cover
Contact Name
Edwin Nurdiansyah
Contact Email
edwin@unsri.ac.id
Phone
+6285268434738
Journal Mail Official
jbti@unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32 Indralaya, Kab. Ogan Ilir.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557265     EISSN : 26146134     DOI : https://doi.org/10.36706/jbti.v11i02.4
The scope of the study in this journal are: Approaches, Strategies, Models and Evaluation of Pancasila & Citizenship Education Media and Learning Resources for Pancasila & Citizenship Education Pancasila & Citizenship Education Policy and Curriculum Value/Moral/Character Education Social and Political Education Legal Education (National and International)
Articles 99 Documents
PROFIL LITERASI DIGITAL MAHASISWA DI ERA DIGITALISASI Mariyani; Triyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital di era saat ini tidak sekedar memahami baca tulis angka, lebih dari itu literasi digital ialah kemampuan mencari, mengolah dan memutuskan semua informasi yang diperoleh dari internet secara bijak dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan literasi digital mahasiswa prodi PPKn FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan survei. Responden penelitian ialah 315 mahasiswa FKIP PPKn yang sedang mengambil mata kuliah tugas akhir/Skripsi. Hasil di peroleh bahwa literasi digital dalam aspek keterampilan fungsional, komunikasi efektif, kreativitas, berpikir kritis, pemahaman konteks sosial budaya, kemampuan menemukan dan memilih informasi, Keamanan elektronik dan kolaborasi dikategorikan sedang karena berada di antara interval 2,6-3,4. Oleh karena itu perlu adanya upaya sinergi bersama antara perguruan tinggi dan mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital. Beberapa upaya tersebut meliputi 1) pemahaman literasi digital; 2) pemerataan jaringan internet; 3) pihak kampus melaksanakan kegiatan berbasis literasi; 4) penguatan budaya menulis; dan 5) memfasilitasi beberapa mata kuliah yang berkaitan erat dengan literasi digital. 6) meningkatkan keterampilan yang mendukung Digital literacy in the current era is not just understanding reading and writing numbers, more than that digital literacy is the ability to search, process and decide all information obtained from the internet wisely and productively. This study aims to see the digital literacy skills of Civics study program students at FKIP Sriwijaya University. The research method used a questionnaire with a survey. The research respondents were 315 Civics students who were taking final project / thesis courses. The results showed that digital literacy in the aspects of functional skills, effective communication, creativity, critical thinking, understanding the socio-cultural context, the ability to find and select information, electronic security and collaboration were categorized as moderate because they were between the intervals of 2.6-3.4. Therefore, there needs to be a joint synergy effort between universities and students in improving digital literacy. Some of these efforts include 1) understanding digital literacy; 2) equal distribution of internet networks; 3) the campus carries out literacy-based activities; 4) strengthening the culture of writing; and 5) facilitating several courses that are closely related to digital literacy. 6) Improve supporting skills.
PENGGUNAAN CHATGPT DALAM PENDIDIKAN BERDASARKAN PERSPEKTIF ETIKA AKADEMIK Muhammad Jafar Maulana; Cecep Darmawan; Rahmat
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penggunaan ChatGPT OpenAI dikalangan mahasiswa, membuat mahasiswa saat ini tidak memperhatikan etika akademik dalam membuat suatu tugas, makalah dan karya tulis ilmiah. Dalam penggunaan teknologi ChatGPT seharusnya memperhatikan etika akademik, agar tidak terjadinya pelanggaran etika akademik, seperti salah satunya tindakan plagiarisme yang merugikan banyak pihak. Atas dasar itu peneliti menggunakan studi pustaka, mendeskripsikan hasil penelitian yang relevan dan menarik kesimpulan tentang penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa dalam ranah pendidikan yang ditinjau dari sudut pandang etika akademik. Pemanfaatan ChatGPT dapat dimanfaatkan dalam pembuatan suatu tulisan dan tugas-tugas lainya dengan cepat dan efektif. Tapi perlu kita garisbawahi bahwa penggunaan ChatGPT OpenAI harus disertai dengan pemahaman tentang penggunaan ChatGPT OpenAI dengan arif dan bijak sana, jangan sampai melanggar etika akademik dan mahasiswa tidak boleh terlena dengan penggunaan ChatGPT OpenAI, yang menyebabkan daya nalar kritis dan kreativitas mahasiswa menurun karena ketergantungan penggunaan ChatGPT Open AI. Kesimpulannya, mahasiswa harus mengedepankan berpikir kritis, kreatif, dan berkolaborasi dalam mengembangkan keilmuan secara benar, selain itu mengedepankan etika akademik dalam membuat tugas, makalah dan karya tulis ilmiah. The widespread use of ChatGPT OpenAI among students has made students nowadays not pay attention to academic ethics in making assignments, papers and scientific papers. The use of ChatGPT technology should pay attention to academic ethics, so that there are no violations of academic ethics, such as plagiarism which is detrimental to many parties. On this basis, the researcher uses literature study, describes relevant research results and draws conclusions about the use of ChatGPT by students in the educational realm from the point of view of academic ethics. Utilization of ChatGPT can be used in making writing and other tasks quickly and effectively. But we need to underline that the use of OpenAI ChatGPT must be accompanied by an understanding of the use of OpenAI ChatGPT wisely and wisely, not to violate academic ethics and students should not be complacent with the use of OpenAI ChatGPT, which causes critical reasoning and student creativity to decrease due to dependence on using ChatGPT. Open AI. In conclusion, students must prioritize critical, creative thinking, and collaborate in developing knowledge properly, in addition to prioritizing academic ethics in making assignments, papers and scientific papers.creatively, and collaborating in developing knowledge properly, in addition to absorbing academic ethics in making assignments, papers and scientific papers.
