cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
TANTANGAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MINANGKABAU DI NAGARI/DESA SIJUNJUNG, KABUPATEN SIJUNJUNG Tetti Eka Purnama; Zaky Farid Luthfi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini dimana mulai dari tahun 1945 sampai dengan sekarang belum ada pemimpin Nagari/Desa Sijunjung yang dipimpin oleh seorang perempuan. Tujuan penelitian ini mengungkap tantangan kepemimpinan perempuan di nagari/desa yang dihambat oleh beberapa faktor, baik itu faktor budaya maupun faktor lainnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di nagari/desa sijunjung, kabupaten sijunjung, sumatera barat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik triagulasi data. Hasil menunjukkan bahwa perempuan di nagari sijunjung belum dapat diterima oleh masyarakat secara luas bila dijadikan seorang pemimpin. Faktor penghambat belum adanya pemimpin perempuan yaitu faktor teologis, sosiologis serta historis. Kepemimpinan perempuan di nagari/desa sijunjung akan diterima jika faktor-faktor tersebut bisa di ubah dan ditinjau kembali, sehingga perempuan dapat diterima sebagai pemimpin di nagari/desa. The background of this research is that from 1945 until now there has been no leader of the Nagari/Village of Sijunjung led by a woman. The aim of this research is to reveal the challenges of women's leadership in nagari/villages which are hampered by several factors, both cultural and other factors. The research uses qualitative methods with a case study approach. This research was conducted in Nagari/Sijunjung village, Sijunjung district, West Sumatra. Data was collected through interviews, observation and documentation. Data were analyzed using data triagulation techniques. The results show that women in Nagari Sijunjung have not been widely accepted by society as leaders. The inhibiting factors for the lack of female leaders are theological, sociological and historical factors. Women's leadership in the nagari/village of Sijunjung will be accepted if these factors can be changed and reviewed, so that women can be accepted as leaders in the nagari/village.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER BAGI NARAPIDANA DI LAPAS KELAS 1A KOTA MALANG Dinar Budi Pramesti; M Mansur; Rose Fitria Lutfiana
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai karakter bagi narapidana di lapas IA Kota Malang. Metode dan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang dilakukan adalah dengan uji creadibility, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu internalisasi nilai karakter yang dilakukan di Lapas IA Kota Malang dilakukan melalui program pembinaan kepribadian yaitu bidang pendidikan dan keagamaan, serta pembinaan kemandirian yaitu pembekalan keahlian melalui Bimker (Bimbingan Kerja). This research aims to analyze the internalization of character values for prisoners in the Malang City IA prison. The method and type of research used is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by interviews, observation and documentation studies with the research instruments used were interview guides, observation and documentation studies. Data analysis techniques are data reduction, data display, verification and drawing conclusions. The validity of the data is carried out using a credibility test, transferability test, dependability test and confirmability test. The research results obtained were the internalization of character values carried out at IA Penitentiary in Malang City through a personality development program, namely in the fields of education and religion, as well as fostering independence, namely the provision of expertise through Bimker (Work Guidance).
URGENSI ASESMEN BERBASIS HOTS BAGI MAHASISWA PPG SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR MANDIRI Sri Artati Waluyati; Ikbal Barlian; Mariyani; Nurillia; Restian Achmad
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi asesmen berbasis HOTS bagi mahasiswa PPG sebagai suplemen belajar mandiri. Adapun metode penelitian ini ialah kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakanangket tertutup untuk mahasiswa dan angket terbuka untuk dosen pengampuh. Teknik sampling jenuh yang digunakan sehingga semua mahasiswa diambil yaitu sebanyak 22 mahasiswa. Analisis data deskriptif dengan menggunanakan hasil persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa dosen sudah mengupayakan pembelajaran dengan menyajikan aktivitas berpikir tingkat tinggi, akan tetapi masih belum membuat secara mandiri suplemen belajar seperti soal HOTS yang disesuaikan dengan kebutuhan mata kuliah. Karena itulah untuk menunjang keberhasilan mata kuliah maka dosen harus pula membuat asesmen berbasis HOTS sebagai suplemen belajar mandiri bagi mahasiswa PPG agar kemampuan berpikir HOTS mereka dapat lebih terlatih. This research aims to determine the urgency of HOTS-based assessment for PPG students as a supplement to independent learning. This research method is quantitative with data collection using closed questionnaires for students and open questionnaires for lecturers. Saturated sampling technique was used so that all students were taken, namely 22 students. Descriptive data analysis using percentage results. The research results show that lecturers have made efforts to learn by presenting high-level thinking activities, but have not yet independently created learning supplements such as HOTS questions that are tailored to course needs. For this reason, to support the success of the course, lecturers must also create HOTS-based assessments as an independent learning supplement for PPG students so that their HOTS thinking skills can be better trained.
