cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
ARAT SABULUNGAN AS A RELIGIOUS IDENTITY OF MENTAWAI COMMUNITY Budi Juliardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.25

Abstract

Sebagai negara majemuk, Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mempunyai adat istiadat, budaya, tradisi dan kepercayaan masing-masing. Salah satu suku bangsa yang menghuni nusantara adalah suku Mentawai yang bermukim di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat Mentawai masih mempercayai Arat Sabulungan sebagai sistem keagamaan mereka. Artikel ini ingin mengkaji eksistensi masyarakat Mentawai dalam menjaga dan melestarikan kepercayaan Arat Sabulungan. Kajian ini penting untuk menjaga keharmonisan hidup dalam keberagaman yang ada di negara multikultural. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode Library Research, dimana peneliti memperoleh data dari berbagai macam literatur yang berhubungan dengan kepercayaan Arat Sabulungan, seperti buku, jurnal, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan dari waktu ke waktu belum mampu meruntuhkan kepercayaan tersebut dan hingga saat ini masih ada masyarakat Mentawai yang melakukan berbagai ritual terkait Arat Sabulungan.   As a plural country, Indonesia is inhabited by various ethnic groups who have their own customs, culture, traditions and beliefs. One of the ethnic groups that inhabit the archipelago is the Mentawai tribe who live in the Mentawai Islands, West Sumatra Province. The Mentawai people still believe in Arat Sabulungan as their religious system. This article wants to examine the existence of the Mentawai people in maintaining and preserving the Arat Sabulungan belief. This study is important to maintain harmony in living in the diversity that exists in a multicultural country. The method used to collect data is the Library Research method, where researchers obtain data from various kinds of literature related to Arat Sabulungan beliefs, such as books, journals, and so on. The results of the study show that progress over time has not been able to destroy this belief and to this day there are still Mentawai people who perform various rituals related to Arat Sabulungan.
ANALISIS NILAI-NILAI PATRIOTISME DAN NASIONALISME PESERTA DIDIK MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA Silvi Purnama Sari; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di UPT SMA Negeri 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, teknik pengambilan data sampel dalam penelitian ini penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang informan utama dan 1 orang informan pendukung, teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra yaitu tingginya rasa nasionalisme dalam menggunakan Bahasa Indonesia, pengetahuan sejarah kemerdekaan, keterlibatan aktif dalam kegiatan Paskibra, dan partisipasi dalam perayaan HUT RI dan Lomba Paskibra. Peserta didik juga menunjukkan sikap rela berkorban dengan ketaatan terhadap instruksi pelatih, termasuk menerima sanksi dan terlibat dalam latihan fisik intens. Selain itu, nilai keyakinan dan kerjasama tim sangat ditekankan, menunjukkan kesadaran akan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi negara tercermin dalam pematuhan tata tertib sekolah, partisipasi dalam kegiatan bakti sosial, dan menjadi contoh positif bagi sesama peserta didik.   This study aims to determine the values of patriotism and nationalism of students through Paskibra extracurricular activities at UPT SMA Negeri 2 Palembang. This research used a qualitative approach with a case study method, the data sampling technique in this study used purposive sampling technique so that the informants in this study amounted to 3 main informants and 1 supporting informant, data collection techniques were carried out through documentation and interviews. Based on data analysis, it is concluded that the patriotism and nationalism values of students who take part in Paskibra extracurricular activities are a high sense of nationalism in using Indonesian, knowledge of the history of independence, active involvement in Paskibra activities, and participation in Indonesian Independence Day celebrations and Paskibra competitions. Learners also demonstrate a self-sacrificing attitude by obeying the coach's instructions, including accepting sanctions and engaging in intense physical training. In addition, the value of faith and teamwork is strongly emphasized, showing awareness of the importance of unity in diversity. The awareness to do the best for the country is reflected in the observance of school rules, participation in social service activities, and being a positive example to fellow learners
Peran Civic Engagement dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak Vhiasyah Raeinady; Afandi; Shilmy Purnama; Amrazi Zakso; Thomy Sastra Atmaja
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.41

