cover
Contact Name
Elsa Aditya
Contact Email
redaksijurnalupu@gmail.com
Phone
+6285175205250
Journal Mail Official
redaksijurnalupu@gmail.com
Editorial Address
JL. KL. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3-A, Tanjung Mulia, Tj. Mulia, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara 20241
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
IESM
ISSN : 26564300     EISSN : 29634378     DOI : https://doi.org/10.22303/iesm
Core Subject : Engineering,
About The Journal IESM (Industrial Engineering System and Management Journal) is a scientific journal published by the Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Potensi Utama, Medan. This journal focuses on research and development in the fields of industrial engineering and industrial system management, covering both theoretical and applied studies that are relevant to modern industrial challenges. Aims & Scope IESM aims to provide a platform for academics, researchers, and practitioners to disseminate the latest research findings in the following areas: Industrial engineering Manufacturing systems and automation Operations and quality management Process engineering and system improvement Industrial innovation and applied technology Strategic management and decision-making in production contexts Articles published in IESM are expected to bridge theory and practice, providing significant contributions to both scientific development and real industrial problem-solving.
Articles 94 Documents
Pengendalian Persediaan Obat Dengan Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) di RS XYZ Tiarma Ratnauli Siahaan; Muhammad Fazri; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RS ABC merupakan Rumah Sakit yang memiliki beberapa jenis obat seperti obat demam, antibiotik, vitamin, pereda nyeri dan lain-lain, namun pada penelitian ini dikhususkan pada obat jenis antibiotik. Dalam sistem pemesanan obat, Rumah Sakit ini tidak memiliki penjadwalan yang baik sehingga sering terjadi kehabisan persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal berdasarkan EOQ Probabilistik. Adapun hasil pada penelitian ini untuk obat antibiotik Amoxilin jumlah pemesanan yang optimal yaitu 278 strip, dangan titik pesan kembali sebesar 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.075.862. Cefixim jumlah pemesanan yang optimal yaitu 266 strip, dengan titik pesan kembali 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.503.537. Ciprofloxaxin jumlah pemesanan persediaan 261 strip, dengan titik pesan kembali 9 strip dan persediaan pengaman 1 strip dengan total ongkos 6.254.498 per periode atau setiap melakukan pembelian persediaan.
Analisa Kepuasan Konsumen di PT. Indomobil Primaniaga Dengan Metode Service Quality dan Metode IPA (Importance Performance Analysis) Anggi Muhaimin; Abdul Azis Syarif; Yetti Meuthia Hasibuan
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha melayani kebutuhan konsumen, PT. Indomobil Primaniaga selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat PT. Indomobil Primaniaga harus dapat mempertahankan konsumen yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jasa dan kepuasan konsumen PT. Indomobil Primaniaga. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 42 konsumen bengkel. Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA, kebutuhan pelanggan sebagai variabel yang tidak terpenuhi dimana gap (kesenjangan) antara pelayanan dan harapan pelanggan sebagai voice of costumer. Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil penelitian, Atribut dengan nilai gap terbesar -1,0714 yaitu atribut “Karyawan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen tidak memandang status sosial”. Berdasarkan persepsi pelanggan, kemampuan karyawan tidak mampu memenuhi harapan/keinginan konsumen dalam service pelayanan yang baik dan karyawan masih memandang status sosial dalam melayani konsumen. Sedangkan gap terkecil -0,0238 ialah atribut
