cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
SIFAT MEMBRAN FUELLCELL BERBASIS POLISTIRENA TERSULFONASI (sPS) DENGAN PENAMBAHAN ADITIF Sunit Hendrana; Rinda Kartini; Imam Rahayu; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.809 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4803

Abstract

SIFAT MEMBRAN FUELLCELL BERBASIS POLISTIRENA TERSULFONASI (sPS) DENGAN PENAMBAHAN ADITIF. Telah dilakukan pembuatan membran fuelcell berbasis polistiren tersulfonasi (sPS) dengan penambahan aditif asam fosfomolibdat dan benzimidazol. Bahan sPS dibuat dengan metode heterogeneus sulfonation. Pembuatan membran dilakukan dengan cara hotpress. Kandungan masing-masing aditif pada membran tidak mempengaruhi proses kerusakan membran apabila membran diekspose pada suhu yang tinggi. Data pengukuran konduktifitas ionik menunjukkan bahwa penambahan additif memberikan kontribusi yang besar di dalam peningkatan sifat konduktif. Namun setiap aditif mempunyai kontribusi yang berbeda terhadap konduktifitas ionik membran, dimana aditif asam fosfomolibdat mempunyai efek yang lebih besar di dalam peningkatan konduktifitas dibandingkan dengan aditif benzimidazol.
SINTESIS SELULOSA-g-ASAM AKRILAT-STIREN SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM Meri Suhartini; Nunung Nuryanthi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: APRIL 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.3.4113

Abstract

Asamakrilat dan stiren dicangkokkan pada selulosa (Sel-g-AA-St ) denganmenggunakan inisiator sinar gamma dari sumber radiasi kobalt-60. Penelitian bertujuan memperbaiki sifat fisik kimia kopolimer cangkok selulosaasamakrilat (Sel-g-AA) sebagai adsorben ion logam. Hasil menunjukkan bahwa dosis iradiasi optimum untuk proses pencangkokan asam akrilat dan stiren pada selulosa dicapai pada 30 kGy. Pada pencangkokan secara simultan dengan dosis iradiasi 30 kGy, dengan adanya penambahan stiren, terjadi perbaikan derajat pengembangan (%S), %S kopolimer Sel-g-AA yang semula 470% turun menjadi 89%. Pencirian gugus fungsi menggunakan Fourier Transform InfraRed Spectroscopy (FT-IR) menunjukan adanya spektrum baru pada Sel-g-AA-St. Analisis morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukan bahwa ukuran serat Sel-g-AA-Stmenjadi lebih besar 67%dibandingkan selulosa sebelumdimodifikasi. Hasil analisismenggunakan energy Dispersive Analysis X-Ray (EDX) memperlihatkan bahwa ion logamPb2+,Mn2+ dan  Ni 2+ dapat terserap oleh kopolimer Sel-g-AA-St. Kemampuan adsorpsi kopolimer tersebut terbaik pada Pb2+, kemudian Ni2+ dan yang terendah pada Mn2+.
APPLICATION OF SULFONATED POLYSTYRENE IN POLYMER ELECTROLYTE FUEL CELL Sunit Hendrana; Erwin Erwin; Krisman Krisman; Syakbaniah Syakbaniah; Isna’im Isna’im; Yusmeri Yusmeri; Neti Satria; Tri Susilawati; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.645 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.20.1.5406

Abstract

APPLICATION OF SULFONATED POLYSTYRENE IN POLYMER ELECTROLYTE FUEL CELL. Sulfonated polystyrene (SPS) is polyelectrolyte solid that widely used in many aplications. In this works SPS is applied for some parts of polymer electrolyte fuel cell membrane due sulfonate group available in the structure. The investigation involve the application for membrane with addition of small molecules, i.e. benzimidazole and evaluating its microstructure and performance. Application of SPS solution as binding agent in MEA will also be presented.  The results show that when using SPS as fuel cell membrane, the additon of small molecules such as benzimidazole would modify its microstrusture as well as improve its ion conductivity. Meanwhile, some improvement still required for application of SPS solution as binding agent for preparation of Membrane Electrode Assembly or MEA.
DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Setyo Purwanto; M. Ihsan; Mujamilah Mujamilah; Mashadi Mashadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.974 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5146

Abstract

DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Rigid bonded magnet(RBM) MQP-0, bahan magnet berbasis NdFeB telah dibuat dan dilakukan beberapa perlakuan. Diketahui bahwa daya tahan korosi bahan RBM yang dibuat dengan bahan pengikat/binder epoksi resin lebih tahan terhadap serangan korosi dibandingkan dengan yang berperekat poliester (PE). Uji laju korosi pada berbagai medium seperti air, NaCl dan H2SO4 menunjukkan hal tersebut. Untuk kasus pengujian bahan RBM di dalam media NaCl pada konsentrasi 0,05M dan 0,10M memperlihatkan laju korosi 0,18 mili—inchi/tahun dan 2,93 mili-inchi/tahun untuk perekat epoksi, dibandingkan 4,10 mili—inchi/tahun dan 24,87 mili-inchi/tahun untuk perekat poliester. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi telah dilakukan pelapisan bahan RBM dengan polimer epoksi. Diketahui pengaruh pelapisan dengan polimer epoksi menurunkan laju korosi sampai separuhnya. Uji laju korosi pada bahan RBM setelah pelapisan polimer epoksi di dalam media NaCl 0,15M besarnya 9,38 mili—inchi/tahun, sedangkan yang tanpa pelapisan besarnya 15,11 mili-inchi/tahun.
KARAKTERISASI MEMBRAN SERAT BERONGGA POLISUL FON-ASAM MALAT DENGAN METODE SCANNING ELECTRON MICROSCOPE Syahril Ahmad
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.471 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4355