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui 1) konsep dari Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak dalam mewujudkan karakter peduli lingkungan, 2) dampak keterlibatan masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Subjek penelitian yang dipakai yaitu Lurah Tengah, pengurus Kampung Hijau Bang Jago, ketua RW 007, ketua RT 001, dan masyarakat lokal. Peneliti dalam hal mengumpulkan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kemudian, dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah diperoleh sebelumnya menunjukkan bahwa 1) Kampung Hijau Bang Jago terdiri berbagai konsep dalam mewujudkan karakter peduli lingkungan berupa latar belakang program, tujuan program, sasaran program, pendekatan program, bentuk program pendukung, pendanaan program, dan sosialiasasi program, 2) dampak keterlibatan masyarakat di Kampung Hijau Bang Jago dapat dilihat dari segi sosial, ekonomi, edukasi, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan kesehatan.   The aim of this research is to find out 1) the concept of Kampung Hijau Bang Jago, Pontianak city in realizing an environmentally caring character, 2) the impact of community involvement in Kampung Hijau Bang Jago, Pontianak city. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects used were the central village head, the Bang Jago Green Village administrator, the head of RW 007, the head of RT 001, and the local community. Researchers collect data by means of observation, documentation and interviews. Then, it was analyzed using the Miles and Huberman model which consists of data reduction, presentation and drawing conclusions. The research results that have been obtained previously show that 1) Kampung Hijau Bang Jago consists of various concepts in realizing the character of caring for the environment in the form of program background, program objectives, program targets, program approaches, forms of supporting programs, program funding, and program socialization, 2) impact Community involvement in Kampung Hijau Bang Jago can be seen in terms of social, economic, educational, environmental protection and management, and health.
NILAI-NILAI KEBUDAYAAN DAN IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM UPACARA KASADA SUKU TENGGER Fattan Yanuarta
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.43

Abstract

Suku Tengger merupakan suku yang sangat menjaga tradisi upacara adat termasuk Upacara Kasada, sebagai wujud penghormatan terhadap kepercayaan agama dan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah awal mula upacara kasada, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kerukunan antar-umat beragama yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat Suku Tengger, mengetahui pengaruh yang terjadi pada Suku Tengger akibat adanya budaya dari luar dan sikap masyarakat dalam menanggapi hal tersebut, memahami nilai budaya dalam pelaksanaan upacara kasada, serta mengenal hubungan antara tradisi upacara adat kasada dengan nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan nilai-nilai kebudayaan masyarakat tengger, khususnya dalam pelaksaan upacara kasada. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka yang mengkaji referensi berdasarkan buku, berita dan literatur yang bersifat ilmiah. Dari hasil studi pustaka dapat disimpulkan bahwa Upacara Kasada Suku Tengger yang dilakukan dengan menghormati leluhur dan tradisi dapat memperkuat kerukunan sosial dan toleransi antar agama, mempertahankan nilai-nilai budaya, menghasilkan manfaat ekonomi serta menunjukkan nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan dan keragaman Indonesia.   The Tengger tribe is known for diligently preserving their traditional ceremonies, including the Kasada Ceremony, as a form of respect for their religious beliefs and an expression of gratitude for the harvest. This research aims to understand the early history of the Kasada ceremony, comprehend the factors influencing inter-religious harmony among the Tengger community, explore the impact of external cultural influences on the Tengger tribe and the community's response, grasp the cultural values embedded in the Kasada ceremony, and recognize the relationship between the Kasada tradition and the values of Pancasila. The research method employed is qualitative with a descriptive approach depicting the cultural values of the Tengger society, particularly in the implementation of the Kasada ceremony. Data collection techniques include literature review analyzing references from books, news, and scholarly literature. From the literature review, it can be concluded that the Kasada Ceremony of the Tengger Tribe, conducted in reverence for ancestors and tradition, can strengthen social harmony and interfaith tolerance, preserve cultural values, yield economic benefits, and exemplify the values of Pancasila in maintaining Indonesia's unity in diversity.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA MELALUI PENERAPAN METODE GALLERY WALK BERHADIAH Wendy Anugrah Octavian
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di prodi STR Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang dengan penerapan metode Gallery walk berhadiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahapan dari penelitian tindakan kelas ialah planning, acting, observating dan reflecting. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini secara kualitatif yaitu dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung dari kegiatan yang proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang disertai dengan analilis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata  keaktifan mahasiswa dari siklus satu ke siklus dua. Pada siklus pertama rata-rata keaktifan mahasiswa sebesar 60,61% aktif dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, pada sikus kedua seteah menerapkan metode gallery walk dalam proses pembelajaran terjadi peningkatan persentase sebesar 24,6% sehingga persentase keaktifan mahasiswa pada siklus kedua menjadi 85,20%.  Selain terjadinya peningkatan persentase keaktifan mahasiswa, melalui penerapan metode gallery walk ini. mahasiswa juga menghasilkan produk berupa mading kelompok yang menggambarkan mengenai berbagai materi kajian Pancasila dan masing-masing kelompok dapat bertukar informasi materi Pancasila yang dibahasnya dan disusunnya.   This research aims to increase student learning activeness in the Pancasila Education Course in the STR Nutrition Study Program at the Health Polytechnic of the Ministry of Health in Palembang by implementing the Gallery walk method with prizes. This research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK). The stages of classroom action research are planning, action, observation and reflection. The data collection technique in this research is qualitative, namely by making observations or direct observations of the activities in the learning process that are being carried out. Data analysis used in this research uses descriptive analysis accompanied by quantitative and qualitative data analysis. The results of this study showed that there was an increase in the average student activity from cycle one to cycle two. In the first cycle, the average student activity was 60.61% active in the learning process. Furthermore, in the second elbow after applying the gallery walk method in the learning process there was an increase in the percentage of 24.6% so that the percentage of student activity in the second cycle became 85.20%. In addition to increasing the percentage of student activity, through the application of this gallery walk method. Students also produce products in the form of group media which describe various Pancasila study materials and each group can obtain information on the Pancasila material that was discussed and compiled.
PERSPEKTIF MAHASISWA PERANTAU TERHADAP KARAKTERISTIK MASYARAKAT SUMATERA SELATAN Haikal Arya Permana; Ayu Purwa Ningsi; Putri Patricia; Camellia Camellia; Sri Artati Waluyati
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.45