ACTUALIZATION OF GLOBAL CITIZENSHIP CONCEPT IN THE PERSPECTIVE OF CIVIC EDUCATION IN INDONESIA; CASE STUDY OF CONSTITUTIONAL MATERIAL Suyahman
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktualisasi konsep warga negara global dalam perspektif Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dosen dan mahasiswa PKn, Metode pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitasnya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil observasi di lapangan ditemukan bahwa dosen ketika menyampaikan materi Pendidikan kewarganegaraan kurang mampu menyampaikannya secara menarik dan kurang mampu mengembangkan materi dengan fenomena yang terjadi saat ini sehingga daya tarik mahasiswa kurang maksimal. Dampaknya, ketika diadakan evaluasi hasilnya juga kurang maksimal. Dari hasil wawancara dengan dosen dan mahasiswa PKn diperoleh informasi bahwa dosen kurang menguasai materi, dosen kurang mampu menghubungkan materi ketatanegaraan dengan perkembangan global. Kesimpulannya: aktualisasi konsep warga negara global dalam perspektif Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia mutlak diperlukan karena warga negara Indonesia merupakan bagian dari warga negara global. This research aims to describe the actualization of the concept of global citizenship from the perspective of citizenship education in Indonesia. The type of research used is descriptive qualitative. Research subjects were Civics lecturers and students. Data collection methods: observation, interviews and documentation. Its validity uses triangulation of sources and methods. Data analysis uses interactive analysis techniques. The results of observations in the field found that lecturers when delivering citizenship education material were less able to convey it in an interesting way and less able to develop the constitutional material with current phenomena so that student attraction was less than optimal. As a result, when an evaluation was carried out the results were also less than optimal. From the results of interviews with Civics lecturers and students, information was obtained that lecturers lacked mastery of the material, lecturers were less able to connect the material with global developments. In conclusion: actualizing the concept of global citizenship from the perspective of citizenship education in Indonesia is absolutely necessary because Indonesian citizens are part of global citizenship.
THE IMPACT OF CHILD LABOR ON CHILDREN’S DEVELOPMENT: A CASE STUDY OF AFGHANISTAN Hazrat Shah Kayen
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kenyataan yang tidak menyenangkan di Afghanistan saat ini adalah adanya pekerja anak. Berbagai undang-undang dan kebijakan telah disahkan untuk mencegah meningkatnya pekerja anak di negara ini, namun hasilnya belum memberikan hasil yang menggembirakan bagi pertumbuhan serta karakter anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pekerja anak mempengaruhi perkembangan serta karakter anak-anak Afghanistan. Untuk menyelidiki dampak pekerja anak terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan sosio-emosional anak-anak di Afghanistan, khususnya di Kabul dan Nangarhar, di mana jumlah pekerja anak meningkat, penelitian ini mewawancarai dokter, pendidik, orang tua, dan anak-anak yang bekerja. Terlihat bahwa pekerja anak berdampak negatif secara signifikan terhadap perkembangan anak dan karakter mereka secara keseluruhan, hal ini membedakan anak-anak yang bekerja dan anak-anak yang tidak bekerja. Dampak dari anak yang bekerja mengakibatkan overthinking, lupa, kurang perhatian, dan hilangnya rasa percaya diri, antara lain dalam hal perkembangan kognitif, sedangkan masalah perkembangan fisik yang mendesak mengakibatkan kecacatan. akibat bekerja di lingkungan yang keras dan beracun. Orang tua, masyarakat, dan yang terpenting, pemerintah menerima rekomendasi untuk kesejahteraan anak. Di sisi lain, para dokter mendesak pemerintah mengembangkan solusi untuk mengatasi kesulitan pekerja anak demi kepentingan masa depan anak-anak Afghanistan. One of the unpleasant realities of Afghanistan nowadays is thought to be child labor. Various laws and policies have been passed to prevent the rise in child labor in the nation, but the results have not been encouraging for the growth and future of children. This study sought to determine how child labor affected Afghan children's development. To investigate the effects of child labor on children's physical, cognitive, and socioemotional development in Afghanistan, namely in Kabul and Nangarhar, where child labor has increased, the study interviewed doctors, educators, parents, and working children. It was shown that child labor significantly negatively impacted children's overall development, which distinguishes working children from non-working children. The most severe consequences occurred in the areas of cognitive and physical development, resulting in overthinking, forgetfulness, lack of attention, and loss of confidence, among other things, in the case of cognitive development, while the pressing issue of physical development resulted in disabilities as a result of working in a harsh and toxic environment. Parents, communities, and, most crucially, the government received recommendations for children's wellbeing. Doctors, on the other hand, urged that the government develop solutions to address child labor difficulties for the benefit of Afghan children's future.
AKTUALISASI WARGA GLOBAL YANG HUMANIS Yudha Pradana; Kokom Komalasari
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kehidupan dunia yang dinamis memberikan konsekuensi terhadap kemunculan konsepsi warga global terkait peran, kedudukan, dan partisipasinya. Konteks tersebut juga berhubungan dengan isu-isu global yang terkait dengan nilai-nilai kemanusiaaan. Upaya tersebut dapat disrespons melalui pendidikan, khususnya pendidikan kewarganegaraan (PKn). Rumusan yang dikemukakan dalam penulisan artikel ini ialah: 1. Bagaimana konsepsi warga global beserta isu-isu global yang menyertainya? dan 2. Bagaimana PKn dilaksanakan sebagai upaya pembentukan warga global yang humanis? Dalam implementasinya, warga global tidak bisa dilepaskan dari isu-isu global yang akan mempengaruhi persepsinya mengenai kehidupan global. PKn dapat dilaksanakan sebagai wadah bagi pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang toleran untuk menjamin kehidupan bersama yang harmonis dengan implementasi pilar-pilar pendidikan dan mengakomodir kecakapan abad 21 dan diharapkan mampu mengembangkan warga negara dari segi civic literacy untuk memiliki kemelekan terhadap isu-isu yang dinamis, civic responsibility untuk memiliki tanggungjawab terhadap hidup bersama yang harmonis, civic action untuk memiliki kehendak untuk bertindak dalam menyikapi isu-isu global, civic engagement untuk memiliki keterkaitan dengan kehidupan global dan isu-isu terkait, dan civic values untuk memiliki kepedulian pada nilai-nilai kemanusiaan. The formation of the concept of global citizens in terms of their responsibilities, positions, and involvement is impacted by the dynamic evolution of world life. The context is also relevant to universal problems with human ideals. Education, especially civics education, can counteract this endeavor. In order to create compassionate global citizens, two formulations were put out in the composition of this article: 1. What is the conception of global citizens and the corresponding worldwide issues? and 2. How is civic education implemented? Global issues that will influence citizens' perspectives of global living cannot be isolated from in its implementation. Civics can be used as a platform for the growth of understanding human values to maintain a peaceful shared existence. With the implementation of the pillars of education and accommodating 21st century skills, is expected to be able to develop citizens in terms of civic literacy to have literacy for dynamic issues, civic responsibility to have responsibility for living together in harmony, civic action to have the will to act in addressing global issues, civic engagement to have a connection with global life and related issues, and civic values to have concern for human values.
