cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN
ISSN : 19799594     EISSN : 25415492     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
Pengaruh Penggunaan LMS dan Aplikasi Telegram terhadap Aktivitas Belajar Widiyono, Aan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.37857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan LMS dan aplikasi Telegram terhadap aktivitas belajar mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD 3A3 UNISNU Jepara pada Mata Kuliah Teknologi Pendidikan yang berjumlah 28 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan skala Likert pada penggunaan LMS, aplikasi telegram, dan aktivitas belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelumnya. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan LMS berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas belajar dengan signifikansi 0,000; Aplikasi Telegram berpengaruh positif dan signifikan terhadap aktivitas belajar dengan signifikansi 0,000, dan Penggunaan LMS dan aplikasi Telegram secara simultan berpengaruh signifikan terhadap aktivitas belajar sejumlah 90,1% dengan signifikansi 0,000. Penelitian ini dapat dijadikan acuan bahwa penggunaan kedua aplikasi tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar. Sedangkan pada penggunaan LMS lebih memberikan pengaruh terhadap aktivitas belajar dibanding dengan penggunaan aplikasi Telegram. The Effect of Using LMS and Telegram on Students' Learning Activities This study aims to describe the effect of using LMS and Telegram applications on student learning activities. This research method uses a quantitative approach. The sample in this study were 28 students of PGSD 3A3 UNISNU Jepara in the Educational Technology course. The data collection instrument used a questionnaire with a Likert scale on the use of LMS, Telegram application, and learning activities that had been tested for validity and reliability before. The data analysis technique used multiple linear regression. The results of data analysis indicate that the use of LMS has a positive and significant effect on learning activities with a significance of 0.000; Telegram application has a positive and significant effect on learning activities with a significance of 0.000, and The use of LMS and Telegram application simultaneously have a significant effect on learning activities amounting to 90.1% with a significance of 0.000. This research can be used as a reference that the use of these two applications can influence learning activities. Whereas the use of LMS has more influence on learning activities than the use of the Telegram application
Analisis sikap toleransi belajar IPA siswa sekolah menengah pertama Sari, Rizki Intan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2020): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpaya pendidikan karakter dalam mengembangkan nilai toleransi dan peduli sosial harus dilakukan dalam berbagai aktivitas dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap toleransi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bagi siswa sekolah menengah pertama. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian statistik deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket yang menggunakan skala Likert. Responden berjumlah 61 orang. Sikap toleran pada siswa diukur menggunakan 25 butir pertanyaan. Masing-masing pernyataan diberi skor 1-4, sehingga rentang skor adalah 18,75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kelas VII B sebanyak 31 responden, diperoleh skor tertinggi adalah 95, dan skor terendah adalah 69, diperoleh rata-rata (mean) yaitu 81.61. Penggunaan variabel kelas VII F sebanyak 30 responden, diperoleh skor tertinggi yaitu 96, dan skor terendah yaitu 56 dengan rata-rata (mean) yaitu 84.16. Siswa memiliki sikap toleransi yang baik selama proses pembelajaran IPA di kelas, terbukti dengan para siswa dapat menghargai perbedaan yang terjadi di antara setiap individu. Analysis of the tolerance attitudes of junior high school studentsCharacter education efforts in developing the value of tolerance and social care must be made in various activities and environments. This research aims to describe tolerance in Natural Science learning for junior high school students. The research approach is quantitative with descriptive statistical research methods. Sampling techniques use total sampling. Data collection techniques with polls using the Likert scale. Respondents numbered 61 people. Tolerant attitudes in students were measured using 25 questions. Each statement is rated 1-4, so the score range is 18.75. The results showed that the class VII B variable of 31 respondents, obtained the highest score was 95, and the lowest score was 69, obtained on average (mean) which is 81.61. The use of class VII F variables as many as 30 respondents, obtained the highest score of 96, and the lowest score was 56 with an average (mean) of 84.16. Students have a good tolerance during the IPA learning process in the classroom, proven by students being able to appreciate the differences that occur between each individual
Hubungan antara efikasi diri dengan keterampilan komunikasi siswa Astuti, Budi; Pratama, Anggi Idwar
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2020): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v13i2.33757

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan keterampilan komunikasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini ialah siswa SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta kelas VII A, VII B, VII C, VIID, VII E, VII F dan VII G. Penelitian ini melibatkan seluruh populasi siswa kelas VII dengan jumlah 124 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala efikasi diri dan skala keterampilan komunikasi yang diadaptasi. Realibilitas skala efikasi diri 0,91 dan realibillitas skala keterampilan komunikasi 0,89. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dengan keterampilan komunikasi siswa. Hasil korelasi diperoleh 0.208 yang berada pada koefesien korelasi antara 0.20-0.399 termasuk memiliki tingkat hubungan rendah. Masih ada faktor-faktor lain yang memiliki hubungan dengan keterampilan komunikasi. Tingkat efikasi diri siswa termasuk dalam kategori sedang sebanyak 94 siswa (76%). Tingkat keterampilan komunikasi siswa termasuk dalam kategori sedang sebanyak 82 siswa (66%). Hasil penelitian ini memberikan implikasi terhadap guru bimbingan dan konseling untuk memberikan intervensi-intervensi yang tepat agar keterampilan komunikasi siswa dapat meningkat dengan efikasi diri yang memadai. The relationship between self-efficacy and student communication skillsThis study aimed to determine the relationship between self-efficacy and student communication skills. The research method used is a quantitative approach to the type of correlational research. The population in this study were students of Al Azhar 26 Yogyakarta Islamic Middle School class VII A, VII B, VII C, VIID, VII E, VII F and VII G. This study involved the entire population of grade VII students with a total of 124 students. Data collection techniques using self-efficacy scales and communication skills scales were adapted. The reliability of the self-efficacy scale was 0.91 and the reliability of the communication skills scale was 0.89. The results showed that there was a positive and significant relationship between self-efficacy and student communication skills. The correlation results obtained 0.208 which is at the correlation coefficient between 0.20-0.399 at the low level of relationship. There are still other factors that have a relationship with communication skills. The level of student self-efficacy is included in the moderate category of 94 students (76%). The level of student communication skills is included in the moderate category of 82 students (66%). The results of this study have implications for teacher guidance and counseling to provide appropriate interventions so that students' communication skills can be improved with adequate self-efficacy.
Efektivitas Penggunaan Media Sains Flipbook Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Aprilia, Tika
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.32059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media sains flipbook berbasis kontekstual dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan yaitu desain true-experimental berupa post-test only control group design. Sampel penelitian ini terdiri dari kelas V-1 SDN Mangkubumen Lor sebanyak 26 siswa sebagai kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrolnya yaitu kelas VA SDN Cemara Dua sebanyak 26 siswa. Pemilihan sampel sekolah dasar tersebut dilakukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa butir soal tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa yang disusun berdasarkan integrasi antara indikator kemampuan berpikir kritis dengan domain kemampuan kognitif dalam taksonomi Bloom yang telah diuji validitas dan reliabilitas butir soal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media sains flipbook berbasis kontekstual (88,12) lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan buku paket IPA pada umumnya (75,31). Hasil uji independen sample t-test diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan media sains flipbook berbasis kontekstual dengan kelas kontrol yang menggunakan media buku cetak atau paket IPA. Skor nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan media sains flipbook berbasis kontekstual lebih tinggi daripada skor nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang hanya menggunakan media buku paket IPA. Namun dalam penggunaan media sains flipbook berbasis kontekstual ini sangat membutuhkan sarana prasarana atau fasilitas sekolah yang memadai. The Effectiveness of the Use of Flipbook Science Media Based on Contextual to Improve Critical Thinking Ability of StudentsThis study aims at determining the effect of flipbook science media base on contextual to enhance critical thinking skills for students of class V in elementary schools. This research is quantitative research by using the experimental method. The experiment design used is a true-experiment design in the form of a post-test-only control group design. The sample of this study is a V-1 class of Mangkubumen Lor state elementary school with as many as 26 students as the experiment class, while the control class was VA class of the Cemara Dua state elementary school as many as 26 students. The selection of the three elementary school samples was done by purposive sampling. The instrument used is a form of test items at determining students' critical thinking skills compiled based on the integration between indicators of critical thinking skills with the domain of cognitive abilities in Bloom's taxonomy that had been tested for validity and reliability of the items. The results of this study indicate that the average value of students learning outcome using flipbook science media base on contextual (88.12) is higher than the average value of students learning outcome using natural science textbooks (75.31). The results of the independent sample t-test obtained a significance of 0.000 <0.05, meaning that H0 is rejected, indicating that there is a value of students' critical thinking skills in the experimental class using flipbook science media base on contextual with the control class using science textbooks media or science packages. Scores the value of the critical thinking ability of students using flipbook science media base on contextual is higher than the value of the critical thinking ability of students only using the science textbooks media. However, the use of flipbook science media base on contextual really requires adequate school infrastructure or facilities.
Validasi School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia Rahman, Diniy Hidayatur
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2020): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v13i2.32579

