cover
Contact Name
M Nur Ikhwan
Contact Email
nurikhwanskom@gmail.com
Phone
+62 895-2634-8067
Journal Mail Official
bapperida@pekalongankab.go.id
Editorial Address
Jl. Krakatau No. 09 Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
ISSN : 25985833     EISSN : 26230011     DOI : 10.546887
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) dan sekarang berubah nomenklatur menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan yang terbit secara online sejak tahun 2017. Jurnal Kajen menjadi salah satu instrumen peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitian-penelitian dalam bentuk artikel ilmiah. Jurnal Kajen mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian dan pengkajian dari berbagai multidisiplin yang membahas permasalahan-permasalahan dibidang pemerintahan, kebijakan, politik, ekonomi, kesehatan, pertanian, keuangan, lingkungan, dan berbagai permasalahan dibidang pembangunan.
Articles 107 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Partisi Metanol dan Partisi n-Heksan daun Ketapang (Terminalia Catappa L.)Terhadap Metanol Staphylococus aureus ATCC 25923 PK/5 Mumtaz Alfiy; Wulan Agustin Ningrum; S Slamet; Yulian Wahyu Permadi
E-Jurnal Kajen Vol 7 No 01 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv7106

Abstract

Abstrak Tanaman Ketapang (Terminalia Catappa L.) adalah tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional pemanfaatan dari tanaman obat ini yaitu pada daunnya. Pada daun ketapang terdapat kandungan flavonoid, alkaloid, tannin, triterpenoid, steroid, resin, saponin, kuinon, dan fenolik. Senyawa tanin dan flavonoid daun ketapang diduga bersifat sebagai antibakteri. Antibakteri adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak, partisi methanol dan partisi n-Heksan daun ketapang (Terminalia Catappa L.). Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri dengan metode sumuran. Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat kemudian dianalisa mengunakan One way ANOVA. Ekstrak daun ketapang Partisi n-Heksan, partisi Methanol dan ekstrak daun Ketapang (Terminallia Catappa L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus ATCC 25923 PK/5 dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 30%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai uji daya hambat daun ketapang terhadap bakteri lainnya serta diimplementasikan pada sediaan topikal
Konversi Lahan Pertanian ke Permukiman di Peri-Urban Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan Muchamad Firdaus; Jamila Kautsary
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100101

Abstract

Kecamatan Buaran sebagai wilayah peri-urban Kota Pekalongan mengalami tekanan pertumbuhan yang pesat seiring meningkatnya kebutuhan ruang akibat urbanisasi. Fenomena ini mendorong terjadinya konversi lahan pertanian ke permukiman yang berimplikasi pada perubahan struktur ruang dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong konversi lahan pertanian ke permukiman, mendeskripsikan pola perkembangan permukiman, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Buaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deduktif dan rasionalistik, didukung analisis spasial menggunakan GIS, wawancara, observasi, serta pengolahan data dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2013–2024 luas lahan pertanian mengalami penurunan dari 420,4 Ha menjadi 367,8 Ha, sedangkan lahan permukiman meningkat dari 306,5 Ha menjadi 425,1 Ha. Faktor utama pendorong konversi meliputi rendahnya harga lahan pertanian, keberadaan aksesibilitas jalan kolektor, sistem pembagian waris, meningkatnya kebutuhan hunian akibat migrasi dan ekspansi industri, serta rendahnya produktivitas pertanian akibat pencemaran irigasi. Dampak yang muncul antara lain pergeseran mata pencaharian dari petani ke sektor non-pertanian, penurunan luas panen padi, berkurangnya area resapan air yang meningkatkan potensi banjir, serta ketidaksesuaian tata ruang desa. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian tata ruang dan perlindungan lahan pertanian produktif guna menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat peri-urban.
Perencanaan Pengembangan Aset Fasilitas Terminal Tipe B Ciroyom Kota Bandung Shandita Aulia; Tiafahmi Angestiwi
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100102

Abstract

Terminal Ciroyom adalah aset sarana transportasi publik milik Pemerintah Kota Bandung yang diklasifikasikan sebagai terminal tipe B. Kondisi eksisting fasilitas di Terminal Ciroyom saat ini belum memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan, dengan berbagai kekurangan pada infrastruktur dasar, fasilitas utama, dan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana pengembangan aset fasilitas yang komprehensif untuk Terminal Ciroyom dan menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan untuk implementasinya. Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan studi banding (benchmarking). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rencana pengembangan yang terperinci berdasarkan empat dimensi: Security and Safety, Information, Allied Facilities, dan Environment. Rencana ini mencakup pembangunan kembali fasilitas utama seperti tempat naik-turun penumpang dan toilet, serta pembangunan fasilitas baru seperti ruang tunggu, pos keamanan, jalur pejalan kaki, musala, dan ruang terbuka hijau. Total estimasi biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek ini pada tahun 2025 adalah sebesar Rp5.406.699.391, yang meliputi biaya pembongkaran, pembangunan, dan pengadaan.
Fragmentasi Tingkat Partisipasi Komunitas dalam Pengelolaan Pencemaran Sungai Loji: Analisis Cohen-Uphoff dan Arnstein Kharisma Nuzul Nabila
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100103

Abstract

Pencemaran Sungai Loji di Kota Pekalongan terus meningkat akibat limbah domestik, industri kecil batik dan jeans, serta sampah padat, sehingga memengaruhi kualitas air dan ekosistem sungai. Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) menjadi aktor penting dalam upaya pengurangan pencemaran melalui edukasi, aksi bersih sungai, dan advokasi lingkungan. Namun efektivitas partisipasi komunitas tersebut belum pernah dianalisis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menelaah fragmentasi tingkat partisipasi KPKL dalam pengelolaan pencemaran Sungai Loji dengan menggunakan kombinasi kerangka Cohen–Uphoff (tahapan partisipasi) dan tangga partisipasi Arnstein (tingkat kekuasaan). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–analitis melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen termasuk data BOD–COD DLH tahun 2022–2025 (data hingga februari 2025). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Loji tetap berada pada kategori tercemar berat, dengan COD konsisten tinggi di segmen hilir dan lonjakan BOD ekstrem pada tahun 2023. Di sisi lain, tingkat partisipasi KPKL bersifat terfragmentasi: program edukatif seperti Sekolah Sungai mencapai tingkat partnership, sedangkan program strategis seperti advokasi IPAL berada pada tingkat consultation hingga non-participation. Mayoritas program komunitas terperangkap pada level tokenism, di mana keterlibatan tidak disertai pengaruh pada pengambilan keputusan. Fragmentasi ini menjelaskan terbatasnya dampak upaya komunitas terhadap perbaikan kualitas air. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan pencemaran sungai membutuhkan tata kelola kolaboratif yang memberikan ruang partisipasi substantif, bukan sekadar pelibatan simbolis, dalam proses perencanaan, regulasi, dan pengawasan lingkungan.
Analisis Kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam Menerapkan Konsep Smart City Berdasarkan Garuda Smart City Model (GSCM) dan SNI ISO 37122:2019 Sahnika Andita Rahma Innayah
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100104

Abstract

Transformasi menuju smart city merupakan agenda strategis bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik, efektivitas pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam mengimplementasikan konsep smart city berdasarkan tiga enabler Garuda Smart City Model (GSCM), yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tata kelola, dan sumber daya manusia (SDM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi layanan digital, serta studi dokumentasi terhadap regulasi dan rencana pembangunan daerah. Analisis kesiapan juga diperkaya dengan indikator SNI ISO 37122:2019 sebagai standar internasional pengukuran kota cerdas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan telah memiliki berbagai layanan publik berbasis TIK dan infrastruktur jaringan yang relatif memadai, namun integrasi sistem antarsektor masih rendah akibat perbedaan struktur data dan isu privasi. Pada aspek tata kelola, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah membentuk Dewan Smart City dan memiliki CIO, namun Masterplan Smart City belum ditetapkan sebagai Peraturan Bupati sehingga belum memiliki kekuatan hukum. Pada aspek SDM, seluruh OPD memiliki tenaga ahli TIK dan pemerintah aktif melakukan pelatihan, meskipun standar kompetensi belum seragam. Secara keseluruhan, kesiapan Kabupaten Pekalongan berada pada kategori “cukup siap” dengan catatan perlunya peningkatan integrasi sistem, penguatan regulasi, evaluasi kinerja smart city, serta literasi digital masyarakat. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk mempercepat implementasi smart city secara efektif dan berkelanjutan.
Transformasi Sosial Ekologi di Kawasan Rob: Dinamika Perubahan Lanskap dan Adaptasi Masyarakat di Dusun Simonet Salim Said
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100105

