cover
Contact Name
Efa Ida Amaliyah
Contact Email
efa@iainkudus.ac.id
Phone
+628157699032
Journal Mail Official
palastren@iainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo PO BOX 51 Kudus Jawa Tengah 59322
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
PALASTREN: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19796056     EISSN : 24775215     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/palastren
Kajian dalam Isu Gender dan anak dalam perspektif Islam maupun studi gender secara umum. Sub Tema yang Terkait dengan Gender dan Anak berciri crosscuting issues dalam berbagai aspek seperti Gender dan Pendidikan, Gender dan Hukum, Gender dan Politik, Gender dan Psikologi, Gender dan Agama, Sastra dan Gender, Gender dan Sosiologi, Gender dan Antropologi; Gender dan Budaya .
Articles 203 Documents
DIMENSI-DIMENSI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA DI ERA INDUSTRIALISAI Wati, Briliyan Erna
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1002

Abstract

Pekerja Rumah Tangga (PRT) adalah kelompok marginalyang paling rentan terhadap kelalaian yang dilakukanoleh majikan. Hal ini terbukti dengan tidak adanyakejelasan hukum atau perlindungan bagi status mereka.Seharusnya jaminan konstitusional sebagai bentukkepedulian negara untuk memberikan perlindunganekonomi, sosial serta keadilan dan kesejahteraan bagipekerja rumah tangga sudah ada sejak kemerdekaanIndonesia. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkanbetapa pentingnya regulasi perlindungan pekerjarumah tangga. Temuan dari artikel ini adalah bahwaada berbagai alasan baik normatif, hukum dan bahkanpraktis yang menunjukkan bahwa perlindungan hukumbagi pekerja rumah tangga harus diatur dalam undangundangkhusus dan harus direalisasikan. Pertama,keberadaan undang-undang tentang pekerja rumah tangga sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga sebagai titik tolak bagi pemerintah untuksecara bertahap merubah status hukum Pekerja RumahTangga (sebagai pekerja non formal) menjadi pekerja formal. Pergeseran ini penting karena itu berdampakpositif pada nilai ekonomi mereka.kata kunci: Pekerja Rumah Tangga, PerlindunganHukum, Peraturan Household Workers (PRT) are marginal groups whichare the most vulnerable to the abuse of the employer.This proved by the absence of legal clarity or protectionfor their work. Constitutional Guarantees  as a formof  state contracts in order to provide Economical andSocial protection as well as justice and welfare for humanincluding domestic workers should be a fundamentalregulation since Indonesian independence. This articleaimed to show how important is the regulation in terms ofhousehold worker protection. The finding of this article isthat the existence of normative , legal and even practicalreasons to strengthen the argument that the protection ofthe law for domestic workers should be regulated in thelegislation specifically in  Drafts or Bill on Protection of Household Workers. There are many reasons strengthenthe argument that the protection of the law againstHousehold Workers (PRT) should be realized. First, theexistence of legislation on domestic workers as a form oflegal protection for domestic workers as a strating pointfor the government to gradually bring the HouseholdWorkers (as non formal workers) into formal workers.This shift is important because of it’s positive impact on their economic value.keywords: household workers, legal protection, legislation
PENINGKATAN HARGA DIRI DIRI SPIRITUAL RENDAH MELALUI MODEL LOGO KONSELING FEMINIS BAGI PEREMPUAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG Engel, Jacob Daan
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2019): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v12i1.2440

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this article is discussing low spiritual self-esteem of women of victims of trafficking at the “Mulya Jaya” Women’s Social Protection Home in Jakarta from the perspective of logo counseling model of feminist approach. This research is motivated by the crimes of women and children trafficking. This is a qualitative research in which data are collected through interview, observation and focus group discussion. Logo counseling model and feminist approach are intended to improve low spiritual self-esteem spirituality experienced by the victims especially dealing with self-exploration, self-acceptance, self-assertiveness, self-transcendence, values of attitudes and integrity that are oriented towards life, integrated in self-potential, self-activity and self-evaluation, which are useful for positive behavioral changes, namely from low spiritual self-esteem to healthy spiritual self-esteemKeywords: logo counseling model, feminist approach, low sporotual self-esteem, human traffickingABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji harga dirispiritual rendahperempuan korban perdagangan orangdi Rumah Perlindungan Sosial Wanita (RPSW) Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) “Mulya Jaya” Jakartadari perspektif model logo konseling dengan pendekatan feminis.Fakta yang memotivasi penelitian ini adalah masalah berbahaya yang berkembang di masyarakat, yaitu perdagangan orang perempuan dan anak-anak yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab.Pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif.Wawancara, observasidan focus group discussiondilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif. Penelitian model logo konseling dengan pendekatan feminis dilakukanuntuk memperbaiki harga dirispiritualyang rendahperempuan korbanperdagangan orang, khususnya dalam eksplorasi diri para korban, penerimaan diri, ketegasan diri, transendensidiri, nilai-nilai sikap dan integritas diri yang berorientasi pada makna hidup, terintegrasi dalampotensi diri, aktivitas diri dan evaluasi diri, yang berguna bagi perubahan perilaku positif, yaitu dari harga diri spiritual rendah ke harga diri spiritual yang sehatKata kunci: model logo konseling, pendekatan feminis, harga diri spiritual rendah,perdagangan orang.    
KONTESTASI IDENTITAS MELALUI PERGESERAN INTERPRETASI HIJAB DAN ABSTRAK JILBAB DALAM AL QUR’AN Suhendra, Ahmad
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.976

Abstract

Artikel ini membahas reinterpretasi yang relevan tentang jilbab. Jilbab adalah pakaian yang telah ada jauh sebelumIslam datang. peradaban Yunani dan Romawi juga akrab dengan jilbab sebagai pakaian kain yang dikenakan oleh perempuan. Bahkan, di beberapa daerah, perempuan sangat ketat memakai  jilbab jika dibandingkan dengan aturan yang diberikan Islam. Setiap peradaban dan agama memiliki interpretasi yang berbeda, seperti orang orang diIndonesia.Apresiasi masyarakat Indonesia pada jilbab juga bergeser.Kata kunci: Hijab, Sejarah, Wanita, Identitas. This article  discusses relevant reinterpretation on veil. Veil is a costume that have existed long before Islam came. Greek and Roman civilization are also familiarwith the veil as a cloth worn by women. In fact, in someareas, women are very tight wearing this if it is compared with the given rules of Islam. Every civilization and religions have its different interpretations, like people inIndonesia and also Indonesian society appreciation on itis also shift.Keywords: hijab, history, veil, women, Identity.
FEMINIST STANDPOINT THEORY : an Analysis of Muslims Women Interaction in SHAFINA Ummida Jogokariyan Kusuma, Dwi Kartika; Asror, Fuad Mafatichul
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2022): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i1.12244

Abstract

This article aims to analyze how the interaction of Muslim women in SHAFINA Ummida. This study uses Standpoint Feminist Theory by Nancy CM Hartsock and Julia T. Wood In a descriptive qualitative research. This research concludes that The SHAFINA contributes to enhace knowledge for Muslim women at Jogokariyan village.  Muslim womens learn about  Islamic values life during adolescence and married life. Ummida Jogokariyan Mosque gives Muslim women wider participation and enhaces the role of Muslim women in the Jogokariyan environment.. 
REPRESENTASI SEMANGAT BERBAGI EKOFEMINISME MELALUI BATIK TULIS Demartoto, Argyo
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 1 (2017): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v10i1.2271

Abstract

The objective of research was to explore the attempt the women producing batik tulis using natural colorant as the manifestation of environment care. This study was a qualitative research using explorative method taken place in Kampung Batik Laweyan and Kauman, Surakarta. The result of research showed that the emergence of stamping and printing batik led the batik tulis (written batik) to be marginalized. Many batik entrepreneurs shifted to them and only few survived with batik tulis production. The opportunity of working and applying the female batik laborers’ skill reduced. The production of stamping and printing batik using artificial colorant affected adversely the environment with its waste as the form of injustice as it contaminated the environment and marginalized the women. The spirit of ecofeminism sharing through batik tulis creation with natural colorant was the women’s attempt of working and contributing to conserve the environment. This social movement is the manifestation of women’s care about the living environment sustainability, conveying self-controlling values and controlling the passion of dominating amid industrialization, and the manifestation of sustainable development and ethical business.
Perempuan dan Ekonomi Digital: Peluang Kewirausahaan Baru dan Negosiasi Peran berbasis Gender Nurcahyani, Anisa; Isbah, M. Falikul
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2020): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v13i1.6382

Abstract

Artikel ini mendiskusikan bagaimana para perempuan pengusaha memanfaatkan media digital sebagai peluang kewirausahaan baru, serta bagaimana mereka menegosiasikan aktifitas ekonomi tersebut dengan peran mereka sebagai istri dan ibu. Berdasarkan riset lapangan di Yogyakarta dengan menggabungkan metode observasi daring atas beberapa akun Instagram milik perempuan pengusaha dan wawancara langsung dengan mereka, riset ini menemukan bahwa ekonomi digital telah menjadi peluang kewirausahaan baru bagi para perempuan pengusaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa mengabaikan peran mereka sebagai istri/ibu. Namun mereka dituntut untuk terus berinovasi dan memahami trend pasar yang terus berubah serta selalu meningkatkan penguasaan teknologi demi hasil yang maksimal. Pada saat yang sama, mereka juga harus mampu menegosiasikan peran domestik dan publik mereka dengan suami. Riset ini menemukan bahwa negosiasi yang berhasil umumnya bertumpu pada kesepakatan dengan suami dalam mengelola waktu, tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas, dan memposisikan suami sebagai mitra kerja. Berdasarkan temuan ini, penulis berargumen bahwa ekonomi digital menyediakan peluang kewirausahaan baru yang memungkinkan kaum perempuan berperan di ranah domestik dan publik secara neogotiable dan fluid (cair atau lentur). 
WAJAH MASKULIN TAFSIR AL-QUR’AN : STUDI INTERTEKSTUALITAS AYAT-AYAT KESETARAAN GENDER Atabik, Ahmad
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 6, No 2 (2013): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i2.988

Abstract

al-Qur’an yang diwahyukan dalam bahasa Arab tidak dapat dilepaskan dari visi gender dalam bahasa Arab. Artikel ini membahas pada aspek-aspek isu-isu gender yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Quran, yang memberikan bias gender,baik secara tekstual maupun kontekstual. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menemukan bias gender bahasaArab dalam Al-Qur’an. Bias gender ini juga mempengaruhi penafsiran. Ini membutuhkan pemahaman yang mendalam dan sangat sistematis, dengan menggunakan metodologi penafsiran yang tepat sebagai penafsiran Al-Qur’ankata kunci: Maskulin, Kajian Gender, Tafsir Al-Qur’an. In this simple article, the researcher will be more orientedon those aspects of gender issues contained in the verses of the Koran, which provides gender bias, both in textual and contextual. Through qualitative method, thisresearch will find the gender bias in the Arabic languagein the Qur’an. It is because the Qur’an, religious texts(text) has chosen the Arabic language in which aspects of gender bias in the Arabic language (as language choice inthe Lord Mediation), also affect the interpretation. Thisrequires an understanding of a very systematic and indepth by using the proper interpretation methodology as the interpretation of the Qur’anKeywords: Masculine, Gender Studies, interpretation ofal-Qur’an.
The Role of Women's Leadership in the Traditional Muslim Religious Movement (New Paradigm in PBNU Leadership 2022-2027) Arifi, Ahmad; Fathurrohman, Rizal
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2023): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v16i1.18622

