cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
ANALISIS PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN KONTRIBUSI MAKANAN TERHADAP PERSEN LEMAK TUBUH DI SKADRON PENDIDIKAN 504 Asalwa, Nabila; Swamilaksita, Prita Dhyani; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 02 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i2.2889

Abstract

AbstractBackground: Percent of body fat students in the dormitory can be influenced by several factors, including the influence of organizing food and the contribution of food from outside. The aim of this study is to analyze the food management system and the contribution of food from outside the hostel on the body fat percent of students in the Education Squadron 504. Method: Quantitative research and the design of this study is cross sectional in the form of observational studies. The total sample of Educational Squadron students 504 was 35. Results: Food management system which includes input, process, output, feedback and control in the 504 Education Squadron does not meet the food management standards. There is a relationship between contributions of energy, fat, and carbohydrate intakeoutsidethe hostel with body fat percent and has a moderate negative correlation (p <0.05). However, there was no significant relationship between the contribution of protein intake from outside the hostel with percent body fat (p> 0.05). Conclusion: There is a relationship between the contribution of energy in take, fat,and carbohydrates from out side the hostel to the percent body fat. Keywords: Food delivery system, contribution food from outside dormitory, body fat percent AbstrakPersen lemak tubuh siswa diasrama dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pengaruh penyelenggaraan makanan dan kontribusi makanan dari luar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem penyelenggaraan makanan dan kontribusi makanan dari luar asrama terhadap persen lemak tubuh siswa di Skadron Pendidikan 504. Metode : Penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini adalah crosssectional dalam bentuk studi observasional. Jumlah sampel siswa Skadron Pendidikan 504 yaitu 35 orang. Uji analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Sistem penyelenggaraan makanan yang meliputi input, proses, output, feedback serta kontrol di Skadron Pendidikan 504 belum memenuhi standar manajemen penyelenggaraan makanan. Terdapat hubungan antara kontribusi asupan energi, lemak, dan karbohidratdari luar asrama dengan persen lemak tubuh dan mempunyai korelasi negative sedang (p<0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontribusi asupan protein dari luar asrama dengan persen lemak tubuh (p>0.05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kontribusi asupan energi, lemak, dan karbohidrat dari luar asrama terhadap persen lemak tubuh. Kata kunci: Sistem penyelenggaraan makanan, kontribusi makanan dari luar asrama, persen lemak tubuh
Konsumsi Makanan Jajanan, Konsumsi Makanan di Rumah dan Status Gizi Anak di SDN 04 Petang, Jakarta Timur Simanjuntak, Getruida; Hartono, Anton Sri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i1.664

Abstract

AbstractNutrition problems still becomes a problem in developing countries and developed countries. In Indonesia, since 1950 there have been concerns that malnutrition can affect to development childrens. The growth and brain development of children requires very important nutrients such as carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals and water. Therefore recommended dietary alowance (RDA) can be determined by the average requirement of nutrient to achieve the optimal nutritional status.The purpose of this study was to determine the relationship between the consumption of snack foods, food consumption at home and nutritional status in student public elementary school 04 PETANG, East Jakarta.The total sample of this study is 60 students. This study used t-test to analyzing the data. This analysis is used to determine the relationship between the characteristics (age, mother’s education, mother’s occupation, family income, pocket money, snack foods), food intake of snacks and food consumption at home and nutritional status. The results shows no significant relationship between average of Z-score (BMI/U) of children by age, mother’s education, mother’s occupation, family income, pocket money for snacks and snack foods (p>0.05). However, this study found that there is a relationship between intake of energy (r=0.682), protein (r=0.689) and Z-score (BMI/U) of children (p<0.05).Keywords: snack foods, food consumption, nutritional statusAbstrakSampai saat ini gizi menjadi masalah baik di Negara berkembang maupun Negara maju. Di Indonesia sejak tahun 1950 sudah terdapat kekhawatiran bahwa gizi buruk dapat mempengaruhi perkembangan anak. Dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak dibutuhkan zat-zat gizi yang sangat penting yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air oleh karenanya Angka Kecukupan Gizi (AKG) dapat menentukan rata-rata kecukupan yang dianjurkan guna mencapai status gizi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konsumsi makanan jajanan dan konsumsi makanan di rumah terhadap status gizi anak sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN 04 Petang, Jakarta Timur. Sedangkan sampelnya sebanyak 60 orang. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan uji t. Teknik ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik (umur, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan orangtua, uang jajan dan jenis makanan jajanan), asupan makanan jajanan dan makanan di rumah dan status gizi. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna rata-rata Z-score (IMT/U) anak berdasarkan umur, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan orangtua, uang jajan dan jenis makanan jajanan. Hubungan Z-score (IMT/U) anak dengan asupan energi (r=0,682;p<0,05) dan protein (r=0,689;p<0,05) sangat bermakna.Kata kunci: makanan ringan, konsumsi makanan,  status gizi
Kontribusi Makanan Jajanan, Indeks-Massa-Tubuh dan Kadar Hb Remaja Putri, Pesantren Ibadurrahman Tangerang Sari, Nirmala; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 1 (2011): Nutrire Diaita
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i1.1231

