cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 203 Documents
PENEGAKAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA Khoirun Nida, Fatma Laili
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.982

Abstract

Dalam dinamika manajemen kependudukan, masuknya perempuan sebagai akseptor lebih dominan daripadalaki-laki. Namun, tidak diragukan lagi, berbagai masalah muncul dari perempuan sebagai akseptor. Masalah yang timbul sebagai akibat dari keterlibatan mereka dalam menjalankan perannya terkait dengan pembatasan jumlah anak menyebabkan berbagai dampak fisik, psikologis dan sosial. Ironisnya, kondisi masih tidak mengubah peran perempuan sebagai target utama dalam dinamika program keluarga berencana. Banyak faktor yang melemahkan posisi perempuan untuk memiliki daya tawardalam kehidupan reproduksi, terutama terkait dengan dinamika kontrasepsi, seperti kesenjangan penyebaran program kontrasepsi di kalangan perempuan (istri) dan laki-laki (suami), dan peran yang kurang optimal dari pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat baik secara edukatif serta medis sebagai konsekuensi daripelaksanaan program keluarga Berencana.kata kunci: Keluarga Berencana, Hak reproduksi Perempuan In dynamics of population management, the inclusionof women as acceptors is more dominant than men.It means that women’s involvement in the program isabsolute. However, no doubt, a variety of problems arisesfrom the women as the acceptors. The problems thatarise as a result of their involvement in carrying out its role related to the restriction of the children number getvarieties of physical, psychological and social impacts.Ironically, the condition still does not change the role ofwomen as the main target in the dynamics of the familyplanning program. Many factors weaken the position ofwomen to have the bargaining power to reproductivelife, especially related to the dynamics of contraception,such as the gap dissemination of contraception programsamong women (wives) and men (husbands), and lessoptimal role of government in service to the communityboth educativelly as well as medically as a consequence ofthe implementation of the family planing program. Keywords: Family Planning, Women’s reproductionrights
KEBIJAKAN RESPONSIF DISABILITAS: Pengarusutamaan Managemen Kebijakan di Level Daerah, Nasional dan Internasional Andriani, Nurul Saadah
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.2056

Abstract

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang  mempunyai hambatan personal terkait dengan kondisi tubuh, mental dan intelektual. Berbagai hambatan ini diperparah dengan situasi lingkungan sosial dan fisik yang tidak mendukung untuk tumbuh berkembang, berpartisipasi dan berperan sosial, menjalani kehidupan dan mendapatkan penghidupan secara wajar serta layak sebagai manusia yang bermartabat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pendekatan yang paling tepat dalam upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas serta konsep kebijakan yang responsive kepada penyandang disabilitas khususnya perempuan serta anak dengan disabilitas. Melalui pendekatan kwalitatif hasil dari penelitian ini adalah; 1. tawaran penerapan konsep inklusi untuk menjawab persoalan kekerasan, peminggiran dan diskriminasi kepada penyandang disabilitas. Inklusi mempunyai syarat lingkungan sosial positif, aksesibilitas dan keterjangkauan lingkungan fisik berupa bangunan gedung dan infrastruktur. Inklusi sosial yang tidak terlepas sejarah dan pengalaman berbasis pada kepercayaan, nilai dan budaya masyarakat Indonesia yang beragam. 2. Kebijakan public yang responsive atas perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas merupakan jaminan hukum dilaksanakannya program dan layanan public yang berpihak. Kebijakan responsive yang inklusif yang mampu menempatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari keberagaman dan mampu berperan sosial, memberikan kontribusi secara positif dalam pembangunan. Persons with disabilities are all people who have barriers to personal related to the condition of the body, mental and intellectual. This situation is getting worse when it meets non-conducive situation in social and physical environment which obstruct them to grow, participate and contribute to the social, live and earn a living is reasonable, worthy of a dignified human being. This study aims to formulate the concept of the most appropriate approach in the respect, protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities as well as the concept of responsive policy to persons with disabilities, especially women and children with disabilities. Through a qualitative approach the results of this study are; 1. Offering the concept of inclusion to address the issue of violence, marginalization and discrimination against persons with disabilities.Inclusion has positive social environmental requirements, accessibility and affordability of the physical environment and infrastructure building. Social inclusion could not be excluded of history and experience based on the beliefs, values and diverse Indonesian culture. 2. The public policy that is responsive to the protection and fulfillment of the rights of persons with disabilities is a legal guarantee to the implementation of programs and public service. Responsive and inclusive policies are able to put persons with disabilities as part of social diversity and able to contribute positively in the development.
PERAN KLÈBUN BABINE’DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA PONTEH KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN Sabariman, Hoiril
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.6053

