cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnal.staksh@gmail.com
Phone
+6282231317340
Journal Mail Official
jurnal.sabdaholistik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Putuk, Desa Wonosari, Kec. Tutur, Kab. Pasuruan, Jawa Timur.
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sabda Holistik
ISSN : 30906423     EISSN : 30909325     DOI : https://doi.org/10.63218/fpn51y27
Jurnal Sabda Holistik adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Sabda Holistik. Jurnal Sabda Holistik menerima artikel dalam lingkup kajian penelitian studi Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru), Teologi Historika, Teologi Sistematika, Misiologi, Kepemimpinan Kristen, Etika Kristen, Pendidikan Agama Kristen dan Entrepreunership Kristen yang berkaitan dengan Generasi Produktif Indonesia ataupun Bonus Demografi Indonesia. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Jurnal Sabda Holistik terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, serta menyediakan akses terbuka ke isinya (open access).
Articles 16 Documents
Implikasi Ketaatan Kepada Pemerintah Menurut Roma 13:1-7 Bagi Orang Percaya Masa Kini Risart Pelamonia; Debertje Setriani Manafe
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/1zhy8e32

Abstract

Ketaatan kepada pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara, termasuk orang percaya. Dalam konteks masyarakat modern yang menghadapi meningkatnya kasus penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika pemerintahan, kajian teologis terhadap Roma 13:1–7 menjadi penting untuk memahami dasar iman bagi sikap taat tersebut. Penelitian ini bertujuan menjelaskan prinsip-prinsip Alkitabiah mengenai ketaatan kepada pemerintah serta implikasinya bagi orang percaya masa kini. Metode yang digunakan adalah tinjauan kepustakaan, dengan menelaah literatur teologi, artikel jurnal, dan sumber-sumber eksegetis terkait. Pendekatan hermeneutik diterapkan untuk menafsirkan teks Roma 13:1–7 dan menemukan makna teologisnya dalam konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menegaskan pemerintah sebagai pihak yang ditetapkan Allah untuk menegakkan ketertiban dan keadilan. Ketaatan kepada pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan hukum, tetapi juga melalui sikap batin yang benar, hati nurani yang tulus, penghormatan kepada otoritas, dan kesediaan membayar pajak sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual. Pemerintah dipandang sebagai pelayan Allah yang memiliki mandat menegakkan hukum bagi kebaikan masyarakat. Kesimpulannya, ketaatan orang percaya kepada pemerintah merupakan ekspresi iman dan bagian dari ketaatan kepada Allah. Sikap ini menuntut integritas, kasih, dan kesediaan menghormati hukum, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa. Pemahaman yang benar terhadap Roma 13:1–7 membantu orang percaya menjalani kehidupan kenegaraan secara bertanggung jawab dan selaras dengan kehendak Allah.
Sentralitas Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru sebagai Basis Otoritas Gereja Romelus Blegur
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/2pz8qh64

Abstract

Kerajaan Allah adalah berita utama dan berotoritas dalam kehidupan umat Allah, sebab melaluinya umat Allah dapat mengalami karya Allah yang besar. Di bawah otoritas itulah gereja mesti bergantung untuk menyatakan kehendak Allah yang dianugerahkan kepadanya. Penelitian ini bertujuan menyelidiki tentang Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru sebagai basis otoritas gereja guna mencegah potensi penyalahgunaan wewenang dalam gereja. Penelitian ini menggunakan metode riset literatur dengan rujukan pada buku dan artikel jurnal online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah memiliki kuasa dan otoritas mutlak sebab Allah sendiri memerintah dan berkarya atasnya. Perjanjian Baru menunjukkan tentang otoritas Kerajaan Allah yang atasnya Tuhan Yesus Kristus memerintah dan melakukan karya-karya ajaib. Di bawah kuasa Kerajaan Allah itulah otoritas gereja memperoleh pijakan dan berkarya sesuai dengan maksud dan tujuannya di hadapan Allah, sebab gereja dipanggil untuk memberitakan dan mengimplementasikan kuasa Kerajaan Allah di tengah dunia.
Pemahaman Ekoteologı Dalam Menghadapi Kerusakan Lingkungan: Suatu Analisis Teologis Berdasarkan Kejadian 2:15 Samueli Hia; Samuel Purdaryanto; Hotminer Gulo
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/1mf80k74

Abstract

Kerusakan lingkungan yang kian masif menuntut landasan teologis yang kuat sebagai solusi preventif. Namun, terdapat kesenjangan antara teks alkitabiah dengan praktik ekologis di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep ekoteologi berdasarkan Kejadian 2:15 sebagai fondasi teologis dalam menanggulangi degradasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman dan implementasi nilai ekoteologi di kalangan orang percaya menjadi faktor pendorong kerusakan ekosistem dan krisis ekonomi. Ketidakmampuan menjalankan fungsi preservasi alam membuktikan perlunya rekonstruksi pemahaman atas tugas manusia sebagai pemelihara ciptaan. Penelitian menyimpulkan bahwa gereja dan komunitas Kristiani harus mengintegrasikan peran ekoteologis secara aktif dalam kehidupan praktis. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan yang lebih luas serta mewujudkan tanggung jawab iman yang holistik terhadap alam semesta.
Peran Spiritualitas Orang Tua dalam Membentuk Resiliensi Iman Remaja Kristen di Era Digital Sherly Mudak; Elvin Paende; Yenny Anita Pattinama
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/9frb4e37