Abstract

AbstractSnack is a mixture of various processed foodstuffs in the form of food processed with simultaneously. Snack can contribute nutrients to fulfil the Recommended Dietary Allowance. The aims of this study was to determine the relationship between the contribution nutrient of snack with the body mass index and hemoglobin levels in adolescent girls. The design of this study is cross-sectional.Sample of this study is mostly boarding students Ibadurrahman. We used purposive sampling and total of sample are 99 respondents. Statistic test used Pearson correlation test. Mostly respondents aged 16 years, the body weight is (49.1 ± 4.7)kg, height is (150.9 ± 5.2)cm, hemoglobin level is (11.8 ± 0.6)mg/dl, and the nutritional status of the normal is (21.5 ± 2.8). The contributions energy of snack is (66.5 ± 9.1)%, protein is (66.1 ± 11.2)%, Fat is (82.7 ± 10.7)%, Carbohydrate is (57.4 ± 9.5)%, Fe is (70.3± 12.9)%, Vitamin C is (93.3±10.1)%, Vitamin A is (93.3 ± 10.0)%, and Folic Acid is (73.3 ± 12.6)%. There is no relationship between the contribution energy of snack (r = 0.044), protein (r = 0.021), fat (r = 0.102), carbohydrate (r = -0006) and the body mass index  (p ≥ 0.05). There is no relationship between the contribution energy of snack (r = 0.026), protein (r = 0.007), Fe (r = 0.052), vitamin C (r = 0.123), vitamin A (r = 0.167), folic acid (r = 0.064) and Hb levels (p ≥ 0.05). More than half of average intake of nutrients contribution comes from snack. However, we need to increase the cost of eating at boarding school which can give more variation of food and the student wants to consume it.Key Words: Contribution nutrient of snack, Body Mass Indeks, Hb level AbstrakMakanan jajanan merupakan campuran dari berbagai bahan makanan yang diolah secara bersamaan dalam bentuk olahan. Makanan jajanan dapat memberi kontribusi zat gizi untuk memenuhi AKG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontribusi zat gizi makanan jajanan dengan Indeks Massa Tubuh dan Kadar Hb pada remaja putri. Desain penelitian ini cross-sectional dengan sampel adalah sebagian siswi pesantren Ibadurrahman. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapat 99 responden. Uji statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Sebagian Besar responden berumur 16 tahun, memiliki berat badan (49.1±4.7)kg, rata-rata tinggi badan (150.9±5.2)cm, Kadar Hb (11.8±0.6)mg/dl, dan berstatus gizi rata-rata normal (21.5±2.8). Kontribusi makanan jajanan didapat asupan energi (66.5±9.1)%, protein (66.1±11.2)%, Lemak (82.7±10.7)%, Karbohidrat (57.4±9.5)%, Fe (70.3±12.9)%, Vitamin C (93.3±10.1)%, Vitamin A (93.3±10.0)%, dan Asam Folat (73.3±12.6)%. Tidak ada hubungan antara kontribusi energi (r=0.044), protein (r=0.021), lemak (r=0.102), Karbohidrat (r=-0.006) dengan Indeks Massa Tubuh (p≥0.05). Tidak ada hubungan antara kontribusi energi (r=0.026), protein (r=0.007), Fe (r=0.052), vitamin C (r=0.123), vitamin A (r=0.167), asam folat (r=0.064) dengan kadar Hb (p≥0.05). Lebih dari separuh rata-rata asupan kontribusi zat gizi berasal dari makanan jajanan. Sehingga perlu adanya peningkatan biaya makan di Pesantren agar makanan lebih bervariasi dan menarik minat siswi dalam mengkonsumsinya. Kata Kunci: Kontribusi makanan jajanan, Indeks-Massa-Tubuh, kadar Hb
Perbedaan Asupan Serat dan Cairan Berdasarkan Tingkat Pendidikan, Status Ekonomi, dan Status Gizi Pada Lansia di Provinsi Riau (Riskesdas 2010) Andhani, Nuansa Retno; Irianto, Sugeng Eko
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 1 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i1.1248