PENGARUH KEGIATAN FORUM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FKIP UNILA (FORDIKA) TERHADAP PENGEMBANGAN CIVIC SKILL MAHASISWA Yonanda Pratama; Muhammad Mona Adha; Rohman
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat bagaimana pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yakni Mahasiswa Program Studi PPKn FKIP Universitas Lampung angkatan 2018-2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik angket dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pengaruh Kegiatan Forum Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unila (Fordika) terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila sebesar 50,2 % dengan indikator variabel independen (X) yaitu: Mengembangkan Soft Skill, Menumbuhkan sikap Profesional, dan mengembangkan Social skill. Kemudian dalam indikator variabel dependen (Y) yaitu : Keterampilan Intelektual (Intellectual Skill) dari Keterampilan Partisipasi (Participatory Skill). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Fordika FKIP Unila berpengaruh positif sebesar 50,2 % terhadap Pengembangan Civic Skill Mahasiswa PPKn FKIP Unila. The purpose of this research is to find out and see how the influence the activities of the Fordika FKIP Unila on the Civic Skill development of PPKn FKIP Unila students. The research method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The research subject is the Student of the PPKn FKIP University of Lampung University Class of 2018-2020. The sample in this study amounted to 67 respondents using random sampling technique. Data collection techniques in the study used questionnaires and interviews. The data analysis technique in this study was using a simple regression test with the help of SPSS version 20. The results showed that there was an influence between the influence of the Fordika FKIP Unila (Fordika) on Civic Skill Development of PPKn FKIP Unila Students by 50.2% with independent variable indicators (X) namely: Developing Soft Skills, Growing Professional Attitudes, and Developing Social Skills. Then the dependent variable indicator (Y) is: Intellectual Skills from Participatory Skills. Thus, it can be concluded that the activities of Fordika FKIP Unila have a positive effect of 50.2% on the Civic Skill Development of FKIP Unila PPKn Students.
IMPLEMENTASI DESAIN PEMBELAJARAN PPKN BERBASIS ICT PADA POST PANDEMIC Junaidi; Hodriani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arikel ini bertujuan untuk mengurai terkait implementasi desain pembelajaran PPKn berbasis ICT pada SMP Negeri 2 Delitua. Guna mendekatkan masalah ini dipergunakan acuan teori sarana IT dalam dunia pendidikan berperanan penting dalam mengatasi masalah-masalah keterbatasan sarana pendidikan atau sarana yang mendukung dalam proses belajar mengajar. Data-data diperoleh melalui dokumetasi, wawancara, dan observasi dengan analisis data berupa reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yaitu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran (PPKn) di SMP Negeri 2 Delitua banyak memanfaatkan berbagai media pembelajaran seperti Powerpoint, Video Animasi, Video Film, Software Quiz berupa Quizizz, Kahoot, dan Google Form dalam wujud penerapan desain pembelajaran berbasis ICT. Guru PPKn mengatakan jika dengan media pembelajaran ini dapat memberikan kemudahan bagi guru PPkn menyampaikan materi ajar dan dapat membangun sebuah pembelajaran yang lebih menarik, Inovatif, dan kreatif. This article aims to describe the implementation of ICT-based Civics learning design in SMP Negeri 2 Delitua. In order to bring this problem closer, it is used as a theoretical reference for IT facilities in the world of education, which play an important role in overcoming the problems of limited educational facilities or facilities that support the teaching and learning process. The data were obtained through documentation, interviews, and observations with data analysis in the form of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the research are Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subjects at SMP Negeri 2 Delitua use a lot of learning media such as Powerpoint, Video Animation, Video Film, Quiz Software in the form of Quizizz, Kahoot, and Google Form in the form of implementing ICT-based learning designs. The Civics teacher said that with this learning media it could make it easier for Civics teachers to deliver teaching materials and could build a more interesting, innovative, and creative learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP SIKAP DEMOKRASI Deni Saputra Akbar; Firman; Tohap Pandapotan Simaremare; Siti Tiara Maulia
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap demokrasi merupakan suatu kepribadian yang bertindak sesui dengan nilai-nilai demokrasi seperti menjunjung tinggi sikap kesamaan derajat, menghargai pendapat, bekerjasama, menghargai perbedaan SARA, berprilaku adil, saling membantu dan berpartisipasi. Namun pada kenyataannya sikap demokrasi pada siswa masih sangat rendah hal tersebut dibuktikan berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 8 Muaro Jambi pada mata pelajaran PPKn terdapat sebuah permasalahan yaitu rendahnya sikap demokrasi yang dimiliki oleh siswa masih sangat rendah.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) terhadap sikap demokrasi dalam mata pelajaran PPKn. Penggunaan model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) dalam pembelajaran PPKn bertujuan untuk meningkatkan sikap demokrasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis eksperimen pretest postes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji t pretest dan posttest untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) terhadap sikap demokrasi siswa. Hasil analisis data pada uji independent simple t test diketahui bahwasannya nilai sig (2tailed) adalah 0,00 atau lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05). Ho ditolak dan Ha diterimaSehigga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) terhadap sikap demokrasi dalam mata pelajaran PPKn pada siswa kelas X IPS di SMA Negeri 8 Muaro Jambi. The attitude of democracy is a personality that acts in accordance with democratic values ​​such as upholding the attitude of equality, respecting opinions, working together, respecting SARA differences, behaving fairly, helping each other and participating. However, in reality the democratic attitude of students is still very low, this is evidenced by the results of initial observations conducted at SMA Negeri 8 Muaro Jambi in Civics subjects, there is a problem, namely the low level of democratic attitudes possessed by students is still very low. The purpose of this study is to determine the effect of the VCT (Value Clarification Technique) learning model on democratic attitudes in Civics subjects. The use of the VCT (Value Clarification Technique) learning model in Civics learning aims to improve students' democratic attitudes. This study uses a quantitative method with the type of pretest posttest experiment. Data analysis techniques in this study were pretest and posttest t tests to determine the effect of the VCT (Value Clarification Technique) learning model on students' democratic attitudes. The results of data analysis on the independent simple t test show that the sig (2 tailed) value is 0.00 or less than 0.05 (0.00 <0.05). Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that there is a significant difference in the influence of the use of the VCT (Value Clarification Technique) learning model on democratic attitudes in Civics subjects in class X IPS students at SMA Negeri 8 Muaro Jambi.
DAMPAK PROGRAM KAMPUNG BANTAR TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT KOTA JAMBI Darmuji; Khuswatun Hasanah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kebersihan dan keamanan adalah masalah yang sering terjadi di daerah. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi maupun mencegah permasalahan tersebut. Pemberian otonomi daerah yang seluas-luasnya kepada daerah mengakibatkan munculnya paradigma daya saing daerah dimana para kepala daerah berlomba-lomba untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara kepemimpinan yang berbeda-beda sesuai dengan khas dari daerah tersebut. Salah satu upaya kepala daerah untuk menerapkan kebersihan dan keamanan adalah membuat program Kampung BANTAR (Bersih, Aman, dan Pintar). Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak program kampung BANTAR terhadap perilaku masyarakat Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan bahwa dengan adanya program kampung BANTAR di Rt. 45 Kelurahan Jelutung telah memberikan dampak positif berupa perubahan lingkungan yang lebih baik seperti pekarangan rumah yang lebih rapi, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong, serta masyarakat setempat telah meluangkan waktu di taman bacaan yang disebut dengan pojok baca. Hygiene and safety issues are frequent problems in the area. Various efforts have been made by local governments to overcome or prevent these problems. The granting of the widest possible regional autonomy to the regions has resulted in the emergence of a regional competitiveness paradigm in which regional heads compete to realize the welfare of the community by means of different leadership according to the characteristics of the region. One of the regional head's efforts to implement cleanliness and security is to create a PANTAR (Clean, Safe, and Smart) Village program. The purpose of this study is to determine the impact of the PANTAR village program on the behavior of the people of the city. The method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. Based on the results of observations and interviews conducted by researchers that the existence of the BATAR village program on Rt. 45 Jelutung Village has had a positive impact in the form of changes to the environment for the better such as a neater house yard, as well as regenerating the spirit of mutual cooperation, and the local community has spent time in a reading garden called a reading corner.

Page 4 of 10 | Total Record : 99