MODEL PEMBELAJARAN LITERASI PADA MATAKULIAH PPKn SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KARAKTER GEMAR MEMBACA MAHASISWA Bambang Trisno; Syawaluddin; Lainah; Muspardi
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih lemahnya karakter gemar membaca mahasiswa di perguruan tinggi, hal ini ditunjukkan dengan minimnya referensi mahasiswa dalam perkuliahan, sedikit sekali yang meminjam buku di perpustakaan dan mahasiswa lebih memilih bermain media sosial daripada membaca ebook atau artikel. Padahal, Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan pengetahuan, pendidikan mestinya juga meningkatkan budi pekerti (karakter), salah satunya karakter gemar membaca. Untuk itu dalam penelitian ini ditawarkan model pembelajaran literasi untuk penguatan karakter gemar membaca mahasiswa. Dilihat dari hasil hipotesis angka probabilitas Asmyp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.001 atau probabilitas di bawah alpha (0.000 < 0.05), dengan perbedaan rerata skor pretest dan posttest sebesar 8.611, H1 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat peningkatan karakter gemar membaca mahasiswa UIN Bukittinggi setelah diberikan model pembelajaran literasi. The weak character of reading for students in tertiary institutions, this is indicated by the lack of student references in lectures, very few borrow books from the library and students prefer to use social media instead of reading ebooks or articles. In fact, education does not only function as the development of knowledge, education should also improve character (character), one of which is the character of liking to read. For this reason, this research offers a literacy learning model to strengthen students' fond of reading character. Judging from the results of the hypothesis probability number Asmyp. Sig. (2-tailed) of 0.001 or probability below alpha (0.000 <0.05), with a difference in the mean pretest and posttest scores of 8.611, H1 is accepted and H0 is rejected which means there is an increase in the reading character of UIN Bukittinggi students after being given a literacy learning model.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Siti Tiara Maulia; Irzal Anderson; Mita Purnama Sari
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan yang seharusnya menjadi ruang nyaman untuk mengikat manusia, malah menjadi neraka itu sendiri. Kekerasan dalam rumah tangga memiliki dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi korban dan masyarakat. Sebagian besar korban kekerasan dalam rumah tangga biasanya perempuan dan anak-anak. Tingkat kekerasan dalam rumah tangga terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dengan observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Peneliti berusaha semaksimal mungkin untuk memahami faktor apa saja yang berkontribusi besar terhadap terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga pada korban di Desa Simpang III Sipin Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Sudah menjadi tugas kita bersama sebagai berbagai pihak untuk segera menangani kasus KDRT yang terjadi, sehingga kita dapat menekan angka KDRT yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kekerasan dalam rumah tangga, kami berharap dapat menemukan jalan keluar bagi para korban agar kekerasan tersebut tidak terjadi lagi pada siapapun dalam rumah tangga tersebut. Marriage, which should be a comfortable space to bind people, has become hell itself. Domestic violence has a negative impact, both directly and indirectly, on victims and society. Most victims of domestic violence are usually women and children. The level of domestic violence continues to increase every year. This study used a qualitative method with a descriptive design by observing, direct interviews and documentation. The researchers tried their best to understand what factors contributed greatly to causing acts of domestic violence to victims in Simpang III Sipin Village, Kota Baru District, Jambi City. There is an increasing increase in domestic violence. It is our joint duty as various parties to immediately deal with cases of domestic violence that occur, so that we can reduce the number of domestic violence which continues to increase. The purpose of this research is to find out the factors that cause domestic violence, we hope to be able to find a way out for victims so that this violence does not happen again to anyone in the household.
