cover
Contact Name
Habibie
Contact Email
master.literaindo@gmail.com
Phone
+6285353545536
Journal Mail Official
qualivium@gmail.com
Editorial Address
Jl.H. A. Manap Lrg. Doa No.1, RT.006 RW.002, Kel.Sungai Kerjan, Kec.Bungo Dani, Kab.Bungo, Jambi, Indonesia
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Master Qualitative Research in Education
ISSN : -     EISSN : 31234062     DOI : 10.63461
Core Subject : Education,
QUALIVIUM adalah jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat (peer-reviewed), berfokus pada pengembangan pengetahuan dalam bidang pendidikan melalui pendekatan penelitian kualitatif. Jurnal ini menjadi wadah akademik untuk publikasi hasil penelitian asli, refleksi kritis, serta kontribusi teoretis yang berakar pada tradisi kualitatif. QUALIVIUM mendorong kajian interdisipliner yang menggali fenomena pendidikan secara mendalam melalui pemahaman kontekstual, pengalaman hidup (lived experiences), serta proses penciptaan makna. Kami mengutamakan ketelitian metodologis, refleksivitas, dan inovasi dalam pendekatan kualitatif.
Articles 8 Documents
Analisis Peran Guru Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa di SDN 205/II Bangun Harjo Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo Provinsi Jambi Rahayu Agustina; Apdoludin Apdoludin; Tri Wera Agrita
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.93

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah masih rendahnya kecerdasan emosional siswa di SDN 205/II Bangun Harjo, dapat dilihat pengamatan peneliti dari hasil belajar akademik siswa berdasarkan nilai UTS nya. Di SDN 205/II Bangun Harjo, guru memegang peranan penting dalam membentuk kecerdasan emosional siswa. Berdasarkan hasil dari observasi terait masih rendahnya kecerdasan emosional siswa dilihat dari prestasi akademiknya dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam pencapaian akademik siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk melihat peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa di SDN 205/II Bangun Harjo dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana peran guru di SDN 205/II Bangun Harjo dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa? (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa? (3) Apa strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil dari penelitian ini, yaitu ditemukan kurangnya peran guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa di kelas III dan IV yang amati menggunakan 4 indikator kecerdasan emosional siswa yaitu, mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri dan mengenali emosi orang lain (empati).Terlihat ketika peneliti melakukan penelitian wawamcara dengan guru kelas dan beberapa siswa yang masih belum bisa memahami kecerdasan emosionalnya. Dan adanya faktor penghambat guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional seperti dari keberagaman karakter anak, dan siswa yang sulit dikendalikan. Serta strategi guru yang digunakan dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa seperti pembagian kelompok belajar tanpa membeda-bedakan anak. Saran dari penelitian ini adalah penting bagi guru untuk memperhatikan dalam meningkatkan kecerdasan emosional terutama dalam proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dengan baik sehingga dapat mempengaruhi hasil akademik yang memuaskan sesuai target yang ingin dicapai.  
Analisis Kecerdasan Emosional Pemain Nuhafa Futsal Training Rimbo Bujang Wahyu Adi Nugroho; Jhony Hendra; Titis Wulandari
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.138

Abstract

This research is motivated by the fact that emotional intelligence in early childhood tends to be very low due to their relatively young age. This lack of emotional intelligence in children is caused by coaches who do not provide specific guidance to children before playing futsal and the lack of a specifically designed program, such as mental, technical, and physical training. This lack of emotional intelligence in players leads to poor concentration, team spirit, and performance skills. The purpose of this study was to determine the emotional intelligence of futsal players at Nuhafa Futsal Training Rimbo Bujang. Based on the research results, it was found that there were problems in the emotional intelligence of players as seen from 4 indicators of emotional intelligence, namely: 1) Recognizing one's own emotions, players have not been able to recognize and understand their own emotions, often express anger without control, and do not receive special training in emotional aspects. 2) Managing emotions, players have difficulty controlling emotions when under pressure, tend to be rude and unsportsmanlike, which is detrimental to the team in the match. 3) Motivating oneself, the majority of players are less able to raise their spirits independently and still depend on external motivation (coaches/friends). and 4) Recognizing other people's emotions (empathy), players are less sensitive to the emotions of their colleagues, rarely provide support, and show low empathy in teamwork. By using these indicators, players have not been able to control their emotions well, this triggers chaos in a game which results in their poor performance in the match.
Peran Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Pada Peserta Didik Di SDN 164/II Gapura Suci Linda Yani; Apdoludin Apdoludin; Zulqoidi R. Habibie
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.177

