cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VCT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM MEMBENTUK NILAI MORAL PESERTA DIDIK Siska Damayanti; Wafa Khairunisa; Nur Fajriani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi semakin membuat dunia pendidikan menghadapi persoalan krisis nilai moral dan karakter yang semakin memprihatinkan. Oleh karena itu dibutuhkan adanya variasi model pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan yang berfokus kepada pembinaan nilai moral atau afektif peserta didik sebagai warga negara muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran VCT pada pembelajaran PPKn dan implikasinya terhadap teori belajar humanistik dalam membentuk nilai moral peserta didik di SMP Negeri 70 Bandung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran VCT dan implikasinya terhadap teori humanistik dalam membentuk nilai moral kejujuran dan tanggung jawab dilakukan dengan tahap: (1) tahap persiapan dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) tahap penayangan, pengamatan, dan analisis isi video, (3) presentasi hasil pengamatan dan analisis video, (4) tahap klarifikasi nilai, (5) tahap verifikasi dan kesimpulan, (6) tahap rencana implementasi nilai-nilai kehidupan. The development of the times and technology has increasingly made the world face the problem of a crisis of moral values and character that is increasingly apprehensive. Therefore, it is necessary to have a variety of learning models in civics education that focus on fostering the moral or affective values of students as young citizens. The purpose of this study was to determine the application of the VCT learning model to civics learning and its implications for humanistic learning theory in shaping the moral values of students at SMP Negeri 70 Bandung. This is qualitative research with a descriptive method. The results of the study show that the application of the VCT learning model and its implications for humanistic theory in forming the moral values of honesty and responsibility is carried out in the following stages: (1) the preparation stage by preparing a lesson plan; (2) the stage of showing, observing, and analyzing video content; (3) the presentation of observation and analysis results; (4) the value clarification stage; (5) the verification and conclusion stage; and (6) the life values implementation plan stage.
MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN DOMINO KEBERAGAMAN: PRAKTIK BAIK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PPKn Dyah Setiyarini; Syaharuddin
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memainkan peran vital dalam pembentukan karakter dan integritas siswa. Penelitian ini menyelidiki penggunaan kartu domino sebagai media pembelajaran PPKn berstrategi diferensiasi di kelas IX SMP Negeri 5 Batu Ampar. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi, diikuti analisis data melalui reduksi, kategorisasi, penyajian, dan kesimpulan. Langkah pembelajaran meliputi: 1) survei kebutuhan belajar, 2) desain pembelajaran dengan media domino beragam, 3) pemberian peluang variasi dalam mereview konten, 4) permainan domino beragam selama 30 menit, dan 5) apresiasi bagi siswa berprestasi. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Domino Keberagaman dalam PPKn sesuai kebutuhan dan minat siswa, mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran dengan kartu domino dapat membantu pemahaman siswa terhadap materi. Penelitian ini menggarisbawahi potensi metode pengajaran inovatif untuk sejalan dengan preferensi siswa dan meningkatkan lingkungan pembelajaran yang efektif. Pancasila and Civics Education (PPKn) are crucial for nurturing students' character and integrity. To enhance learning engagement and outcomes, a study investigated using the domino card game as a teaching tool for 9th graders at UPTD SMP Negeri 5 Batu Ampar. This qualitative research employed interviews and documentation to gather data, followed by analysis steps like data reduction, categorization, presentation, and drawing conclusions. The process involved: 1) Assessing learning needs, 2) Designing diversified domino media, 3) Enabling various approaches to reviewing presented content, 4) Engaging students in a 30-minute diversity domino game, and 5) Recognizing students' game performance. Results indicated that Domino Diversity in Civics learning resonated with students' needs and interests, suggesting that employing domino card games as learning strategies could effectively enhance students' understanding of the material. This research highlights the potential of innovative teaching methods to align with student preferences and foster a more effective learning environment.