PODCAST SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ERA DIGITAL DI PERGURUAN TINGGI Husnul Fatihah; Sri Artati Waluyati; Mariyani
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk podcast untuk memperkuat pemahaman konsep. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi PPKn semester tiga yang mengambil Mata Kuliah Hukum Perburuhan pada semester Ganjil 2022-2023. Metode penelitian menggunakan metode pengembangan (Reaserch and Development) yang mengacu pada R & D dengan langkah-langkah; 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan produk dan 3) uji produk. Tahap pertama dilakukan analisis kebutuhan yang menyatakan bahwa mahasiswa menyukai pembelajaran menggunakan video apalagi berbentuk podcast. Sehingga untuk memaksimalkan pembelajaran hukum perburuhan maka diperlukan pengembangan media pembelajaran berbentuk podcast. Podcast dikembangkan untuk mengajak mahasiswa berfikir analitik dan evaluatik. Hasil penelitian dinyatakan bahwa produk podcast yang dihasilkan valid dan praktis untuk dipakai dalam pembelajaran Mata Kuliah Hukum Perburuhan. This study aims to develop learning media in the form of podcasts to strengthen conceptual understanding. The research subjects were third semester PPKn students who took the Labor Law course in the odd semester of 2022-2023. The research method uses the research and development method which refers to R & D with steps; 1) preliminary study, 2) product development and 3) product test. The first stage was a needs analysis which stated that students liked learning using videos, especially in the form of podcasts. So to maximize the learning of labor law, it is necessary to develop learning media in the form of podcasts. The podcast was developed to invite students to think analytically and evaluatively. The results of the study stated that the resulting podcast product was valid and practical to use in learning Labor Law courses.
MEMBANGUN SMART AND GOOD YOUNG CITIZENS MELALUI PROGRAM ORGANISASI KEPEMUDAAN BERBASIS CIVIC LITERACY Agil Nanggala; Siska Damayanti
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini berupaya untuk menganalisis juga merefleksikan atas urgensi membangun smart and good young citizens melalui program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, karena memuat upaya penguatan civic competence secara inklusif dan masif, pemberdayaan organisasi kepemudaan, dan peningkatan literasi pemuda berbasis Pancasila dan Undang-Undang Dasar NRI 1945. Riset ini dirampungkan berbasis pendekatan kualitatif, dengan metode studi literatur, teknik analisis data, yaitu, reduksi, display, juga verifikasi. Hasil penelitian, yaitu, pertama, konstruksi tentang visi membangun smart and good young citizens melalui program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, tidak hanya berupaya membentuk pemuda, yang cerdas, dan terampil, karena juga mengakomodir penguatan karakter pemuda, yang terintegrasi dengan ciri khas atau kepribadiannya, yang mengarah pada performance character maupun moral character, maka menjadi model baru dalam pembangunan smart and good young citizens, berbasis komunitas, yang programnya memuat civic literacy, kedua, realisasi model tersebut adalah, pertama, perampungan konstruksi pemikiran mengenai urgensi mengintegrasikan upaya membentuk warga negara muda yang cerdas dan baik, pemberdayaan organisasi kepemudaan yang relevan dan berkelanjutan, lalu upaya penguatan civic literacy, kedua, merampungkan orientasi atau tujuan umum, ketiga, menerapkan secara nyata melalui program organisasi kepemudaan, yang inklusif, akomodatif, dan inovatif, keempat, penerapan prinsip kolaboratif (pentahelix) dan berkelanjutan, kelima, evaluasi dan tindak lanjut, keenam, sosialisasi, Kesimpulan riset, yaitu, visi membangun smart and good young citizens melalui program organisasi kepemudaan berbasis civic literacy, adalah upaya nyata mewujudkan peradaban maju bangsa Indonesia. This research seeks to analyze and reflect on the urgency of building smart and good young citizens through civic literacy-based youth organization programs, because it includes efforts to strengthen civic competence in an inclusive and massive manner, empowering youth organizations, and increasing youth literacy based on Pancasila and the NRI Constitution. 1945. This research was completed based on a qualitative approach, with the method of literature study, data analysis techniques, namely, reduction, display, as well as verification. The results of the research, namely, first, the construction of the vision of building smart and good young citizens through civic literacy-based youth organization programs, does not only seek to form smart, and skilled youth, because it also accommodates the strengthening of youth character, which is integrated with their characteristics or personality. , which leads to performance character and moral character, then becomes a new model in the development of smart and good young citizens, community based, whose program includes civic literacy, second, the realization of the model is, first, the completion of the construction of thoughts regarding the urgency of integrating efforts to form citizens smart and good young people, empowering relevant and sustainable youth organizations, then efforts to strengthen civic literacy, second, completing orientation or general goals, third, implementing concretely through youth organization programs, which are inclusive, accommodative, and innovative, fourth, applying the principles collaborative (pentahelix) and sustainable, fifth, evaluation, sixth, socialization. The conclusion of the research, namely, the vision of building smart and good young citizens through civic literacy-based youth organization programs, is a real effort to realize the advanced civilization of the Indonesian nation.