Abstract

KARAKTERISASI MEMBRAN SERAT BERONGGA POLISUL FON-ASAM MALAT DENGAN METODE SCANNING ELECTRON MICROSCOPE. Membran polisulfon serat berongga yang dipintal dengan menambahkan aditif asam malat dan dengan pelarut dimetil asetamida telah dikarakterisasi dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Membran yang diamati dipintal secara proses kering dan basah dengan menggunakan alat pintal model SSP 2020D. Komposisi membran yang diamati terdiri dari 18% polisulfon dengan variasi aditif asam malat 1%, 2% dan 3 %. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa membran polisulfon yang dibuat dengan konsentrasi aditif asam malat 1 % memberikan fluks yang paling kecil, rejeksi yang lebih besar dan struktur membran yang lebih rapat dibandingkan dengan membran yang dibuat dengan asam malat 3 %. Penambahan aditif asam malat ke dalam larutan polimer akan mempengaruhi ukuran pori membran tergantung pada jumlah aditif yang ditambahkan. Dari hasil foto SEM terlihat bahwa penambahan aditif asam malat ke dalam larutan polimer menyebabkan permukaan dalam membran serat berongga bergelombang dan berpeluang memperluas permukaan aktif membran.
STRUKTUR KRISTAL DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT SUPERIONIK AgI-Ag HASIL SPUTTERING Evvy Kartini; S. Nikmatin; Bambang Sugeng; Ari Handayani; Supandi Suminta
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.76 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.5005

Abstract

STRUKTUR KRISTAL DAN KONDUKTIVITAS IONIK PADA KOMPOSIT SUPERIONIK AgI-Ag HASIL SPUTTERING. Telah dilakukan pendeposisian Ag terhadap kristalin AgI agar diperoleh bahan superionik yang memiliki konduktifitas tinggi pada suhu ruang. Untuk tujuan ini, kristalin AgI telah dimodifikasi dengan cara pendeposisianAgmelalui teknik Sputtering selama 45 menit dan 60 menit. Komposit superionik baru yang dihasilkan adalah AgI-Ag. Hasil pola difraksi sinar-x pada temperatur ruangmenunjukkan terjadinya transformasi struktur sebagian dari γ-AgI (Face Center Cubic / FCC) menjadi β-AgI (Hexagonal). Hasil pendeposisian menunjukkan peningkatan konduktivitas ionik dari ~ 10-7 S/cm pada kristalin AgI menjadi ~ 10-3 S/cm pada komposit superionik AgI-Ag. Sementara itu dari hasil pengujian kekerasan dan densitas menunjukan adanya penurunan dengan lama waktu pendeposisian.
PENGAJIAN BAHAN SYNROC UNTUK IMOBILISASI LIMBAH RADIOAKTIF DARI PRODUKSI RADIOISOTOP 99Mo Gunandjar Gunandjar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4112.838 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4827

Abstract

PENGAJIAN BAHAN SYNROC UNTUK IMOBILISASI LIMBAH RADIOAKTIF DARI PRODUKSI RADIOISOTOP 99Mo. Dilakukan pengkajian pengambangan teknologi imobilisasi dengan bahan syntoc untuk limbah radioaktif umur panang yang ditimbulkan dari produksi radioisotop molibdenum-99 (99Mo). Synroc adalah bentuk limbah kristalin yang tersusun dari gabungan fase-fase titanat yang stabil dan dipilih karena kestabilan geokimia dan kemampuan kolektif untuk imobilisasi semua unsur radioaktif dalam limbah radioaktif cair aktivitas tinggi (LCAT). Pengembangan komposisi synroc untuk imobilisasi limbang tergantung pada kandungan radionuklida. Untuk limbah radioaktif umur panjang yang ditimbulkan dari produksi 99Mo yang mengandung uranium, transuranium (TRU) dan unsur-unsur hasil belah telah dikembangkan syntoc yang mengandung fase utama pyrochlore (CaTi2O7), brannerite (AnTi2O6) dan hollandite ;Ba(Al,Ti)2Ti6O16] dengan penambahan unsur-unsur absorber neutron (Gd atau Hf) untuk mencegah kritikalitas. Semua studi ilmu pengeahuan dasar memberikan konfirmasi bahwa laju pelindihan dan kerusakan akibat radiasi peluruhan-α dengan bahan synroc dilakukan untuk imobilisasi limbah radioaktif umur panjang yang mengandung uranium, TRU, dan hasil belah yang ditimbulkan dari produksi 99Mo.
KARAKTERISASI SIFAT TERMAL DAN OPTIK POLYDIMETHYLSILOXANE SEBAGAI LENSA INVERS Yenny Meliana; Andinnie Juniarsih; Juvitha Anggraini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 4: JULI 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.321 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.4.4149