Abstract

Seeing the structure of PBNU for the 2022-2027 Period, Gus Yahya (Top Leader of PBNU) gave an important role for women to join the structure of PBNU's daily management, after approximately 96 years PBNU did not involve women in its staff structure. This certainly affects the direction of PBNU organizational policies in the future. This study intends to analyze the shift in NU's religious paradigm related to the role of women in collective leadership at PBNU and its implications in responding to changing times as well as welcoming a new civilization within NU which is entering the second century. This research includes library research with a socio-phenomenological approach. This study resulted in the finding that the paradigm shift in NU leadership was based on changes in religious understanding and empirical experiences of NU clerics (Kiai and Nyai) in various aspects of life, religious, social, political, and cultural. In addition, many NU programs related to women such as reproductive health, sexual violence, migrant women workers, reproductive health, and women's radicalism are considerations for the importance of women's involvement in the development and implementation of these programs. Strategic roles in PBNU given to women such as Nyai Dr. (H.C) Sinta Nuriyah Abdurrahman at Musytasyar, Nyai Nafisah Ali Maksum at A'wan, Alissa Wahid and Khafifah Indar Parawansa at Tanfidziyah.
PEREMPUAN DAN LIMINALITAS PERDAMAIAN: Hubungan Islam-Kristen dalam Liminalitas Simbolik Kain Gandong di Maluku Pattiasina, Sharon Michelle O; Lattu, Izak Y M; Nuban Timo, Ebenhaizer I
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.3298

Abstract

Tulisan ini menganalisis peran perempuan dan tradisi Kain Gandong dalam liminalitas hubungan Islam-Kristen yang berfokus pada ritual Panas Pela dan ritual Pelantikan raja di negeri Hative Kecil dan Hitumessing, Maluku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, studi dokumenter dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan memiliki peran yang penting dalam tradisi Kain Gandong. Perempuan berperan sebagai pemegang Kain Gandong dengan mengacu pada arti dan makna dari kata gandong itu sendiri. Tradisi Kain Gandong menciptakan sebuah ruang kebersamaan yang disebut sebagai ruang liminalitas. Ruang tersebut dapat membebaskan masyarakat dari perbedaan-perbedaan status sosial, budaya dan agama. Berdasarkan data yang diperoleh, penulis menemukan tiga nilai yang dapat berguna untuk membangun kehidupan bersama, yakni nilai persaudaraan, nilai kesetaraan dan nilai perdamaian.
PENYELESAIAN KASUS KEKERASAN TERHADAP TENAGA KERJA WANITA INDONESIA DI MALAYSIA MELALUI IMPLEMENTASI KONVENSI CEDAW PBB 1979 Qodarsari, Umi
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.1003

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan umumnya disebabkan budaya patriarki. Kekhawatiran tentang kondisi perempuan muncul dan diwujudkan melalui gerakan perempuan yang kemudian melahirkan konvensi internasional perlindungan hukum bagi perempuan.Salah satu konvensi tersebut adalah Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). CEDAW mewajibkan negara-negara yang meratifikasi untuk mengutuk segalabentuk diskriminasi dan menerapkan kebijakan yangmenghapus diskriminasi terhadap perempuan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh pekerja Indonesia di Malaysia. Bagaimanapun,artikel ini menemukan bahwa efektivitas CEDAW yangdilihat dari tiga aspek, yaitu kewajiban, presisi, dan delegasi masih relatif rendah. Hal ini memungkinkanpelanggaran isi konvensi, Indonesia dan Malaysia masih belum mampu menyelesaikan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan secara efektif.Kata kunci: Diskriminasi, CEDAW, Efektifitas Perjanjian InternasionalThe discrimination of women generally due to thepatriarchal culture. Concerns about the condition ofwomen is arised and presented through the women’smovement that comes with international conventionsto establish a legal protection for women. One of theseconventions is the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW).CEDAW obliges ratifying countries to condemn allforms of discrimination and implement policies thateliminate discrimination against women. This articleaimed to know the problems faced by the Indonesianworkers in Malaysia. However, this article finds thatthe effectiveness of CEDAW which is seen from threeaspects, namely obligation, precision, and delegation isrelatively low. This allows the violation of the contentsof the convention, Indonesia and Malaysia are still notable to resolve the cases of violence against women effectively.Keyword: Discrimination, CEDAW, Effectiveness of International Agreement