KONTRIBUSI PENGAWASAN ORANG TUA DALAM KONTEKS GAME ONLINE PADA ANAK Rahmad Hidayat; Nurhayati
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai peran orang tua dalam memberikan pengawasan kepada anak saat bermain game online di desa Nambahrejo Kec. Kotagajah, Lampung Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan dalam mengawasi anaknya ketika bermain game online meskipun belum maksimal, hal ini dikarenkaan orang tua yang tidak memiliki banyak waktu dirumah dan menghabiskan waktu dengan anak, peran orang tua ini yang dimaksud meliputi 60,71% memberikan arahan dalam bermain game online, 78,58% memberikan batasan anak dalam bermain game online, 64,29% bermain game bersama dengan orang tua yang secara tidak langsung mengawasi mereka. This study aims to describe the role of parents in providing supervision to children when playing online games in Nambahrejo Village, Kec. Kotagajah, Central Lampung. The method used is descriptive with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 28 respondents. The results of the study show that parents play a role in supervising their children when playing online games even though they are not optimal, this is because parents do not have much time at home and spend time with children, the role of these parents includes 60.71% giving directions in playing online games, 78.58% give limits for children to play online games, 64.29% play games together with parents who indirectly supervise them.
PEMBENTUKAN KARAKTER BIROKRAT INDONESIA YANG “BERAKHLAK” Diani Risda; Edwin Nurdiansyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk memberikan informasi argumentatif tentang realitas hambatan, tantangan, strategi, dan upaya dalam membentuk karakter birokrat yang berakhlak, sekaligus memberikan rasionalisasi pentingnya pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi dalam pelayanan publik. Riset ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, analisis data, adalah, reduksi, display, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan Hasil riset yaitu: 1) hambatan dan tantangan yang bersifat dinamis dan kompleks, mengarah pada, realitas kompetensi birokrat, distorsi mental melayani, Revolusi Industri 4.0, serta kepastian hukum, 2) strategi dan upaya dalam membentuk karakter birokrat berakhlak, kapabel melalui, pendidikan dan pelatihan, peningkatan melek teknologi, program supervisi, serta kebijakan tentang kesejahteraan, 3) di era modern, birokrasi perlu mengoptimalkan kemajuan teknologi, informasi serta komunikasi, agar efektif dan efisien, supaya cekatan dan profesional. Sehingga pembentukan birokrat berakhlak menjadi solusi alternatif dalam mengatasi stigma juga stereotip mengenai dunia birokrasi yang dipandang kaku, konvensional, prosedural dan pragmatis, agar berubah menjadi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berkelas dunia. This study seeks to provide argumentative information regarding the reality of obstacles, challenges, strategies, and efforts in shaping the character of bureaucrats who have good morals, as well as to rationalize the importance of using technology, information, and communication in public services. This research was carried out through a qualitative approach with literature study methods, data analysis, namely, reduction, display, and verification or conclusion. The results of the research are: 1) dynamic and complex obstacles and challenges, leading to the reality of bureaucratic competence, mental distortion of serving , the Industrial Revolution 4.0, as well as legal certainty, 2) strategies and efforts in shaping the character of moral, capable bureaucrats through education and training, increasing technology literacy, supervision programs, and policies on welfare, 3) in the modern era, the bureaucracy needs to optimize technological progress , information and communication, to be effective and efficient, to be agile and professional. So that the formation of bureaucrats with character is an alternative solution in overcoming the stigma and stereotypes about the world of bureaucracy which is seen as rigid, conventional, procedural and pragmatic, so that it turns into world-class governance and public services.