Abstract

Pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh berjalan optimal. Penelitian ini fokus pada peran Klèbun Babine’ (perempuan kepala desa)dalam pencegahan kasus pernikahan usia dini di desa Ponteh. Pendekatan studi kasus melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam digunakan untuk memahami fenomena tersebut.Dalam menjelaskan peran Klèbun Babine’ ada dua teori yang digunakan yaitu teori strukturalis dan teori interaksionis.Artikel ini menyimpulkan Klèbun Babine’ menjadi figur yang dapat dicontoh oleh remaja perempuan di desa. Cara kerja Klèbun Babine’ dalam mencegah kasus pernikahan usia dini, pertama tidak memberikan rekomendasi dari desa untuk anak di bawah umur. Kedua pendekatan secara multidimensional untuk penundaan pernikahan usia dini. Ketiga, melakukan penyadaran kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai kegiatan desa.Keempat, sosialisasi tentang kesehatan reproduksi remaja secara terpadu.Kontribusi keilmuan artikel ini adalah, mengoptimalkan peran Klèbun Babine’ dalam pengentasan pernikahan dini di desa yang dipimpin perempuan.
ISLAM DAN PENYANDANG DISABILITAS : TELAAH HAK AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Sholeh, Akhmad
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan Islam terhadap penyandang disabilitas dan aksesibilitasnya terhadap pendidikan. Melalui metode kualitatif, penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang bahwa pendidikan merupakan suatu hak dan kewajiban bagi seluruh manusia, tanpa terkecuali, termasuk bagi penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas merupakan bagian dari umat manusia yang mempunyai hak dan kewajiban dasar yang sama untuk belajar dan menuntut ilmu. Akan tetapi dalam realitanya kesempatan dan fasilitas bagi penyandang disabilitas kurang mendapatkan perhatian. Demikian juga dengan kebijakan-kebijakan yang kurang sensitif terhadap disabilitas.Kata Kunci:Disabilitas, Aksesibilitas, Pendidikan.The research aimed to describe the Islamic view against persons with disabilities and their accessibility to education. Through qualitative method, this research will find the Islamic view against persons with disabilities and accessibility to education. The research finding that the Islamic view that education is right and obligation to all men, without exception, including persons with disabilities. 3 Persons with disabilities are part of the human who have rights and obligations equal basis learning and studying. But in reality the opportunity and facilities for persons with disabilities received less attention. Likewise, the policies issued that less sensitive to disability.Keywords:Disability, Accessibility, Education.
KOSMOPOLITANISME, NEGOSIASI, DAN RESISTENSI: IDENTITAS PEREMPUAN MUSLIM DALAM IKLAN KOSMETIK MUSLIM DI INDONESIA Hermawan, Ferry Fauzi
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2734

Abstract

Tulisan ini bermaksud menganalisis identitas perempuan muslim kontemporer Indonesia melalui iklan kosmetik muslim Wardah. Iklan kosmetik tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari bisnis semata tetapi juga menjadi arena kontestasi, negosiasi, dan resistensi konstruksi identitas perempuan muslim Indonesia. Hasil analisis menunjukkan identitas perempuan muslim yang dibangun adalah tidak hanya sosok perempuan urban yang berpendidikan, taat pada ajaran agama, dan sopan tetapi juga dituntut untuk bersikap kosmopolit dengan bergabung pada pergerakan kebudayaan global, berinteraksi dengan orang asing, bahkan hidup di wilayah lain yang dalam hal ini wilayah barat. Selain itu, iklan Wardah juga menjadi sarana negosiasi dan resistensi ajaran Islam dan stigma media yang cenderung memberatkan perempuan. Iklan Wardah berusaha memberikan interpretasi ajaran Islam yang lebih ramah terhadap perempuan. Perempuan muslim Indonesia kontemporer dicitrakan sebagai sosok yang aktif di ruang publik tetapi tetap berjiwa sosial, tidak bergantung pada laki-laki, dan memiliki agensi diri untuk menentukan masa depan kehidupannya. Dari analisis yang dilakukan juga menunjukkan posisi perempuan berhijab dalam iklan Wardah memiliki posisi yang penting karena ia menjelma menjadi sosok otoritatif dalam menentukan keunggulan produk yang ditawarkan dalam iklan.This paper aims to analyze the identity of Muslim women in contemporary Indonesia through Wardah Muslim cosmetics advertising. Cosmetics’ advertising is not only function as a mere part of the business but also becomes an arena for contests, negotiations, and resistance to the construction of the identity of Indonesia’s Muslim women. The result shows that the identity of Muslim women are not only mirrored as a figure of an educated urban woman who is obedient to religion teachings and is also polite, but they are also forced to be cosmopolite by joining cultural movements globally, interacting with strangers, and even living in the other part of the world in this case in the West. Moreover, Wardah advertising is also become the media of negotiation and resistance to Islamic teachings and media stigma which tend to incriminate women. Wardah advertising attempts to provide interpretations of Islamic teachings that are more hospitable to women. Muslim women in contemporary Indonesia imaged as an active figure in public spaces but they still have a social spirit and not depend on men, and furthermore they have their own right to determine their future life. The analysis also shows that the position of a woman wearing “hijab” (a veil) in Wardah advertising has an important position because she has transformed into an authoritative figure to determine the excellence of products offered in the advertisement.
PERAN PUBLIK PEREMPUAN DALAM PARLEMEN (STUDI ANALISIS REPRESENTASI WAKIL RAKYAT PEREMPUAN DALAM LINTAS SEJARAH INDONESIA) Zahra, Fatimatuz
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1015

