cover
Contact Name
Chrest Tupamahu
Contact Email
jurnal.staksh@gmail.com
Phone
+6282231317340
Journal Mail Official
jurnal.sabdaholistik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Putuk, Desa Wonosari, Kec. Tutur, Kab. Pasuruan, Jawa Timur.
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sabda Holistik
ISSN : 30906423     EISSN : 30909325     DOI : https://doi.org/10.63218/fpn51y27
Jurnal Sabda Holistik adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) Sabda Holistik. Jurnal Sabda Holistik menerima artikel dalam lingkup kajian penelitian studi Teologi Biblika (Perjanjian Lama & Perjanjian Baru), Teologi Historika, Teologi Sistematika, Misiologi, Kepemimpinan Kristen, Etika Kristen, Pendidikan Agama Kristen dan Entrepreunership Kristen yang berkaitan dengan Generasi Produktif Indonesia ataupun Bonus Demografi Indonesia. Artikel yang dikirim haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Artikel yang masuk harus sesuai dengan petunjuk penulisan atau format yang telah ditetapkan. Jurnal Sabda Holistik terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, serta menyediakan akses terbuka ke isinya (open access).
Articles 11 Documents
Otentisitas Injil dalam Literasi Generasi Milenial: Peluang dan Strategi Penginjilan Di Era Digital Romelus Blegur; Ronald Nersada Eryono Aulu
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/zebxtw41

Abstract

Penelitian ini hendak menekankan bahwa kehadiran Injil merupakan Kabar Baik bagi semua umat di segala bangsa dan segala abad, serta tetap relevan hingga kini meskipun menghadapi trend-trend baru. Walau demikian, Injil pun menghadapi tantangan baru dalam berbagai konteks, misalnya perkembangan teknologi digital pada masa kini yang mencerminkan peradaban dan budaya baru dengan jenis literasi yang baru pula. Pola literasi yang mengemuka pada masa kini di kalangan generasi milenial, pada satu sisi dapat mendistorsi otentisitas Injil melalui jargon-jargonnya, tetapi juga di sisi yang lain dapat menjadi peluang pengijian. Dua sisi inilah yang perlu disikapi dengan baik agar sesuai dengan maksud Injil Tuhan Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki konsep dan konteks literasi generasi milenial, serta otentisitas Injil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Terkait itu, maka sumber-sumber yang digunakan berupa buku, jurnal dan referensi lainnya yang relevan dengan topik kajian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa literasi generasi milenial dapat menjadi peluang bagi pemberitaan Injil tanpa mengorbankan otentisitas Injil. Hal tersebut dapat dimungkinkan melalui sarana-sarana yang digunakan generasi milenial, yaitu media digital yang dapat juga menjadi media pemberitaan Injil dengan penyesuaian yang sewajarnya dan relevan untuk menjaga kemurnian maksud Injil.
Integritas Kepemimpinan Berdasarkan Titus 1:6-7 Bagi Pelayan Tuhan Di Gereja Lokal Sherly Mudak; Ferdinan Samuel Manafe
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/5pem8942

Abstract

Tantangan modern seperti tekanan budaya, rayuan materialistis, dan eksploitasi media sosial telah mengancam standar moral dan spiritual hamba Allah. Krisis kepemimpinan sering dimulai dengan kegagalan untuk mempertahankan integritas pribadi, yang mengarah pada hilangnya kepercayaan pada gereja dan runtuhnya pelayanan. Integritas pelayan Tuhan adalah aspek penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif dalam gereja. Dalam konteks pelayanan Kristen, integritas tidak hanya berhubungan dengan perilaku pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas kepemimpinan yang dapat menginspirasi dan membimbing jemaat menuju kehidupan yang lebih baik. Artikel ini mengeksplorasi dimensi integritas pelayan Tuhan berdasarkan Titus 1:6-7, dan menghubungkannya dengan Transformational Leadership Theory (TLT). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis konten dari teks-teks Alkitab dan teori kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas pelayan Tuhan memiliki dampak yang signifikan dalam menciptakan pemimpin yang dapat menginspirasi perubahan positif dalam jemaat. Pelayan Tuhan yang berintegritas akan mampu menjadi teladan, memberikan motivasi yang jelas, serta mendukung pertumbuhan rohani jemaat dengan penuh kasih. Penelitian ini juga menekankan tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas dan memberikan model implementasi untuk mempertahankan integritas dalam pelayanan. Kesimpulannya, integritas merupakan landasan utama bagi pelayan Tuhan dalam menjalankan kepemimpinan yang transformatif, yang tidak hanya berdampak pada individu jemaat, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, integritas menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan yang efektif dan berdampak dalam pelayanan gereja.
Implikasi Hukum Taurat dan Janji Bagi Generasi Produktif Indonesia: Studi Eksegetis Terhadap Galatia 3:15-29 Iwan Setiawan; Kezia Savitra Karunia Lebi; Susanti Bida; Agustina Dawa
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/0gx8bx04