Abstract

Penelitian ini membahas perspektif mahasiswa perantau terhadap karakteristik masyarakat Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif mahasiswa perantau terkait pengalaman yang dirasakan selama tinggal di Sumatera Selatan. Alasan dilakukannya penelitian karena banyaknya mahasiswa perantau yang datang ke Sumatera Selatan serta mengetahui bagaimana proses interaksi dan adaptasi mahasiwa perantau dengan masyarakat dan kebudayaan di Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ialah 42 mahasiswa dari berbagai dearah diluar Sumatera Selatan yang sedang berkuliah di Universitas Sriwijaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan Masyarakat Sumatera Selatan memiliki logat yang khas dan nada bicara yang keras, memiliki keragaman budaya baik adat istiadat, tradisi, maupun kuliner yang khas. Masyarakat sumatera selatan merupakan Masyarakat yang ramah, humoris dan mudah bergaul, sehingga para mahasiswa perantau mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan dan masyarakat Sumatera Selatan. Para mahasiswa perantau juga tertarik dengan budaya, keindahan alam, dan potensi- potensi lain yang ada Sumatera Selatan.   This research discusses the perspective of migrant students on the characteristics of South Sumatra society. This research aims to find out the perspective of migrant students regarding their experiences while living in South Sumatra. The reason for conducting research is because there are many migrant students who come to South Sumatra and know how the process of interaction and adaptation of migrant students is with the society and culture in South Sumatra. The research methods used were questionnaires and interviews. The research respondents were 42 students from various areas outside South Sumatra who were studying at Sriwijaya University. The results obtained show that the people of South Sumatra have a distinctive accent and a loud tone of speech, and have cultural diversity in terms of customs, traditions and culinary specialties. The people of South Sumatra are friendly, humorous and sociable, so that migrant students are able to interact and adapt well to the environment and society of South Sumatra. Migrant students are also interested in the culture, natural beauty and other potential of South Sumatra
RELEVANSI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA : PEMBELAJARAN BERPIHAK PADA MURID DALAM PENDIDIKAN ABAD 21 Lilian Maharani; Wawan Shokib Rondli; Agus Darmuki
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.51

Abstract

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan pembelajaran yang berpihak pada murid  dalam pendidikan abad 21 di Sekolah Dasar  1 Bakalankrapyak Kabupaten Kudus Jawa Tengah terfokus pada Fase C Kelas V. Penelitian ini menyelidiki aktivitas Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan sejalan dengan pendidikan  dengan tuntutan  pendidikan kontemporer, dengan menekankan pada beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berfikir kritis, bergotong-royong, kolaborasi, kreatif  untuk  pendidikan karakter. Metode kualitatif, data dikumpulkan melalui   literatur review, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa projek ini secara signifikan meningkatkan keterlibatan dan otonomi murid, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung  perkembangan yang holistik dan sejalan dengan prinsip -prinsip pembelajaran abad 21.   Profile Strengthening Project to student centered learning in 21st century education at Elementary School 1 Bakalankrapyak Kudus Regency Central Java which focuses on Phase C Class V. This study investigates how the project activities of strengthening the profile of Pancasila students, which take the theme Sustainable Lifestyle in line with education with the demands of contemporary education, by emphasizing faith and fear to God, critical thinking, cooperation, collaboration, creativity for character education. Using qualitative methods, data were collected through literature review, observation, interviews, and documentation. The findings show that the project significantly increases student engagement and autonomy, creating a learning environment that supports holistic development and aligns with 21st century learning principle.
IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DI SEKOLAH ADIWIYATA Ika Murtiningsih; Siti Fatimah; Toni Harsan; Mar’ah Sholikhah Sumardi; Ayyuasy Hanifah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi karakter peduli lingkungan di sekolah adiwiyata, faktor-faktor penghambat dan tantangan serta solusi dalam implementasi karakter peduli lingkungan di sekolah adiwiyata. Pendekatan penelitian yaitu dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yakni penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik, guru, dan wakil kepala sekolah SMP Negeri 2 Sukoharjo. Teknik pengumpulan data penelitian antara lain wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi karakter peduli lingkungan di SMP Negeri 2 Sukoharjo sebagai sekolah Adiwiyata yakni: a) warga sekolah harus mempunyai wawasan mengenai lingkungan, b) menerapkan kurikulum berbasis lingkungan, c) mengembangkan isu lokal maupun global dalam pembelajaran, d) melakukan pembiasaan-pembiasaan peduli lingkungan, dan lain-lain. Faktor penghambatnya yaitu: a) kurangnya kesadaran diri peserta didik dalam mengikuti kegiatan program Adiwiyata sekolah, b) sarana dan prasarana yang belum memadai, c) kurangnya kekompakan dan kebersamaan warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan peduli lingkungan, dan lain-lain. Solusi implementasi karakter peduli lingkungan di sekolah Adiwiyata yakni a) Menciptakan lingkungan yang kondusif dalam mendukung program Adiwiyata melalui kegiatan-kegiatan program sekolah, b) Menguatkan perilaku peserta didik dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan positif yang mendukung pengembangan karakter peduli lingkungan yang diimplementasikan melalui pembelajaran dan kebiasaan di sekolah, c) Memberikan pengetahuan melalui sosialisasi mengenai kepedulian lingkungan terhadap peserta didik yang berdampak pada kesehatan, dan lain-lain. This study aims to determine the implementation of the character of caring for the environment in Adiwiyata schools, the inhibiting factors and challenges and solutions in implementing the character of caring for the environment in Adiwiyata schools. The research approach is to use a qualitative approach with the type of research that is descriptive qualitative research. The subjects in this study were students, teachers, and vice principals of SMP Negeri 2 Sukoharjo. Research data collection techniques include interviews, observation and documentation. The results of the study show that the implementation of the character of caring for the environment at SMP Negeri 2 Sukoharjo as an Adiwiyata school is: a) school members must have insight into the environment, b) implement an environment-based curriculum, c) develop local and global issues in learning, d) carry out environmental care habits, and others. The inhibiting factors are: a) lack of self-awareness of students in participating in school Adiwiyata program activities, b) inadequate facilities and infrastructure, c) lack of cohesiveness and togetherness of school members in carrying out environmental care activities, and others. The solution for implementing the character of caring for the environment in Adiwiyata schools is a) Creating a conducive environment in supporting the Adiwiyata program through activities that have been programmed by the school, b) Strengthen the behavior of students by carrying out positive habits that support the development of environmental care characters that are implemented through learning and habits at school, c) Providing knowledge through outreach regarding environmental awareness to students that has an impact on health, and and others.
