cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
Konsumsi Sayur dan Buah Serta Kadar Kolesterol pada Peserta Senam Jantung Sehat Yayasan Wijaya Kusuma Kelurahan Mekarsari Rw 012 Kecamatan Cimanggis Kabupaten Depok Septiningsih, Ety; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.672

Abstract

AbstractWHO in 2002 estimated that less consumption of fruits and vegetables can may cause about 31% of ischemic heart disease and 11% of stroke. Behavior is the most influencing factor for fruits and vegetables consumption. The high consumption of fiber from fruits and vegetables may decrease absorption of fats. The aim of this study was to determine the relationships between soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium. This is a descriptive analytical study with cross-sectional design. The population of this study are all participants with healthy heart at gymnastics foundation wijaya kusuma and the sample size of 44 respondents. The data analysis in this study using the Pearson correlation test is intended to determine the relationships between fruits-vegetables and cholesterol levels. Most of respondents is about 68.2% women and > 50 years old. The average daily consumption of vegetables is 310.80 gr/ day (±153.971) and the average daily consumption of fruits is 298.89 gr/day (± 206.791), while the average cholesterol level of respondents is 190.11 mg/dl (±32.277). The correlation test shows that there is no relationships between  soluble fiber consumption (fruits and vegetables) and cholesterol level of participants healthy heart at gymnasium (p>0.05). However, efforts to increase the consumption of fiber from vegetables and fruits should be done to maintain the cholesterol levels.Keywords: fiber consumption, cholesterol level, fruits and vegetablesAbstrakKadar kolesterol dalam tubuh adalah satu faktor terpenting untuk menentukan risiko seseorang untuk menderita penyakit pembuluh darah jantung. Terjadinya penyakit pembuluh darah jantung disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Faktor perilaku yang sangat berpengaruh adalah konsumsi makanan tinggi lemak dan rendahnya konsumsi serat sayur dan buah. Konsumsi serat sayur dan buah dapat menurunkan absorbsi lemak. Laporan Kesehatan Dunia, 2002 memperkirakan konsumsi buah dan sayur yang rendah menyebabkan sekitar 31% dari penyakit jantung iskemik dan 11% dari stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol para peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma. Penelitian ini bersifat merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta senam jantung sehat Yayasan Wijaya Kusuma dan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan konsumsi sayur dan buah dan kadar kolesterol. Sebesar 68.2% responden berusia > 50 tahun dan berjenis kelamin perempun. Rata-rata konsumsi harian sayur adalah 310.80 gram/ hari (+153.971) dan rata-rata konsumsi buah masing-masing peserta senam adalah 298.89 gram/ hari (+206.791) sedangkan rata-rata kadar kolesterol peserta senam adalah 190.11 mg/dl (+32.277). Dari hasil uji korelasi didapat bahwa tidak ada hubungan konsumsi sayur dan buah terhadap kadar kolesterol peserta senam jantung sehat Wijaya Kusuma (r=0.093; p>0,05 dan r=0.17; p>0.05). Upaya meningkatkan konsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah harus dilakukan guna menjaga kestabilan kadar kolesterol darah.Kata kunci: konsumsi serat, kadar kolesterol, buah dan sayuran
Pengaruh Kepatuhan Menjalani Diet Rendah Garam Terhadap Kadar Tekanan Darah Hayati, Risma; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1239