PEMBINAAN SIKAP DEMOKRATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PPKN DI SDN 17 REJANG LEBONG Atika Susanti; Ady Darmansyah; Kristian Harianto
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan lingkungan yang dirancang untuk mempersiapkan siswa menjadi calon warga negara yang baik. Salah satu tujuan SDN 17 Rejang Lebong adalah memberikan keterampilan dasar kepada siswa untuk menyesuaikan diri di masyarakat. Pembentukan calon warga negara yang baik merupakan tujuan khusus pembelajaran PPKn. Salah satu sikap yang harus dikembangkan untuk menjadi warga Indonesia yang baik adalah demokratis. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembinaan sikap demokratis siswa kelas VI melalui pembelajaran PPKn di SDN 17 Rejang Lebong. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data adalah lembar pedoman observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan melakukan kegiatan data collection, data condensation, data display, conclusion drawing. Simpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan sikap demokratis melalui pembelajaran PPKn di kelas VI SDN 17 Rejang Lebong dilaksanakan dalam kegiatan diskusi kelompok, pembelajaran dengan praktik pemilihan ketua kelas, penerapan model pembelajaran yang menyenangkan berupa permainan. Kegiatan pembinaan ini terus berkembang pada ranah praktis. School is an environment designed to prepare students to become good citizens. One of the goals of elementary school 17 Rejang Lebong is to provide students with basic skills to adapt to society. The formation of good prospective citizens is the specific goal of Civics learning. One of the attitudes that must be developed to become a good citizen of Indonesia is democracy. The aim of the research was to describe the development of the democratic attitude of class VI students through Civics learning at elementary school 17 Rejang Lebong. The research method used by researchers is descriptive qualitative. Data collection techniques using observation techniques, interviews and documentation. The data collection instruments were observation guide sheets, interview sheets and documentation. Data were analyzed by carrying out data collection activities, data condensation, data display, conclusion drawing. The conclusions from the results of the study indicate that fostering democratic attitudes through Civics learning in class VI of elementary school 17 Rejang Lebong is carried out in group discussion activities, learning by practicing selecting class leaders, applying fun learning models in the form of games. This coaching activity continues to develop in the practical realm.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Abdul Basit; Kokom Komalasari; Sapriya; Rahmat
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran sesuai dengan kebutuhan abad 21, sesuai perkembangan IPTEKS, dan dapat mengakomodir keinginan siswa tanpa adanya marginalisasi. Salah satu model pembelajaran yang sangat direkomendasikan oleh pemerintah adalah model projek based learning (PjBL) sesuai dengan implementasi kurikulum merdeka. Metode penelitian dilakukan di SMAN 8 Malang dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi, pengolahan data dan verifikasi dan kesimpulan secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ditemukan bahwa model PjBL mampu meningkatkan keterampilan siswa dengan baik. Model PjBL yang terdapat di SMAN 8 Malang telah digunakan oleh guru pendidikan Pancasila sebelum adanya IKM. Adanya pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) selama 1 tahun berjalan memperkuat posisi model pembelajaran ini. Sebab, tidak hanya pendidikan Pancasila saja harus memiliki luaran, melainkan seluruh mata pelajaran wajib menghasilkan produk atau hasil laporan baik secara individu maupun secara berkelompok. Dengan demikian, model PjBL menjadikan mereka terbiasa untuk terampil terutama dalam kerjasama, kolaborasi dan berkomunikasi dengan baik. Model PjBL juga mampu mengintegrasikan seluruh warga sekolah dengan lingkungan sekitar (kontekstual) dan memiliki dampak langsung yang sangat berharga pada pengalaman belajar mereka. A good learning model is a learning model that suits the needs of the 21st century, is in line with developments in science and technology, and can accommodate students' desires without marginalization. One learning model that is highly recommended by the government is the project based learning (PjBL) model in accordance with the implementation of the independent curriculum. The research method was carried out at SMAN 8 Malang using a descriptive qualitative approach. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation studies. Data analysis uses reduction, data processing and verification and comprehensive conclusions. Based on the research results obtained, it was found that the PjBL model was able to improve students' skills well. The PjBL model at SMAN 8 Malang was used by Pancasila education teachers before the existence of IKM. The implementation of a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) for 1 year has strengthened the position of this learning model. Because, not only Pancasila education must have outcomes, but all subjects must produce products or report results both individually and in groups. Thus, the PjBL model makes them accustomed to being skilled, especially in cooperation, collaboration and communicating well. The PjBL model is also able to integrate all school members with the surrounding environment (contextual) and has a very valuable direct impact on their learning experience.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD SEARCH PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Peri Sandria; Mohamad Syahri
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat keaktifan belajar siswa selama proses pembelajaran disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya motivasi siswa, kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan sumber belajar, kurangnya ketepatan guru dalam memilih media dan materi pembelajaran, monotonnya gaya mengajar guru, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peningkatan keaktifan belajar siswa setelah menerapkan media pembelajaran word search puzzle dalam proses pembelajaran PPKn. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negaeri 1 Batu. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tingkat keaktifan siswa pada siklus II. Pada siklus II, sebanyak 27 siswa aktif selama proses pembelajaran, dengan persentase 84%, sementara 5 siswa masih pasif dengan persentase 16%. Sebelumnya, pada siklus I hanya 23 siswa yang aktif, dengan persentase 72%, dan 9 siswa masih pasif, dengan persentase 28%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan media pembelajaran word search puzzle dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran PPKn. The problem in this study is the low level of active student learning during the learning process caused by several factors, such as lack of student motivation, lack of teacher skills in using learning resources, lack of teacher accuracy in selecting media and learning materials, monotonous teacher teaching style, and limited learning facilities . The purpose of this study was to identify an increase in student learning activity after applying the word search puzzle learning method in the Civics learning process. This research was conducted in class VII SMP Negeri 1 Batu. This type of research includes classroom action research (CAR), which consists of two cycles. The subjects of this classroom action research were class VII students. The results showed an increase in the level of student activity in cycle II. In cycle II, 27 students were active during the learning process, with a percentage of 84%, while 5 students were still passive with a percentage of 16%. Previously, in cycle I, only 23 students were active, with a percentage of 72%, and 9 students were still passive, with a percentage of 28%. The conclusion of this research is that the application of word search puzzle learning media can increase student learning activeness in the PPKn learning process.
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KARYA TULIS ILMIAH SKRIPSI MELALUI WORKSHOP DAN COACHING Nurmalia Dewi; Hendra; Khoirunnisa
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah skripsi mahasiswa prodi PPKn Universitas Jambi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh penulis kepada ketua program studi PPKn perlu diadakan peningkatan dalam penulisan skripsi kepada mahasiswa. Kegiatan penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan yang didapatkan ialah melalui kegiatan workshop dan coaching mahasiswa sudah bisa menghasilkan proposal penelitian yang memenuhi ketentuan penulisan skripsi dari Universitas Jambi. This research aims to improve the quality of thesis scientific work of Jambi University PPKn study program students. Based on initial observations made by the author to the head of the PPKn study program, there needs to be improvement in thesis writing for students. Research activities were carried out in three stages, namely planning, implementation and evaluation. Data was collected through interviews, observation and documentation. The conclusion obtained is that through workshops and coaching activities, students can produce research proposals that meet the thesis writing requirements of Jambi University.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PERMAINAN SOS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR Ririn Hidayati; Roro Nanik Setyowati; Fuji Astutik
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menurut konsep Ki Hajar Dewantara, merupakan sebuah upaya untuk membentuk individu yang berpikir, berdaulat dan merdeka dalam berkehidupan. Salah satu pendidikan paling penting adalah pendidikan yang berkaitan pada pembentukan karakter yang terintegrasi pada mata pelajaran PPKn. Pada penyelenggaraannya disekolah, PPKn dianggap sebagai materi pelajaran yang membosankan karena penguasaannya menuntut siswa untuk menghafalkan materi. Hal ini akan berdampak pada minat peserta didik pada materi pelajaran PPKn. PTK ini dilakukan bertujuan untuk dapat meningkatkan minat belajar peserta didik UPT SMP Negeri 18 Gresik dikelas VIII-I pada Materi Pelajaran Sumpah pemuda dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika dengan memodifikasi antara model pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw dengan media permainan SOS. PTK ini dilakukan selama 2 siklus, dengan setiap siklus terdapat 2 kali pertemuan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa minat peserta didik pada materi pelajaran Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhineka Tunggal semakin meningkat pada siklus 1 ke siklus 2 sebanyak 64%, sehingga dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Education according to the concept of Ki Hajar Dewantara, is an effort to form individuals who think, are sovereign and independent in life. One of the most important education is education related to character building that is integrated in PPKn subjects. In its implementation at school, PPKn is considered a boring subject matter because its mastery requires students to memorize the material. This will have an impact on students' interest in PPKn subject matter. This PTK aims to increase the interest in learning students of UPT SMP Negeri 18 Gresik in class VIII-I on the Youth Oath Learning Material in the Bhineka Tunggal Ika Frame by modifying the Jigsaw-type Cooperative Learning learning model with SOS game media. This PTK is carried out for 2 cycles, with each cycle there are 2 meetings.The results of the research that has been carried out show that students' interest in the subject matter of Youth Pledge in the Single Bhineka Frame is increasing in cycle 1 to cycle 2 by 64%, so it can be concluded that the actions taken are in accordance with the characteristics and needs of students.
PENGEMBANGAN HANDOUT DIGITAL BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA FASE B DENGAN MODEL PEMBELAJARAN RICOSRE DI SEKOLAH DASAR Maya Novitasari; LR Retno Susanti; Evy Ratna Kartika Waty
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pandemi covid-19 mengubah sistematika proses pembelajaran secara signifikan. Hal ini menjadi pemicu problematika dalam proses pembelajaran karena tidak semua sekolah sudah menciptakan bahan ajar digital yang menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar digital berupa handout dengan mengacu pada model pembelajaran Reading, Identifying, Contruction, Solving, Reviewing, Extending (RICOSRE) pada materi makna sila-sila Pancasila dan menerapkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang termuat pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Fase B. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan yang mengacu pada model rowntree. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, angket dan forum group discussion (FGD). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hasil analisis kebutuhan, meliputi; 1) terdapat 70,20% peserta didik yang belum mencapai KKM dan 29,80% peserta didik yang sudah mencapai KKM pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Fase B, 2) peserta didik memiliki minat membaca yang rendah, 3) peserta didik mengalami penurunan hasil belajar, 4) belum terdapat bahan ajar digital yang menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini dapat dikembangkan menjadi pengembangan handout digital berbasis canva pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila fase B dengan model pembelajaran RICOSRE di Sekolah Dasar. Diharapkan handout digital ini mampu membantu peserta didik meningkatkan minat membaca, berpikir kritis dan mampu meningkatkan hasil belajarnya. The Covid-19 pandemic has significantly changed the systematics of the learning process. This triggers problems in the learning process because not all schools have created digital teaching materials that support the learning process. This study aims to create digital teaching materials in the form of handout with reference to Reading, Identifying, Contruction, Solving, Reviewing, Extending (RICOSRE) learning model on the material meaning of the Pancasila precepts and applying the Pancasila precepts in everyday life contained in Pancasila subjects Phase B. This reasearch method used is development research which refers to the rowntree model. Data collection techniques through observation, interviews, questionnaire and group discussion forums. Based on the research results, it can be concluded that the results of the needs analysis include; 1) there are 70,20% of students who have not reached the minimum completeness criteria and 29,80 of students who have achieved the minimum completeness criteria in the Pancasila Education Phase B subject, 2) students have low interest in reading, 3) learning outcomes students decreased, 4) there are No. digital teaching material that support the learning. This research can be developed into the development of canva based digital handouts on the Pancasila Education subject phase B with the RICOSRE learning model in Primary School. I tis hoperd that this digital handout will be able to help students increase their interest in reading, think critically and be able to improve their learning outcomes.
ANALISIS KRITIS PEMIKIRAN TOKOH POLITIK DUNIA DALAM MENGEMBANGKAN HIGH ORDER THINKING SKILL MAHASISWA Asep Ikbal; Eli Karliani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini meneliti tentang optimalisasi peran media sosial youtube dalam mengembangkan High Order Thinking Skill (HOTS) mahahasiswa pada mata kuliah filsafat politik. Pengembangan cara berpikir tingkat tinggi dilakukan melalui kegiatan analisis kritis pemikiran tokoh politik dunia yang dituangkan ke dalam bentuk video serta dikanalisasi secara terstruktur. Mata kuliah filsafat politik yang mengandung substansi pemikiran-pemikiran politik dunia dari yang pada umumnya dianggap sulit diubah menjadi lebih menyenangkan melalui strategi satu mahasiswa satu tokoh. Indikator keberhasilan pengembangan high order thinking skill mahasiswa dibuktikan melalui presentasi pemikiran tokoh serta relevansinya dengan kondisi saat ini secara lisan tanpa bantuan media apapun. Beberapa bagian penting dalam riset ini, pertama bahwa kanalisasi video pemikiran tokoh politik dunia menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mendalami pemikiran tokoh yang diinginkan. Kedua, dengan adanya fokus mahasiswa membahas pemikiran salah satu tokoh menjadikannya ahli serta ketiga, metode pembelajaran yang diterapkan memberikan dampak yang lebih luas dan berkesinambungan. This research examines the optimization of the role of social media YouTube in developing students' High Order Thinking Skills (HOTS) in political philosophy courses. The development of high-level thinking is carried out through critical analysis of the thoughts of world political figures which are poured into videos and channelized in a structured manner. Political philosophy courses that contain the substance of world political thoughts, which are generally considered difficult to change, become more enjoyable through the one student one figure strategy. Indicators of success in developing students' high order thinking skills are proven through verbal presentations of figures' thoughts and their relevance to current conditions without the aid of any media. Several important parts of this research are, first, that the video channelization of the thoughts of world political figures becomes a vehicle for students to explore the thoughts of the desired figures. Second, with the focus of students discussing the thoughts of one of the figures making him an expert and third, the learning methods applied have a wider and more sustainable impact.
URGENSI PENGEMBANGAN BUKU AJAR MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF DAN INOVATIF DI PERGURUAN TINGGI Camellia; Puspa Dianti; Deskoni
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui urgensi dari pengembangan Buku Ajar Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di perguruan Tinggi. Mengingat buku ajar merupakan salah satu komponen atau sumber belajar yang dapat digunakan oleh dosen dan mahasiswa dalam proses pencarian informasi mengenai materi yang sedang dipelajari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang mencoba menggali berbagai informasi dari berbagai sumber referensi seperti berbagai jurnal dan buku. Setelah pengkajian dari berbagai literatur dilakukan analisis dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian dan analisis dari berbagai literatur yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa pengembangan Buku Ajar Media Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di Perguruan Tinggi penting untuk dilakukan sehingga dapat menambah alternatif sumber pembelajaran yang tersedia saat ini. Dengan adanya buku ajar ini diharapkan proses pembelajaran akan menjadi lebih menarik serta inovatif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya. The purpose of writing this article is to determine the urgency of developing Creative and Innovative Learning Media Textbooks in higher education. Remembering that textbooks are one component or learning resource that can be used by lecturers and students in the process of searching for information regarding the material being studied. The method used in this research is a literature study which tries to dig up various information from various reference sources such as various journals and books. After reviewing various literature, analysis and conclusions are drawn. Based on the results of the study and analysis of various literature carried out, it was concluded that the development of Creative and Innovative Learning Media Textbooks in Higher Education is important because the available learning resources are still limited in Creative and Innovative Learning Media Courses and students need a primary reference source. to carry out the lecture activities.

Page 3 of 10 | Total Record : 99