GENDER EQUALITY OF BALINESE WOMEN AS A MANIFESTATION OF EQUALITY CITIZENS I Putu Windu Mertha Sujana; Camellia
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kedudukan wanita Bali dalam perkawinan Hindu di Bali ditinjau dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1984 dan perwujudan kesetaraan bagi warga negara Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan kajian tentang perlindungan hak-hak perempuan dalam perkawinan Hindu di Bali. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara umum kaum feminis dan masyarakat menerima adanya perkawinan nyentana dalam masyarakat patriarki; (2) Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1984 menjadi pedoman dalam mewujudkan kesetaraan gender antara kedudukan perempuan dan laki-laki, hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan perkawinan nyentana dimana hampir tidak ada perbedaan pembagian tugas dan peran antara laki-laki dan perempuan dalam dikotomi publik. dan domestik; Penelitian ini diharapkan mampu menjadi kajian literatur dalam mewujudkan kesetaraan warga negara. This research examines the position of Balinese women in Hindu marriages in Bali in terms of the Law of the Republic of Indonesia No. 7 of 1984 and the embodiment of equality for Indonesian citizens. The purpose of this research is to conduct a study on the protection of women's rights in Hindu marriages in Bali. The reason for conducting this research is because of gender inequality between men and women in a patriarchal society. This study uses a qualitative approach and descriptive method. Data collection is done by interview, observation, and documentation study. The results of the research show that: (1) In general, feminists and society accept the existence of nyentana marriages in a patriarchal society; (2) Law of the Republic of Indonesia No. 7 of 1984 serves as a guideline in realizing gender equality between the positions of women and men, this is evidenced by the implementation of nyentana marriages where there is almost no difference in the division of tasks and roles between men and women in the public dichotomy. and domestic. This research is expected to be able to become a literature review in realizing citizen equality.
INSTAGRAM AND POLITICAL LITERACY GENERATION Z Alva Beriansyah; Mariatul Qibtiyah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital saat ini ditandai dengan hadirnya media sosial sebagai alat komunikasi dan informasi yang efektif digunakan oleh masyarakat khususnya generasi Z atau gen z sebagai generasi yang lahir dari era digital ini. Salah satu ciri gen z adalah kedekatannya dengan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, bahkan media sosial menjadi referensi dan literasi bagi gen z ini. Keaktifan Gen Z dalam mengakses media sosial juga mempengaruhi partisipasi politik mereka karena Gen Z termasuk dalam kategori pemula dalam partisipasi politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan analisis literasi politik, diharapkan generasi z dapat memiliki pengetahuan politik yang baik yang juga secara signifikan lebih terlibat dalam kegiatan politik, baik konvensional maupun nonkonvensional, seperti mengikuti pemilihan umum, melakukan diskusi politik, melakukan protes, petisi, memboikot bahkan menyampaikan pendapatnya melalui media. Jelang pemilu 2024 mendatang, gen z diharapkan bisa ikut serta memberikan hak politiknya. Literasi politik yang dapat dibangun saat ini terhadap Gen Z yang bersifat instan adalah dengan memanfaatkan media sosial khususnya Instagram sebagai platform media sosial yang banyak digunakan oleh Gen Z untuk mengakses informasi, termasuk informasi tentang isu-isu sosial dan politik sehingga bahwa Gen Z diharapkan memiliki sikap kritis terhadap politik. The development of the current digital era is marked by the presence of social media as an effective communication and information tool used by the public, especially generation Z or gen z as the generation born from this digital era. One of the characteristics of gen z is its proximity to the use of social media in everyday life, even social media has become a reference and literacy for this gene z. Gen z 's activeness in accessing social media also influences their political participation because gen z is included in the beginner category in political participation. This study uses a descriptive qualitative research method. By using political literacy analysis, it is hoped that gen z can have good political knowledge which will also be significantly more involved in political activities, both conventional and non-conventional, such as participating in general elections, conducting political discussions, conducting protests, petitions, boycotts and even expressing their opinions through the media. Ahead of the upcoming 2024 election, gen z is expected to be able to participate in granting their political rights. Political literacy that can be built at this time against Gen Z which has an instant character is by utilizing social media, especially Instagram as a social media platform that is widely used by Gen Z, to access information, including information about social and political issues so that Gen Z is expected to have critical attitude towards politics.

Page 5 of 10 | Total Record : 99