Abstract

AbstractThe compliance of patient to consume of low-salt diet is relatively low compared to consume of drugs. The objective of this study was to understand the effect of obedience consumption low-salt diet to blood pressure levels in patients with hypertension. The population study is hypertensive patients in the Outpatient Clinic, Hospital R. SYAMSUDIN, SH Sukabumi, we got the sample total are 37 respondents. This study is experimental without a control group. This study used Chi-Square test, Independent T-test, correlation-regression. Most of respondents are 57.6 years, 70.3 % women, 35% of junior high school education, and 81.1 % are retired. Respondents who has suffer long history of hypertension (81.1%), and most suffer from mild hypertension (94.6 %). Nutritional counseling process by local dietitian as 81.1 % of intervention does not match score and the majority of respondents do not comply diet (78.4 %). The first measurement of mean systolic and diastolic pressure respectively are 164.86 ± 11.2 mmHg and 98.92 ± 8.42 mmHg. The end measurement of mean systolic and diastolic pressure respectively are 127.3 ± 17.74 mmHg and 82.43 ± 4.94 mmHg. The mean changes of systolic and diastolic pressure in compliance respondents, respectively are (-55.00 ± 5.34) mm Hg;(-28.75 ± 6.40) mm Hg and the mean non-compliance (-32,75 ± 17.50) mmHg, (14.13 ± 8.66) mm Hg. The differences in blood pressure both of groups are significant with p-value<0.05. The effect of dietary compliance is decreasing of systolic and diastolic blood pressure depends on age respectively, -22.241 mmHg and -14.612 mmHg. Low-salt diet may contribute to maintain the levels of blood pressure of hypertensive patients. Keywords: Dietary Compliance, Low-Salt diet, Blood pressure levels   AbstrakAsupan natrium yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Kepatuhan pasien terhadap anjuran diet rendah garam relative rendah dibanding anjuran penggunaan obat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kepatuhan menjalankan diet rendah garam terhadap kadar tekanan darah pada penderita hipertensi. Populasi penelitian ini adalah penderita hipertensi di Poliklinik Rawat Jalan, RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi,  sampel 37 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rancangan penelitian eksperimen semua tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square, T-test Independent, Korelasi-Regresi. Rerata umur responden 57,6 tahun, 70,3% perempuan, berpendidikan SMP sebanyak 35% dan 81,1% merupakan kelompok yang telah tidak bekerja. Responden dengan riwayat hipertensi lama (81,1%), dan sebagian besar menderita hipertensi ringan (94,6%). Proses konseling gizi oleh ahli gizi setempat sebagai intervensi 81,1% tidak sesuai skor dan sebagian besar responden menyatakan tidak patuh menjalani diet (78,4%). Rerata tekanan sistolik awal (164,86±11,21)mmHg dan diastolik awal (98,92±8,42) mmHg. Rerata tekanan sistolik akhir (127,3±17,74) mmHg dan diastolic akhir (82,43±4,94). Rerata perubahan tekanan sistolik dan diastolik pada responden yang patuh yaitu masing-masing     ((-55,00±5,34)mmHg;(-28,75±6,40)mmHg)dan Rerata pada yang tidak patuh ((-32,75±17,50) mmHg;(14,13±8,66) mmHg). Perbedaan tekanan darah kedua kelompok bermakna dengan nilai p<0.05. Kepatuhan menjalani diet memberikan pengaruh penurunan tekanan darah Sistolik sebesar -22,241 mmHg tergantung umur dan penurunan tekanan darah Diastolik sebesar -14,612 mmHg tergantung umur. Kepatuhan menjalani diet rendah garam dapat turut menjaga kadar tekanan darah penderita hipertensi. Kata Kunci: Kepatuhan Diet, Diet Rendah Garam, Kadar Tekanan Darah
Perbedaan Asupan Zinc dan Kalsium Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Usia 7 - 12 Tahun di Provinsi Banten (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Novita, Nita; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 2 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i2.1256

Abstract

AbstrakRendahnya kecukupan gizi pada kelompok anak usia sekolah dasar berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, konsentrasi dan prestasi.Infeksi yang lama dan berat juga berhubungan erat dengan masalah gizi berupa malnutrisi. Infeksi dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Seorang anak yang mengalami infeksi membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak dari biasanya. Sementara beberapa gejala yang dialami saat infeksi seperti diare dan tidak nafsu makan membuat asupan gizi menjadi sulit. Sebaliknya, malnutrisi juga dapat menyebabkan individu rentan terhadap terjadinya infeksi. Daya tahan tubuh kita didukung oleh protein, zat besi, vitamin dan beberapa mikronutrien lainnya Jika asupan zat gizi tersebut kurang, kerja daya tahan tubuh menjadi tidak optimal. Anak dengan usia sekolah dasar sudah dapat menentukan makanan yang disukainya. Makanan yang diberikan pada anak usia sekolah dasar ditentukan berdasarkan berat badan, usia dan aktivitas anak. Anak laki-laki umumnya lebih banyak melakukan aktivitas fisik dibandingkan anak perempuan, sehingga asupan makanan yang mengandung lebih banyak energi perlu ditingkatkan. Sedangkan anak perempuan pada usia sekolah dasar mulai memasuki usia haid, sehingga memerlukan lebih banyak protein dan zat besi. Asupan gizi pada anak usia sekolah mulai dipengaruhi oleh factor lingkungan, karena anak-anak usia ini sudah mulai mengenal lingkungannya. Oleh karena itu, perhatian orang tua dan pihak sekolah perlu ditingkatkan untuk mencegah gangguan gizi berupa malnutrisi atau pun obesitas. Peran serta dari berbagai pihak dalam hal asupan gizi diperlukan untuk memperbaiki status gizi anak-anak di Indonesia pada umumnya dan anak-anak usia sekolah dasar pada khususnya. Anak pada usia 6 -12 tahun ini suka mengkonsumsi minuman bersoda dan jarang mengkonsumsi susu sehingga mereka rentan untuk kekurangan kalsium dan vitamin D sesuai yang dianjurkan untuk mereka. Anak suka mengkonsumi jajanan seperti keripik, kue-kue, donat, makanan gorengan dan minuman bersoda. Dimana jajanan tersebut hanya menyuplai energi. Alasan lain yang mendorong anak untuk mengkonsumsi makanan jajanan adalah daya tarik seperti rasa, warna dan kemasan makanan tersebut. Kata kunci: kalsium, status gizi, jajanan
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein, Lemak) Dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Umur 13-15 Tahun di Propinsi DKI Jakarta (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Sasmito, Pramono Dwi
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 1 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i1.1272

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Berdasarkan hasil Riskesdas 2007, prevalensi obesitas pada remaja usia 13-15 tahun secara nasional sebesar 10,3%, tetapi terjadi penurunan pada tahun 2010 menjadi 2,5%. Sedangkan prevalensi obesitas di Provinsi DKI Jakarta mencapi 15% pada tahun 2007 dan pada tahun 2010 mengalami penurunan menjadi 4,2%.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan asupan zat gizi makro (Karbohidrat, Protein, Lemak) dengan kejadian Obesitas pada remaja umur 13-15 tahun di Propinsi DKI Jakarta. Metode Penelitian: Data yang digunakan merupakan data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel remaja umur 13-15 tahun yang diteliti (n=280). Pengujian statistik menggunakan uji correlate Pearson Product Momment. Hasil: Jumlah responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki 143orang (51.1%) status ekonomi tertinggi pada quintil 5 (38.9%), status pendidikan terbanyak tamat SD (50.4%) kejadian obesitas (7,1%)Asupan Karbohidrat rata-rata 173.09 gr Protein rata-rata 43.39gr dan asupan lemak rata-rata 39.42 gr. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro dengan kejadian obesitas (p≥0.05). Kesimpulan: untuk meningkatkan asupan karbohidrat, protein dan lemak pada remaja maka perlu ditanamkan pendidikan kesehatan pada remaja melalui peningkatan komunikasi informasi dan edukasi. Kata kunci: karbohidrat, protein, lemak
PENGARUH SENAM AEROBIK INTENSITAS SEDANG (LOW IMPACT) TERHADAP KOMPOSISI TUBUH MAHASISWI PESERTA AEROFUN UNIVERSITAS ESA UNGGUL Kuswary, Muri; Rachmanida, Nuzrina
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 2 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i2.1575

Abstract

AbstractThe purpose of study was to analyze the effect of the frequency of moderate-intensity aerobic exercise on body fat of the members AeroFun Aerobic at Esa Unggul University. This study used a quasi experimental design with sample of 21 students then given intervention by performing moderate-intensity aerobic exercise for 8 weeks. This intervention was done one time per week. Primary data consisted of weight, body mass index (BMI) and percentage of body fat before and after treatment. Results of t-tests showed the respondents showed a significant decrease before and after treatment on percentage of body fat (p<0.05)while the weight and BMI were not significant (P>0.05).Keywords: Aerobik exercise, moderate-intensity, body composition  AbstrakTujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh frekuensi senam aerobik intensitas sedang (low impact) terhadap komposisi tubuh peserta senam Aerofun Universitas Esa Unggul. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan subjek berjumlah 21 orang mahasiswa, kemudian diberikan perlakuan dengan melakukan senam aerobik intensitas sedang selama 8 minggu.Senam ini dilakuan satu kali setiap minggunya. Data primer terdiri dari berat badan, indeks massa tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil uji t-tes menunjukkan pada responden menunjukkan adanya adanya penurunan yang nyata sebelum dan setelah perlakuan sebesar 1.42 % pada persentase lemak tubuh (p<0.05) namun tidak berpengaruh nyata pada berat badan dan IMT(p>0,05).Kata Kunci: aerobik, intensitas sedang, komposisi tubuh
ANALISIS PERBEDAAN POLA KONSUMSI MAKANAN DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKROMASYARAKAT WILAYAH PULAU SUMATERA DAN JAWA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010) Nuzrina, Rachmanida
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1614