Abstract

Keterwakilan perempuan dalam parlemen menjadi sebuah kebutuhan tak terelakkan, sebab berbagai problematika mengenai perempuan harus dan bisa diatasi oleh perempuan itu sendiri. Pada pemilu pertamadalam sejarah Indonesia 1955, perempuan bukanhanya punya hak pilih dan memilih, tetapi bahkan ada partai perempuan yang turut bertarung, yakni Partai Wanita Indonesia/Partai Wanita Rakjat. Dalam pemiluitu, ada 19 perempuan yang terpilih sebagai anggotaparlemen (DPR). Kebijakan kuota 30% perempuan yang diberlakukan mulai tahun 2004 justru banyak sekalianggota legislatif perempuan yang berperan sebagai“ganjal kursi” supaya partai tersebut lolos affirmative account. Artikel ini mengkaji analisis representasi wakilrakyat perempuan dalam persentase vokalitas serta peran aktif wakil rakyat perempuan tersebut dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa menyangkut perempuan.Kata kunci: Keterwakilan, perempuan, analisis representasi The representation of women in parliament becomes an inevitable requirement, since various problems concerning women should and could be overcome by women themselves. History has proven in the 1955general election, the first election in the history of Indonesia, women not only have the right to vote andchoose, but even there the women who participatedfight party, namely the Indonesian Women Party / PartyWomen People. In the election, 19 women were electedto parliament (DPR). Since 2004, formally enacted Actrequirement for any political party that put forward legislative candidates who will compete in the elections,mandatory composition is 30% female and 70% male.This is precisely, makes the boomerang at a later date,with this requirement actually a lot of women legislatorswho serve as «padding seat» in order to qualify foraffirmative account of the party. And later on, whenthey were elected precisely is not based on an intentionto fight for women in various domains. Starting payattention to these problems, the authors moved to writeabout the analysis of the representation of the femalerepresentatives. Percentage vokalitas and the active roleof women representatives of the nation in solving variousproblems relating to women.Keywords: representation, women in parliament, paddingseat
Transformasi Sosial-Ekonomi dan Manajemen Pendidikan Eks-Pekerja Migran Perempuan (PMP) di Sendang Kabupaten Tulungagung Chotimah, Chusnul; Khusna, Nur Isroatul
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.7137

