cover
Contact Name
Aris Nurbawani
Contact Email
nurbawani@uinponorogo.ac.id
Phone
+6285235896992
Journal Mail Official
sajiem@uinponorogo.ac.id
Editorial Address
Kampus1: Jl. Pramuka No.156 Ronowijayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia Kampus 2: Jl. Puspita Jaya, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27160599     EISSN : 27159604     DOI : https://doi.org/10.21154/sajiem
Core Subject : Education, Social,
The journal focuses on the issue of Education Management. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management will consider for publications original research as well as technical reports that can further our understanding of Islamic Education Management in Southeast Asian issues and concerns. The journal subjects the following special sections: Islamic Education Management Educational Innovation Education Management Educational Managerial Supervision Leadership of Educational Institutions Marketing management of educational institutions Management of Islamic boarding schools (Pesantren) Quality management of educational institutions
Articles 102 Documents
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kreativitas Guru MTsN se-Kabupaten Madiun Kholifatul Azizah Mukhtar
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.2

Abstract

Artikel ini ingin menganalisis tentang pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru MTsN se-kabupaten Madiun. Dimana kreativitas guru dalam pembelajaran menjadi sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran dan tujuan pendidikan di sekolah, dimana kreativitas guru sangat diperlukan agar guru dapat menjalankan tugas dan peranannya dalam proses belajar mengajar dengan maksimal. Kreativitas guru merupakan daya kreatif untuk dapat menciptakan iklim pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga tercipta suasana pembelajaran yang kondusif. Kreativitas guru juga sangat penting untuk mendorong kreativitas peserta didik, sebab dengan adanya guru yang kreatif, maka siswa juga akan belajar untuk berkreasi. Penelitian ini ingin menguji tentang pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru MTsN se Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan penelitian kuantitaif dengan jenis penis penelitian expost-facto, sampel yang dijadikan penelitian ialah MTsN se Kabupaten Madiun dengan populasi guru PNS sebanyak 289 guru, teknik pengambilan sampel menggunakan Area Random Sampling (Cluster Sampling), yaitu pengambilan sampel secara acak dan berumpun. Hasil penelitian dalam penelitian ini ialah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru terhadap kreativitas guru Pegawai Negeri Sipil MTsN se-Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2017/2018 yang ditunjukkan dengan hasil uji F yaitu nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (15,123 > 3,040). Dan pada taraf signifikan 5% dengan koefisien determinan 0,257 sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas guru dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja guru sebesar 25,7%. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah dan motivasi kerja menyumbang sebesar 25,7% dan sisanya 74,3% dipengaruhi variabel lain baik secara internal seperti rasio, bakat khusus, perasaan, dan intuisi. Maupun eksternal seperti latar belakang pendidikan guru, pelatihan-pelatihan guru, pengalaman mengajar guru, dan faktor kesejahteraan guru
Manajemen Perubahan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus di Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Kediri) Ali Mustopa
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.3

Abstract

Artikel penelitian ini ingin membahas tentang Perubahan pada sebuah organisasi pendidikan pesantren, dimana perubahan organisasi merupakan sudah sangat wajar terjadi, perubahan juga terjadi di lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren. Kyai menerapkan manajemen perubahan ini untuk mempertahankan salaf dengan perangkat modern serta mengikuti perkembangan di era globalisasi dengan manajemen perubahan pada beberapa sisi serta mempertahankan kearifan yang telah ada sebagai ciri pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan gambaran secara utuh tentang fase perubahan di pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kewagean Kediri dan 2) Menjelaskan perubahan pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kewagean Kediri pada ranah struktur, tata fisik, teknologidan manusia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus serta penjelasannya menggunakan logika deductive analitis.Lokasi penelitian ini adalah di Pesantren Fat?ul ‘Ul?m Kwagean Kediri. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul direduksi serta disajikan selanjutnya dianalisis kemudian mengambil sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa 1) terdapat tiga fase perubahan yaitu pertama, fase pencairan (unfreezing), yakni langkah awal organisasi mendiskusikan serta menganalisis kesiapan organisasi menghadapi perubahan, kedua, fase mulai berubah (changing), merupakan langkah inti perubahan dilaksanakan. Ketiga, fase pembekuan kembali (refreezing), merupakantindakan organisasi dalam membiasakan diri dengan keadaan setelah berubah. 2) peruabahan pada ranah struktur, Pesantren Fat?ul ‘Ul?m secara struktur organisasi berubah dari kepemimpinan terpusat menjadi sistem yayasan serta secara teknis membentuk organisasi kelembagaan pada tiap-tiap bidang yang melibatkan santri sebagai pengurus. Perubahan tata fisik, Pesantren mulai berdiri sampai akhir 2017 telah mengalami perpindahan tempat, mulai dari ndalem wetan (rumah mertua Kyai Hanan), ndalem kulon dan berakhir di Kwagean utara, selain itu pembangunan gedung secara terus menerus setiap tahun. Perubahan teknologi, pesantren telah memanfaatkan fasilitas teknologi komputerisasi dan jaringan internet.untukperubahan manusia, santri dan para pengajarnya sudah banyak yang kuliah, secara kuantitas jumlah santri meningkat serta jumlah pengajarpun demikian.
Strategi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Manajemen Pelayanan Khusus Madrasah (Studi Kasus Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo) Muhammad Ghafar; Pryla Rochmawati; Ahmadi; Kharisul Wathoni; Aris Nurbawani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.4

Abstract

Artikel ini ingin menganalisi tentang strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus madrasah, konteks penelitian yang mendasari penelitian ini ialah karena Kualitas sekolah salah satunya ditentukan oleh peran dan kepemimpinan kepala sekolah, disamping karena ada kualitas guru dan manajemen organisasi yang baik yang menentukan sekolah berkualitas. Sekolah yang berkualitas diperlukan inovasi dalam manajemen pelayanan pendidikan, salah satu inovasi pelayanan pendidikan di MI Ma’arif Lengkong Sukorejo Ponorogo ialah adanya manajemen pelayanan khusus madrasah yaitu pelayanan khusus perpustakaan dan pelayanan khusus kesehatan di madrasah. Keberhasilan dari pelaksanaan manajemen pelayanan khusus ini salah satunya adalah adanya strategi kepala sekolah yang tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, sedangkan teknik pengambilan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data peneliti menggunakan teknik analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen, dan analisis tema. Temuan penelitian ini pertama, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus perpustkaan melalui membangun budaya literasi sejak dini ialah 1) efektifitas manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah, 2) pembuatan pedoman dan peraturan perpustakaan sekolah, 3) pekan berkunjung perpustakaan sekolah untuk menarik minat pengunjung dan pembaca di perpustakaan, 4) hiburan mencerdaskan melalui lomba bercerita yang diadakan di akhir setelah ujian tengah semester maupun setelah ujian akhir semester. Kedua, strategi kepala sekolah dalam meningkatkan manajemen pelayanan khusus kesehatan melalui kelas sehat adalah sebagaimana berikut: 1) memasang poster menjaga kesehatan setiap kelas, 2) kerjasama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan pendidikan kesehatan, 3) membentuk unit kesehatan sekolah sebagai pusat pelayanan pertama bagi siswa dan guru, 4) mengadakan lomba kesehatan dan kebersihan setiap tahun sekali untuk membangun kesadaran dan motivasi dalam menjaga kesehatan
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Pendidikan Karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo Muhammad Shulthon Rachmandhani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.5

Abstract

Artikel ini ingin menganalisis tentang peran kepala sekolah dalam implementasi pendidikan karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo, dimana MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo merupakan satu-satunya MI yang terletak di lingkungan Singosaren. Madrasah ini didirikan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, dalam pengambilan data peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, dan penyajian kesimpulan Hasil penelitiannya ialah 1) peran kepala sekolah sebagai administrator adalah menentukan kurikulum yang diterapkan di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo. Kepala sekolah juga berupaya untuk terlibat dalam pengelolaan sarana prasarana di sekolah, yang mendukung dalam penerapan pendidikan karakter di MI Ma’arif Singosaren Jenangan Ponorogo. 2) peran kepala sekolah sebagai leader dengan mengadakan rapat melalui rapat. Kepala sekolah juga berusaha untuk meningkatkan kemauan siswa-siswi dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah, dengan mengingatkan kepada siswa-siswi akan pentingnya sikap saling menghormati kepada orang tua dan guru, serta saling berkasih sayang kepada sesama teman
Analisis Implementasi Program Adiwiyata dalam Membangun Karakter Peduli Lingkungan Diyan Nurvika Kusuma Wardani
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.6

