cover
Contact Name
Aris Nurbawani
Contact Email
nurbawani@uinponorogo.ac.id
Phone
+6285235896992
Journal Mail Official
sajiem@uinponorogo.ac.id
Editorial Address
Kampus1: Jl. Pramuka No.156 Ronowijayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia Kampus 2: Jl. Puspita Jaya, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27160599     EISSN : 27159604     DOI : https://doi.org/10.21154/sajiem
Core Subject : Education, Social,
The journal focuses on the issue of Education Management. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management will consider for publications original research as well as technical reports that can further our understanding of Islamic Education Management in Southeast Asian issues and concerns. The journal subjects the following special sections: Islamic Education Management Educational Innovation Education Management Educational Managerial Supervision Leadership of Educational Institutions Marketing management of educational institutions Management of Islamic boarding schools (Pesantren) Quality management of educational institutions
Articles 102 Documents
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Simdik) dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Ponorogo Nur Rahmi Sonia
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.18

Abstract

Penelitian ini mendiskripsikan implementasi sistem informasi manajemen pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MAN 2 Ponorogo. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan lembaga madrasah/ sekolah, dimana sekolah menghendaki pegelolaan kegiatan akademik yang terkomputerisasi sebagai kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan madrasah/ sekolah serta dalam rangka mempermudah dan memperlancar proses belajar mengajar sekolah dan pelayanan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi manajemen pendidikan di MAN 2 Ponorogo dalam bentuk pemanfaatan sistem aplikasi yang terdiri dari pelayanan tenaga pendidik dan kependidikan dengan memberdayakan aplikasi SIMPATIKA (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementrian Agama), aplikasi pembelajaran e-learning, aplikasi BNI eduPATROL, aplikasi fingerprint baik guru maupun siswa dan aplikasi berbasi web dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi SIMDIK di MAN 2 Ponorogo adalah tersedianya fasilitas sistem informasi dan adanya kendala dalam sumber daya manusia maupun kesalahan teknis serta kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan aplikasi tersebut. Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen, Mutu Pendidikan
Layanan Bimbingan Karier dalam Menumbuhkan Etos Kerja Islami di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mumtaz Gunungkidul Anggi Jatmiko
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.20

Abstract

Artikel ini ingin membahas tentang layanan bimbingan karier dalam menumbuhkan etos kerja islami di pondok pesantren. Latar belakang dari penelitian ini adalah masih banyaknya pengangguran di Indonesia karena minimnya keterampilan kerja yang didapat oleh para siswa bahkan setelah mereka lulus sekolah. Oleh karena itu, peneliti ingin mengangkat sistem layanan bimbingan karier yang ada di salah satu lembaga pendidikan (pondok pesantren) sebagai referensi bagi lembaga pendidikan mana pun dalam memberikan bekal keterampilan kewirausahaan dan etos kerja kepada para siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan karier di pondok pesantren dalam menumbuhkan etos kerja Islami. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mengambil lokasi di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mumtaz Gunungkidul Yogyakarta dengan metode penelitian kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan karier di pondok pesantren dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu mulai dari perencanaan, penyusunan program, pelaksanaan, sampai evaluasi. Perencanaan tidak terlepas dari visi misi pondok pesantren, dan terlebih dahulu para santri harus lulus mata kuliah dasar umum (MKDU), yaitu macul (mencangkul). Perencanaan lain yang dilakukan oleh pondok pesantren adalah dengan menyiapkan fasilitas atau sarana prasarana produksi. Kemudian bimbingan karier disusun dalam program kewirausahaan serta dilaksanakan dalam bentuk praktik kerja dan ibadah yang kemudian dievaluasi setiap minggu. Hasil penelitian lainnya adalah menunjukkan bahwa etos kerja Islami para santri dapat ditumbuhkan dengan memahami bahwa kerja merupakan penjabaran akidah, bekerja atas dasar ilmu, bekerja dengan meneladani sifat-sifat Illahi serta mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya.
A Study on Online Learning Management System: Implementation of Edmodo-Based Blended English Learning Method Ratna Yunita
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.21