Abstract

AbstractFood Consumption pattern in general is influenced by environmental and cultural factors. Culture and environment usually led people to behave in order to fulfill their basic biological needs, including the need for food. Culture affects a person in deciding what to eat, how to process the food, and to whom, and under what conditions the food is consumed. The diversity of food consumption at the household level closely related to demographic characteristics, social, economic as well as the potential of local natural resources. That difference, along with constraints in the food distribution among regions, causing food consumption patterns between regions will vary from one region to another. The sample was all the community age 4-97 years old who lived in Sumateran and jawa Island. This was a descriptive study with cross sectional design using secondary data from RISKESDAS 2010. Data analysis was performed by descriptive and inferential test Independent T Test. The results showed food consumption pattern among Jawa and Sumatera Community relatively similar, but several food were different from two region which shows the traditional food in that provinces. For almost all age group, the analysis showed that there is significant different of macronutrient intake between Jawa and Sumatera community (p<0.005). Keywords: Food pattern, macronutrient, Sumatera and Java Island AbstrakPola makan secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kebudayaan. Kebudayaan dan lingkungan sekitar menuntun orang dalam berperilaku dan memenuhi kebutuhan dasar biologisnya, termasuk kebutuhan terhadap pangan. Budaya mempengaruhi seseorang dalam menentukan apa yang akan dimakan, bagaimana pengolahan, persiapan, dan penyajian, serta untuk siapa, dan dalam kondisi bagaimana pangan tersebut dikonsumsi. Keragaman konsumsi pangan di tingkat tumah tangga erat kaitannya dengan ciri-ciri demografis, aspek sosial, ekonomi serta potensi sumber daya alam setempat. Perbedaan tersebut, ditambah dengan kendala dalam distribusi pangan antar daerah, menyebabkan pola konsumsi makanan antar daerah akan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain. Sampel penelitian ini adalah seluruh masyarakat  berusia 4-97 tahun yang tinggal di wilayah pulau Sumatera dan Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional dengan menggunakan data sekunder Riset kesehatan Dasar 2010. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensia dengan uji Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi masyarakat Jawa dan Sumatera relatif sama dengan perbedaan beberapa sumber bahan makanan yang tersedia serta merupakan tradisi wilayah setempat. Pada Sebagian besar kelompok umur terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan zat gizi makro berdasarkan wilayah Jawa dan Sumatera (p<0.05).Kata kunci: Pola konsumsi, zat gizi makro, Pulau Sumatera dan Jawa
AROMA, PENAMPILAN DAN SISA MAKANAN PADA PASIEN KANKER Kusuma, Hapsari Sulistya; Putri, Astrid Rossalia; Handarsari, Erma
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 10, No 01 (2018): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v10i01.2248