Abstract

Artikel penelitian ini bertujuan siswa harus memiliki karakter peduli lingkungan agar terbiasa hidup bersih dan sehat, serta dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan sehari-hari, dengan lingkungan yang kondusif akan tercipta proses pembelajaran yang bermutu. Karakter peduli terhadap lingkungan dapat dibentuk melalui barbagai cara. Salah satunya adalah melalui implementasi program adiwiyata. MIN 1 Ponorogo telah mendapatkan penghargaan tingkat provinsi sebagai sekolah Adiwiyata. Pelaksanaan program Adiwiyata di MIN 1 Ponorogo sudah sesuai dengan 4 komponen program Adiwiyata yang tercantum dalam buku pedoman Adiwiyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan Jenis penelitianstudi kasus. Adapun teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan model Miles and Huberman yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelaksanaan program Adiwiyata melalui 4 komponen program adiwiyata di MIN 1 Ponorogo sudah berjalan dengan baik, dengan melibatkan seluruh stakeholder. (2) Proses pembinaan karakter peduli lingkungan pada pada peserta didik di MIN 1 Ponorogo yaitu melalui: a) pembiasaan. b) keteladanan. c) pembinaan disiplin peserta didik. d) terintegrasi dalam mata pelajaran. e) kegiatan rutin. f) pengkondisian. g) pengembangan budaya sekolah. (3) Faktor pendukung dalam pelaksanaan program adiwiyata dalam membina karakter peduli lingkungan di MIN 1 Ponorogo diantaranya adalah komitmen dari stakeholder madrasah,Sedangkan faktor penghambatnya antara lain adalah belum adanya campur tangan dari kemenag dalam hal pendanaan; lingkungan keluarga.
Studi Korelasi Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru dengan Pengelolaan Kelas di MIN 2 Ponorogo Nuryana Fitrianova
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.7

Abstract

Pengelolaan kelas merupakan suatu hal yang sangat penting di ranah pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar masih sering ditemukan beberapa guru yang memiliki kemampuan pengelolaan kelas rendah. Hal tersebut perlu diselidiki dan diteliti apakah kompetensi guru khususnya kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional berhubungan dengan pengelolaan kelas. Mengingat peran kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru sangatlah penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dari hasil observasi yang dilakukan di MIN 2 Ponorogo didapati peserta didik sering ramai sendiri, ngobrol dengan teman sebangku, mengantuk, bahkan keluyuran keluar dari bangku saat kegiatan pembelajaran. Berangkat dari latar belakang tersebut peneliti merumuskan masalahnya sebagai berikut: (1) Bagaimana kompetensi pedagogik guru di MIN 2 Ponorogo? (2) Bagaimana kompetensi profesional guru di MIN 2 Ponorogo? (3) Bagaimana pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo? (4) Adakah korelasi antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dengan pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru MIN 2 Ponorogo yang berjumlah 16 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu semua populasi dijadikan sampel, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini ada 16 guru. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi berganda (multiple correlation) dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) Kompetensi pedagogik guru di MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 75%. (2) Kompetensi profesional guru MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 62,5% (3) Pengelolaan kelas MIN 2 Ponorogo dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 75% (4) Ada korelasi yang signifikan antara kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru dengan pengelolaan kelas di MIN 2 Ponorogo,dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,726 yang berarti tingkat korelasinya kuat.
Peran Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Akhlak-Sosial di Era Industri 4.0 Hisny Fajrussalam
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.8