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) adalah karet silikon yang stabil secara fisik dan kimia dan telah tersedia komersial. PDMSmerupakanmaterial polimer dengan rentang indeks bias 1,47-1,55 danmempunyai karakter transparansi yang tinggimencapai 95%sehingga bahan ini baik digunakan sebagai alat optik sederhana berupa lensa invers. Penelitian ini bertujuan untuk membuat lensa invers dari polimer PDMS serta mengetahui sifat optik dan termalnya.Tahapan penelitian lensa invers meliputi: pencampuran antara base PDMS dengan curing agent PDMS dengan perbandingan 10 :1, kemudian dilakukan proses penetesan diatas slide kaca lalu dibalikkan (invers) dengan variasi jumlah tetesan 2,3 dan 4 drop dan terakhir dilakukan proses curing dengan variasi suhu curing 70 °C, 80 °C, dan 90 °C. Karakterisasi bahanmeliputi analisismorfologi lensamenggunakan SEM/EDX, intensitas cahaya menggunakan luxmeter serta analisis nilai transtition glass (Tg) menggunakan TGA/DTA. Hasil karakterisasi analisis luxmeter menunjukkan semakin rendah suhu curing semakin tinggi intensitas cahaya yang dapat menembus lensa. Foto SEM memeperlihatkan adanya gelembung pada lensa. Semakin besar volume lensa maka semakin sedikit gelembung pada lensa. Hasil analisis menggunakan TGA memperlihatkan untuk rentang suhu pemanasan antara 70 °C hingga 90 °C nilai suhu degradasi (Td) lensa invers tidak berpengaruh signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lensa yang baik adalah pada variasi 4 tetes dan suhu curing70 °C dengan nilai intensitas 177 lux dan nilai Td sebesar 301,5 °C
FABRICATION AND CHARACTERIZATION OF STARCH BASED BIOPLASTICS WITH PALM OIL ADDITION Anti Khoerul Fikriyyah; Akbar Hanif Dawam Abdullah; Rahmad Dewantoro
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 3: APRIL 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.248 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.20.3.4846

Abstract

In this work, starch-based bioplastics in advancing its properties were positively arranged with the addition of palm oil. Starch-based bioplastics were produced by dry blending method and compression technique with mixing starch and glycerol (3:1, w/w) then adding palm oil at various concentration (0%, 2.5%, 5% and 7.5% w/w). Morphology of bioplastics presented that palm oil wrapped bioplastics granules which influenced hydrophobicity properties of bioplastics compared by increasing contact angle of bioplastics from 45.950 (0% of palm oil) to 61.980 (5% of palm oil). This result indicated that the addition of palm oil could develop the properties of bioplastics to hold absorbing water molecules. Moreover, the melting point of bioplastics also affected shifting temperature from 1150 C to be 1000 C that could save the energy needed during heating process. FTIR analysis showed that C=O group at wavenumber 1747 cm-1 was dependable the interaction between starch-glycerol and palm oil. Furthermore, the addition of palm oil would accelerate the biodegradation process. Although the mechanical properties of bioplastics have not increased, the addition of palm oil on bioplastics fabrication is an alternative to improve the characteristic of bioplastics, especially physical, thermal, hydrophobicity and biodegradation properties.
STUDI PENGARUH KONSENTRASI AL PADA STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI FILM TIPIS AlxGa1-xN/Si(111) YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK PA-MOCVD Heri Sutanto; Agus Subagio; Edy Supriyanto; Pepen Arifin; Sukirno Sukirno; Maman Budiman; Moehamad Barmawi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.957 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5183

Abstract

STUDI PENGARUH KONSENTRASI AL PADA STRUKTUR KRISTAL DAN MORFOLOGI FILM TIPIS AlxGa1-xN/Si(111) YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK PA-MOCVD. Film tipis AlxGa1-xN telah ditumbuhkan di atas substrat Si tipe-p dengan menggunakan teknik PA-MOCVD. Film tipis AlxGa1-xN ditumbuhkan dengan parameter-parameter: suhu substrat, laju alir N2, TMGa dan TMAl berturut-turut sebesar 700 oC; 90 sccm; 0,1 sccm dan 0,01sccm hingga 0,04 sccm. Film polikristal AlxGa1-xN yang ditumbuhkan mempunyai struktur heksagonal dengan bidang difraksi dominan (1010) dan (1011) hingga konsentrasi Al sebesar 6,78%. Diperoleh nilai kekasaran permukaan film dari pengukuran SPM pada range 11,44 nm sampai dengan 27,20 nm. Morfologi permukaan film semakin halus dengan peningkatan konsentrasi Al pada film. Penurunan nilai konstanta kisi hasil pengujian XRD terjadi karena kekosongan nitrogen pada film. Peningkatan konsentrasi Al pada film menyebabkan penurunan laju penumbuhan film tipis AlxGa1-xN yang terbentuk.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue