cover
Contact Name
Elsa Aditya
Contact Email
redaksijurnalupu@gmail.com
Phone
+6285175205250
Journal Mail Official
redaksijurnalupu@gmail.com
Editorial Address
JL. KL. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3-A, Tanjung Mulia, Tj. Mulia, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara 20241
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
IESM
ISSN : 26564300     EISSN : 29634378     DOI : https://doi.org/10.22303/iesm
Core Subject : Engineering,
About The Journal IESM (Industrial Engineering System and Management Journal) is a scientific journal published by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Potensi Utama, Medan. This journal focuses on research and development in the fields of industrial engineering and industrial system management, covering both theoretical and applied studies that are relevant to modern industrial challenges. Aims & Scope IESM aims to provide a platform for academics, researchers, and practitioners to disseminate the latest research findings in the following areas: Industrial engineering Manufacturing systems and automation Operations and quality management Process engineering and system improvement Industrial innovation and applied technology Strategic management and decision-making in production contexts Articles published in IESM are expected to bridge theory and practice, providing significant contributions to both scientific development and real industrial problem-solving.
Articles 100 Documents
Analisis Gap Sertifikasi dan Kompetensi SDM Logistik terhadap Optimalisasi Kinerja Perusahaan: Kajian Literatur Perusahaan-Perusahaan Logistik di Batam Eva Amalia; Roni Adi; M. Irvanni Bahri; Syafrudin Rais; Devina Wistiasari
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batam memiliki posisi strategis sebagai hub logistik nasional melalui implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang menargetkan efisiensi rantai pasok dan peningkatan daya saing. Namun kinerja industri logistik ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang tersertifikasi dan kompeten sesuai standar. Riset ini melakukan gap analysis antara kondisi ideal (mengacu SKKNI, KKNI/AQRF, dan kebutuhan industri) dan kondisi aktual di perusahaan-perusahaan logistik Batam. Penelitian bersifat deskriptif-kualitatif melalui studi literatur, observasi ekosistem, dan wawancara terarah dengan pelaku industri, asosiasi, dan lembaga pendidikan vokasi. Hasil menunjukkan kesenjangan menonjol pada (1) kepemilikan sertifikasi formal pada jabatan kritikal (operator gudang, freight forwarding, admin logistik, sopir truk/angkutan peti kemas); (2) akses dan biaya sertifikasi yang masih tinggi (3) ketidaksesuaian kompetensi teknis terhadap tuntutan operasional digitalisasi logistic serta (4) lemahnya orkestrasi triple helix (industri–pemerintah–pendidikan) dalam penyiapan talenta. Gap berdampak pada produktivitas, kepatuhan, reliabilitas layanan, dan daya saing pasar internasional. Rekomendasi meliputi percepatan kehadiran/kemitraan LSP logistik di Batam, program pelatihan berbasis kompetensi yang diselaraskan dengan SKKNI, skema pembiayaan sertifikasi yang inklusif, serta penguatan kurikulum vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan BLE.
Analisis Penerapan Rogram Keselamatan Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Pendekatan Hazard And Probability Study (Hazop) Abdul Azis Syarif; Agung Al Balad
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan yang tidak aman ataupun karena human error. Dengan adanya peristiwa kecelakaan yang terjadi maka akan mengurangi profit perusahaan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, pemerintah menghimbau setiap perusahaan harus menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiko-resiko jika tidak menerapkan dan memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja di stasiun kerja. Dalam penelitian ini menggunakan metodeHazard And Operability Study (HAZOP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi resiko-resiko dalam area kerja tersebut.XYZ dalam pengoperasiannya tidak luput dari masalah-masalah yang dihadapi seperti adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan sekitarnya, Terdapat 3 area sumber kecelakaan. Pertama area pabrik dengan potensi kecelakan yaitu menghirup debu, mata kemasukan debu, terjatuh, terpeleset, dan tersandung. Kedua area proses produksi dengan potensi kecelakaan kerja yaitu terjepit Conveyor, terjepit bahan baku paper roll. Ketiga area pemindahan dan penyimpanan dengan potensi kecelakaan kerja yaitu kejatuhan barang, tertindih/tertimpa barang.Dari pelaksanaan program kesehatan kerja di PT. XYZ   bisa dikatakan telah terlaksana cukup baik. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2022-2024 adalah 18,14, 9 kali kecelakaan. Semakin menurunnya tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ke tahunnya maka akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat dengan menggunakan metode seven tools dan fmea : Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat Abdul Azis Syarif; Deny Walady Utama; Amas Ramadan Sipahutar
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.01-08

