cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIMER KOMPOSIT POLIPROPILEN MENGGUNAKAN FILLERTEPUNGTAPIOKAUNTUK BAHAN KEMASAN Deswita Deswita; Aloma Karo Karo; Grace Tj. Sulungbudi; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.861 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4556

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI POLIMER KOMPOSIT POLIPROPILEN MENGGUNAKAN FILLERTEPUNGTAPIOKAUNTUK BAHAN KEMASAN. Telah dilakukan pembuatan polimer komposit yang biodegradable sebagai bahan pengemas dengan cara menambahkan filler tepung tapioka, ke dalam polimer sintesis menggunakan metode blending. Polimer sintesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah polipropilen melt flow 10 (PP10) dan polipropilen melt flow 35 (PP35). Variasi komposisi tapioka yang digunakan adalah 50 %berat, 55 %berat, 60 %berat, 65 %berat,70 %berat dan 75 %berat. Selanjutnya dilakukan karakterisasi meliputi uji mekanik, uji termal, uji strukturmikro dan uji biodegradabilitas. Hasil dari uji mekanik menunjukkan bahwa dengan penambahan filler tepung tapioka terjadi penurunan sifat mekanik. Uji termal menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan titik leleh dari termoplastik awalnya. Untuk uji strukturmikro memperlihatkan bahwa antara termoplastik dengan filler untuk konsentrasi dibawah 50%berat, komposit polimer ini tercampur secara homogen, sedangkan untuk konsentrasi lebih besar terjadi penggumpalan dan tidak merata. Hasil uji biodegradabilitas menunjukkan bahwa PP10-Tapioka dan PP35-Tapioka dapat digunakan sebagai bahan kemasan karena polimer komposit ini dapat terdegradasi di dalam tanah.
THE INFLUENCE OF ALOEVERA CONCENTRATION ON MORPHOLOGY AND TENSILE PROPERTIES OF ELECTROSPUN ALOEVERA-PVA NANOFIBER Harini Sosiati; Alif Nur Widodo; Aris Widyo Nugroho
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 4: JULI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.522 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.4.4965

Abstract

THE INFLUENCE OF ALOE VERA CONCENTRATION ON MORPHOLOGY AND TENSILE PROPERTIES OF ELECTROSPUN ALOE VERA-PVA NANOFIBE. Aloe Vera (AV)-poly (vinyl alcohol)  (PVA) electrospinning solution with 0%, 2%, 4% and 6%AV concentrations were electrospun to explore the influence of AV concentration on the morphology and tensile properties of the nanofibers membranes. The results showed that the change in the morphology and tensile properties of electrospun AV-PVA nanofibers depends upon AV concentration of electrospinning solution. Mean fiber diameter at 2% (342 ± 0.8 nm) and 4% (337 ± 0.6 nm) AV concentrations is smaller than that at 0% (377 ± 1.1 nm) and 6% (810 ± 3.4 nm) AV concentrations with relatively uniform size distribution. Tensile strength and modulus at AV concentration of  2% (5.74 MPa and 33.99 MPa) and 4% (6.38 MPa and 34.75 MPa) are higher than that at 0% (4.98 MPa and 26.45 MPa) and 6% (2.22 MPa and 13.69 MPa), respectively. AV-PVA electrospinning solution with AV concentration ranging from 2% to 4% is considered being the optimum range that could produce the electrospun nanofibers with the tensile properties included in the range of that specified by the native skin.
SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL Mahardika Prasetya Aji; Agus Yulianto; Satria Bijaksana
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.566 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5116

