanan—secara signifikan menurunkan prevalensi stunting. Faktor sosialekonomi keluarga dan partisipasi masyarakat juga berperan penting. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dan partisipatif dalam implementasi STBM, serta integrasi dengan edukasi gizi dan dukungan pemerintah daerah untuk keberlanjutan program.
Hubungan Kondisi Fasilitas Sanitasi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita Anala Agusnur
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang balita dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi fasilitas sanitasi rumah tangga dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian menggunakan desain observasional analitik cross-sectional dengan sampel 150 balita berusia 0–59 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi rumah terkait ventilasi, akses air bersih, toilet layak, dan kebersihan lingkungan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 40% balita mengalami ISPA, dan kejadian ini berhubungan signifikan dengan kondisi ventilasi rumah, akses air bersih, toilet, dan kebersihan lingkungan (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi terpadu berupa perbaikan fasilitas sanitasi dan edukasi perilaku kebersihan keluarga untuk menurunkan risiko ISPA pada balita.
Hubungan Tingkat Kebersihan Lingkungan Sekolah dengan Kejadian Penyakit Kulit pada Siswa Asty Raisha Agma
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kebersihan lingkungan sekolah dan kejadian penyakit kulit pada siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari siswa Sekolah Dasar usia 6–12 tahun, dengan sampel yang diambil menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi kebersihan sekolah, kuesioner perilaku hygiene siswa, dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi penyakit kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area WC dan kantin memiliki tingkat kebersihan yang lebih rendah dibanding kelas dan ventilasi, serta prevalensi penyakit kulit tertinggi terdapat pada siswa yang bersekolah di lingkungan kurang bersih. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kebersihan lingkungan sekolah dan kejadian penyakit kulit (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kebersihan sekolah dan edukasi hygiene siswa sebagai upaya pencegahan penyakit kulit.
Pengaruh Limbah Domestik terhadap Pencemaran Air Sungai di Kawasan Padat Penduduk pelia elza
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh limbah domestik terhadap kualitas air sungai di kawasan padat penduduk. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengambilan sampel air di 30 titik sepanjang sungai selama tiga bulan. Parameter yang dianalisis meliputi fisik (kekeruhan, suhu, bau), kimia (pH, BOD, COD, fosfat, nitrat), dan biologis (E. coli, coliform total). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai menurun signifikan di titik dengan kepadatan penduduk tinggi, ditandai peningkatan kekeruhan, BOD, COD, fosfat, nitrat, serta kontaminasi bakteri patogen. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara intensitas limbah domestik dan tingkat pencemaran air. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan limbah domestik yang efektif, kesadaran masyarakat, serta penerapan teknologi pengolahan limbah untuk menjaga kualitas air dan kesehatan lingkungan.
Analisis Deskriptif Akses Fasilitas Sanitasi Layak Jamban Sehat dan Kejadian Diare Batuatas Ardiansyah Mahlia; Herli Anita; Ida Royani Sampulawa
Jurnal Riset Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Februari-April
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutaman di wilayah kepulauan dengan keterbatasan akses sanitasi. Rendahnya kepemilikan jamban sehat merupakan faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare. Kabupaten Buton Selatan, khususnya wilayah kerja Puskesmas Batuatas, memiliki kondisi geografis pesisir yang menantang sehingga rentan menghadapi masalah sanitasi dan kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan distribusi akses jamban sehat dan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Batuatas periode 2022–2024 berdasarkan data sekunder Profil Kesehatan Puskesmas. Metode penelitian yaitu enelitian deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Profil Kesehatan Puskesmas Batuatas. Data yang dianalisis meliputi persentase keluarga dengan jamban sehat dan angka kejadian diare pada seluruh kelompok umur. Analisis dilakukan melalui tabel dan grafik untuk menafsirkan pola serta tren secara naratif. Hasil yaitu Cakupan jamban sehat menurun dari 77,45% (2022) menjadi 64,04% (2024). Sebaliknya, insiden diare meningkat dari 23,15 per 1.000 penduduk (2022) menjadi 24,25 per 1.000 penduduk (2024).

Page 1 of 1 | Total Record : 6