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian sebagai berikut : Mengetahui pengendalian kualitas tempe dengan menggunakan metode Seven Tools, Mengidentifikasi kegagalan proses produksi tempe dengan menggunakan metode FMEA, Mengetahui langkah – langkah yang digunakan untuk memperbaiki produk cacat tempe. Berdasarkan Peta Kontrol np Bar produk cacat tempe dapat diketahui bahwa produk cacat yang berada pada batas kontrol atas dan batas kontrol bawah yaitu produk cacat yang dihasilkan pada Minggu ke – 1, Minggu Ke -2 dan Minggu Ke-4 sebesar 112, 124 dan 85. Sedangkan untuk Minggu Ke -3 menghasilkan produk cacat yang tidak terkontrol sebesar 150 yang melewati Upper Control Limit (LCL). faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya produk cacat dimana faktor – faktor tersebut sebagai berikut : Tempe yang kurang matang terdiri dari Kualitas kedelai yang kurang bagus, Kualitas ragi kurang bagus, Tidak mengetahui suhu ruangan yang tepat untuk proses permentasi tempe, Tidak mengetahui SOP penggunaan ragi Suhu ruangan Fermentasi yang tidak Stabil, Kelembapan ruangan yang kurang bagus untuk permentasi kemudian untuk Ukuran Yang Tidak Sesuai terdiri dari Ukuran plastik yang digunakan tidak sesuai dengan standar ukuran yang ditetapka, Kurangnya mengetahui ukuran kapasitas pelastik yang dingunakan , Tidak adanya takaran ukuran pada saat memasukkan kedelai kedalam pelastik , Tidak adanya SOP ukuran berupa berat sampel kedelai yang dimasukkan kedalam pelastik pada saat proses pengemasan, Tempe Belum Matang dan Ukuran Tidak Sesuai Standar yaitu Ukuran plasti yang digunakan tidak sesaui standar dan kualitas ragi yang digunakan tidak bagus serta tidak adanya takaran pada saat memasukkan kedelai kedalam plastik serta tidak adanya ukuran ragi yang digunakan Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA.
Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Produksi Sabun Di PT. Best Ilham Wahyudi; Denny Walady Utama; Yetti Meuthia Hasibuan; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.09-21

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi sabun membutuhkan kefektivitasan mesin dalam menjalankan produksi nya. Mesin produksi yang kurang dijaga pemeliharaan nya adalah salah satu penyebab utama tingginya downtime akibat kerusakan mesin cutting yang terjadi saat produksi berlangsung, dimana tiap bulannya tingkat kerusakan sebanyak 5 kali/bulan dengan waktu breakdown 540 menit/bulan. Tingginya downtime pada mesin merupakan masalah yang banyak dihadapi perusahaan. Kondisi tersebut mengakibatkan proses produksi pada perusahaan menjadi menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai penyebab menurunnya efektivitas mesin cutting dengan menggunakan konsep Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai efektivitas peralatan keseluruhan (OEE) berkisar antara 59% - 82% jauh diatas target yakni 95%. Penyebab terjadinya pemborosan yang paling dominan berdasarkan Six Big Losses adalah reduced speed losses. Dengan persentase sebesar 24% atau sebesar 58% terhadap persentase losses yang lain. Sehingga perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan nilai OEE agar menjadi kategori kelas dunia
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hira Dan Hazop Pada PT. AGM Audrey Iva Novia Sihombing; Yetti Meuthia Hasibuan; Denny Walady Utama
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.6.1.2025.34-46