Abstract

SINTESIS NANOPARTIKEL MAGNETIT,MAGHEMIT DAN HEMATIT DARI BAHAN LOKAL. Mineral oksida besi ditemukan pada beberapa bahan lokal, di antaranya mill scale sebagai produk sisa pembuatan baja serta bahan alam pasir besi. Kedua bahan tersebut keberadaannya sangat melimpah dan hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini dikaji sintesis nano partikel bahan oksida besi berupa magnetit (Fe3O4), maghemit (γ-Fe2O3) dan hematit (α-Fe2O3). Proses sintesis dilakukan dengan metode presipitasi basa. Untuk pembuatan precursor digunakan asam klorida (HCl), sedangkan untuk presipitasi digunakan larutan amoniak (NH4OH). Serbuk endapan hasil presipitasi diidentifikasi dengan metode XRD dan ukurannya dikarakterisasimelalui pengukuran magnetik. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa endapan tersebut teridentifikasi sebagai magnetit dengan bulir-bulir magnetik berdomain tunggal (berukuran orde nano). Maghemit diperoleh melalui oksidasi serbuk endapan tersebut pada suhu 300 °C dan hematit diperoleh melalui oksidasi pada suhu 800 °C.
KARAKTERISASI SIFATLELAH SIKLUS RENDAH UNIAKSIAL PADA PADUAN ALUMINIUM EKSTRUSI H. Agus Suhartono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.577 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4620

Abstract

KARAKTERISASI SIFATLELAH SIKLUS RENDAH UNIAKSIAL PADA PADUAN ALUMINIUM EKSTRUSI. Perhitungan prediksi umur penggunaan bahan dengan metode regangan lokal untuk komponen dari alumunium ekstrusi membutuhkan data perilaku siklus bahan. Pengujian lelah siklus rendah dengan kontrol regangan dilakukan untuk mengetahui data perilaku siklis paduan alumunium ekstrusi AlMg0,4Si1,2 dan AlMgSi1. Konstanta-konstanta dinamis material dievaluasi pada penelitian ini. AlMgSi1 memiliki ketahanan lelah yang lebih tinggi pada daerah elastis, tetapi dengan derajat regangan yang tinggi sehingga timbul regangan plastis, kekuatan lelah siklus rendah AlMgSi1 menjadi lebih rendah dibandingkan AlMg0,4Si1,2.
EFEK DOPING Bi2O3 PADA KARAKTERISTIK ELEKTRIK BAHAN FEROELEKTRIK Ba0.95Sr0.05TiO3 Puji Hariati Winingsih; Suasmoro Suasmoro
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.502 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4334

Abstract

EFEK DOPING Bi2O3 PADA KARAKTERISTIK ELEKTRIK BAHAN FEROELEKTRIK Ba0,95Sr0,05TiO3. Artikel ini membahas perilaku karakteristik elektrik bahan Ba0,95Sr0,05TiO3 dengan doping Bi2O3 pada rentang suhu suhu 300 °C hingga 650 °C dan atmosfer campuran N2 dan O2 dengan kadar oksigen 20%, 40%, 60 %, 80%, 100%. Sampel berupa pelet Ba0,95Sr0,05TiO3 dengan doping Bi2O3 (0%mol, 0,5%mol dan 1,2%mol). Kajian difusi oksigenmenunjukkan saturasi dicapai setelah 30 menit, terutama pada suhu di atas 400 °C. Cole-Cole plot menunjukkan adanya respon granular dan intergranular yang dipengaruhi oleh suhu. Diketahui bahwa Ba0,95Sr0,05TiO3 merupakan semikonduktor tipe p. Doping menyebabkan kenaikan konduktivitas dan mengubah semikonduktor tipe p menjadi tipe n sampai doping 0,5 % karena konsentrasi elektron bebas lebih besar dari pada hole. Doping yang berlebih (>1%mol) menyebabkan konduktivitas tidak bergantung pada pO2 karena adanya vakansi oksigen yang menetralisir elektron bebas. Pada suhu ≤ 500 °C impedansi kompleks didominasi oleh grain boundary. Pada suhu > 500 °C grain boundary sudah tidak dominan lagi. Besarnya energi aktivasi kurang sensitif terhadap tekanan oksigen, tetapi dipengaruhi oleh adanya doping dalam bahan.
ADHESION OF THIN COATING ON ALUMINUM ALLOYS Suryanto Suryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.966 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4986