Abstract

Dalam sejarah agama Yahudi dan Kristen, taurat atau hukum taurat merupakan landasan moral dan spiritual yang sangat berperang penting dalam membentuk kehidupan beriman. Namun sangat disayangkan tidak semua orang memahami arti dari janji itu sendiri. Generasi Produktif Indonesia yang menjadi pilar utama di Era Bonus Demografi saat ini rentan ketika menghadapi tantangan dan pergumulan, dengan jumlah generasi produktif yang melimpah juga didalamnya beragama Kristen namun rentan karena tidak memiliki pondasi yang kuat secara alkitabiah, sehingga gampang untuk jatuh dan terjerumus dalam era saat ini. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian Pustaka dengan menggunakan menggabungkan sumber-sumber antara lain artikel, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis, dengan menggunakan cara hermeneutik yaitu sebuah metode yang mengekpresikan, menterjemahkan dan menafsirkan, sumber bahannya adalah teks Alkitab dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman dari teks Alkitab. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan secara alkitabiah dan komprehensif prinsip-prinsip hukum taurat atau janji berdasarkan Galatia 3:15-29 supaya Generasi Produktif Indonesia memiliki pemahaman yang benar berkenaan dengan hal itu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, hukum Taurat merupakan penuntun pada keselamatan. Kedua, janji tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat. Ketiga, janji diberikan bagi yang beriman atau percaya kepada Kristus. Keempat, orang yang menerima janji akan dibenarkan karena Iman.
Signifikansi Hidup Untuk Tuhan Bagi Generasi Produktif Indonesia: Studi Eksegetis Roma 14:7-8 Reagen Banea; Alfera Yunita; Martini Pade; Serlianti Sakan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/gnn2fj05

Abstract

Bangsa Indonesia mengalami fenomena (bonus demografi), Bonus demografi merupakan kondisi pergeseran rasio kependudukan suatu negara yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif dibandingkan dengan usia nonproduktif dan menjadi hal penting jika Generasi Produktif Indonesia Hidup untuk Tuhan. Hidup untuk Tuhan berarti hidup yang berkenan kepada Tuhan. Bukan kehidupan yang menjadi sama dengan dunia ini yang hanya mementingkan kepentingan masing-masing pribadi tanpa memperhatikan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber antara lain artikel, jurnal, buku-buku dan dokumen lainnya secara tertulis. Maka dalam penelitian kali ini penulis berusaha untuk menerangkan dengan menggunakan cara hermeneutik yaitu sebuah metode yang mengekspresikan, menterjemahkan, dan menafsirkan, dengan menggunakan sumber teks Alkitab tujuannya untuk mendapatkan pemahaman dari teks Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah menemukan prinsip-prinsip hidup untuk Tuhan berdasarkan Roma 14:1-12 agar orang percaya memahaminya sehingga dapat mengambil keputusan hidup untuk Tuhan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pertama, hidup yang tidak mementingkan kepentingan pribadi. Kedua, berani meninggalkan hidup lama dalam dosa dan mengakui bahwa apa yang ada dalam hidupnya atau segala yang dimilikinya tidak akan ada artinya karena semuanya itu adalah milik Tuhan.
Relevansinya Menang Terhadap Penderitaan Di Era Bonus Demografi: Studi Eksegetis Terhadap Wahyu 2:8-11 Desi Natalia Siyam Budi Pratiwi; Eklesia Abdiel Natanae
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/ty7pbj74

Abstract

Artikel ini mengkaji perikop Wahyu 2:8–11 sebagai dasar eksposisi teologis mengenai penderitaan dan ketahanan iman, serta mengaitkannya secara kontekstual dengan situasi bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan metode eksposisi historis-gramatikal untuk menggali makna teks secara mendalam. Fokus penelitian ini adalah menyoroti bagaimana prinsip kesetiaan hingga mati yang diajarkan kepada jemaat di Smirna dapat diterapkan dalam kehidupan generasi muda produktif masa kini yang hidup di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah tanda kutuk, melainkan peluang untuk menunjukkan kesetiaan dan menerima mahkota kehidupan. Artikel ini menawarkan pandangan teologis dan pastoral bagi gereja dalam membimbing generasi muda agar menang dalam penderitaan, serta membangun karakter tangguh dalam menyambut era bonus demografi.
Pemuridan dan Pengajaran Sebagai Tanda Gereja yang Bertumbuh Yeheskiel Obehetan; Noh Ruku; Galuh Pandandari
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/spmv5928

Abstract

Salah satu pesan atau perintah Tuhan Yesus yang harus ditaati dilakukan oleh setiap orang percaya adalah Amanat Agung. Tidak sedikit gereja yang mengerahkan kekuatannya untuk melaksanakan pesan atau perintah Tuhan Yesus dengan berbagai cara yang kreatif. Amanat Agung ini dijalankan sebagai suatu program atau proses “pemberitaan” yang cenderung menekankan “pergi“ yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tetapi mengesampingkan “pemuridan”. Dalam tugas pemuridan yang ditujukan Yesus kepada murid-murid-Nya, kemudian dilanjutkan oleh para penerus yang hidup dalam sebuah komunitas iman sebagai sebuah gereja untuk mewartakan kabar baik sehingga setiap bangsa dapat menjadi bagian dari komunitas iman kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Gereja dalam pelayanan misi adalah dengan mengimplementasi pemuridan dan pengajaran.
Teologi Tubuh Sebagai Landasan Etis Teologis Dalam Kehidupan Pergaulan Generasi Alfa Pelita Roeroe; Maria Elisa Tulangouw
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/t517fk12

Abstract

Artikel ini membahas mengenai Penelitian yang mengkaji relevansi Teologi Tubuh sebagai landasan etis-teologis bagi kehidupan pergaulan Generasi Alfa yang dibentuk oleh budaya digital, perubahan nilai relasional, dan krisis pemahaman mengenai martabat tubuh. Melalui metode kualitatif-deskriptif dengan studi pustaka, penelitian ini menganalisis gagasan utama Teologi Tubuh khususnya pemikiran Yohanes Paulus II dan pengembangan kontemporer seperti Edward Sri serta menghubungkannya dengan tantangan sosial yang dihadapi Generasi Alfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teologi Tubuh memberikan dasar etis mengenai martabat tubuh, panggilan kasih dalam seksualitas, serta integrasi kebebasan dan tanggung jawab dalam relasi sosial. Kesimpulannya, Teologi Tubuh dapat menjadi kerangka teologis yang relevan untuk membentuk pola pergaulan Generasi Alfa yang lebih bermartabat, holistik, dan selaras dengan iman Kristen.
Praktik Bunuh Diri Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen Melpiani Fainmarinat Nautu; Delci Mariana Loit; Anderias Lende; Yeheskiel Obehetan
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/7gya5y58