Abstract

AbstrakLansia rentan mengalami masalah gizi yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurang asupan pangan, sosial-ekonomi, pendidikan, dan lingkungan. Tujuan: Mengetahui perbedaan rata-rata asupan serat dan cairan berdasarkan tingkat pendidikan, status ekonomi, dan status gizi pada lansia di provinsi Riau Tahun 2010. Metode penelitian ini sesuai Riskesdas 2010 yaitu potong lintang (cross-sectional), non-intervensi/observasi. Dengan Populasi seluruh lansiaberusia≥60 tahun di provinsi Riau. Uji statistik menggunakan Regresi Linier. Hasil: Rata-rata konsumsi serat (3.61 gr ±1.91 gr) yang terbanyak berasal dari serealia, sayur dan kacang-kacang. Rata-rata konsumsi cairan (968.87 ml ±279.97 ml) yang terbanyak berasal dari air mineral, teh, dan kopi. Rata-rata asupan serat tidak berbeda secara bermakna berdasarkan tingkat pendidikan dan status gizi (p≥0.05), namun berbeda secara bermakna berdasarkan status ekonomi (p<0.05). Rata-rata asupan cairan tidak berbeda secara bermakna berdasarkan tingkat pendidikan dan status ekonomi (p≥0.05), namun berbeda secara bermakna berdasarkan status gizi (p<0.05). Kata kunci: Serat, Lansia, Pendidikan, Ekonomi
Perbedaan Daya Terima dan Komposisi Zat Gizi Pada Kue Brownis yang Terbuat Dari Campuran Tepung Terigu dan Tepung Ubi Ungu dengan Perbandingan yang Bervariasi Hanifah, Siti; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1265

Abstract

AbstrakUbi jalar ungu kini mulai marak dikonsumsi oleh masyarakat karena disamping warnanya yang menarik rasanya juga manis dan lembut. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membuat salah satu jenis kue bantat yaitu brownis dengan penggunaan substitusi tepung ubi ungu. Mengetahui perbedaan daya terima dan komposisi zat gizi pada kue brownis yang terbuat dari campuran tepung terigu, dan tepung ubi ungu dengan perbandingan yang bervariasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Way Anova. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan metode Visual Analog Scale (VAS), 4 taraf, 3 replikasi dan 30 panelis. Analisa komposisi zat gizi meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak, air dan abu. Berdasarkan hasil uji statistik warna kue brownis yang lebih banyak dipilih yang diberikan penambahan tepung ubi ungu 20%. Warna (68±16,47), aroma (68,88±14,73), rasa (74,23±14,79), dan tekstur (67,58±20,62). Berdasarkan uji organoleptik menunjukkan ada perbedaan warna terhadap kue bownis dengan campuran tepung terigu dan tepung ubi ungu (p<0,05). Brownis ubi ungu dapat menjadi salah satu produk kue dengan antioksidan (yaitu antosianin) sebagai lahan untuk berwirausaha serta memanfaatkan bahan makanan hasil negeri Indonesia sehingga pilihan masayarakat lebih beragam. Kata Kunci: kue brownis, tepung terigu, tepung ubi ungu.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN GAYA HIDUP TERHADAP DAYA TAHAN KARDIORESPIRATORI PADA MAHASISWA UKM SEPAKBOLA UNIVERSITAS NEGERI LAMPUNG TAHUN 2015 Irdilla, Calely; Mury, Kuswari; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1415