Analisa Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk Coca-Cola Dengan Metode Six Sigma Pada PT. Coca-Cola Bootling Indonesia Boyke Wijaya Sihotang; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca Cola Bottling Indonesia dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk coca cola dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk coca cola dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,49. Produk-produk coca cola dengan spesifikasi diluar standart kualitas yang ditetapkan oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu Filling Height, Out of spec dan No Crown Reject. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Six Sigma DMAIC. Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi coca cola, menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC di PT. Coca Cola Bottling Indonesia. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan pengolahan data dan analisa maka diperoleh total kecacatan produk coca cola yaitu Filling Height (45.984), Out of spec (8.855), dan No Crown Reject (7.381). Nilai DPMO proses sebesar 23.282,4427 dengan level 2 yang menunjukkan nilai rata-rata tingkat industri Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah faktor mesin, manusia, metode, lingkungan, usulan tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada kualitas produk coca cola dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat. Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur , membuat tanda-tanda peringatan. Setelah dilakukan pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan standarisasi. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas produk coca cola.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Sarung Tangan Berdasarkan Perilaku Konsumen dengan Metode Random Sampling Pada PT. Intan Hevea Industri Chesy Apriliyana Gultom; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarung tangan adalah sejenis pakaian yang menutupi tangan, baik secara sebagian ataupun secara keseluruhan. Fungsi sarung tangan ialah untuk melindungi sang pemakai dari pengaruh lingkungan sekitarnya atau melindungi lingkungan sekitar dari tangan sang pemakai. Sarung tangan juga merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cedera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun. Sarung tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Strategi pemasaran pada produk sarung tangan sehingga dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang meningkat, untuk itu dilakukan analisis terhadap konsumen. Analisis konsumen merupakan dasar dari Perencanaan dan strategi pemasaran disusun berdasarkan pemahaman akan konsumen yang menjadi target pasar bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada PT. Intan Hevea Industry dengan menggunakan metode random sampling.
Analisa Pengendalian Kualitas Produk Ikan Tuna Dengan Metode Six Sigma Dan Analisa Kaizen di PT. Medan Tropical Canning & Industri Frozen Hironimus DD Samosir; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan Tropical Canning & Frozen dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk ikan dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk ikan tuna dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,67 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi ikan tuna, dan menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Medan Tropical Canning & Frozen. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari pengamatan secara langsung kepada proses produksi di lapangan, mengolah data dengan tahapan DMAIC, dan memberikan usulan perbaikan dengan analisa kaizen. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisa, maka diperoleh total kecacatan produk ikan tuna yaitu busuk (55.616), tidak register (8.552), dan rusak (7.129). Nilai DPMO proses sebesar 14836,8626 dengan nilai Sigma sebesar 3,67. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk untuk parameter cacat busuk adalah mesin, manusia, metode, dan ingkungan. Dengan usulan perbaikan melalui Kaizen adalah (Seiri) yaitu memisahkan barang yang diperlukan dan tidak diperlukan dan akan menyimpannya, seperti alat-alat yang rusak dan alat-alat tidak bisa digunakan lagi serta barang yang tidak dibutuhkan. (Seiton) yaitu mengatur letak bahan dan barang sesuai tempatnya agar pekerja mudah menemukan bahan atau barang yang dibutuhkan yang bertujuan untuk mempelancar proses produksi. (Seiso) adalah membersihkan semua fasilitas dan lingkungan kerja serta membuang sampah pada tempatnya dan menghimbau kepada seluruh pekerja untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja, (Seiketsu) adalah memelihara semua barang ataupun peralatan, mesin, pakaian, tempat kerja, dan material lainnya yang berhubungan dengan proses produksi, sehingga kodisinya tetap bersih, terawatt, dan tertata rapi, (Shitsuke) adalah memperbaiki sikap untuk memenuhi dan mematuhi peraturan-peraturan dan displin kerja mengenai kebersihan dan kerapian terhadap peralatan dan tempat kerja.
Pengendalian Kualitas Produk Besi Baja Dengan Metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry Irfan; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya persaingan industri antar produk yang semakin ketat ini menuntut setiap perusahaan memberikan yang terbaik bagi konsumennya. Saat ini kualitas produk besi baja PT.Growth Sumatra Industry belum maksimal, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya jumlah produk defect yang cukup besar. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk besi beton polos dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,54%. Produk-produk besi beton polos dengan spesifikasi di luar standard kualitas yang ditetapkan oleh PT.Growth Sumatra Industry dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu : ukuran tidak sesuai, besi retak, sisa potongan.Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen.Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi besi baja, menganalisa tindakan perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC dan Kaizen di PT. Growth Sumatra Industry. Tahaptahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan penglolahan data dan analisa maka diproleh total kecacatan yang terjadi pada produk besi baja yaitu ukuran tidak sesuai (2880), besi retak (2855), sisa potongan (2052). Nilai DPMO dengan nilai 158.625 dengan level 2 yang menunjukan rata - rata tingkat industri indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah manusia, mesin, peroses kerja, dan material, usulan tindakan perbaikan yang dilakukan pada kualitas produk besi beton polos dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat,.Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur, memberi arah petunjuk untuk daerah yang berbahaya. Setelah dilakukan perbaikandilakukan tahapan terakhir yaitu kontrol yang berfungsi untuk perubahan angka pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan SNI. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC dan Metode Kaizen mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas besi baja.
ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TBS MINYAK SAWIT DENGAN METODE MRP Muhammad Anugrah; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini semakin berkembangnya dunia industri manufaktur, perusahaan-perusahaan industri akan bersaing dengan ketat untuk mencari keunggulan yang kompetitif yang menghasilkan produkproduk yang murah dan bermutu. Pada perusahaan PT.XYZ terdapat permasalahan pada persediaan buah kelapa sawit, yaitu adanya kekurangan bahan baku untuk proses pembuatan CPO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku dengan metode MRP agar dapat mengurangi waktu tunggu persediaan dan mengetahui pengaruh pengendalian persediaan bahan baku terhadap produksi minyak CPO. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan perencanaan jumlah bahan baku setiap bulan melalui peramalan untuk masa akan datang yang diperoleh dari data permintaan bahan baku CPO pada tahun 2019-2020, serta metode MRP teknik Lot For Lot akan digunakan untuk perencanaan bahan baku setiap bulannya agar terpenuhi buah kelapa sawit pada saat proses produksi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terdapat 11 kali pemesanan buah kelapa sawit, dan hasil pengolahan data dengan metode MRP teknik lot for lot, diperoleh kebutuhan awal bahan baku untuk produksi CPO sebesar 11,7752 MT. Pengaruh pengendalian persediaan bahan baku dengan metode MRP terhadap produksi CPO adalah waktu tunggu untuk persediaan awal terpenuhi, serta tidak terdapat bahan baku yang tersisa karena buah kelapa sawit mudah membusuk dalam keadaan terlalu lama, dan metode MRP teknik lot for lot juga tidak menggunakan safety stock sehingga perusahaan dapat optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku setiap bulan.
Analisa Produktivitas Perawatan Forklift Menuggunakan Metode Penerapan Total Productive Maintenance (Tpm) Di Pt. Xyz Tongam Purba; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian kerusakan pada mesin forklift dan perawatan mesin forklift di PT. XYZ dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). Forklift yang di teleti yaitu forklift 2,5 ton dan forklift 3 ton di bagian produksi. Pengumpulan data yang digunakan bersifat data deskriptif kuantitatif pada mesin forklift dari bulan Januari sampai bulan Desember 2019. Maka data dapat diolah menggunakan performance maintenance dengan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa peneliti membahas bagian-bagian kerusakan dan waktu melakukan perbaikan (breakdown) pada mesin forklift 2,5 ton dan 3 ton. Dalam meningkatkan kinerja mesin forklift dapat meminimalisasi kerusakan mesin forklift dibutuhkan suatu penjadwalan perawatan yang baik. Total Productive Maintenance (TPM) adalah perawatan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas mesin melalui perawatan. Penjadwalan perawatan bertujuan untuk menjaga keterhandalan mesin forklift, menghindari terjadinya kerusakan, merawat mesin forklift yang ada di perusahaa dan rekomendasi penjadwalan melakukan perawatan. Data yang diperoleh yaitu data breakdown, operation time, loading time dan frekuensi breakdown selama 12 bulan dari bulan januari sampai desember 2019. Dengan memperhitungkan nilai Mean Time Beetwen Failure (MTBF) yang dihasilkan forklift 2,5 ton adalah 168 jam dan forklift 3 ton adalah 180 jam, Mean Time To Repair (MTTR) forklift 2,5 ton adalah 6,3 jam dan forklift 3 ton adalah 6,8 jam, serta Availability forklift 2,5 ton adalah 0,84 jam dan forklift 3 ton 0,821 jam dengan menggunakan data record forklift 2 ton dibagian produksi selama 12 bulan Januari sampai Desember 2019.
Analisa Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (Smk3) Proyek Kontruksi Jalan Tol Dengan Metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (Hirarc) Di Pt. Hutama Karya Persero Cindy Felia Simarmata; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutama Marga Waskita merupakan salah satu perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang industri jasa konstruksi. Berdasarkan hasil wawancara dan data yang terkumpul dari dokumen HSE tentang kecelakaan kerja yaitu unsafe action dan unsafe condition serta berdasarkan hasil observasi para pekerja kurang menyadari APD itu penting saat bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa penerapan SMK3 dan melakukan identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan pengendalian resiko pada pekerjaan tiang pancang dengan metode Hazard Identification, Risk Assesement and Risk control (HIRARC) dan memberikan usulan cara meningkatkan kesadaran dan kepedulian pekerja pekerja dalam pengawasan pemakaian alat pelindung diri (APD) dengan penerapan Behaviour Based Safety (BBS) agar sesuai dengan standar SMK3 yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) dalam penerapan SMK3 di PT.Hutama Marga Waskita masih belum efektif pelaksanaannya, hal ini dapat dilihat dari hasil pengolahan data dengan metode Hazard Identification And Risk Assessment Risk Control (HIRARC) yaitu: perlu melakukan tindakan evaluasi terhadap resiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemancangan pondasi dan Bracket Bekisting dari tiang pancang karena terdapat 7 resiko kecelakaan kerja yang tergolong high dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 bulan ke depan, serta 3 resiko kecelakaan kerja yang tergolong medium dan harus dilakukan perbaikan dalam 1 tahun ke depan dan untuk meningkatkan kesadaran pekerja dalam pemakaian APD ada 2 hal yang harus diterapkan yaitu pemberian hukuman dan pemberian reward. Ada 2 faktor penyebab kecelakaan kerja yaitu: kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman.
Analisa Penerapan Konsep Just In Time Untuk Mendukung Supply Chain Management Terhadap Efisiensi Biaya Persedian Bahan Baku Di Pt. Dwimitra Jaya Abadi Ronni Syahputra Simanjutak; Donny Syahrial Hanafy Daulay
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan metode Just In Time untuk mendukung Supply chain management pada PT. Dwimitra Jaya Abadi hal ini dilakukan untuk mereduksi biaya akibat penumpukan bahan baku dan memperbaiki sistem transportasi dalam pemesanan bahan baku dari supplier ke gudang. Jenis penelitian ini adalah fiel research dengan pendekatan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode Just In Time untuk mendukung Supply Chain Management dalam pemesanan bahan baku dan sistem produksi berdampak positif, dimana metode Just in time dapat mereduksi biaya-biaya yang terjadi akibat penumpukan bahan baku digudang, metode JIT juga memberikan frekuensi pemesanan yang efektif. Penerapan JIT juga dapat menghilangkan aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan atau meningkatkan manufacturing cycle efficiency. Meningkatnya MCE berarti semakin kecil aktifitas yang tidak menambah nilai (Non value adad). Maka penerapan Just In Time dapat meningkatkan produktifitas perusahaan. Pada rantai pasok menunjukan biaya transportasi dapat direduksi dengan melihat rute dan mode transportasi dalam pemesanan bahan baku dan perusahaan diharapkan memiliki hubungan jangka panjang pada pemasok pemesanan bahan baku.

Page 6 of 10 | Total Record : 94