Abstract

Bunuh diri telah menjadi masalah yang sangat serius dikalangan Anak muda Kasus bunuh diri dapat terjadi karena rusaknya kesehatan mental dalam diri seseorang. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang praktik bunuh diri ditinjau dari perspektif iman kristen. Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya praktik bunuh diri yang terjadi di kalangan anak muda.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pengertian iman kristen; 2). Fenomena bunuh diri 3). Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri; 4). Pandangan iman kristen tentang bunuh diri; 5). Bagaimana mencegah praktik bunuh diri dalam perspektif iman kristen. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perspektif iman kristen untuk mencegah praktik bunuh diri dan dapat membantu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran kristen yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Member Care: Perspektif Teologi Integral Dan Spiritualitas Kontekstual Sherly Mudak; Ferdinan Samuel Manafe; Eko Pujo Santoso
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/q9qvm842

Abstract

Pelayanan misi di Indonesia kerap dilakukan di wilayah-wilayah yang penuh tantangan budaya, sosial, dan spiritual. Banyak misionaris mengalami tekanan emosional, kelelahan rohani, dan keterasingan karena tidak tersedianya sistem pendampingan yang menyeluruh. Selama ini, dukungan terhadap misionaris cenderung terbatas pada aspek administratif atau logistik, sementara kebutuhan eksistensial mereka sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem member care yang bersifat holistik, berakar pada teologi integral, dan berorientasi pada spiritualitas kontekstual. Teologi integral digunakan untuk menekankan keutuhan manusia sebagai makhluk roh, jiwa, dan tubuh, sedangkan spiritualitas kontekstual dipilih agar sistem ini responsif terhadap dinamika budaya lokal tempat misionaris melayani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan refleksi teologis-kontekstual. Data dianalisis secara tematik untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip teologis dan praktik member care yang relevan dengan konteks Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya sistem pendampingan yang mencakup tiga ranah utama: struktural, relasional, dan rohani yang semuanya harus ditopang oleh pendekatan kontekstual agar aplikatif dan membumi. Sistem ini bukan hanya berfungsi memulihkan, tetapi juga menopang keberlanjutan pelayanan misionaris. Kesimpulannya, sistem member care holistik yang dirancang dalam penelitian ini menjadi kerangka strategis dan spiritual bagi gereja dan lembaga misi untuk merawat utusan Tuhan secara menyeluruh, manusiawi, dan kontekstual.
Rancang Bangun Teologi Seksualitas Berdasarkan Kitab Kidung Agung: Remaja Versus Promiscuity Naek Tua Parlindungan Hutagaol
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/a5wfgy46

Abstract

Promiscuity adalah perilaku seks bergonta-ganti pasangan atau lebih di kenal sebagai seks bebas. Fenomena seks bergonta-ganti pasangan di kalangan remaja generasi milenial menjadi sebuah kebiasaan buruk yang marak dilakukan. Hal ini telah mengganggu kehidupan sosial bermasyarakat. Indonesia yang lebih sering diketahui sebagai negeri yang berbudaya sopan santun saat ini sudah terkontaminasi dengan sikap seks bebas yang dikerjakan oleh anak muda remaja. Ini merupakan suatu degradasi moral yang terjalin di golongan anak muda serta menjadi suatu kesedihan yang amat mendalam untuk warga masyarakat pada masa kini, special kepada anak muda Kristen. Tulisan ini merupakan rancang bangun teologi seksualitas bersumber pada Kitab Kidung Agung guna membereskan kasus seks bebas yang dilakukan oleh anak muda. Prosedur riset yang dilakukan yakni memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan Literature Review yaitu salah satu cara penulis untuk meneliti, mencari bukti, berusaha memahami dan mendapatkan solusi dari permasalahan yang diperoleh dari penelitian beberapa jurnal dan buku pustaka. Penulis juga mengusahakan model penelitian konten analisis, yaitu dengan mengeksposisi beberapa ayat dalam Kitab Kidung Agung. Hasil dari penelitian adalah rancang bangun teologi seksualitas Alkitabiah ketika masalah dapat diselesaikan, seksualitas harus dibangun atas komunikasi yang hangat, harus berdasarkan kepada kesetiaan yang kuat dan sejatinya harus diikat dalam sebuah pernikahan kudus.

Page 1 of 2 | Total Record : 11