Abstract

Burnout akademik merupakan sebuah kondisi yang dapat berdampak negatif pada para pelajar, baik secara akademik, pribadi, maupun sosial. Pencegahan terhadap dampak lanjutan yang tidak diinginkan melalui sebuah identifikasi dini. School Burnout Inventory merupakan salah satu instrumen berbahasa Inggris yang efektif untuk melakukan identifikasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia dalam konteks program sarjana, serta menguji jumlah faktor yang membentuknya. Proses adaptasi School Burnout Inventory dilakukan dengan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia dan menyesuaikannya dengan konteks pendidikan di perguruan tinggi. Uji kesahihan terjemahan oleh ahli bahasa dan pakar dalam bidang burnout. Instrumen yang telah diadaptasi, disebarkan kepada 542 mahasiswa program sarjana (126 laki-laki dan 416 perempuan), yang dipilih secara acak secara online dan offline. Analisis data menggunakan analisis faktor eksploratori dan alpha Cronbach. Hasil analisis menunjukkan bahwa School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia, sebagai keseluruhan instrumen maupun sebagai item per item, telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas yang ditetapkan. Hasil pemfaktoran juga menunjukkan bahwa inventori ini dibentuk oleh dua faktor, di mana Item 1, 3, 4, 7, dan 9 terbentuk dari faktor 1 (kelelahan emosional) dan item 2, 5, 6, dan 8 terbentuk dari faktor 2 (sinisme). Dengan demikian, hasil tersebut mengeliminasi faktor 3 (penurunan pencapaian personal) yang tidak memiliki dukungan empiris yang memadai. The validation of School Burnout Inventory-Indonesian versionAcademic burnout can have negative effects on students both academically, personally, and socially. Therefore, early identification of this type of burnout is necessary to prevent further undesirable effects. The School Burnout Inventory is one of the English-language assessment tools to identify the academic burnout of students. The research aims to test the validity and reliability of the Indonesian version of the inventory in the context of the undergraduate program and to investigate its factor structure. The inventory adaptation process is carried out by translating it into Bahasa Indonesia and replacing certain technical terms with other terms that are better suited to the undergraduate context. The translation was evaluated for validity by asking for the judgment of a linguist and a burnout expert. The adapted instrument was then distributed online and offline to research subjects.  A  total of 542 undergraduate students (126 males     and 416 females) were selected at random to participate in the study. Exploratory factor analysis and Cronbach's alpha were used to analyze the research data. The results showed that the School Burnout Inventory, as a whole inventory or as items, is valid and reliable. It was also found that the School Burnout Inventory comprises two factors, which items 1, 3, 4, 7, and 9 are derived from factor 1 (emotional exhaustion), while items 2, 5, 6, and 8 are from factor 2 (cynism). The results further suggest that factor 3 (personal inadequacy) needs to be excluded due to a lack of empirical evidence.
Pengaruh program motor cognitive coordination training terhadap gross motor skill dan working memory dalam pendidikan jasmani Setiawan, Lili; Hendrayana, Yudy; Mahendra, Agus
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2020): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v13i2.29279

