cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 203 Documents
MEWASPADAI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM RELASI ORANG TUA DAN ANAK Ulya, Ulya
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2050

Abstract

Kekerasan simbolik merupakan istilah Pierre Bourdieu. Dia menunjuk pada kekerasan yang sifatnya laten, tidak disadari, juga tidak dirasakan, baik  oleh pelaku maupun korbannya. Kekerasan semacam ini tersebar di mana-mana, termasuk dalam keluarga, seperti antara orang tua dan anak. Dengan dalih mendidik, mendisiplinkan, mengarahkan kepada kebaikan, dan seterusnya, biasanya orang tua, melalui tutur katanya,  menggiring anak-anaknya menuju ruang tunggal. Tanpa disadari orang tua telah memaksa anak untuk berpendapat, bersikap atau berperilaku tertentu. Mereka tak diberi kesempatan bersuara, tidak diberi alternatif pilihan-pilihan lain.  Akhirnya entah itu dengan perasaan  tidak suka, jengkel, merasa terpaksa, mereka cenderung mengikuti tuturan orang tua dengan alasan ketaatan dan takut dicap durhaka. Dalam relasi seperti inilah, baik orang tua maupun anak tidak merasa dalam lingkaran kekerasan. Keduanya memandang relasi yang demikian itu  bersifat taken for granted dan seharusnya memang seperti itu.  Kekerasan simbolik perlu diwaspadai karena menjadi pintu gerbang yang melahirkan kekerasan-kekerasan lain yang sifatnya lebih nyata.This article  explore the symbolic violence in the education of children by parents in their family. Symbolic violence is a latent violence, unconscious, which is not perceived by the perpetrators and the victims. By using critical approach and critical theory of Bourdieu’s symbolic violence, this article find that  the parents usually let their children towards a single space to think, to act or behave in certain ways without opportunity to speak or choose another options. Children tend to follow their parents by reason of obedience and fear of being labeled as insubordinate one. In this kind of relationship, both parents and children do not feel a circle of violence. Both looked at the relationship as -taken for granted- thing and should be like that. Symbolic violence should be woried about as a gateway that spawns other kinds of more real violence.
TECHNOLOGY AND THE EMPOWERMENT OF RURAL WOMEN AND GIRLS IN 4TH INDUSTRIAL REVOLUTION Rozak, Norizan Abdul; Anua Jah, Nurain Jantan
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i2.5805

Abstract

ABSTRACTThe purpose of the paper is to present the initiatives of providing access of internet to rural women and girls while highlighting the status quo of the digital literacy between Malaysian women and men, and the impacts of the initiatives done on digital literacy from 2015 until now. The research relies heavily on information from official documents, research publications, reports from relevant agencies, and secondary data from existing government statistics. From the information and data culled, several initiatives in providing access of internet to rural women and girls are taken by the government but the percentage of digital literacy between Malaysian women and men remains constant. Malaysian women have made significant progress and the search for greater gender equality has been relatively successful. Rural women and girls developments are essential as it will help in shaping the future of our country towards positive directions.
PENDIDIKAN ISLAM BERKEADILAN GENDER : MENYOROTI PEMIKIRAN MUHAMMAD ATIYYAH AL-ABRASHI Maslikhah, Maslikhah
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2015): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i2.969

Abstract

Pendidikan adalah hak dan kewajiban bagi setiap orang baik laki-laki maupun perempuan. Melalui pendidikan, setiap perempuan dapat mengembangkan kemandirian mereka untuk berkontribusi membangun dunia. Pendidikan berkeadilan gender menurut Atiyah al-Abrashi adalah manifestasi dari pengembangan konsep pendidikan yang mampu membangun kemadirian dan demokrasi. Berlandaskan pandangan ini, Atiyyah al-Abrashi berpendapat perempuan harus mendapatkan hak dan melakukan kewajibannya untuk mengembangkan kemandirian melalui pendidikan. Pendidikan bagi perempuan ini dilegitimasi oleh data sejarah tentang peran perempuan Islam terdidik sepanjang masa. Education becomes the right and obligation of every human being, including women. Through education, women can develop their autonomy in order to build their world. Gender equitable education in the perspective of Athiyah is a manifestation of the development of educational concepts that can build self-reliance and democracy. Based on this, Athiyah views that women should also get the rights and perform its obligation to develop the self-reliance potency based on the historicity of the role of women (Muslim women) of all time. 
Sekolah Keluarga Konstruksi Ketahanan Keluarga pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bukittinggi Bustamar, Bustamar; Alimir, Alimir
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2022): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i1.13634

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran sekolah keluarga di Kota Bukittinggi dalam membangun ketahanan keluarga, terutama pada masa pandemic Covid-19.  Sekolah keluarga membangun ketahanan keluarga itu dengan memperkuat keterealisasian fungsi keluarga, karena kerapuhan keluarga disebabkan oleh tidak terealiasinya dan tidak berfungsinya keluarga dalam membangun fungsinya. Keterealisasian fungsi keluarga ini telah membantu ketahanan keluarga pada masa pandemic Covid-19, sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh keluarga akibat daripada pandemic Covid-19 itu dapat diatasi.
MEMOAR BURUH MIGRAN PEREMPUAN DAN MEDIA PERLAWANAN harjito, harjito
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2018): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i1.2438

