cover
Contact Name
Aris Nurbawani
Contact Email
nurbawani@uinponorogo.ac.id
Phone
+6285235896992
Journal Mail Official
sajiem@uinponorogo.ac.id
Editorial Address
Kampus1: Jl. Pramuka No.156 Ronowijayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia Kampus 2: Jl. Puspita Jaya, Jenangan, Ponorogo, Jawa Timur , Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management
ISSN : 27160599     EISSN : 27159604     DOI : https://doi.org/10.21154/sajiem
Core Subject : Education, Social,
The journal focuses on the issue of Education Management. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management will consider for publications original research as well as technical reports that can further our understanding of Islamic Education Management in Southeast Asian issues and concerns. The journal subjects the following special sections: Islamic Education Management Educational Innovation Education Management Educational Managerial Supervision Leadership of Educational Institutions Marketing management of educational institutions Management of Islamic boarding schools (Pesantren) Quality management of educational institutions
Articles 102 Documents
Implementasi Supervisi Pendidikan di SDN 246 Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Tasdin Tahrim; Firman Patawari; Ali Nahruddin Tanal
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.52

Abstract

Abstract This study aims to determine the educational supervision plan, educational supervision feedback for the principal or teacher, and the techniques used in educational supervision at SDN 246 Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. The type used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation study. The research subjects were teachers and administrative staff. The results showed that: (1) the education supervision plan carried out at SDN 246 Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu is to prepare RPP, syllabus, list of scores, absence of annual programs and semester programs. (2) educational supervision feedback to the principal or teacher, namely verbal (verbal), providing comments on the results of direct observation of the learning process through face-to-face, no distance or equipment used. This method is usually carried out by talking to each other / dialogue, interviews, meetings, speeches, and discussions. Apart from that, giving comments can also be done indirectly through intermediary tools such as telephones, cellphones, etc. because of the distance between the speaker and the interlocutor. Non-verbal (written), providing comments on the results of observations of the learning process by means of writing without direct conversation using short, clear, and understandable language by the recipient. This method can be in the form of correspondence, sms, e-mail, learning photos, and so on. (3) There are 2 types of techniques used in SDN 246 Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu, namely direct supervision, which means that the supervisor goes directly to the class to see the learning of students from beginning to end. While administrative supervision is only the administrative aspects that are assessed. Keywords: educational supervision
Karakteristik Tugas Manajamen Puncak Dalam Pendidikan Islam Muh. Shulthon Rachmandhani; Edi Irawan
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.58

Abstract

Abstrak Manajemen puncak (top management) memiliki arti sebagai sekumpulan individu yang memegang gelar, CEO, presiden, atau ketua dewan. Biasanya dalam perusahaan terdapat dua orang yang menempati posisi manajemen puncak, yang satu berposisi sebagai presiden, dan salah satu diantaranya memegang posisi sebagai Chief Executive Officier (CEO). Di SMP Muhammadiyah 4 Balong Ponorogo, posisi manajemen puncak tersebut dijabat oleh wakil kepala sekolah. Tugas wakil kepala sekolah adalah sebagai berikut: 1) Bidang administrasi. 2) Bidang ke-Islaman dan Kemuhammadiyahan. 3) Bidang kesiswaan. 4). Bidang sarana dan prasarana. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tugas wakil kepala sekolah sebagai manajemen puncak dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif berjenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen puncak telah melaksanakan tugasnya yang terkait dengan pendidikan Islam di SMP Muhammadiyah 4 Balong Ponorogo. Adapun tugas Wakasek meliputi; 1. Wakasek kurikulum. 2. Wakasek Ismuba. 3. Wakasek Kesiswaan. 4. Wakasek Sarana dan Prasarana. Di mana masing-masing wakask tersebut memiliki karakteristik tugas masing-masing yaitu: 1. Wakasek kurikulum di dalam menjalankan tugasnya karakteristik yang dimilikinya sebagai eksekutif manajer. 2. Wakasek Ismuba di dalam menjalankan tugasnya karakteristik yang dimilikinya sebagai edukator, dan administrator. 3. Wakasek kesiswaan di dalam menjalankan tugasnya memiliki karakteristik sebagai administrasi. 4. Wakasek sarana dan prasarana di dalam menjalankan tugasnya memiliki karateristik sebagai eksekutif manajer. Keywords: Manajemen Puncak, Pendidikan Islam
Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Akidah Akhlak di MI Muhammadiyah Kartasura Muhammad Irfan Irfan; Yusuf Rohmadi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.59