Abstract

AbstrakMotor cognitive coordination training merupakan sebuah konsep latihan multimodel yang mengkombinasikan aktivitas fisik dengan stimulasi kognitif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motor cognitive coordination training terhadap gross motor skill dan working memory dalam pendidikan jasmani di sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri Leles I (kelompok control) dan SD Negeri Leles III (kelompok treatment) yang terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran akademis pada anak usia 9-10 tahun. Metode yang digunakan dalam penelatian ini adalah the matching only-pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan yaitu test gross motor development (TGMD-3) untuk mengukur 13 keterampilan motorik mendasar, dibagi lagi menjadi dua sub-skala yaitu Keterampilan Lokomotor dan Object Control. Sedangkan Digit Span Test untuk mengukur daya ingat (working memory). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh motor cognitive coordination training dalam program aktivitas pendidikan jasmani lebih baik dibandingkan program aktivitas pendidikan jasmani terhadap peningkatan gross motor skill dan working memory siswa di sekolah dasar. Penelitian ini mengungkapkan program gerak yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik anak, salah satunya dengan menerapkan program motor cognitive coordination training. The influence of motor cognitive coordination training program on gross motor skill and working memory of physical educationMotor cognitive coordination training is a multimodel exercise concept that combines physical activity with cognitive stimulation. The purpose of this study is to find out whether there is an influence from the motor cognitive coordination training program on gross motor skill and working memory of physical education in elementary school. The sample in this study were students of Leles I Elementary School (control group) and Leles III Elementary School (treatment group) who were actively involved in academic learning activities in children aged 9-10 years. This research uses the matching only-pretest- posttest control group design as a method and uses of instrument like test gross motor development (TGMD-3) to measure 13 basic motor skills, subdivided into two subscales namely Locomotor Skills and Object Control. While Digit Span Test to measure memory (working memory). The results showed the effect of motor coordination on cognitive training in physical education activity programs is better than physical education activity programs against increasing gross motor skills and working memory of students in elementary school. This research explains the important of program which can increase cognitive and motoric skill of students, like apply motor cognitive coordination program.
Penanganan Dekadensi Moral melalui Penerapan Karakter Cinta Damai dan Nasionalisme Erviana, Vera Yuli
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.27149