Abstract

Fenomena rob yang terus menerus menenggelamkan kawasan pesisir telah memicu perubahan sosial-ekologis yang signifikan di berbagai wilayah, termasuk Dusun Simonet di Kabupaten Pekalongan. Kawasan ini mengalami abrasi sejak 2005 dan rob intensif sejak 2015, yang mengakibatkan menyusutnya lahan, rusaknya infrastruktur, dan berkurangnya jumlah penduduk secara drastis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan lanskap serta bentuk adaptasi dan kebertahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan lingkungan yang ekstrem. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta analisis tematik terhadap data kualitatif yang diperkuat dengan peta kondisi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rob di Dusun Simonet memiliki pola genangan yang rutin mengikuti pasang-surut harian, dengan durasi genangan sepanjang malam hingga dini hari. Degradasi lahan terjadi secara progresif, menghilangkan akses darat dan memaksa masyarakat bergantung pada perahu sebagai moda utama. Kebertahanan sosial terbentuk melalui solidaritas, hubungan kekerabatan, dan pengalaman tinggal yang panjang, sementara kebertahanan ekonomi ditopang oleh aktivitas nelayan dan pekerjaan sampingan akibat hilangnya tambak. Adaptasi fisik dilakukan dengan meninggikan rumah, membuat tanggul, serta memindahkan barang ke tempat lebih aman, sedangkan adaptasi lingkungan muncul dalam bentuk pengungsian saat rob ekstrem. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi sosial-ekologis di kawasan rob menghasilkan bentuk adaptasi yang kompleks dan berjenjang. Temuan ini berimplikasi pada perlunya kebijakan relokasi bertahap, peningkatan infrastruktur adaptif, serta program pemberdayaan ekonomi pesisir untuk memperkuat ketahanan masyarakat.
Kebijakan Dalam Peningkatan Kelayakan Huni Permukiman Pesisir Kabupaten Pekalongan Muhammad Aribowo
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv10i01.06

Abstract

wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim, terutama akibat kenaikan muka air laut (sea level rise), penurunan muka tanah (land subsidence), dan kejadian banjir rob yang semakin meluas dan permanen. Kondisi ini menyebabkan penurunan signifikan terhadap tingkat kelayakan huni permukiman wilayah pesisir. Penelitian Iniini disusun untuk memberikan landasan analitis dan rekomendasi strategis terkait penanganan penurunan kelayakan huni tersebut. Tujuan utama kajian ini adalah mengidentifikasi akar masalah, menilai tingkat kelayakan huni berdasarkan variabel multidimensi, serta merumuskan kebijakan adaptasi yang paling relevan dan berkelanjutan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan Multi Criteria Decision Analysis(MCDA) berbasis Analytical Hierarchy Process(AHP). Melalui analisis MCDA terhadap empat alternatif kebijakanmitigasi in-situ, adaptasi struktural terbatas, pembangunan kembali berbasis komunitas, dan relokasi adaptifrekomendasi terbaik mengarah pada Relokasi Adaptif Berbasis Kawasan. Pendekatan ini dinilai paling efektif karena mampu menjawab kebutuhan jangka panjang, mengurangi risiko bencana, serta memperkuat tata kelola lingkungan dan ruang kawasan pesisir.

Page 11 of 11 | Total Record : 107


Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 9 No 02 (2025): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 9 No 01 (2025): Kajen : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 8 No 02 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 8 No 01 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 7 No 02 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 7 No 01 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 6 No 02 (2022): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 06 No. 02 Vol 6 No 01 (2022): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 6 No. 1 Vol 5 No 02 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 01 (2021): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 5 No. 1 Vol 4 No 02 (2020): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 04 No 02 (2020) Vol 4 No 01 (2020): Jurnal Penelitian dan Pengembengan Pembangunan Vol 04 No 01 (2020) Vol 3 No 01 (2019): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 03 No 01 (2019) Vol 3 No 02 (2019): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 3 No 2 (2019) Vol 2 No 02 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 02 (2018) Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 01 (2018) Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 01 No 01 (2017) More Issue