Abstract

ADHESION OF THIN COATING ON ALUMINUM ALLOYS. Adhesion of thin coating on aluminum alloy was studied. Adhesion of thin coating on a substrate is a key parameter in surface engineering. Adhesion testing becomes interesting thing to be applied in characterization of a coating, even though the fundamental understanding of the process is still limited. Adhesion evaluation of a coating can be carried out using many methods and one of them is scratch method. Scratch was performed on a surface of coating by means of an indenter. The indenter should be very hard such as a diamond. Scratch was obtained by moving the sample under indenter slowly with a constant speed. A progressive increase or step wise load was given. The scratches were evaluated by means of a scanning electron microscope. In this study, adhesion of metallic coating-copper, nickel, chromium and ceramic coating-titanium nitride, chromium nitride on aluminum alloy and that on nickel deposited aluminum alloy were evaluated. Scratch testing with a step wise load was applied. Three parameters of adhesion-critical load, adhesion index and interface toughness were discussed. The results show that scratch testing is suitable for evaluating the above coating.Adhesion of duplex coating is higher than that of single coating and adhesion of duplex nickel coating is the highest.
PENGARUH ADITIF PADA PEMBUATAN PLASTIK PERTANIAN BERBASIS POLIPROPILEN Dian Iramani; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.144 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4807

Abstract

PENGARUH ADITIF PADA PEMBUATAN PLASTIK PERTANIAN BERBASIS POLIPROPILEN. Variasi komposisi pencampuran matriks polimer polipropilen dengan aditif anti UV dan anti oksidan, untuk memperoleh bahan plastik pertanian yang kuat terhadap degradasi dan tahan terhadap cuaca terutama sinar matahari telah dilakukan. Proses pencampuran dilakukan dalam Laboplastomil pada suhu 180oC selama 7 menit dengan kecepatan putar 40 rpm. Bahan plastik hasil pencampuran dibuat film tebal 0.5 mm dengan mesin pres panas pada suhu 180oC dan tekanan 150 kg/cm2 kemudian dengan mesin pres dingin. Konsentrasi aditif yang ditambahkan adalah 3%, 5%, 8% untuk chimasorb dan 2%, 4%, 6% untuk irganok 1076. Parameter yang diamati meliputi kekuatan tarik, perpanjangan putus dan strukturmikro. Uji ketahanan terhadap sinar matahari dengan cara dijemur selama 2 minggu, 4 minggu dan 8 minggu kemudian juga diuji pengusangan dalam geer oven pada suhu 150oC selama 10 jam, 20 jam dan 40 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi aditif chimasorb dan irganok tidak memberikan perubahan yang mencolok pada nilai tensile strength, namun memperlihatkan perubahan yang nyata pada nilai elongation at break. Pada uji penjemuran dan ageing aditif chimasorb dan irganok dapat memperlambat laju degradasi polipropilen dibanding polipropilen tanpa aditif namun pada uji ageing proses degradasi terlihat lebih cepat terjadi.
PERFORMA ELEKTROKIMIA KOMPOSIT KATODA BERBASIS La0,6Sr0,4Co0,2Fe0,8O3-δ UNTUK SOLID OXIDE FUEL CELL BERSUHU RENDAH Jarot Raharjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.306 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4672

Abstract

PERFORMA ELEKTROKIMIA KOMPOSIT KATODA BERBASIS La0,6Sr0,4Co0,2Fe0,8O3-δ UNTUK SOLID OXIDE FUEL CELL BERSUHU RENDAH. Komposit katoda bernasis bahan perovskite La0,6Sr0,4Co0,2Fe0,8O3-δ (LSCF) telah diteliti untuk aplikasi solid oxide fuel cell bersuhu rendah (LT-SOFC) dengan samarium terdoping cerium (SDC) - karbonat sebagai elektrolit. Serbuk LSCF di sintesis menggunakan teknik sol-gel. Selanjutnya komposit katoda LSCF-SDC karbonat disiapkan dengan mencampurkan LSCF dengan elektrolit SDC-karbonat dengan teknik reaksi keadaan padat dalam berbagai komposisi, yaitu 30%berat, 40 %berat dan 50 %berat. Komposit katoda dilakukan beberapa karakterisasi seperti morfologi, struktur fasa dan koefisien ekspansi panas serta performa elektrokimia selnya. Nilai koefisien ekspansi panas katoda mendekati elektrolit ketika jumlah campuran elektrolit SDC-karbonat dalam komposit katoda naik. Diantara katoda yang diselidiki, 70LSCF - 30SDC7030 memperlihatkan performa sel yang terbaik, yaitu 60,26 mW/cm2 dan 75,33 mW/cm2 pada masing-masing 600 oC dan 650 oC.
PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING Dadi Rusdiana; Yuyu R. Tayubi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.157 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4360

Abstract

PENGARUH LAJU ALIRAN GAS N2 TERHADAP KARAKTERISTIK KRISTAL FILM TIPIS GaN YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL-GEL MENGGUNAKAN TEKNIK SPIN COATING. Telah ditumbuhkan film tipis GaN di atas substrat silikon (111) dengan metode sol-gel menggunakan teknik spin-coating. Proses penumbuhan film tipis GaN dilakukan pada laju putaran spinner 1000 rpm, suhu penguapan pelarut 100 °C, suhu dekomposisi 400 °C, suhu deposisi 850 °C. Dua buah sampel film tipis GaN telah ditumbuhkan pada laju aliran gas nitrogen sebesar 16 sccm dan 40 sccm dengan molaritas Ga2O3 1,33 M. Film tipis GaN dikarakterisasi struktur kristalnya dengan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil karakterisasi film tipis GaN dengan XRD menunjukkan kondisi optimal pada film tipis GaN yang ditumbuhkan dengan molaritas Ga2O3 1,33 M dan laju aliran gas nitrogen 40 sccm. Film tipis GaN mempunyai struktur heksagonal dengan parameter kisi a = (3,116 ± 0,035)Å dan c = (5,170 ± 0,053)Å.
PENGARUH HIGH-ENERGYMILLING TERHADAP SIFAT MAGNETIK BAHAN BARIUM HEKSAFERIT (BaO.6Fe2O3) Akmal Johan; Ridwan Ridwan; Azwar Manaf; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 1: OKTOBER 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.879 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2005.7.1.5009

Abstract

PENGARUH HIGH-ENERGYMILLING TERHADAP SIFAT MAGNETIK BAHAN BARIUM HEKSAFERIT (BaO.6Fe2O3). Telah dilakukan penelitian mengenai sifat magnetik bahan serbuk barium heksaferit dari pengaruh proses high-energy milling yang diikuti perlakuan annealing pada suhu 1000oC selama 3 jam, masing-masing pengukuran dilakukan pada suhu ruang. Hasil pengukuran pola difraksi sinar-x sebelum dan setelah proses milling 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam dan 30 jam terlihat telah terjadi deformasi terhadap struktur kristal yang ditunjukkan dengan tinggi puncak yang semakin menurun dan semakin melebar sehingga didapatkan sifat kemagnetan yang semakin menurun. Dari proses milling didapatkan nilai koersivitas intrinsik 1,68 kOe sebelum proses milling dan 1,13 kOe setelah proses milling 30 jam serta nilai magnetisasi remanen 42,5 emu/gram sebelum proses milling dan 8,16 emu/gram setelah proses milling 30 jam. Namun setelah hasil proses milling disertai perlakukan annealing pada suhu 1000oC selama 3 jamterlihat telah terjadi perbaikan dan penumbuhan struktur kristal yang mengalami deformasi akibat proses milling, dengan ditunjukkan semakin meningkatnya nilai koersivitas intrinsik yaitu 2,09 kOe sebelum proses milling dan 4,39 kOe setelah proses milling 30 jam serta nilai magnetisasi remanen setelah proses milling hingga 30 jam cenderung kembali seperti sebelum proses milling yaitu sekitar 43 emu/gram.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue