cover
Contact Name
Elizabeth Wianto
Contact Email
design.spectrum@maranatha.edu
Phone
+628122122606
Journal Mail Official
design.spectrum@maranatha.edu
Editorial Address
Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No. 65 Bandung - 40164 Jawa Barat, Indonesia Telp: +62 22 - 201 2186 | 200 3450 ext. 7272/7373 Fax: +62 22 - 201 5154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Design Spectrum
ISSN : -     EISSN : 31105866     DOI : https://doi.org/10.28932/ds
Design Spectrum adalah jurnal ilmiah berakses terbuka (open-access) yang memfokuskan diri pada publikasi hasil penelitian desain sebagai ilmu pengetahuan terapan yang multidisiplin. Jurnal ini menjadi wadah publikasi bagi peneliti, praktisi, akademisi, serta mahasiswa berupa kajian teori dan praktik pada pendidikan, teknologi dan inovasi desain dalam ruang lingkup kreativitas dan tanggung jawab sosial.
Articles 22 Documents
Perancangan buku pop-up interaktif Bahaya Headset sebagai media literasi kesehatan telinga untuk anak usia 8-10 tahun Dinar Soliha; Yulianto Hadiprawiro; Ahmad Faiz Muntazori
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14156

Abstract

Peningkatan penggunaan gawai dan headset pada anak usia 8-10 tahun pasca-pandemi memunculkan risiko gangguan pendengaran dini yang sering kali terabaikan. Sayangnya, media edukasi kesehatan yang tersedia saat ini cenderung didominasi oleh teks dan kurang menarik secara visual bagi target audiens anak-anak. Penelitian ini bertujuan merancang media literasi interaktif berupa buku pop-up yang mampu memvisualisasikan dampak negatif penggunaan headset berlebih melalui pendekatan Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian menggunakan model kualitatif deskriptif, Pengumpulan data meliputi observasi perilaku anak, wawancara ahli THT, dan studi pustaka. Pengambilan data dilakukan di RS Polri Raden Said Sukanto dan SDN 05 Pagi Lenteng Agung yang dipilih secara purposive untuk merepresentasikan data klinis dan perilaku target audiens urban. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam perancangan buku pop-up. Konsep visual menerapkan gaya ilustrasi flat design dengan karakter chibi dan pewarnaan cerah untuk menciptakan daya tarik emosional, serta teknik paper engineering (V-Fold dan pull-strips) untuk meningkatkan keterlibatan taktil. Hasil perancangan ini adalah buku pop-up berjudul "Bahaya Headset" yang menyederhanakan informasi medis kompleks menjadi narasi visual interaktif. Media ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam menjembatani kesenjangan antara urgensi kesehatan telinga dan minat baca anak melalui stimulasi visual dan kinetik.
Pemanfaatan limbah denim sebagai upaya pengurangan limbah tekstil Diamantha Pangemanan; Guguh Sujatmiko
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14395

Abstract

Pertumbuhan industri fashion dan tekstil mendorong peningkatan volume limbah, salah satunya limbah denim yang berasal dari sisa potongan produksi, produk cacat, dan pakaian tidak terpakai. Limbah ini umumnya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar, sehingga menambah beban pencemaran lingkungan. Dalam konteks desain produk, limbah denim memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi material furnitur yang fungsional sekaligus komunikatif terhadap isu keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik limbah denim, menganalisis teknik pengolahan material, serta merumuskan kriteria desain furnitur sarana duduk berbasis limbah denim dalam konteks eksplorasi material desain berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui kajian literatur, telaah studi kasus karya desainer yang memanfaatkan denim, serta analisis visual terhadap teknik pengolahan seperti patchwork, anyaman, press board, dan laminasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi teknik tersebut menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai material furnitur, terutama pada elemen pelapis dan semi-struktural, dengan mempertimbangkan keterbatasan yang masih memerlukan pengujian mekanik lebih lanjut, dengan kekhasan visual berupa tekstur, gradasi warna, dan jejak pemakaian sebelumnya. Penelitian ini merumuskan kriteria desain yang menekankan aspek struktural, ergonomi, keberlanjutan material, dan keberlanjutan emosional sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan prototipe furnitur denim di tahap berikutnya.
Tinjauan proksemik dan aksesibilitas pada lorong Panti Tresna Werdha Nazareth Bandung Muchamad Renaldi; Iyus Kusnaedi
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14564

Abstract

Lorong pada fasilitas perawatan lansia idealnya dirancang untuk mengakomodasi lintasan dua kursi roda secara bersamaan guna menjamin keselamatan sirkulasi. Meskipun Panti Tresna Werdha Nazareth telah memenuhi standar dimensi ruang tersebut, keterbatasan fasilitas menyebabkan lorong beralih fungsi menjadi area penerimaan kunjungan umum. Kondisi ini memicu masalah kepadatan (crowding) yang berdampak negatif pada aksesibilitas dan kenyamanan proksemik penghuni panti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak alih fungsi lorong serta merumuskan rekomendasi penataan ruang yang lebih aman. Metode kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, pemetaan perilaku, dan dokumentasi visual-spasial, yang kemudian dianalisis dengan dukungan studi literatur mengenai proksemik dan manajemen kerumunan. Hasil observasi menunjukkan bahwa fungsi ganda lorong sebagai jalur sirkulasi sekaligus ruang semi-sosial dapat membahayakan keselamatan lansia, terutama dalam skenario evakuasi darurat. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan perlunya redesain zonasi spasial. Pendekatan desain yang diusulkan mencakup relokasi ruang interaksi sosial ke area terbuka atau taman yang berdekatan. Strategi ini tidak hanya berfungsi untuk mengembalikan pemenuhan standar keselamatan sirkulasi pada lorong, tetapi juga mengoptimalkan ruang terbuka hijau untuk mendukung kesehatan mental lansia.
Peran ruang komunal dalam membentuk sense of place terhadap interaksi sosial: Studi kasus Bandung Creative Hub Najmita Utami; Yunita Setyoningrum
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14625

Abstract

Ruang bersama di lingkungan perkotaan memiliki peran strategis dalam membangun hubungan sosial serta membentuk pengalaman ruang yang bermakna bagi penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi kualitas ruang interior terhadap keterikatan emosional dan pola interaksi sosial pada fasilitas kreatif publik. Studi dilakukan pada sebuah pusat aktivitas kreatif di Kota Bandung yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi, edukasi, dan pertemuan lintas komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner daring dan observasi langsung di lapangan. Responden penelitian berasal dari kelompok usia produktif dengan latar belakang aktivitas yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen interior seperti keterbukaan tata ruang, fleksibilitas furnitur, pemilihan material, serta pengaturan pencahayaan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kenyamanan dan kecenderungan interaksi pengguna. Tata ruang yang terbuka dan mudah diakses mendorong pertemuan spontan antar pengunjung, sementara furnitur ergonomis meningkatkan durasi penggunaan ruang. Suasana visual yang hangat melalui kombinasi material dan pencahayaan turut mendukung aktivitas individu maupun kelompok secara seimbang. Temuan observasi memperkuat hasil kuesioner dengan menunjukkan bahwa beberapa ruang lebih efektif dalam memfasilitasi interaksi sosial, baik secara aktif maupun pasif. Kehadiran bersama dalam satu ruang, meskipun tanpa komunikasi verbal intens, tetap membangun rasa kebersamaan dan keterikatan terhadap tempat. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan ruang komunal tidak hanya ditentukan oleh fungsi fisik, tetapi juga oleh kualitas pengalaman ruang yang mampu menciptakan kenyamanan emosional dan hubungan sosial berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi dalam perancangan ruang publik yang responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat urban masa kini.
Animasi edukatif sebagai media pembelajaran visual untuk meningkatkan literasi air bersih Voice Ifasao Bazawato Gea; Dewi Isma Aryani; Elizabeth Wianto
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14727

Abstract

Penelitian ini mengkaji perancangan motion graphic sebagai media komunikasi visual untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari permasalahan akses dan kualitas air bersih yang beragam di berbagai konteks sosial, penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan desain komunikasi visual yang efektif dalam menyampaikan pesan edukatif kepada audiens muda, khususnya di lingkungan perkotaan. Metode yang digunakan adalah practice-based research dengan pendekatan research through design, yang meliputi tahap identifikasi masalah, analisis audiens, eksplorasi visual, perumusan konsep kreatif, hingga produksi dan evaluasi desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi visual berbasis storytelling keseharian, didukung dengan gaya ilustrasi yang sederhana dan komunikatif, mampu meningkatkan keterbacaan pesan serta kedekatan emosional dengan jhn. Penggunaan metafora visual dan alur naratif interaktif dalam motion graphic menjadi elemen kunci dalam menerjemahkan isu kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan pendekatan desain komunikasi visual berbasis konteks sosial dalam media animasi edukatif, serta memberikan kerangka konseptual bagi praktik perancangan media digital yang berorientasi pada perubahan perilaku.
Gaya visual surealis dalam rancang desain promosi (studi kasus: brand fesyen Project Sekar) Adisti Rachmani; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 1 No 3 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i3.14854

Abstract

Project Sekar adalah sebuah brand fesyen lokal yang berdiri sejak tahun 2020 dengan konsep desain ilustrasi bunga. Peminat brand ini cukup banyak dengan ditandai antusiasnya jumlah followers yang sudah mencapai 56.900 pengikut. Disayangkan Project Sekar belum memiliki konsep yang terarah dalam mempromosikan brand nya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya perancangan promosi untuk memperluas skala usaha dan memperkuat brand awareness. Perancangan ini didukung dengan data wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Perancangan promosi ini menggunakan strategi AISAS dengan konsep Bunga Nusantara, bergaya visual Surealis yang ditujukan untuk kalangan remaja. Visualisasi perancangan promosi ini bertujuan untuk menciptakan kesan imajinatif yang menampilkan karakter, keindahan dan keunikan remaja wanita di Indonesia. Melalui perancangan ini, diharapkan Project Sekar semakin dapat dikenal.
Optimalisasi dinding aula dinas arsip dan perpustakaan Kota Bandung melalui usulan desain artwork representasi literasi Farah Ramadhani; Iyus Kusnaedi; Bambang Arief
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.14503

Abstract

Literasi adalah kemampuan dasar yang sangat penting di era masa kini, menjadi landasan untuk membaca, menulis, berpikir secara kritis, mengakses dan memilah informasi, serta mendukung perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Literasi menjadi penggerak untuk masyarakat menjadi pembelajar seumur hidup yang aktif berpartisipasi dalam perkembangan informasi. Peran yang dimiliki oleh perpustakaan hingga saat ini sangatlah berpengaruh sebagai pusat pembelajaran, memberikan sumber daya dengan kualitas tinggi, dan memberikan bimbingan dalam literasi informasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kondisi dinding pada aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung saat ini, dan memberikan usulan desain artwork yang lebih ideal sebagai representasi nilai literasi. Data yang dikumpulkan melalui survei lapangan, pengukuran ruang, dokumentasi, dan wawancara karyawan, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan.​ Kondisi aula memiliki artwork miniatur Gedung Merdeka dan foto arsip sejarah Bandung sebagai nilai representatif literasi, namun beberapa area dinding kosong belum termanfaatkan secara optimal. Usulan desain "Jejak Literasi dan Sejarah Bandung Tempo Dulu" menerapkan vinyl printing efek sepia yang diletakkan pada area kosong untuk pemicu visual historis secara menyeluruh.​ Penerapan artwork yang optimal dapat memperkuat representasi literasi, mengubah aula menjadi ruang inspiratif dengan menghubungkan warna historis dengan budaya belajar modern, menambah dimensi visual pada kajian perpustakaan.
Promosi batik Garutan untuk dewasa muda melalui perancangan desain media sosial Avryl Josephine Supardi; Monica Hartanti; Sandy Rismantojo
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.14720

Abstract

Batik Garutan pernah mengalami masa kejayaan pada tahun 1960–1985 dan memiliki keunikan motif dan beragam teknik pembuatannya. Disayangkan, pengenalan batik Garutan masih terbatas pada masyarakat setempat. Perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan batik Garutan kepada konsumen muda di luar Garut khususnya di kota besar Jawa Barat melalui media edukatif dan informatif agar memperkuat eksistensinya sebagai warisan budaya lokal. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Promosi yang dilakukan menggunakan strategi AISAS melalui utama media sosial Instagram dan media pendukung berupa x-banner, umbul-umbul, gimmick, dan pop-up display. Konsep desain promosi ini bertujuan untuk memperkenalkan batik Garutan sebagai fesyen sehari-hari, dengan gaya visual yang menggabungkan fotografi fesyen dengan ilustrasi dekoratif dan khayalan. Diharapkan melalui perancangan ini, batik Garutan menjadi lebih dikenal oleh generasi muda sebagai salah satu pilihan fesyen.
Evaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan pada ruang olahraga berdasarkan standar SNI dan persepsi pengguna Angella Ferdiana; Carina Tjandradipura
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.15484

Abstract

Pencahayaan merupakan elemen penting dalam mendukung kenyamanan visual dan efektivitas aktivitas olahraga di ruang gym. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan pada ruang latihan Olympus Gym berdasarkan standar SNI serta persepsi kenyamanan visual pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengukuran intensitas pencahayaan pada sembilan titik pengukuran dengan lux meter pada waktu pagi, siang, sore, dan malam. Persepsi pengguna didata melalui kuesioner kepada 46 responden pengguna siang dan malam hari dengan menggunakan skala Likert 1–5. Data teknis dianalisis berdasarkan nilai rata-rata pencahayaan, uniformity ratio (UR), dan rasio maksimum–minimum, adapun data persepsi dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami memiliki intensitas yang relatif memadai, namun distribusinya belum merata dengan nilai UR 0,45 dan rasio maksimum–minimum 4,4:1, yang melebihi batas toleransi standar. Sebaliknya, pencahayaan buatan menunjukkan kinerja distribusi yang lebih baik dengan nilai UR 0,58 dan rasio maksimum–minimum 2,5:1, serta didukung oleh persepsi pengguna yang positif. Kesimpulan dari penelitian ini berupa peningkatan pemerataan pencahayaan alami diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan visual ruang latihan.
Perancangan kampanye edukasi digital mengenai resistensi antibiotik untuk kalangan remaja akhir Natania Devina Santoso; R.A. Dita Saraswati Priono Putri; Saskia Putri Agustine
Design Spectrum Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v2i1.16055

Abstract

Antibiotic resistance is a global health threat driven by irrational antibiotic use. Although various health campaigns have been conducted, visual communication media on antibiotic resistance tailored to the characteristics of late adolescents remain limited. Yet, this age group has a high prevalence of self-medication and low antibiotic literacy. This design study aims to increase the knowledge and awareness of late adolescents aged 18–25 years living in urban areas of Java regarding the dangers of antibiotic resistance, thereby encouraging rational antibiotic use. The methods employed included structured interviews with pharmacists and late adolescents, focus group discussions, an online questionnaire involving 100 respondents, and a literature review. The collected data were analyzed to identify the target audience's information needs and media preferences. The findings indicate that low antibiotic literacy among late adolescents is primarily caused by limited understanding of the risks associated with antibiotic misuse and the widespread practice of irrational self-medication. In addition, existing educational media do not adequately reflect the characteristics of late adolescents, as conventional medical information is often perceived as rigid, one-way, and insufficiently persuasive. Based on these findings, a Visual Communication Design-based educational campaign was developed using an informative, interactive, modern, friendly, and bold approach. The campaign utilizes a website, Instagram, online advertisements, table tents, and an exhibition booth as its primary media. Its communication strategy is based on the Health Belief Model (HBM) and the AISAS framework. This campaign is expected to present information on antibiotic resistance in a manner that is more accessible and relevant to late adolescents, thereby encouraging more responsible antibiotic use. Furthermore, this design contributes to the development of Visual Communication Design, particularly in the fields of health visual communication and educational media design.

Page 2 of 3 | Total Record : 22