Abstract

Catatan perjalanan hidup seseorang yang terdapatdalam memoar memuat cara pandang seseorangatas peristiwa yang diceritakannnya. Memoarburuh migran perempuan mengungkapkan carapemaknaan atas persoalan mereka. Tulisan inibertujuan mengungkap struktur memoar danpenggunaannya sebagai media perlawananburuh migran perempuan. Dalam menganalisismemoar, dipergunakan pendekatan sosiologisastra. Bangunan strukur memoar terdiri dariempat pola tentang simbol sukses, naiknya statussosial, cara menghadapi dan cara memaknaipenderitaan. Bangunan inimencerminkan upayamereka dalam menghadapi penderitaan dankesuksesan sebagai situasi sosial pengarangnya.Memoar membuka penafsiran yang berbeda atasmakna hidup sukses bagi buruh migran. Memoarjuga merupakan alternatif perlawanan bagiburuh migran perempuan dalam menghadapiproblem sosial yang dihadapi yaitu menegasikisah hidup sukses buruh migran yang tumbuhdan berkembang dalam budaya lisan.Kata kunci: Buruh migran , narasi memoar,pengalaman perempuanThe journey note of life of a person in the memoirscontains a person’s perspective on the events she/he told.The memoirs ofwomen migrant workers reveals waysto interpret their problems. This paper aims to revealthe structure of memoirs and their use as a resistancemedia for women migrant workers. In analyzingthe memoirs, the sociology of literature is used. Thememoirs building structure consists of four patternsi.e. the symbol of success, the rising of social status,how to deal with and how to interpret suffering. Thisbuilding reflects their efforts in dealing with sufferingand success as the author’s social situation. Memoirsopen up different interpretations of the meaning ofsuccessful life for migrant workers. Memoir sare alsoan alternative to resistance for women migrant workersin dealing with social problems faced. Memoirs arean alternative to the resistance of women migrantworkers. Memoirs are a living part of women migrantworkers who seek to fight against the success storiesof women migrant workers growing and developing inoral cultures.Keywords: migrant workers, narrative memoirs,women’s experiences
PERAN PEREMPUAN DALAM FORMULASI KEBIJAKAN: STUDI KASUS PADA PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TEMULUS, KECAMATAN MEJOBO, KABUPATEN KUDUS, TAHUN 2011 Dewi, Siiti Malaiha
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1014

Abstract

Kebijakan publik merupakan tindakan yang mungkin dilakukan atau mungkin tidak oleh pemerintah.Sayangnya, dalam hal kesetaraan gender, banyak kebijakan publik yang tidak ramah perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan dalam perjuangan untuk kepentingan perempuan di APB Desa Temulus Tahun 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya beberapa stakeholder perempuanyang berperan dalam memperjuangkan kepentingan perempuan pada perumusan anggaran, selain itu adabeberapa stakeholder juga memberikan kontribusi dalam usaha meningkatkan kualitas hidup perempuan. Adadua jenis kendala yang dihadapi oleh para pemangkukepentingan: kendala internal dan eksternal. Kendalainternal meliputi kurangnya pemahaman stakeholder perempuan akan kebutuhan perempuan, dan pemetaan peran yang saling tumpang tindih. Sedangkan kendala eksternal seperti budaya yang menempatkan laki-laki”lebih” daripada perempuan.Kata Kunci: Perempuan, Kebijakan Publik, Anggaran Responsif Gender Public policy is any selected by the government to do or to not do Unfortunately, many public policies are notgood at this stage female friendly. This study aims to determine the extent to which stakeholders the role ofwomen in the fight for women’s interests in APBDesaTemulus Year 2011.The results of this study indicatethat only some women stakeholders that play a role inchampioning women’s interests at the budget meeting,whilesome others have contributed to improving thequalityof life for women. Some of the constraints facedby stakeholders when mapped into two:internal andexternal constraints. Internal constraints include a lackof understanding of the needs of women of women stakeholders, and it faces conflicting roles. While theexternal constraints such as culture that treats men more valuable than women.Keywords: Women, Public Policy, Gender Friendly Budgetting.
Tarik Menarik Faktor-Faktor Sosial Psikologis dalam Terbentuknya Sikap Mahasiswa Terhadap Isu Kesetaraan dan Keadilan Gender Mayasari, Ros; Obaid, Mohammad; Asni, Asni
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 2 (2020): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i2.6538