Abstract

AbstractNutrition intake is one of  a key factor that support the medication process of cancer patient. Food waste is mainly found on cancer patients due to several internal and external factors. This research aiming to describe the the flavor, food appearance, and food waste of cancer patients. This research used cross-sectional method that was done to 10 hospitalized cancer patients in Public Hospital (RSUD) of Tugurejo Semarang. The respondents used consecutive sampling during 2 months of research. The research showed scoring of flavor about 46,7% say “good” and 53,3% say “not good”, and the scoring of food appearance about 67,5% say “attractive” and 32,5% say “not attractive”. The results of food waste showed about, 33.9% for main food, 25.7% for animal based side dishes, 37.5% for non-animal based side dishes and 38.1% for vegetables and 1.1% for fruits. Respondents that declare unsatisfactory aroma have a low appeal to consume the food served because the aroma is able to cause nausea and decreased appetite. The appearance of food served by the hospital is less varied. Both of these reason may increase the food waste. Keywords : flavor, food appearance, and food waste AbstrakAsupan gizi adalah salah satu faktor kunci yang mendukung proses pengobatan pasien kanker. Sisa makanan terutama ditemukan pada pasien kanker karena beberapa faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aroma, penampilan makanan, dan sisa makanan penderita kanker. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional yang dilakukan pada 10 pasien kanker yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSUD) Tugurejo Semarang. Responden menggunakan sampling berurutan selama 2 bulan penelitian. Penelitian menunjukkan skor rasa sekitar 46,7% menyatakan "baik" dan 53,3% menyatakan "tidak baik", dan skor penampilan makanan sekitar 67,5% mengatakan "menarik" dan 32,5% mengatakan "tidak menarik ". Hasil pengamatan pada jumlah sisa makanan adalah 33,9 % untuk makanan pokok, 25% untuk lauk pauk hewani, 37,5% untuk lauk pauk nabati dan 38,1% untuk sayuran dan 1,1% untuk buah-buahan. Responden yang menyatakan aroma tidak memuaskan memiliki daya tarik rendah untuk mengkonsumsi makanan yang disajikan karena aromanya  menyebabkan mual dan nafsu makan menurun. Penampilan makanan yang disajikan oleh rumah sakit kurang bervariasi. Kedua alasan ini dapat meningkatkan jumlah sisa makanan. Kata kunci: aroma, penampilan makanan, sisa makanan
Pengaruh Konsumsi Protein Hewani, Sayur Dan Buah Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Kota Samarinda Afiah, Nurul; Asrianti, Tantri; Muliyana, Dwi; Risva, Risva
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 12, No 01 (2020): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v12i01.3115

Abstract

Indonesia masih dihadapkan pada masalah stunting yang cukup serius sebagai Negara ke-5 dengan jumlah balita tertinggi mengalami stunting, balita merupakan masa penting pertumbuhan anak dimana asupan zat gizi melalui makanan pada periode ini akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui risiko kejadian stunting pada balita berdasarkan konsumsi protein hewani, sayur dan buah. Jenis Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control, jumlah total sampel pada penelitian ini adalah 96 balita 32 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 64 balita sebagai kelompok kontrol (1:2) yang diperoleh melalui screening pada wilayah kerja Puskesmas Juanda Kota Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi protein hewani dalam sepekan bersifat protektif terhadap kejadian stunting (p=0,023, OR = 9,000), Balita yang tidak menghabiskan makanannya setiap kali makan, berpeluang tiga kali lebih besar mengalami stunting (p=0,02, OR=2,882) dan bertambah 10 kali lebih tinggi jika dalam rumah tangga tidak menyediakan sayur kurang dari tiga kali dalam sepekan (p=0,001, OR=10,333). Diperlukan penelitian yang lebih lanjut untuk melihat risiko kejadian stunting dari pola konsumsi balita secara keseluruhan.Kata kunci: stunting, protein hewani, sayur, buah
Pengetahuan Gizi, Sikap dan Pola Makan dengan Profil Lipid Darah pada Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Sunarti, Sunarti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i1.666

Abstract

AbstractOne of factors that led to the emergence of cardiovascular disease is a disorder of blood lipid, called dyslipidemia which has increasing level of total colesterol hypercolesterolemia), elevating levels of low density lipoprotein (LDL), decreasing levels of high density lipoprotein (HDL) and increasing levels of tryglycerides (hypertriglycerides). Food consumption pattern which were influenced by nutrition knowledge and attitude person could transform blood lipid profile.  The aims of this study is to determine the relationship between nutrition knowledge, attitudes, food consumption pattern and blood lipid profile in employees at Cicendo Eye Hospital, Bandung. This study used cross-sectional design. The population of this study is hospital employees. The random sampling method used to get the sample (69 people). This study used Chi-square test and multiple logistic regression modelling test to analyze the data. The results showed that there is a significant relationship between knowledge and attitudes, attitudes and food consumption pattern. There is no relationship between knowledge, attitudes, food consumption pattern and profile of total cholesterol, LDL, and HDL. There is a significant relationship between knowledge, attitudes, food consumption pattern and triglyceride lipid profile. The dominant factors associate to blood lipid profile are the attitude and diet. Knowledge, attitudes, and food consumption pattern can be affect to blood lipid profile. There are another factors influence the blood lipid profile which are not investigated in this study.Keywords: nutrition knowledge, food consumption pattern, blood lipid profileAbstrakSalah satu faktor penyebab timbulnya penyakit kardiovaskuler adalah gangguan  lipid darah yang disebut dengan dislipidemia  berupa peningkatan kadar kolesterol total (hiperkolesterolemia), peningkatan kadar low density lipoprotein (LDL), penurunan kadar high density lipoprotein (HDL) dan kenaikan kadar trigliserida (hipertrigliserida). Penyebab perubahan profil lipid darah adalah pola makan yang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi dan sikap seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi, sikap dan pola makan  dengan profil lipid darah Pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Design penelitian  cross-sectional dengan populasi   pegawai RS. Mata Cicendo Bandung. Sampel yang diambil secara acak didapat 69 orang. Analisa yang digunakan uji chi-square  dan pemodelan multiple logistic regression test . Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap, sikap dan pola makan.Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan pola makan dengan profil kolesterol total, LDL dan HDL. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan pola makan dengan profil lipid trigliserida. Faktor paling dominan berhubungan dengan profil lipid darah pegawai Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung adalah sikap dan pola makan. Pengetahuan, sikap, dan pola makan  berpengaruh terhadap profil lipid darah, namun ada faktor-faktor lain yang  berpengaruh yang tidak diteliti pada penelitian ini.Kata kunci: pengetahuan gizi, pola konsumsi makanan, profil lipid darah
Sarapan dan Produktivitas Kerja Karyawan Customer Relationship Management (Crm) Pt Wyeth Indonesia Lestari, Mona Dwi; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 1 (2011): Nutrire Diaita
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i1.1233