Abstract

AbstractFootball is a sport that requires a good cardio respiratory endurance. To support cardio respiratory endurance, it should consider several factors such as: age, sex, nutrition, nutritional status, physical activity habits of smoking and drinking alcohol. This research aims to know the relation of nutrient intake, nutritional status, physical activity and lifestyle to cardiorespiratory endurance at football student organization Lampung University 2015. This research is quantitative with cross sectional research design. With a total of 48 respondents. Data were analyzed using Pearson product moment and t-test independent. Characteristics of respondents aged 18-23 years. The average value of VO2max student football organization Lampung University 47.40 ml / kg / min. The results revealed a normal BMI (79.2%), percent body fat normal (77.1%). Average energy intake of Football Student Organization 1921.7 ± 372.08 kcal, 13:02 ± 68.32 g protein, fat 11.3 ± 32.87 g, 266.6 ± 54.4 g carbohydrates, vitamin B6 0.41 ± 1.1 mg, vitamin B12 is 4.8 ± 7.04µg, vitamin C 29.5 ± 2.1 mg, and Fe 2.1 ± 2.7 mg. Total of 43.8% of students smoked and 87.5% of students not consume alcohol. There is a significant relation between percent body fat, intake of energy intake, protein, fat, carbohydrate, vitamin B6, Fe, and smoking habits and alcohol consumption (p<0.05). There is no significant relations between BMI, vitamin B12, vitamin C, and physical activity (p> 0.05). Besides physical activity, players need to pay attention to nutrient intake, avoid smoking, and alcohol consumption to support the cardio respiratory endurance and enhance the Performance during the match. It was necessary to counseling and nutritional counseling to increase knowledge for coaches and student-related Football sports nutrition.Keywords: Cardio Respiratory Endurance, Nutritional Status, Physical Activity. AbstrakSepakbola merupakan olahraga yang memerlukan daya tahan kardiorespiratori yang baik. Untuk menunjang ketahanan kardiorespiratori, maka harus memperhatikan beberapa faktor seperti: usia, jenis kelamin, asupan gizi, status gizi, aktifitas fisik kebiasaan merokok dan minum alcohol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi, status gizi, aktivitas fisik dan gaya hidup terhadap daya tahan kardioespiratori pada mahasiswa UKM Sepakbola Universitas Negeri Lampung Tahun 2015. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampling jenuh dan jumlah responden yang didapat yaitu 48 mahasiswa UKM Sepakbola. Analisa data menggunakan uji statistik pearson product moment dan uji t-test independent. Karakteristik usia responden 18-23 tahun. Rata-rata nilai VO2max mahasiswa UKM Sepakbola Unila 47.40 ml/kg/menit. Dari hasil penelitian diketahui IMT normal (79.2%), persen lemak tubuh tidak lebih (77.1%). Rata-rata asupan energi mahasiswa UKM Sepakbola 1921.7 ± 372.08 kkal, protein 68.32 ± 13.02 g, lemak 32.87 ± 11.3 g, karbohidrat 266.6 ± 54.4 g, vitamin B6 1.1 ± 0.41 mg, vitamin B12 4.8 ± 7.04 µg, vitamin C 29.5 ± 2.1 mg, dan Fe 2.1 ± 2.7 mg. Sebanyak 43.8% mahasiswa UKM Sepakbola merokok. Sebanyak 87.5% mahasiswa UKM Sepakbola tidak konsumsi alkohol. Terdapat hubungan yang bermakna antara persen lemak tubuh, asupan energi, asupan protein, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan vitamin B6, asupan Fe, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. Tidak ada hubungan bermakna antara IMT, asupan vitamin B12, vitamin C, dan aktivitas fisik (p > 0.05). Selain aktivitas fisik, pemain perlu memperhatikan asupan gizi, menghindari merokok dan konsumsi alkohol untuk menunjang daya tahan kardiorespiratori dan meningkatkan performa di lapangan. Sehingga perlu diadakan penyuluhan dan konsultasi gizi untuk menambah pengetahuan bagi pelatih dan mahasiswa UKM Sepakbola terkait dengan gizi olahraga.Kata kunci : Daya tahan kardiorespiratori, status gizi, aktivitas fisik
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI WARGA BINAAN LAPAS ANAK WANITA TANGERANG Muslimah M, Nur; Angkasa, Dudung; Melani, Vitria
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 9, No 02 (2017): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v9i02.2201