Abstract

Gerakan yang menolak isu-isu kesetaraan gender  dengan menggunakan tafsiran terhadap agama sangat gencar dan sistematis disosialisasikan baik melalui kelompok kajian maupun  di media sosial. Di sisi lain, mahasiswa  sangat familiar dengan media sosial dan juga tertarik mengikuti kajian keagamaan yang banyak tersedia belakangan ini. Bagaimana mahasiswa menyikapi ide-ide kesetaraan dan keadilan gender dalam situasi seperti ini? Faktor faktor apa saja yang penting dalam pembentukan sikap mahasiswa tersebut? Dan bagaimana pengaruh sikap tersebut terhadap perilaku mahasiswa? Penelitian ini mencoba menjawab masalah-masalah tersebut   dengan  pendekatan constructive realism.  Untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua, mahasiswa  diminta  mengisi  open-ended questionnaire. Data tersebut kemudian dianalisis isinya untuk mengkategorisasikan  sikap responden terhadap isu-isu kesetaraan dan keadilan gender  dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. FGD dilakukan untuk memperoleh jawababn tentang dampak sikap terhadap perilaku mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap mahasiswa cenderung setuju dengan ide-ide kesetaraan dan keadilan gender, namun  terdapat differensiasi sikap terhadap semua isu-isu kesetaraan dan keadilan gender yang dipaparkan. Differensiasi sikap itu muncul terutama pada saat menempatkan posisi dan peran perempuan ketika sudah menikah dan memiliki anak. Pengalaman-pengalaman di rumah, di sekolah, di masyarakat dan di perguruan tinggi, saling tarik menarik dalam membentuk sikap tersebut di samping faktor fleksibilitas berpikir individu.  Sikap terhadap isu-isu kesetaraan  dan keadilan gender berperan penting terhadap  aspirasi pendidikan dan karir bagi mahasiswa.  Khusus bagi mahasiswi, sikap setuju secara positif mempengaruhi mahasiswi  untuk mengembangkan diri secara maksimal, namun sebaliknya sikap tidak setuju membawa mahasiswi membatasi peran dan pengembangan dirinya dengan hanya memusatkan peran ideal perempuan sebagai ibu. 
HARMONI DALAM KELUARGA PEREMPUAN KARIR : UPAYA MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER DALAM KELUARGA Rahmawati, Anita
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 1 (2015): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v8i1.932

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menjelaskan hubungan gender dalam karir keluarga. Masalah yang sering timbu ldalam keluarga karir ganda adalah ideologi gender dalammasyarakat, khususnya yang terkait dengan stereotipgender dalam kerja dan distribusi jender tenaga kerja.Oleh karena itu, hubungan gender dalam karir keluarga yang dapat dibangun melalui kemitraan gender adalahpersamaan dan keadilan antara suami dan istri, dan anakanak,baik laki-laki dan perempuan dalam melakukansemua fungsi keluarga melalui pembagian peran dantenaga kerja, baik dalam masyarakat, wilayah domestikdan sosial. Melalui kemitraan dan hubungan gender yangharmonis dalam keluarga, mereka dapat merealisasikan kesejahteraan keluarga dan kesetaraan gender.Kata kunci:  Relasi Gender, Keluarga, Perempuan, Karir.
Mother and Mother Earth in the Era of Oil Palm Plantations: Ecological Feminism Study in Tebo Regency Ramona, Elza; Angraini, Peppy
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 17, No 1 (2024): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v17i1.19461

Abstract

This article aims to describe the impacts caused by the land conversion that occurred in Tebo Regency from rubber plantations to oil palm plantations. Ecological Feminism is used as an analytical tool to see how women are marginalized from nature and how the opening of oil palm plantations has an impact on ecological diversity and women's lives. In this research, a descriptive-analytical qualitative method was used where data collection was carried out by observing and exploring literature related to the impact of oil palm plantations, women's poverty, and women's relationship with nature. The findings in this research are that women are marginalized from nature, nature from nature, and women from economic access by the conversion of land from rubber plantations to oil palm plantations. The marginalization of women in accessing land, returns them to the domestic sphere. This also causes environmental damage to get worse, so that directly or indirectly it is a form of empowerment of women. They have difficulty obtaining fuel/firewood, clean water, and diversity is reduced . 
Teologi Sosial Masyarakat Pinggiran (Konsep Teologi Kaum Perempuan Dalam Memaknai Banjir di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus) shofaussamawati, shofaussamawati; Listiana, Anisa
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.4158

Abstract

The Undaan Kudus Community is the majority of farmers on the outskirts of the industrial city, Kudus, which are often affected by floods. Responding to these conditions the women of Undaan have ways and systems to consolidate existing elements through religious and cultural values. The religious and cultural values they use are in the form of recitation, yasinan, hadrah every Friday night and Monday night. The activities that shape the structure of their view of floods that often hit are different from those in other areas. For them, disaster or flood disaster is a part of life affairs that must be addressed wisely, recovery, rehabilitation and resilience. This study discusses how the theological transformation of Undaan women in interpreting the flood cycle in the Undaan region? The results show that Undaan women's theology views floods as a symbol of collective destruction, destruction of meaning, and dealing with danger. Therefore the ethics of dealing with floods is istirja ', patience, learning, and obedience to God.