Abstract

Abstract This research was conducted to determine the principal's management in improving the professionalism of the akidah akhlak teachers at MI Muhammadiyah Kartasura and the inhibiting and supporting factors. This research approach uses a qualitative descriptive. The results of the study can be described as follows: 1. A teacher in order to increase his professionalism in carrying out his duties as a teacher, he must understand, master, and be skilled in using new learning resources. The role or efforts taken by the school principal in improving the professional competence of akidah akhlak teachers include the role of educator, manager, administrator, supervisor, and motivator. 2. The results of the inhibiting and supporting factors are: The inhibiting factor is the infrastructure and students while the supporting factor is the teachers who have a good educational background and there is good cooperation between teachers and fellow teachers, and teachers and principals.   Keywords: Management, principals, professionalism    
Reality, Expectations And Policy Of Madrasah Management In The Era Of Regional Autonomy Ahmad Zarkasyi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.61

Abstract

Abstract The existence of madrasas cannot be separated from Muslims' initial goals and needs for the importance of education. However, the chaotic legal basis also causes the management of madrasas that are not optimal. Education Statistics Data from the Ministry of Education and Culture and EMIS data from the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia in 2015 showed the number of madrasas was 76,583 or around 21.31% of the existing schools. By analyzing madrasas, opportunities will be obtained, especially in the era of regional autonomy, and strategies to produce policies intended to strengthen the role and function of madrasas for the community.   Keywords : madrasah, education policy, regional autonomy
Analisis Kompetensi Guru Non Sertifikasi Pendidik Dalam Menanamkan Nilai-nilai Religius Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah An-Nur Rambipuji Khoirul Rochim; M. Khoirul Hadi Al-Asy’ari
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.62

Abstract

Kompetensi guru sebagai kemampuan yang harus dimiliki dalam mengemban tugas sebagai pendidik, sebab ini sebagai syarat dalam mengemban tugas dalam pelaksanaan pembelajaran. sertifikasi pendidik ini sebagai syarat dalam menentukan profesionalitas seorang pendidik. Sehingga seorang pendidik diharuskan mempunyai sertifikat pendidik dalam mengemban tugas profesionalitas pendidik. Terdapat asumsi bahwa seorang guru non sertifikasi pendidik belum dikatakan sebagai profesionalitas pendidik, karena tidak mempunyai sertifikat pendidik. Tujuan dalam penelitian ini, bagaiman konsep kompetensi guru?, bagaiman penanaman nilai-nilai religius? Serta bagaiman penanaman nilai-nilai religius dalam pendidik agama islam?. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Teknik dalam pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data ini sebagai proses dan menyusun sistematis data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data, dengan begitu analisis data yang digunanakan dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif model, Miles, huberman dan Saldana yakni, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa, dalam penanaman nilai-nilai religius peserta didik dianjurkan sholat dhuha berjamaah. Dengan tujuan peserta didik dapat membiasakan shalat dhuha diwaktu pagi. sehingga diharapkan semuanya dapat menanamkan jiwa atau kedisiplinan bahwa shalat dhuha sebagai bentuk atas rasa syukur yang diberikan kepada Allah SWT. Serta membiasakan juz 30 yang dibaca, ini bertujuan agar membaca dan menghafal dapat terjalin dengan seutuhnya dalam diri peserta didik. Artinya menanamkan membaca dan menghafal ayat dan makna Al-Quran memberikan daya motivasi dalam belajar dengan bersungguh-sungguh. penanaman nila-nilai religius dalam kegiatan 3S (senyum,sapa,salam), yang diprogramkan guru pendidikan agama Islam. kebiasaan ini diharapkan menjadi budaya nantinya, yang selalu tertanam dalam jiwa peserta didik baik di sekolah maupun luar sekolah. Kata Kunci: Kompetensi Guru, Nilai-Nilai Religius, Penanaman Nilai-Nilai Religius Mapel PAI
Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013 Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.64