Abstract

AbstractResearch conducted by the Officer of Ministry the Role of Women (1985 ) found that 15 % of female workers lack of energy and protein it can cause workers to be slow thinking, and easy to feel tired. The aims of this study was to determine the relationship between breakfast and the level of productivity from employee in Customer Relationship Management (CRM), PT Wyeth Indonesia. This is a descriptive study with cross-sectional design. The population is all employees in PT Wyeth Indonesia CRM Greater Jakarta district. The samples in this study were 34 respondents. This study were using correlation test and Chi - Square test with α = 5 %. The average age of employees at PT Wyeth Indonesia CRM is (1915 ± 24) years. The average employee in PT Wyeth Indonesia has been working for (27 ± 22 656)month. The average energy intake from breakfast employees of PT Wyeth Indonesia (500.4 ± 165.2) calories and protein intake (13.0 ± 4.4) g. The average productivity of employees in PT Wyeth Indonesia is (90.3 ± 18.1) %. From the test results found that there is no relationship between age, duration of labor, energy and protein intake from breakfast with employee productivity CRM PT Wyeth Indonesia (p ≥ 0.05). Employee productivity CRM PT Wyeth Indonesia is not influenced by breakfast, but need to do follow-up efforts associated with the kinds of employee breakfast . Key Words: Breakfast, Labor Productivity, Labor  AbstrakPenelitian yang dilakukan oleh Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (1985) didapatkan 15% pekerja wanita kekurangan energi dan protein yang menyebabkan pekerja menjadi lambat berpikir, lambat bertindak dan cepat lelah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sarapan dengan tingkat produktivitas kerja karyawan Custumer Relationship Management (CRM) di PT Wyeth Indonesia. Penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua karyawan CRM di PT Wyeth Indonesia distrik Jabodetabek. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden. Analisa data pada penelitian ini dengan menggunakan uji korelasi dan uji Chi – Square dengan α = 5%Rata-rata usia karyawan CRM di PT Wyeth Indonesia adalah (24±1.915)tahun. Rata – rata karyawan di PT Wyeth Indonesia telah bekerja selama (27±22.656)bulan. Rata-rata asupan energi sarapan karyawan di PT Wyeth Indonesia sebesar (500.4±165.2)kalori. Rata-rata asupan protein sarapan karyawan di PT Wyeth Indonesia sebesar (13.0±4.4)gr. Sedangkan Rata -rata produktivitas kerja karyawan di PT Wyeth Indonesia sebesar (90.3±18.01)%. Dari hasil uji didapat bahwa tidak ada hubungan antara usia, lama kerja, asupan energi dan protein saat sarapan dengan produktivitas kerja karyawan CRM di PT Wyeth Indonesia (p≥0.05). Produktivitas kerja karyawan CRM di PT Wyeth Indonesia tidak dipengaruhi oleh sarapan, namun perlu dilakukan upaya tindak lanjut terkait dengan jenis sarapan karyawan. Kata Kunci: Sarapan, Produktivitas Kerja, Karyawan

Page 6 of 17 | Total Record : 164