Abstract

Background: Most women in prison are experiencing inadequate energy and macronutrient intake which may affect their nutritional and health status. Objective: To determine the relationship between the level of energy sufficiency and macro nutrient with nutritional status of women. Method : Cross-sectional data were collected from 100 women prisoner aged 19-45 years old from a major prison in Tangerang City of Indonesia. Weight and height were measured with standard weighing scale and microtoise, respectively and body mass index (BMI) was produced. The prisoner’s intakes were measured by three days 24 hour food recalls. Others observed variables were health seeking behaviour (HSB) and infectious disease history (IDH) which assessed by structured interview questionnaire. Spearman's Rank Test was performed to answer the research questions. Result: There was a positive and weak relationship between energy sufficiency level and nutritional status (p = 0,030), protein adequacy level with nutritional status (p = 0,015), fat sufficiency level with nutritional status (p = 0,034) and carbohydrate sufficiency level with nutritional status p = 0.043). Conclusion: Level of energy and macronutrient intake associate with prison women’s nutritional status.  Keywords: energy sufficiency level and macro nutrient, nutritional status, women
TINGKAT DEPRESI BERHUBUNGAN DENGAN STATUS KESEHATAN TETAPI TIDAK DENGAN STATUS GIZI LANSIA DI KARAWANG Elvandari, Milliyantri; Rahmatunisa, Risma; Sefrina, Linda Riski
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 01 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i01.2752

Abstract

The purpose of this study was to analyze the relationship between depression levels, nutritional status and elderly health status at Karawang. This type of research was observational with a cross sectional study conducted in July 2018 with a total subject of 50 people (total sampling), using instructional questionnaires (elderly nutritional status, disease history, level of depression) and measurement of nutritional status. Analyze by chi-square. The results obtained showed that there was a correlation between depression level and health status (p = 0,000), and there was no correlation between nutritional status and elderly health status (p = 0,708). Keywords: elderly, nutritional status, level of depression, health status
Pengaruh Edukasi Gizi Mindful Eating Semi Online (Meso) Terhadap Berat Badan, Asupan Zat Gizi Makro, Mindful Eating Pada Pekerja Dengan Gizi Lebih Putri, Kirana Dwi Kusuma; Palupi, Khairizka Citra; Sapang, Mertien
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 12, No 02 (2020): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v12i02.3591