Abstract

Industrial Revolution 4.0 makes rapid changes in every aspect of a human’s life. One of them is the teaching and learning English which has been affected by technology. It is supported by the fact that English is the number one language used globally. Therefore, Education 4.0 emerges in facing Industrial Revolution 4.0 to increase the education level. By this, it is expected that higher education becomes more reachable than before and a tendency which leads to more international standardized higher education institutions. In these rapid changes, there are two challenges faced by students in higher education institutions: English proficiency and culture transition. Thus, the State Islamic Institute of Ponorogo, as one of developing State Islamic Institutes in Indonesia starts to implement a blended learning system in every course as the solution. The lecturers use a variety of learning management system, including Edmodo. This study used quantitative and qualitative analysis on assessing the effectiveness of Edmodo implementation from the students’ point of view as well as determining the progress, learning engagement, as well as the students’ performance overall. The results showed that Edmodo facilitates student-centered and anytime-anywhere learning. It was also found that it makes the English course administration easier. Moreover, students asked in this study had a favorable opinion toward learning English via Edmodo. However, some disadvantages English and technical problems of using Edmodo in teaching and learning were also discussed in this study.
Manajemen Pendidikan Tinggi Islam (Upaya Mereposisi dan Merekonstruksi Lembaga Pendidikan Tinggi Islam di Era Globalisasi) Didi Sartika
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.23

Abstract

Upaya yang perlu digarisbawahi dalam upaya merekonstruksi dan mereposisi PTAI di era modern ini ialah mengubah pemahaman dan membangun kesadaran kita tentang posisi pendidikan Islam yang sejatinya tidak hanya memikirkan bagaimana agar setiap lembaga pendidikan tinggi islam mampu bersaing dengan perguruan tinggi berkelas dunia, tetapi lebih dari itu- lembaga pendidikan Islam tidak hanya mencetak sarjanawan intelektual yang mampu bersaing di dunia kerja tetapi juga mengemban tanggung jawab besar yaitu tanggung jawab dalam menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berkebangsaan. Usaha merekonstruksi dan mereposisi lembaga pendidikan tinggi islam itu memang tidak mudah, karena itu perlu disusun perencanaan yang matang, sehingga di hasilkan rencana, program dan kebijakannya secara tepat untuk selanjutnya dilakukan penerapan secara konsisten. Unsur yang dapat dirubah itu tidak selalu seluruhnya dilakukan perubahan; salah satu saja dapat dilakukan berarti telah melakukan perubahan. Ada empat kategori yang perlu diperhatikan, yaitu: manusia, struktur, teknologi, dan proses organisasi. sehingga output yang dihasilkan Perguruan Tinggi Agama Islam diharapkan memiliki keunggulan dalam pengembangan keilmuan serta keluhuran moral atau akhlak mulia.
Konsep Nilai-Nilai Karakter Islami Sebagai Pembentuk Peradaban Manusia Iwan Hermawan
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.24

Abstract

Abstract Character education is not a process of memorizing exam questions, and answering techniques. Character education requires habituation, because characters are not formed instantly, but must be trained seriously and proportionally. Al-Qur'an as a source of ethics and morals certainly has its own views related to character education. The concept of Islamic character values is the basic concept of Islam, namely religion that leads humans to become civilized or morality (ihsan), and it is stated directly by the Messenger of Allah, that he was sent to perfect morality. To be a human being who has a moral mercy must start from the learning process (iqra). From the results of learning that humans can trust (iman) because their knowledge is not because they go along (taqlid), because proof of faith is spoken orally, believed in the heart, practiced through the actions of the limbs. Furthermore, the implementation of faith is Taqwa which means fear of God based on consciousness by doing all His commands and avoiding all His prohibitions and fear of falling into sinful acts. Therefore the ultimate goal of Islamic character values is taqwa in the form of moral mercy. Keywords: Concept of Character Values, Islamic Character, Human Civilization Abstrak Pendidikan karakter bukanlah sebuah proses menghafal materi soal ujian, dan teknik-teknik menjawabnya. Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan, karena karakter tidak terbentuk secara instan, tapi harus dilatih secara serius dan proporsional. Al-Qur’an sebagai sumber etika dan moral tentu memiliki pandangan tersendiri terkait dengan pendidikan karakter. Konsep nilai-nilai karakter islami adalah konsep dasar dari agama islam itu sendiri yaitu agama yang menuntun manusia menjadi beradab atau berakhlak karimah (ihsan), dan itu dinyatakan langsung oleh rasulullah saw, bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak. Untuk menjadi manusia yang berakhlak karimah harus yang dimulai dari proses belajar (iqra). Dari hasil belajar itulah manusia dapat mempercayai (beriman) karena ilmunya bukan karena ikut-ikutan (taqlid), karena bukti iman adalah diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati, diamalkan lewat perbuatan anggota badan. Selanjutnya implementasi iman itu adalah Taqwa yang berarti takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa. Oleh karenanya tujuan akhir dari nilai-nilai karakter islami adalah taqwa yang berupa akhlak karimah. Kata Kunci: Konsep Nilai-nilai Karakter, Karakter Islami, Peradaban Manusia.
Pengelolaan Madrasah Swasta dengan Sistem Patrimonial (Studi Komparasi Yayasan Miftahul Ma’arif Kaliwungu Kudus dengan Yayasan Manafi’ul Ulum Getassrabi Gebog Kudus) Mohammad Hamdan
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.28

Abstract

Foundation (Yayasan) has vital roles in improving the education, particularly in Islamic schools (madrasah) which are mostly private schools. This study focused on the foundation roles and functions in improving the quality of education in Islamic schools (madrasah). Research aimed to study the foundation roles of Yayasan Darul Irfan, in Sawangan, Depok in managing its school, particularly in achieving the National Education Standard (Standar Pendidikan Nasional, SNP). This research, which used qualitative approach, also aimed to study the foundation functions, especially the school management organized by the foundation. The informants in this research were the foundation supervisor (Pembina Yayasan) and inspector (Pengawas Yayasan), the foundation board (Pengurus Yayasan), the headmaster, the vice-headmaster, the teachers, and the Head of Administration (Kepala Tata Usaha) of Yayasan Miftahul Ma’aarif Kaliwungu and Yayasan Manafiul Ulum Getassrabi Gebog. Data were analyzed by using qualitative and descriptive methods. Research results found that Yayasan Miftahul Ma’aarif Kaliwungu and Yayasan Manafiul Ulum Getassrabi Gebog has shown the education roles in the average level, although it has still not achieved the maximum level. In organizing the education of Yayasan Miftahul Ma’aarif Kaliwungu and Yayasan Manafiul Ulum Getassrabi Gebog according to eight National Education Standards, the Foundation shows more vital roles in finance management, Human Resources (SDM) management, and infrastructure management. The Foundation management has been carried out, particularly in Human Resources management, management development for the headmaster and head of administration. The Foundation also assisted in solving the issues, either amongst the individuals or the units/foundations. The Foundation has possessed specific mechanism in resolving the conflicts.
Manajemen Pengembangan Madrasah yang Unggul dan Kompetitif Najib Habibi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.29

Abstract

An abstract should accompany each manuscript; it should be completely self-consistent (i.e., with no figure, table, equation or reference citations), not exceeding 250 words and written as a single paragraph. Abstract should include aims of the research, methodology and findings. As one of the deep-rooted educational institutions in the community, the madrasa is a manifestation of the Indonesian nation's culture that must be cared for and developed. Because it cannot be denied that this institution has contributed greatly, namely to educate millions of young cadres of this nation without strings attached. Therefore, it is very improper if madrassas are marginalized and accused as the culprits of the nation's decline, and we should be able to prove with good management, we can develop madrassas and make competitive superior madrasas dare to compete with other public schools. Keywords: Management, Development, An Exellent Islamic School.
Kepemimpinan Inovatif dalam Pengembangan Organisasi dan Team: Kepemimpinan Inovatif dalam Pengembangan Organisasi dan Team Jaudi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.35

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang organisasi senantiasa mengalami perubahan karena faktor pendorong baik yang berasal dari dalam organisai maupun luar organisasi. Saat ini, agar suatu organisasi mampu bertahan tidak cukup hanya mengandalkan kharisma seorang pemimpin, maka diperlukan pula kecerdasan dari seorang pemimpin untuk merespon berbagai perubahan yang terjadi disekitarnya serta melakukan berbagai macam inovasi, baik itu melaui Organizational Development (OD), Team Building maupun Pengembangan Individu untuk membentuk perilaku innovative. Metodologi atau Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode atau pendekatan library research, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah beberapa buku, jurnal baik yang berbentuk cetak maupun elektronik serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Temuan dalam kajian ini kinerja adalah dalam diri manusia terdapat kecerdasan spiritual (spiritual quotient SQ), sebagai salah satu model kepemimpinan yang perlu diadopsi dan mendapat tanggapan dari seorang pemimpin yakni model kepemimpinan spiritual. Dalam melakukan pengembangan organisasi hendaknya memperhatikan faktor komunikasi baik tentang program, proses maupun monitoring dan evaluasi), sosiologis, psikologis dan historis yang melingkupi organisasi sehingga pada saat seorang pemimpin melakukan perubahan tidak akan terjadi gejolak yang besar diantara para anggota organisasi. Kata Kunci: Kepemimpinan inovatif, organisasi.
Manajemen Program Kelas Unggulan untuk Meningkatkan Citra Madrasah Tsanawiyah 1 Kabupaten Madiun Lukman Hakim
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 1 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i1.37

Abstract

The world of education enters this global era with all its advantages and challenges. Under conditions of harsh competition like this, the role of a strong image will be increasingly important for service providers in winning competition. It is in this context that Islamic education institutions carry out strategies to improve the image of madrasah. Madrasah  Tsanawiyah 1 Kabupaten Madiun has held the superior class program to improve the madrasah’s image. Based on the process of collecting and analyzing data, researchers produce: (1) Management of a superior class program to improve the image of madrasah in MTsN 1 Madiun Regency, that is: Planning (objectives, programs, budgets). Organizing (organizational structure, educators, students, materials, infrastructure, costs). Implementation (Before teaching, Teaching and After teaching). Evaluation (Formative, Summative, Test and Non-test). (2) obstacles: (a) Planning: Limited budget, Depends on parents' contributions. (b) Organizing: Special curriculum has not yet been realized, Allocation of learning hours, The lack of teaching staff. (c) Implementation: The existence of ups and downs, clash with other importances, facilities that are not quickly met, Limited guidance time, Clash schedule, Test season, Rainy season, Students are not proportional to the number of teachers and teachers have not maximally applied IT based learning. (d) Evaluation: There are changes in report cards from manual to ARD, Not all teachers understand about IT and the limited facilities for evaluation. (3) The Implications of Management of a Superior Class Programs include: Having good quality, many achievements, excellence in science and technology and Faith and piety, good, advanced and favorite schools and Having the facilities to develop students' abilities, talents and interests.   Keywords: management, superior class program, image of madrasah
Isyarat-isyarat Manajemen Mutu Pendidikan Dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits Tio Ari Laksono
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 1 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i1.38

Abstract

Abstract Quality is conformance to requirement, that is, a product is said to be of quality when it has reached the agreed standard target. This research examines the quality cues found in the sources of Islamic law, namely the Al-Quran and al-hadith. To strengthen the quality management of education according to the perceptions of legal sources and Muslim scholars. The data collection process was carried out through library research. Something is said to have quality when something has a good meaning and vice versa. In the context of education, if someone says a school is a quality, it can be interpreted that the graduates are quality, the teachers are qualified, the building is proper, and so on. To mark something that has quality or not, someone gives symbols with certain names, for example, superior schools, model schools, pilot schools, and so on. Quality is the realization of Ihsan's teachings, which is to do good to all parties because Allah has done well to humans with His various favors, and is prohibited from doing damage in any form.   Keywords: Education Quality Management, Al-Quran, Al-Hadith   Abstrak Mutu merupakan conformance to requirement, yaitu produk dikatakan berkualitas ketika sudah mencapai target standar yang di sepakati. Penelitian ini mengkaji isyarat mutu yang terdapat pada sumber hukum umat islam yaitu al-quran dan al-hadits. Dengan tujuan memperkuat manajemen mutu pendidikan menurut persepsi sumber hukum dan para ahli muslim. Proses pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka (Library Research). Sesuatu itu dikatakan bermutu ketika sesuatu itu mengandung makna yang baik dan sebaliknya. Dalam konteks pendidikan, apabila seseorang mengatakan sekolah itu bermutu, maka bisa dimaknai bahwa lulusannya berkualitas, gurunya mumpuni, gedungnya layak, dan sebagainya. Untuk menandai sesuatu itu bermutu atau tidak seseorang memberikan simbol-simbol dengan sebutan-sebutan tertentu, misalnya sekolah unggulan, sekolah teladan, sekolah percontohan dan lain sebagainya. Mutu merupakan realisasi dari ajaran ihsan, yakni berbuat baik kepada semua pihak disebabkan karena Allah telah berbuat baik kepada manusia dengan aneka nikmat-Nya, dan dilarang berbuat kerusakan dalam bentuk apapun.   Kata Kunci: Manajemen Mutu Pendidikan, Al-Quran, Al-Hadits

Page 2 of 11 | Total Record : 102