Abstract

Proses produksi pupuk NPK memiliki potensi risiko. Karyawan masih kurang menyadari pentingnya menggunakan alat pelindung diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bahaya yang mungkin terjadi, serta faktor-faktor yang menyebabkan bahaya tersebut terjadi. Selain itu, penelitian ini akan memberikan saran untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan: Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode HIRA digunakan untuk menemukan bahaya yang mungkin terjadi dan memberikan penilaian risiko berdasarkan kemungkinan terjadi dan tingkat keparahan risiko. Namun, metode HAZOP digunakan untuk mengevaluasi kesalahan, sumbernya, efek, dan solusi perbaikan yang disarankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 bahaya yang ditemukan, yang dibagi menjadi empat sumber bahaya: 15 bahaya untuk prosedur kerja, 11 bahaya untuk sikap kerja, 4 bahaya untuk tempat kerja, dan 2 bahaya untuk lingkungan kerja. Perbaikan administrasi dan teknis adalah bagian dari perbaikan kerja yang diusulkan. Menurut PP RI No. 50 Tahun 2012, upaya pengendalian risiko yang sudah dilakukan termasuk rekayasa teknik, pemasangan rambu K3, pemeliharaan peralatan dan instalasi, pelatihan, penyediaan APD, APAR, dan peralatan tanggap darurat.
Penerapan Metode AHP Dan TOPSIS Untuk Pemilihan Supplier Pada Industri Manufaktur Bahan Baku Sabun Yetti Meuthia Hasibuan; Zaharuddin; M. Ade Kurniawan
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Berlian Eka Sakti Tangguh Medan merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi Soap Plant (pabrik sabun) dan melakukan seleksi awal dalam menentukan supplier bahan baku. Saat ini terdapat lima supplier yang bekerja sama dengan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan guna menentukan supplier terbaik dari 5 supplier utama berdasarkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku perusahaan. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk melakukan pemeringkatan alternatif supplier. Hasil penelitiandengan metode AHP dan TOPSIS samamenunjukkan bahwa PT. Sumber memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,6996 dan menempati peringkat pertama. Selanjutnya diikuti oleh PT. Seikishin (0,5742), PT. Duta Foam (0,5257), PT. Bustico (0,4022), dan PT. Tiga Saudara (0,2980). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode AHP dan TOPSIS mampu memberikan rekomendasi pemilihan supplier secara objektif, sistematis, dan terukur.
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang PT. Wicaksana Sentra Linkindo Menggunakan Metode Always Better Control (ABC) Izzat Fadil Maulana; Yetti Meuthia Hasibuan
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.47-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak gudang pada PT Wicaksana Sentra Linkindo menggunakan metode Always Better Control (ABC) guna meningkatkan efisiensi operasional gudang. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah penataan produk yang belum sistematis sehingga menyebabkan tingginya jarak tempuh operator dalam proses penyimpanan dan pengambilan barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Data yang dianalisis meliputi jumlah permintaan produk, jarak tempuh storage dan retrieval, serta kondisi tata letak gudang eksisting. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan produk berdasarkan tingkat permintaan menjadi kelas A, B, dan C sesuai prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Baut 3/8 STUT – 7/16 X1½ termasuk kategori A dengan kontribusi permintaan sebesar 77,96%, sehingga ditempatkan pada area paling dekat dengan picking area. Produk kategori B terdiri atas Batu Gerinda dan Mechseal AGN 24 MM – AGL 40/380C, sedangkan tujuh produk lainnya masuk kategori C. Penerapan tata letak usulan berbasis klasifikasi ABC mampu meningkatkan efisiensi operasional gudang secara signifikan. Jarak rata-rata picking berkurang dari 9,2 meter menjadi 4,7 meter atau turun sebesar 48,9%, waktu retrieval produk kelas A menurun dari 25 detik menjadi 12 detik atau sebesar 52,0%, serta utilisasi ruang gudang meningkat dari 63% menjadi 89% atau sebesar 41,3%. Dengan demikian, metode ABC terbukti efektif dalam mengoptimalkan tata letak gudang dan meningkatkan produktivitas operasional PT Wicaksana Sentra Linkindo.
Comparison of Risk Management between Waterfall, Prototype and Incremental Development Fidya Farasalsabila; Supardi; Aulia Agung Dermawan; Alvendo Wahyu Aranski; Is Fadhilah; Machsun; Ahmad Rizky Saputra
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Vol 7 No 2 Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.2.2026.60-72

Abstract

The success of a software project depends on risk management. The first and most important step is to choose a risk management friendly software development methodology. The aim of this research is to identify the most effective software risk management approach that will prevent software project failures. To this effect, comparative analysis is used to compare between the three most common approaches to developing software: the waterfall model, the prototype model, and the incremental model. The purpose of this comparison is to determine which model provides the best assistance for risk management. During the process of writing this article, several limitations were encountered in the literature for related work as a result of the lack of up-to-date information in comparative risk management studies. In the end, it was found that incremental has the potential to be the best risk management considering the evolution of software requirements.
Analisis Beban Kerja Karyawan Menggunakan Metode Full Time Equivalent pada Industri Mebel UD Kuala Jaya Yulia Putri; Suliawati; M Arfah
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Vol 7 No 2 Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.2.2026.73-86

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja operator produksi pada UD Kuala Jaya dan menyusun usulan pemerataan beban kerja berdasarkan metode Full Time Equivalent (FTE). Permasalahan penelitian berangkat dari ketidakseimbangan beban kerja antarstasiun yang berpotensi menimbulkan waktu menganggur pada sebagian operator dan beban kerja berlebih pada operator lainnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran waktu siklus menggunakan stopwatch. Pengamatan waktu produksi dilakukan sebanyak sepuluh kali untuk setiap elemen kegiatan. Data kemudian diolah melalui penentuan waktu rata-rata, waktu normal, waktu baku, jam kerja efektif, dan nilai FTE. Hasil penelitian menunjukkan dua operator pada stasiun pengetaman berada pada kategori underload dengan nilai FTE 0,933 dan 0,956. Dua operator pada stasiun pembuatan barang mengalami overload dengan nilai 2,550 dan 2,501, sedangkan operator pendempulan dan pengampelasan berada pada kategori normal dengan nilai 1,200 dan 1,203. Operator pengecatan juga overload dengan nilai 1,469. Usulan pemerataan menghasilkan FTE 1,008; 1,021; 1,260; 1,253; 1,200; 1,203; dan 0,979. Redistribusi aktivitas dapat memperbaiki keseimbangan beban kerja dan menjadi dasar pengelolaan tenaga kerja yang lebih efektif
Design Of Ergonomic Workstations In The Ironing Department To Reduce The Risk Of Poor Work Postures And Musculoskeletal Complaints At Bunda Laundry Abdul Azis Syarif; Denny Walady Utama; Ali Sabarno Sitohang; Budhi Santri Kusuma
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Vol 7 No 2 Agustus 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.2.2026.87-99

Abstract

The Ironing Unit is one of the key work units in a laundry service. Because this work is driven by punctuality, cleanliness, and neatness, employees are required to work for long periods of time, which can lead to excessive fatigue and, ultimately, complaints caused by ergonomic risk factors experienced by staff, namely abnormal posture in the shoulder area due to frequent upper extremity movements above shoulder height, static muscle strain from prolonged standing, abnormal posture in the waist and lower back due to bending and twisting, and abnormal forward-leaning posture. To analyze these issues, the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method was used. Based on the results of the analysis of workers’ postures in the ironing unit using the Rapid Upper Limb Assessment (RULA) method, the exposure score for the standing position was 6, indicating that the risk level during the ironing process while standing is high (high risk), whereas the exposure score for the sitting position was 4, indicating that the risk level during ironing and folding while using a chair without a backrest is medium risk. Therefore, an investigation and the implementation of changes are needed as soon as possible, including a proposal to improve the ironing table by making it height-adjustable.

Page 10 of 10 | Total Record : 100