PENDIDIKAN PEMILIH UNTUK PEMILIH PEMULA MELALUI PEMBELAJARAN PPKn DI PERSEKOLAHAN Hariyanti; Gigieh Cahya Permady
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pemilih bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang program, tahapan, jadwal, proses,makna serta pentingnya pemilihan umum di dalam negara demokrasi Indonesia. Artikel ini menggunakan metode literature review dalam menganalisis masalah dan mencarikan solusinya melalui analisis teori dan hasil penelitian mengenai permasalahan terkait. Selama ini pendidikan pemilih untuk segmen pemilih pemula cenderung dilakukan hanya menjelang pemilu (tidak berkesinambungan) dan kurang memberdayakan guru pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah padahal materi kepemiluan merupakan bagian integral dari PKn. Solusi atas permasalahan tersebut dapat diurai sebagai berikut (1) membangun Sinergitas antara MGMP PKn dengan penyelenggara pemilu di daerah melalui pengintegrasian materi kepemiluan dalam perangkat pembelajaran PKn; (2) pembentukan komunitas pemilih cerdas di sekolah; (3) Pembuatan buku saku kepemiluan untuk peserta didik sebagai pemilih pemula dan menggunakan media pembelajaran kepemiluan yang edukatif; (4) Menggunakan budaya/kearifan lokal dalam penyampaian pesan nilai-nilai kepemiluan sehingga menarik dan mudah dipahami Voter education aims to increase knowledge and understanding of the program, stages, schedule, process, meaning and importance of elections in Indonesia's democracy. This article uses the literature review method in analyzing problems and finding solutions through theoretical analysis and research results on related problems. So far, voter education for the novice voter segment tends to be carried out only before the election (not sustainable) and does not empower civic education (PKn) teachers in schools even though electoral material is an integral part of Civics. Solutions to these problems can be described as follows: (1) building synergy between PKn MGMP and regional election administrators through integrating electoral materials into Civics learning tools; (2) the formation of a smart voter community in schools; (3) Making an electoral pocket book for students as novice voters and using educational election learning media; (4) Using local culture/wisdom in delivering messages of electoral values ​​so that they are interesting and easy to understand
PEMBENTUKAN KARAKTER KEBANGSAAN BERBASIS NILAI-NILAI KENUSANTARAAN Eni Kurniawati; Matang
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode dalam pembentukan karakter warga negara muda agar memiliki semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu: 1) pembentukan karakter warga negara muda melalui pembelajaran wawasan kebangsaan yang meliputi cinta tanah air, nasionalisme dan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan. 2) penanaman wawasan kejuangan berupa sikap pantang menyerah, patriotis dan rela berkorban. 3) wawasan kebudayaan yang merupakan sikap menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung bangsa Indonesia dan menghargai kebudayaan yang multikultural. 4) pembentukan karakter juga didukung oleh guru yang berperan sebagai pamong yang menerapkan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu pengayoman, pengajaran, pengasuhan, dan keteladanan. Proses pembentukan karakter kebangsaan berbasis nilai-nilai kenusantaraan membentuk pribadi warga negara muda di SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah menjadi lebih nasionalis, dan patriotik. This study aims to find methods in building the character of young citizens so that they have a national spirit. This study uses a qualitative method with a case study approach. This research is located at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using data triangulation techniques. The results of this study are: 1) the formation of the character of young citizens through learning national insight which includes love for the motherland, nationalism and the importance of a sense of unity and oneness. 2) the cultivation of fighting insights in the form of unyielding, patriotic and self-sacrifice attitudes. 3) cultural insight which is an attitude of upholding the noble values of the Indonesian nation and respecting multicultural culture. 4) character building is also supported by teachers who act as tutors who apply Ki Hajar Dewantara's educational philosophy, namely protection, teaching, nurturing, and exemplary. The process of forming a national character based on archipelagic values forms the personality of young citizens at SMA Taruna Nusantara Magelang, Central Java, to become more nationalist and patriotic.

Page 2 of 10 | Total Record : 99