Abstract

This study aims to determine the role of teachers in addressing bullying behavior among students at SDN 164/II Gapura Suci. This research is motivated by the bullying behavior experienced by students in the school environment.This study used a qualitative case study approach, with teachers and students at SDN 164/II Gapura Suci as subjects. In collecting data, the researcher used observation, interviews, and documentation methods. Data analysis techniques used were data reduction, data display, and conclusion drawing. To test the validity of the data, a credibility test was used using the triangulation method.Based on the research results, it can be concluded that several forms of bullying behavior occur at SDN 164/II Gapura Suci: physical bullying, verbal bullying, and psychological bullying. The role of teachers in addressing bullying behavior among students encompasses three main aspects: the teacher as a guide, the teacher as a facilitator, and the teacher as an advisor.
Analisis Kesulitan Guru Kelas IV Dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran IPAS di SDN Se-Kecamatan Muko-Muko Bathin VII Ahmad Ikmal; Subhanadri Subhanadri; Dhini Mufthi
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.201

Abstract

This research is motivated by the challenges faced by teachers in implementing the Independent Curriculum, particularly in Natural and Social Sciences (IPAS) at the elementary school level. Therefore, the purpose of this study is to describe the difficulties experienced by fourth-grade teachers in implementing the Independent Curriculum in the IPAS subject at elementary schools in Muko-Muko Bathin VII District, analyze the contributing factors, and identify the efforts teachers have made to overcome these difficulties. This research used a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews with four fourth-grade teachers from four purposively selected public elementary schools, representing schools with B and C accreditation. Data were analyzed descriptively and qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the difficulties experienced by teachers encompass three main aspects: (1) difficulties in understanding and planning science and science lessons based on the Independent Curriculum, particularly in developing teaching modules and implementing differentiated learning; (2) limited facilities and infrastructure, including limited access to digital devices and internet networks; and (3) challenges in classroom management, particularly in dealing with the diversity of student characteristics and abilities. Factors contributing to these difficulties include a lack of technical training, suboptimal support from the principal, and the school's geographic and social conditions. Efforts made by teachers include independent study, discussions with colleagues, utilizing local resources, and participating in online training. This research recommends strengthening structural support and practical training from the government to facilitate the implementation of the Independent Curriculum in elementary schools, particularly in non-urban areas.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Pada Peserta Didik Fase A di SD Negeri 160/II Dusun Baru Hilda Eriska; Aprizan Aprizan; Randi Eka Putra
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v11.228

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I dan II yang menghambat kelancaran proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik Fase A serta strategi yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan tersebut di SD Negeri 160/II Dusun Baru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap dua guru kelas rendah, yakni guru kelas I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik meliputi ketidakmampuan mengenal huruf, kebingungan membedakan huruf yang mirip, kesulitan mengeja suku kata, dan rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada peserta didik Fase A di SD Negeri 160/II Dusun Baru dilaksanakan melalui berbagai pendekatan yang adaptif. Strategi tersebut meliputi pembiasaan membaca harian, penerapan metode suku kata, SAS, fonik, dan global, pemanfaatan media sederhana dan kreatif seperti kartu huruf, gambar, lagu, dan permainan edukatif, serta bimbingan individual maupun kelompok kecil. Selain itu, guru juga melakukan diferensiasi pembelajaran sesuai kemampuan siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua, dan melaksanakan evaluasi perkembangan secara berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru tidak hanya membantu mengatasi kesulitan membaca, tetapi juga sejalan dengan temuan penelitian mutakhir mengenai literasi dini
Kesulitan Konsentrasi Siswa dalam Belajar Bahasa Indonesia: Studi Kasus Kelas V SDN 131/II SKB Fitria Rahmadani; Apdoludin Apdoludin; Dedek Helida Pitra
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.254

Abstract

Difficulty in concentration is an obstacle experienced by students when focusing their attention on learning materials. This study was motivated by the noticeable learning concentration problems in Indonesian language lessons. The research aims to describe students’ learning concentration difficulties in Indonesian subjects, the factors influencing these difficulties, and the teachers’ efforts to overcome them. The research method employed was a case study with a qualitative approach. The study was conducted at SDN 131/II SKB from January to July with five fifth-grade students as research subjects, selected based on students’ habitual criteria and recommendations from the homeroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that fifth-grade students at SDN 131/II SKB demonstrate uneven concentration in Indonesian language learning, as observed in their cognitive, affective, and psychomotor behaviors during the learning process. Supporting factors for students’ learning concentration include healthy physical conditions, engaging teaching methods, and non-coercive learning environments that make students feel more comfortable. Meanwhile, the factors contributing to concentration difficulties are lack of interest in the subject matter, fatigue, medical history, limited variation in teaching methods, unconducive learning environments, and peer influence. Teachers’ efforts to overcome these difficulties include recognizing students’ individual characteristics, applying the concept of reward and punishment, and fostering better study habits.  
Analisis Peran Teman Sebaya Dalam Memotivasi Belajar Siswa Sd Di Tinjau Dari Gender: Studi Kasus di SDN 197/II Pulau Pekan Pathul Ilham
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teman sebaya dalam memotivasi belajar siswa sekolah dasar, khususnya di SDN 197/II Pulau Pekan. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya interaksi sosial sebagai faktor eksternal yang signifikan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang melibatkan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran teman sebaya sangat signifikan dan multidimensional dalam memotivasi belajar siswa. Teman sebaya tidak hanya berfungsi sebagai sumber motivasi eksternal, tetapi juga sebagai sistem pendukung sosial-emosional yang meningkatkan rasa percaya diri dan mendorong kolaborasi. Ditemukan pula adanya perbedaan peran berdasarkan gender, di mana siswa laki-laki cenderung lebih terpengaruh oleh kompetisi sehat, sementara siswa perempuan lebih menekankan pada dukungan emosional dan kerjasama. Perbedaan ini menegaskan bahwa dinamika gender memengaruhi cara siswa menerima dan memberikan motivasi belajar dari teman sebayanya.
Peran Guru Dalam Pembelajaran di Madrasah Baitul Hasanah Muara Bungo Bodi Kurniawan
Master Qualitative Research in Education Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/qualivium.v12.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembalajaran, peran guru sangatlah krusial dan multifaset, tidak hanya terbatas pada penyampaian materi saja, guru dituntut untuk memiliki keterampilan yang lebih luas, termasuk kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong partisipasi aktif, dan mengadaptasi berbagai metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan naramber, serta dokumentasi kegiatan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis deskriptif dengan tiga cara, yaitu analisis, penyediaan data serta pembuatan kesimpulan. Berdasarkan temuan yang dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam konteks pendidikan modern, guru berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional siswa, untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal mereka, guru sebagai fasilitator, motivator, pengelola dan pembimbing bagi siswa melalui kolaborasi dengan pembelajaran berbasis proyek, teknologi, dan pendekatan individual, guru dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna. Dengan demikian peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membentuk karakter dan kesiapan siswa menghadapi tantangan di masa depan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8