Abstract

Gizi lebih telah menjadi permasalahan global di seluruh dunia yang dapat menyebabkan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, penyakit kardiovaskular dan metabolik, penyakit osteoartikular, dan peningkatan semua penyebab risiko kematian. Hal tersebut dapat dibuktikan dari data Riskesdas (2018) Proporsi berat badan lebih pada dewasa usia > 18 tahun pada tahun 2007, 2013 dan 2018 sebesar 8.6%, 11.5%, 13.6%. Edukasi gizi sangat penting diperlukan untuk orang dewasa bermanfaat bagi peningkatan perilaku gizi seimbang. Online merupakan metode yang inovatif, efisien, dan hemat biaya untuk penerapan pendidikan gizi bagi pekerja yang tidak dapat terlepas dari gadget dalam kesehariannya. Pekerja memerlukan media edukasi gizi yang edukatif, kreatif, dan inovatif. Salah satu contohnya yaitu edukasi gizi melalui telepon genggam dengan pemanfaatan aplikasi whatsapp dapat merubah pola makan karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi mindful eating semi online terhadap berat badan, asupan zat gizi makro dan status mindful eating pekerja dengan gizi lebih pada pekerja dengan gizi lebih di Bank Mandiri Taspen. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan penelitian pre test dan post test control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2019 – Juli 2019 dengan sampel sebanyak 46 orang 23 orang pada kelompok perlakuan dan 23 orang pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test dan Independent Sample T-test. Hasil pada kelompok perlakuan didapatkan adanya pengaruh Mindful Eating semionline terhadap penuruan berat badan, asupan zat gizi makro dan mindful  eating (P≤0.05). Pada kelompok kontrol didapatkan adanya pengaruh GENTAS semi online terhadap perubahan berat badan, mindful eating, asupan zat gizi makro (energi, lemak, karbohdidrat) (P≤0.05), tidak ada pengaruh yang signifikan GENTAS semionline terhadap asupan protein (P≥0.05). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada penurunan berat badan, asupan zat gizi makro dan mindful eating (p≥0,05) antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Edukasi gizi GENTAS semi online pada kelompok memberikan hasil penurunan berat badan, asupan energi dan zat gizi makro serta mindful eating responden. Edukasi mindful eating semi online disertai dengan media visual daily food journal juga memberikan hasil penurunan berat badan, asupan energi dan zat gizi makro serta mindful eating yang signifikan, dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok intervensi. Meskipun demikian, hasil yang didapatkan dari kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak jauh berbeda sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi GENTAS semi online sudah cukup memberikan hasil yang signifikan.
Besaran Porsi, Citra Tubuh dan Perubahan Indeks Massa Tubuh (IMT) Remaja Putri Usia 14-17 Tahun di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Islamic College Kedoya Utara Jakarta Barat Sari, Diana; Jus'at, Idrus; H, Titus Priyo
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.676

Abstract

AbstractAdolescent is a period in which the teenagers become very concerned about their bodies’ appearance. Every woman’s dream is to have an ideal body shape. A person will feel more confident when they have an ideal body shape. The aims of this study is to determine the relationship between number of servings and body image with the change in body mass index in young women aged 14-17 years at boarding school Asshiddiqiyah Islamic College, North Kedoya, Jakarta. This study is an associative research experiment, which consisted of two groups; experimental group and control group. The samples of this study are 72 respondents. Pearson correlation test was used to analyze the data. We found that the relationship between the addition of energy intake (average 175 kcal) and nutrititional status were not significant with r= 0.885 and p-value= 0.194. Whereas, the relationship between the addition of protein intake (average 95 kcal) and nutritional status were not significant with r= 0.890 and p-value= 0.146. Mostly the female student consumed additional food portion given by steward boarding school ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE. However, this did not give more effect to the majority of female students at boarding school ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, because they did not concern about their body image.Keywords: body image, body mass index, adolescent AbstrakMasa remaja merupakan masa dimana remaja sangat memperhatikan penampilan tubuh mereka. Bentuk tubuh yang ideal merupakan idaman bagi setiap remaja putri. Dengan bentuk tubuh yang ideal, seseorang akan merasa lebih percaya diri. Tujuan Penelitian ini mengetahui hubungan antara besaran porsi dan citra tubuh dengan perubahan Body Mass Index remaja putri usia 14-17 tahun di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE. Penelitian ini bersifat asosiatif,yang merupakan penelitian eksperimen, dimana terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 responden. Analisa data yang digunakan adalah uji Korelasi Pearson. Dari hasil uji korelasi, didapatkan bahwa hubungan antara penambahan asupan energi (Rata-rata 175 kkal) dengan status gizi akhir responden tidak signifikan dengan nilai r = 0,885 dan nilai P = 0,194. Sedangkan hubungan antara penambahan asupan protein (Rata-rata 95 kkal) dengan status gizi akhir responden, diperoleh hasil yang tidak signifikan dengan nilai r = 0,890 dan nilai P = 0,146. Siswi di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, pada umumnya menghabiskan penambahan porsi yang diberikan. Hal ini tidak memberikan pengaruh kepada sebagian besar siswi di Pondok Pesantren ASSHIDDIQIYAH ISLAMIC COLLEGE, karena siswi tersebut tidak terlalu memperhatikan dan mempermasalahkan bentuk tubuh mereka.Kata kunci: citra tubuh, bentuk tubuh, remaja

Page 2 of 17 | Total Record : 164