Abstract

Perkembangan teknologi di Indonesia, khususnya Jawa Barat ternyata belum dibarengi dengan kesiapan moralitas masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memegang peranan penting dalam menghadapi arus globalisasi ini, sehingga pesantren perlu membimbing masyarakat untuk dapat mengimbangi kemajuan teknologi dan informasi. Bukan tanpa sebab, banyak kasus pelanggaran morali di Indonesia khususnya Jawa Barat yang dilakukan diberbagai kalangan, baik itu pendidikan maupun pemerintahan. Potret inilah yang kemudian menjadi batu loncatan pondok pesantren agar dapat memberdayakan akhlak-sosial di masyarakat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menggali peran pondok pesantren dalam pemberdayaan akhlak-sosial di masyarakat, apalagi Indonesia saat ini sedang demam era baru, yakni era industri 4.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Hasil penelitian menunjukan bahwa program yang dapat dilakukan pondok pesantren guna memberdayakan akhlak-sosial di masyarakat adalah dengan renungan hati, program BKL (Balai Latihan Kerja) Komunitas, dan peduli pendidikan. Ketiga program tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi masyarakat dalam mendidik dan memberdayakan akhlak yang baik.
Implementasi Pendidikan Multikultural di Era Revolusi 4.0: Implementasi Pendidikan Multikultural di Era Revolusi 4.0 Koko Adya Winata
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.9

Abstract

This paper examines and describes the implementation of multicultural education components in the 4.0 revolution era. Multicultural Education provides an understanding of various types of educational activities as an integral part of universal culture. Multicultural education emphasizes a philosophy of cultural pluralism into the education system based on the principles of equality, mutual respect, tolerance, acceptance and understanding. Tolerance in diversity and moral commitment to social justice. Multicultural Education is perceived as an endeavor to achieve the shared life of diverse and heterogeneous human beings in an era of globalization which is full of new challenges. Through multicultural education, students are taught that diversity is a necessity that must be maintained and maintained. The components of multicultural education are directly related to learning objectives, materials, methods, media and evaluations that explain to students about the phenomenon of diversity. The component must be prepared in the implementation of multicultural education that will provide understanding to students such as gender, religion, social, ethnic and urban society. By using qualitative research methods researchers can explain and analyze how the implementation of multicultural education components in the 4.0 revolution era. Keywords: Multicultural Components Educational Implementation, Revolutionary Era 4.0
Penguatan Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa Zazak Soraya
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 1 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i1.10

Abstract

Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, bullying, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.Berbagai masalah pendidikan di Indonesia seperti budaya mencontek, tawuran antar kelompok, bullying, pergaulan bebas, pornografi, narkoba,dan sebagainya saat ini menjadi pertanda bahwa negara ini benar- benar sedang mengalami pengeroposan sendi-sendi kebangsaan. Krisis pendidikan karakter ini perlu menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. Sejatinya, sumber daya manusia merupakan faktor terbesar dalam kemajuan bangsa. Maka, sebuah bangsa bisa hancur jika generasi penerusnya kehilangan karakter. Oleh karena itu, proses pendidikan idealnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif saja, namun juga diperlukan keseimbangan pada ranah aspek afektif dan psikomotorik. Dengan demikian, penguatan pendidikan karakter bukan sebuah keniscayaan untuk dikembangkan pada lembaga pendidikan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi dekadensi moral serta meneguhkan kembali jati diri bangsa.
Manajemen Karakter Peserta Didik Pesantren di Era Pandemi (Studi Kasus Smp Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka II Padang) Wahyu Fitrina Defi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2020): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v1i2.15

Abstract

Karakter merupakan poin terpenting yang harus dicapai dalam proses pembelajaran dan ini sesuai dengan kurikulum yang diusung di era kini. Proses pembelajaran yang berlangsung biasanya, face to face pada lembaga pesantren yang notabene kehidupannya dikontrol selama dua puluh empat jam kini mulai berubah di era pandemi ini. Virtual learning process membuat semua aspek yang terkait untuk terbiasa secara online pada setiap kegiatan belajar mengajar di pesantren. Walaupun proses pembelajaran yang berlangsung secara virtual namun kontrol terhadap perilaku peserta didik sebagai bagian dari karakter tetap diupayakan agar sama porsinya dengan proses pembelajaran secara langsung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, wali kelas, guru pesantren, dan kepala pesantren. Adapun temuan penelitian terkait manajemen karakter peserta didik di SMP Pesantren Modern Terpadu Prof. Dr. Hamka II Padang adalah: 1) Perencanaan karakter, 2) Pelaksanaan karakter, 3) Pengorganisasian karakter, 4) Pengevaluasian karakter dengan berbasis virtual via whatsapp, video pembelajaran, dan google classroom. Selain itu pembentukan tim dalam kontrol karakter di pesantren ini diperlukan dan dengan istilah “Hamka Peduli”.

Page 1 of 11 | Total Record : 102