Abstract

Abstrak: Perdebatan panjang terjadi khususnya dalam hal teori belajar. Bermuara pada pertanyaan, apakah siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya atau guru satu-satunya sumber belajar utama? Ki Hajar Dewantara dalam sejarahnya merupakan tokoh awal pendidik Indonesia yang visioner. Beliau membentuk Taman Siswa untuk menentang konsep pendidikan ala Belanda yang menghegemoni dan menjajah (Inferiority complex) kaum pribumi kala itu, sehingga membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir secara merdeka. Konsep “berfikir merdeka” itulah, yang saat ini ditangkap oleh pemerintah melalui penerapan Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis, dengan tokohnya Gadamer. Penelitian ini ingin mengungkap (1) Bagaimana konsep teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara? (2) Bagaimana relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai teori belajar konstruktivisme dengan Kurikulum 2013? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Teori Belajar Konstruktivisme dan relevansinya dengan Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara yaitu: (1) Kesetaraan antara Peserta Didik dan Guru (2) Pemanfaatan sumber belajar lingkungan dan budaya (3) Pembelajaran berbasis observasi (4) Pembelajaran merdeka (5) Tut Wuri Handayani. Kedua, pemikiran Ki Hajar Dewamtara atas Relevansinya dengan Kurikulum 2013 dikaji melalui 2 aspek, yaitu: penekanan instruksional serta peran guru dan siswa.
Peran Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Kinerja Tinggi Tenaga Pendidik di Sekolah Dasar Muhammadiyah Terpadu Ponorogo Wahid Hariyanto; Septy Prasetyaning Tyas
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik peran Kepala Sekolah SDMT Ponorogo dalam mewujudkan budaya kinerja tinggi khususnya padabudaya kinerja tenaga pendidik. Mengingat tenaga pendidik merupakan ujung tombak keberhasilan dalam sebuah pendidikan. Dengan kata lain bermutu tidaknya pendidikan tergantung dari kinerja tenaga pendidiknya. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk meningkatkankinerja tenaga pendidik dengan cara merekayasa budaya kerja sehingga menciptakan budaya kinerja tinggi.Hal tersebut dikarenakan berdasarkan penelusuruan belum ada penelitian yang mengupas peran kepala sekolah dalam mewujudkan budaya kinerja tinggi di lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini kepala sekolah dan seorangtenaga pendidik. Adapun cara mengumpulkan data dengan metode wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan konsep dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis menyimpulkan bahwa 1) peran kepala sekolah dalam mewujudkan budaya kinerja tinggi dilakukan dengan sistem collaborative principal rolesyang meliputi peran educator (memberikan pembinaan), motivator (memberikan motivasi kerja), supervisor (mengawasi jalannya kegiatan),leader (memimpin dengan sistem delegasi pada setiap kegiatan), manager (mengelola kegiatan berbasis time schedule). 2) usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam menciptakan budaya kinerja tinggi adalah denganpenerapan sistem kerja berbasis full timer dan part timer, penerapan prinsip otoritas dan delegasi, pemantauan kinerja (supervisi), penerapan prinsip keadilan dalam hal insentif, dan penerapan the right man in the right place.   Kata Kunci: Peran Kepala Sekolah; Budaya Kinerja Tinggi
Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Madrasah Sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru Untuk Memotivasi Belajar Siswa MTs Muqoddimatul Akhlak Curah Wungkal Silo Jember Achmad Karimulah; Nur Ittihadatul Ummah
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 1 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i1.74

Abstract

Pelaksanaan supervisi akademik merupakan hal penting dalam sebuah Madrasah. Dengan adanya supervisi akademik diharapkan dapat memberikan penyegaran bagi guru dalam bentuk bantuan teknis, bimbingan, pembinaan dan perbaikan kinerja sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru untuk memotivasi siswa belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian adalah: (1) Pelaksanaan supervisi akademik Kepala Madrasah dalam membantu guru menyusun rencana pembelajaran sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru untuk memotivasi belajar siswa dengan membimbing guru membuat rencana pembelajaran (RPP) dan perangkat pembelajaran, menfasilitasi guru yang mengalami kesulitan dan memberikan penilaian dan saran revisi untuk perbaikan perangkat pembelajaran. Teknik supervisi yang dilakukan yakni pertemuan individu (2) Pelaksanaan supervisi akademik Kepala Madrasah dalam membantu mengembangkan kemampuan guru mengelola proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru untuk memotivasi belajar siswa dengan melakukan supervisi guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan teknik supervisi kunjungan kelas, observasi kelas dan pertemuan individu. Penilaian pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh Kepala Madrasah adalah proses pembelajaran di kelas yang meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup (3) Pelaksanaan supervisi akademik Kepala Madrasah dalam membimbing perilaku mengajar guru sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru untuk memotivasi belajar siswa yaitu Kepala madrasah senantiasa mengingatkan dan memberi contoh perilaku yang baik kepada para guru dengan teknik supervisi penilaian diri sendiri dan pertemuan individu.   Kata kunci: Supervisi Akademik, Profesionalisme Guru, Motivasi Belajar siswa
Rumah MODEM: Inovasi Aplikasi sebagai Upaya Membangun Moderasi Beragama di MAN 2 Tulungagung Khoirul Mudawinun Nisa; Salsabila Shofa Harsan; Nisrina Nur Elysia; Zakkiya Ashhabul Yumna
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 1 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i1.75