Abstract

Penghasilan rendah dan minimnya lapangan kerja menyebabkan para perempuan di Sendang Kabupaten Tulungagung nekat untuk jadi Pekerja Migran Perempuan (PMP) ke luar negeri. Fenomena demikian sudah terjadi sekian lama dan seolah menjadi bagian dari dinamika kehidupan. Impactnya adalah terjadi transformasi sosial-ekonomi dan pendidikan para eks-PMP pasca kepulangannya dari luar negeri. Dengan menggunakan mix methods, artikel ini menggambarkan perubahan taraf kehidupan para mantan PMP dari sisi social, ekonomi dan manajemen pendidikan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah sekitar 138 orang dengan sampel 100 responden. Analisis tabulasi tunggal dan persentase digunakan peneliti untuk mendapatkan gambaran umum masing-masing variabel. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa transformasi social-ekonomi terjadi ditandai dengan pergeseran jenis pekerjaan PMP dari agraris menjadi non-agraris. Dari pekerjaan buruh tani 13% pasca menjadi PMP berubah menjadi petani dengan lahan sendiri 15% dan 85% lainnya pekerjaan non agraris. Transformasi sosial terlihat dari life style yang berubah sebagai akibat dari meningkatnya penghasilan dari 54% tidak berpenghasilan turun menjadi 17% setelah menjadi PMP. Life style terjadi juga karena infiltrasi nilai dan tujuan hidup yang tidak lagi homogen menjadikan kesadaran kolektif melemah dan terjadiya kelonggaran norma sosial. Adapun transformasi pendidikan ditandai dengan tumbuhnya kesadaran pengelolaan pendidikan dengan menyisihkan anggaran sebesar 20% dari remitensi untuk tabungan pendidikan.
MODEL ADAPTASI DIRI REMAJA MELALUI KOMUNIKASI BAHASA IBU : TELAAH PSIKOLOGIS ATAS PENDIDIKAN KELUARGA DI DESA TANJUNG KARANG, KABUPATEN KUDUS, JAWA TENGAH Muzdalifah, Muzdalifah
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.939

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menggambarkan peran ibu dalam membimbing penyesuaian diri remajadi Tanjungkarang Jati Kudus. Metode penelitian adalah metode kualitatif yang menggunakan wawancara,observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data.Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran perempuan (ibu) dalam penyesuaian diri remaja terletak pada pembinaan: belajar  mandiri langsung, pentingnya pendidikan, perhatian pada lawan jenis, kepatuhan pada pemerintah, panduan untuk dapat mengelola waktu,tanggung jawab dalam menggunakan uang, motivasi dalam menyelesaikan kecemasan, konflik dan frustrasi.Kata kunci: Remaja, Adaptasi, Pendidikan Keluarga.
WHAT WE CAN CHANGE IS OURSELVES: Experiences of Women Leaders In Religious-Based Higher Education Organizations Hadiwirawan, Olivia; Luvian, Enrica; Kurniali, Kenly
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 2 (2023): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i2.16224

Abstract

The number of women leaders in Indonesia is considered to be low, even among other countries in ASEAN. Increasing the number of women’s participation in areas that have been dominated by men is often seen as a useful strategy to increase the number of women leaders. This solution was based on the pipeline metaphor which assumed that the numbers of women’s participation are equal to the numbers of women’s leaders in the future.  Unfortunately, this solution will usually reduce the complexity of women's progress toward leadership into a single narration that women lack leadership skills. This research aims to explore the experiences of women leaders in faith-based higher education organizations. A descriptive phenomenological was used to illustrate the dynamics of women leaders' subjective interactions. Findings show that women are dedicated leaders, they evaluate their leadership and have religious values to guide them in their leadership process. In addition, organizational culture based on religious values and the expected gender roles can help women in their path toward leadership. This study implies that researchers need to be aware of gender biases in constructing leadership and create a model of women's leadership which acknowledges and overcomes those gender biases.
MEMBANGUN KEMANDIRIAN MELALUI FILANTROPI KAUM PEREMPUAN; Potensi Kedermawanan untuk Pemberdayaan Perempuan Indonesia Kasdi, Abdurrohman
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.3184

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang potensi filantropi kaum perempuan untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan perempuan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara, yakni menggali way of life pelaku filantropi kaum perempuan dengan metode doing fieldwork. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedermawanan perempuan Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Kedermawanan ini melibatkan banyak aspek sebagai resource dalam pengejawantahan kegiatan filantropi kaum perempuan. Dengan mengerahkan semua potensi yang ada, para pelaku filantropi perempuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa perhatian terhadap orang-orang yang kekurangan dan membutuhkan bantuan sangat penting. Kaum perempuan dengan beragam potensi yang dimilikinya bisa digerakkan untuk menjadi donatur, volunteer, campaigner, atau bahkan fundraiser bagi lembaga-lembaga sosial di masyarakat. Aktivitas filantropi untuk kemandirian perempuan sangat berpotensi dengan menggerakkan potensi kaum perempuan sendiri sebagai donatur dan pendukung program tersebut. Bahkan filantropi kaum perempuan menjadi kontribusi yang signifikan baik secara ekonomi maupun sosial, yang menunjukkan peran perempuan sebagai agen perubahan sosial.