Abstract

Rusaknya moral bangsa dapat diamati dari memudarnya perilaku peserta didik yang dicermati dari cara berperilaku, bertutur kata yang kurang sopan dan tidak beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanganan dekadensi moral melalui penerapan pendidikan karakter cinta damai dan nasionalisme di SD Muhammadiyah Karangtengah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, guru PJOK, guru PAI, serta peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa dalam mengurangi kemrosotan moral peserta didik di usia sekolah dasar, pihak sekolah menanamkan pendidikan karakter cinta damai dan nasionalisme melalui pembiasaan, integrasi dalam pembelajaran, serta melalui budaya sekolah. Dalam penerapan pendidikan karakter tidak hanya usaha dari pihak sekolah saja, namun juga diperlukan adanya kerjasama antar semua elemen, mulai dari elemen pendidikan, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Hal itu merupakan langkah-langkah dalam mengurangi bahkan mencegah perilaku-perilaku kemrosotan moral yang terjadi di usia sekolah dasar. Handling Moral Decadence Through the Application of Peace Love Characters and NationalismThe damage to the nation's morals can be observed from the waning behavior of students who are observed from how to behave, speak impolite and unethical words. This study aims to describe the handling of moral decadence through the application of peace-loving character education and nationalism in Muhammadiyah Elementary School, Karangtengah. This research is descriptive qualitative research. The subjects in this study were school principals, classroom teachers, PJOK teachers, Islamic education teachers, and students. The data was collected by means of observation, interview, and documentation techniques. The results of the analysis indicate that in reducing the moral decline in elementary school age, schools instill peace-loving character education and nationalism through habituation, integration in learning, and through school culture. In implementing character education, it is not only an effort from the school, but also requires cooperation between all elements, starting from the elements of education, family, and the community. This is a step in reducing and even preventing moral degeneration behavior that occurs at elementary school age.
Peningkatan Kompetensi Pengembangan Program Pendidikan Nonformal Mahasiswa melalui Pembelajaran Berbasis Projek Tohani, Entoh
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.37569

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengembangan program pendidikan nonformal bagi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis proyek sehingga mahasiswa dapat dengan mudah memahami dan memiliki keterampilan mengembangkan program pendidikan nonformal secara bermakna. Kompetensi pengembangan program pendidikan nonformal dalam perkuliahan dipandang sulit dikuasai mahasiswa karena kompetensi ini bersifat multidisplin, memerlukan kemampuan berfikir sistematis dan membutuhkan banyak pengalaman. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada mahasiswa semester 5 yang menempuh Mata Kuliah Inovasi dan Pengembangan Program PNF tahun ajaran 2018/2019. Pengumpuan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kuantitatif deskriptif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran ini memberikan manfaat positif yang ditandai dengan proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan terjadi perubahan perilaku positif mahasiswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, dipandang perlu pembelajaran berbasis proyek yang inovatif perlu dikembangkan pada rumpun ilmu pendidikan nonformal lainnya dan perkuliahan lainnnya disertai dengan penyediaan kemitraan dan dukungan sumber daya yang memadai.Improving the Competence of Developing the Nonformal Education Program for Students Through Project-Based TeachingThis study aims to improve competencies of the development of the nonformal education program to students through project-based learning so that they can easily understand and have the skills significantly.  The competencies are viewed as difficult for students to master because it is multidisciplinary, requires the ability to think systematically, and needs a lot of experiences. This research is classroom action research that is conducted on 5th-semester students taking the substance of the Innovation and Development of PNF Program in the academic year 2018/2019. Data were collected qualitatively and quantitatively and then analyzed using analysis data technique both qualitatively and quantitatively. The results showed that the learning process provided positive benefits in which it was more dynamic and there was a change in student's positive behavior in accordance with the expected learning objectives. Therefore, it is necessary that innovative project-based learning needs to be developed in other non-formal education courses and accompanied by the provision of partnerships and adequate resource support.
Using technology for formative assessment in food preservation learning Yuliani, Nani; Sugiarti, Yatti -; Rahayu, Dwi Lestari
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2020): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v13i2.32555

Abstract

Abstract The research aims to determine the cognitive and affective aspects of learning outcomes on food preservation learning that applies formative assessment using Plickers app. The study used quasi experimental method with non equivalent control group design. The research sample consisted of 22 students as an experimental class and 22 students as a control class. Measurement of learning outcomes of cognitive aspects was based on the reults of the pretest and posttest. Measurement of learning outcomes for affective aspects was based on the results of assessment of indicators of visual, verbal, listening, drawing, writing, motor, mental, and emotional activity. The results showed that the experimental group that implemented formative assessment using the Plickers app had cognitive learning outcomes better than the control class. The average score of the N-Gain experiment class was 0.486 (in the medium category), while the control class was 0,266 (in the low category). The average results of the indicators assessment of affective aspects on the experiment class was in a very good category whereas the control class was in a good category. Applying formative assessments with the Plickers app not only provides assessments but also increases student learning activities and involvement in the learning process. Penilaian formatif menggunakan teknologi pada materi pengawetan bahan panganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar pada aspek kognitif dan afektif siswa pada pembelajaran materi pengawetan bahan pangan yang menerapkan formative assessment menggunakan aplikasi Plickers. Penelitian menggunakan quasi experimental method dengan non equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan 22 siswa sebagai kelas kontrol. Pengukuran hasil belajar aspek kognitif dilakukan berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Pengukuran hasil belajar aspek afektif didasarkan pada hasil penilaian indikator aktivitas visual, lisan, mendengarkan, menggambar, menulis, motorik, mental, dan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan formative assessment menggunakan aplikasi Plickers memiliki hasil belajar pada aspek kognitif yang lebih baik dari kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen adalah 0,486 (kategori sedang) sedangkan pada kelas kontrol adalah 0,266 (kategori rendah). Rata-rata penilaian indikator hasil belajar aspek afektif kelas eksperimen berada pada kategori sangat baik sedangkan kelas kontrol berada pada kategori baik. Penerapan penilaian formatif dengan aplikasi selain memberikan penilaian juga meningkatkan aktivitas belajar dan keterlibatan siswa.
Strategi Meningkatkan Kompetensi 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, & Collaborative) Partono, Partono; Wardhani, Hesti Nila; Setyowati, Nuri Indah; Tsalitsa, Annuriana; Putri, Siti Nurrahayu
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2021): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i1.35810

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi dalam meningkatkan kompetensi 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, & Collaborative). Kompetensi 4C sangat diperlukan di masa mendatang dalam mencari tenaga kerja karena persaingan semakin ketat. Banyak juga tugas-tugas yang seharusnya dilakukan oleh manusia tetapi tergantikan dengan robot. Hal tersebut dikarenakan pada abad ke-21 ini perkembangan teknologi semakin pesat. Sehingga perlu ada keterampilan yang tidak dimiliki oleh robot yaitu keterampilan kompetensi 4C. SIDH (Sekolah Indonesia Den Haag) merupakan salah satu sekolah Indonesia luar negeri yang sangat memperhatikan kompetensi 4C. Pada sekolah tersebut selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi 4C dengan berbagai strategi. Dengan cara diskusi saat pembelajaran, mengikuti ekstrakulikuler, dan bekerjasama dengan pusdatin. Meningkatkan kompetensi 4C di SIDH juga dapat melalui melalui pembelajarn PAI. Pada penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Metode ini memberikan data berupa data verbal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan guru di SIDH yaitu Safreni Candra Sari dan Ponco Handayawati melalui media aplikasi zoom dan dokumen yang diperoleh berupa gambar atau foto yang menunjukkan beberapa kegiatan di SIDH. Strategies to Improve 4C Competencies (Critical Thinking, Creativity, Communication & Collaborative)The purpose of this research is to find out strategies to improve 4C competence (Critical Thinking, Creativity, Communication, & Collaborative). 4C competence is needed in the future is looking for workers because the competition is getting tougher. There are also many tasks that should be done by humans but are replaced by robots. This is because in the 21st century the development of technology is increasingly rapid. So there need to be skills that robots don't have, namely 4C competency skills. SIDH (Sekolah Indonesia Den Haag) is one of the Indonesian overseas schools that pays attention to 4C competencies. The school always tries to improve 4C competence with various strategies. For example, through discussions during learning, taking extracurricular activities, and collaborating with Pusdatin. Improving 4C competence at SIDH can also be done through learning PAI. This study using a qualitative descriptive method. This method provides data in the form of verbal data. Data collection techniques used were interviews with teachers at SIDH, namely Safreni Candra Sari and Ponco Handayawati through the zoom application media and documents obtained in the form of pictures or photos showing some of the activities at SIDH.