Abstract

Terdapat beberapa permasalah terkait dengan keberagamaan di madrasah, di antaranya (1) Minimnya informasi tentang moderasi beragama. (2) Minimnya wadah pengembangan diri tentang nilai-nilai moderasi beragama. (3) Kaum milenial rawan disisipi faham radikalisme beragama. Melalui identifikasi ketiga permasalahan yang ada, maka peneliti berinisiatif untuk membuat aplikasi digital berupa “Rumah MODEM (Rumah Moderasi Beragama)” berbasis Linktree. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui tahapan pengembangan aplikasi digital Rumah Modem di MAN 2 Tulungagung. (2) Menginternalisasi nilai moderasi beragama melalui aplikasi digital Rumah Modem di man 2 Tulungagung. (3) Menguji efektifitas produk digital Rumah Modem di MAN 2 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and development). Hasil penelitian menunjukkan: (1)Pengembangan aplikasi digital Rumah MODEM berdasarkan pada tahapan R & D model pengembangan 4D (four-D) yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu; define, design, develop, dan disseminate. (2) Nilai yang diinternalisasikan pada warga MAN 2 Tulungagung mengacu pada pada teori Lickona (components of good character) yang meliputi moral knowing, moral feeling, and moral behavior. (3) Kelayakan aplikasi digital Rumah Modem yang dikembangkan oleh peneliti dapatdilihat dari aktivitas pengunjung linktree denganrincian 207 klik dan 152 views. Sedangkan yang mengisi angket efektifitas produk adalah sebanyak 38 orang dengan hasil: rata-rata hasil keseluruhan adalah 3,89 dengan kesimpulan aplikasi Rumah MODEM yang dikembangkan sangat efektif. Kata Kunci: Aplikasi Digital, Rumah MODEM, Moderasi Beragama
Upaya Komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) Dalam Meningkatkan Literasi Melalui Ahad Literasi Di Desa Bringin Kauman Ponorogo Anggraini Nurpitasari; Muhammad Heriyudanta; Marjanji; Galuh Sitaresmi
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat baca anak di desa Bringin Kauman Ponorogo. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya membaca, kebiasaan anak yang lebih memprioritaskan untuk bermain gadget dari pada membaca buku ditambah dengan sekolah yang meliburkan siswa untuk tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas tetapi meminta untuk belajar di rumah selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam kegiatan literasi, upaya yang dilakukan dalam meningkatkan literasi, faktor pendukung dan penghambat serta implikasi program ahad literasi bagi anak-anak. Untuk menjawab penelitian diatas peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian data deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data mengunakan redukasi data, penyajian data, dan pengambilan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kesimpulan adalah eksistensi komunitas Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam kegiatan literasi yaitu memberikan fasilitas dengan menyediakan berbagai buku dan tempat yang nyaman untuk kegiatan literasi bagi anak-anak yang berkunjung ke lapak buku. Upaya yang dilakukan oleh Bringin Muda Bersemi (BMB) dalam meningkatkan literasi dengan berbagai program kegiatan sebagai berikut: mengadakan kegiatan yang tidak berhubungan dengan buku, mengadakan penambahan koleksi buku, melakukan pendampingan bimbingan belajar, mengadakan bimbingan belajar. Faktor pendukung berasal dari lingkungan keluarga dan lingkungan luar. Implikasi program ahad literasi bagi anak-anak di desa bringin memberikan dampak positif. Dibuktikan antusias anak mengikuti kegiatan literasi sebelum kegiatan dimulai, mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya belum didapatkan di luar lingkungan sekolah, kebiasaan anak yang awalnya datang untuk bermain tetapi sekarang digunakan untuk membaca walaupun tidak semua anak. Kata Kunci: Komunitas Literasi

Page 4 of 11 | Total Record : 102