Abstract

Era digital menghadirkan tantangan serius bagi remaja Kristen dalam mempertahankan iman mereka. Paparan terhadap informasi instan, media sosial, dan gaya hidup permisif kerap menggeser nilai-nilai spiritual, menyebabkan penurunan komitmen religius dan krisis identitas iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran spiritualitas orang tua dalam membentuk resiliensi iman remaja Kristen di tengah derasnya arus digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengkaji berbagai literatur ilmiah terkait spiritualitas keluarga, pengasuhan iman, dan tantangan digital. Kebaruan dari studi ini terletak pada fokusnya terhadap dinamika relasional antara orang tua dan anak dalam konteks era digital, yang selama ini belum banyak dikaji secara mendalam, terutama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas orang tua yang diwujudkan melalui keteladanan, komunikasi terbuka, aktivitas keagamaan bersama, serta penggunaan media digital secara bijak dan berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung ketahanan spiritual remaja. Kesimpulannya, penguatan peran spiritual orang tua dalam keluarga menjadi strategi krusial dalam menghadapi tantangan iman generasi muda di era digital.
Ekoteologi Injili Abad Ke-21: Dinamika, Kritik dan Arah Emansipatoris Bagi Kekristenan Tampubolon, Yohanes Hasiholan; Munir; Solihin, Muhtar
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/2q8m3t14

Abstract

Krisis ekologis global pada abad ke-21 menuntut respons teologis dari berbagai tradisi keagamaan, termasuk gerakan Kristen Injili. Artikel ini merefleksikan dinamika ekoteologi Injili dengan menganalisis literatur terkini yang membahas bagaimana Alkitab, doktrin, dan misi Kristen ditafsirkan ulang untuk merespons kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Artikel ini menunjukkan adanya kontradiksi dalam tubuh Injili, di satu sisi, muncul gerakan kepedulian lingkungan, inovasi hermeneutik, reinterpretasi konsep eskatologis, dan integrasi isu lingkungan dengan keadilan sosial, di sisi lain, masih kuat sikap skeptis, apatis, dan penolakan terhadap narasi krisis ekologis, terutama di kalangan Injili konservatif yang terkait dengan eskatologi dispensasional dan aliansi politik kanan. Dengan menggunakan metode kajian literatur dan analisis tematik, artikel ini memetakan faktor-faktor teologis, generasional, politik, dan geografis yang membentuk keragaman respons tersebut, sekaligus menilai sejauh mana perubahan teologis telah diterjemahkan dalam praksis konkret. Secara khusus, artikel ini menyoroti konteks Kekristenan Injili di Indonesia, yang sebagai minoritas religius cenderung mengembangkan politik defensif dan beroperasi dalam hegemoni ekonomi-politik kapitalistik. Sebagai kontribusi normatif, artikel ini mengusulkan kerangka ekoteologi Injili emansipatoris melalui tiga jalan: Metanoia (pertobatan ekologis atas dosa individual dan struktural), Marturia (kesaksian melalui keterlibatan praksis bersama komunitas terdampak), dan Dikaiosyne (komitmen pada keadilan ekologis-struktural). Dengan demikian, ekoteologi Injili diposisikan bukan sekadar sebagai koreksi moral internal gereja, tetapi sebagai praksis iman yang berpihak pada kelestarian bumi dan emansipatoris bagi mereka yang paling terdampak oleh kerusakan ekologis.
Rahasia Keselamatan Di Era Bonus Demografi: Membedah Makna Umat Pilihan Allah Dalam 2 Tesalonika 2:13-17 Banea, Reagen Petrus; Setiawan, Iwan; Zendrato, Rahmat; Sambom, Isai; Kafomai, Nataniel
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/9vavy421

Abstract

Umat pilihan Allah adalah mereka yang dipanggil untuk memiliki relasi khusus dengan-Nya serta hidup dalam keselamatan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Di tengah berbagai tantangan zaman, umat percaya seharusnya tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan setia pada kebenaran. Namun, realitas menunjukkan adanya pergeseran fokus dari Kristus kepada diri sendiri, bahkan memunculkan keraguan akan identitas sebagai umat pilihan. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber antar lain jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis, penulis juga akan menjelaskan dengan cara menterjemahkan menafsirkan dengan sumber bahannya berdasarkan teks Alkitab agar dapat menemukan tujuan teks yang lebih jelas Tujuan penulisan ini yaitu untuk membawa setiap orang percaya di tengah perkembangan teknologi dan fenomena bonus demografi dapat memahami bagaimana menjadi umat pilihan Allah yang telah dipilih oleh Allah dan tidak meragukan statusnya sebagai umat Pilihan Allah. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: Umat Pilihan Allah haruslah memiliki keyakinan dan kesadaran diri akan keselamatan yang di peroleh melalui Roh Kudus, umat Pilihan Allah adalah orang-orang yang harus terus menerus tetap berdiri teguh dalam segala tantang dan rintangan dan umat pilihan Allah juga adalah mereka yang tetap kuat perpegang kuat pada pengajaran tentang kebenaran.

Page 2 of 2 | Total Record : 16