cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 190 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 2 (2026)" : 190 Documents clear
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Cepat Saji (Junk Food) Dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pra Lansia Di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu Kota Malang Nony Adelia Ardiana; Amin Zakaria; Tien Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.514

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji (junk food) yang tinggi gula, lemak jenuh, dan garam, namun rendah serat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2, khususnya pada kelompok usia pra lansia yang mengalami penurunan fungsi metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola konsumsi junk food dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Bumiayu, Kota Malang tepatnya di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pra lansia yang terdaftar di Posyandu Lansia Mawar Kuning 2 RW 1 dan Posyandu Lansia Anggrek RW 3 sebanyak 54 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pola konsumsi junk food diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 diukur menggunakan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola konsumsi makanan cepat saji (junk food) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,027; r = 0,300), dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering konsumsi junk food, maka semakin tinggi risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat serta pengendalian konsumsi junk food sebagai strategi pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada kelompok pra lansia di tingkat komunitas.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Ketergantungan Activity Daily Living (ADL) Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Putri, Septina Aulia; Arneliwati, Arneliwati; Tampubolon, Nurhannifah Rizky
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.520

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan peradangan sendi, nyeri, serta kekakuan yang dapat menyebabkan keterbatasan fisik. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL) sehingga meningkatkan tingkat ketergantungan. Dukungan keluarga berperan sebagai sumber daya eksternal yang penting dalam membantu lansia beradaptasi dengan keterbatasan fisik dan mempertahankan kemandirian fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 61 lansia penderita rheumatoid arthritis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Indeks Barthel untuk menilai tingkat ketergantungan ADL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60–74 tahun (54,1%), berjenis kelamin perempuan (70,0%), tidak bekerja (55,7%), berpendidikan terakhir sekolah dasar (39,3%), dan tinggal bersama anak (60,7%). Sebagian besar responden menderita rheumatoid arthritis selama 3–5 tahun (47,5%). Berdasarkan variabel dukungan keluarga, sebanyak 41,0% responden memperoleh dukungan keluarga kategori sedang, sedangkan berdasarkan tingkat ketergantungan ADL, sebanyak 39,3% responden mengalami ketergantungan ringan. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL). Kesimpulan: Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan tingkat ketergantungan Activity Daily Living (ADL) pada lansia penderita rheumatoid arthritis dan berperan dalam mempertahankan kemampuan fungsional lansia.
Gambaran Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Terpasang AV-Shunt Di Ruang Hemodialisa RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Helga Rahma Izzati; Niken Yuniar Sari; Yulia Rizka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.524

Abstract

Pendahuluan: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis dengan akses vaskular AV-Shunt berisiko mengalami kecemasan, terutama karena prosedur kanulasi yang dilakukan secara berulang. Kecemasan yang tidak ditangani dapat mempengaruhi kenyamanan, kerja sama, dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien GGK dengan AV-Shunt saat menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 112 responden yang menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) yang telah diterjemahkan dan teruji validitas. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan yaitu 105 responden (93,8%), kecemasan sedang ditemukan pada 5 responden (4,5%) dan kecemasan berat pada 2 responden (1,8%). Tidak ada responden yang mengalami kecemasan panik (0%). Kesimpulan: Tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik dengan AV-Shunt di ruang hemodialisis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru berada pada kategori kecemasan ringan. Meskipun prevalensi kecemasan sedang dan berat relatif rendah, faktor sosial dan ekonomi tetap berkontribusi terhadap munculnya kecemasan pada pasien. Selain itu, walaupun pasien telah rutin menjalani hemodialisis, kecemasan masih dapat muncul, terutama terkait dengan prosedur kanulasi AV-Shunt yang bersifat invasif dan dilakukan secara berulang. Oleh karena itu, asuhan keperawatan perlu difokuskan pada upaya promotif dan preventif melalui pemberian edukasi kesehatan, penerapan komunikasi terapeutik, serta pendampingan keluarga untuk mencegah peningkatan tingkat kecemasan ke kategori yang lebih berat.
Hubungan Peran Keluarga Terhadap Perilaku Pencegahan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Puskesmas Pembantu Petogogan Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru Jakarta Selatan Juminatun Nur Kasanah; Putri, Rima Berlian
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.526

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran keluarga terhadap perilaku pencegahan kejadian DBD di Puskesmas Pembantu Petogogan, Wilayah Kerja Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tahun 2024. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil : Dari 100 responden, 76% perempuan, 64% berpendidikan menengah, 50% bekerja, dan 50% tidak bekerja. Sebanyak 36% memiliki peran keluarga yang baik, sementara 64% kurang baik. Hanya 15% yang memiliki perilaku pencegahan DBD yang baik, dan 85% kurang baik. Uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,017 < 0,05 menunjukkan hubungan signifikan antara peran keluarga dan perilaku pencegahan DBD. Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara peran keluarga terhadap perilaku pencegahan DBD.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Astuti, Vani Puji; Yeni, Roza Indra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.530

Abstract

Dukungan suami pada istri selama masa kehamilan sangat diperlukan karena berhubungan dengan psikologis istri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Hubungan Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunaan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik sampling total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Suami dan PASS (Perinatal Anxiety Screening Scale). Sebagian besar suami mendukung ibu hamil dengan kecemasan rendah sebanyak 16 orang (88,9%), dan sebagian besar suami tidak mendukung ibu hamil dengan kecemasan tinggi sebanyak 11 orang (91,7%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0.000, dimana α <0.05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan ibu hamil trimester III di UPT Puskesmas Rawa Buntu Serpong Kota Tangerang Selatan.
Global Research Trends on Mental Health Training in Nursing: A Bibliometric Analysis 2015-2025 Mukhlis Fauzi; Shanti Wardaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.533

Abstract

Gangguan kesehatan mental menjadi salah satu masalah yang mendapat perhatian utama di dunia karena prevalensi data yang meningkat setiap tahunnya. Peran penting seorang perawat sangat dibutuhkan dalam menangani gangguan kesehatan mental tersebut namun pelatihan terkait kesehatan mental yang diberikan belum optimal dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometrik untuk menganalisis dan memetakan tren global penelitian terkait pelatihan kesehatan mental pada perawat. Pencarian data dilakukan di database Scopus dan dilakukan analisis menggunakan Vosviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat fokus utama yang ada yaitu pengembangan kurikulum keperawatan jiwa, strategi pembelajaran yang aplikatif, penggunaan teknologi digital dalam melakukan pembelajaran dan aplikasi pelaksanaan asuhan keperawatan jiwa yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran tren penelitian yang berawal dari integrasi kurikulum sampai ke pemanfaatan teknologi dalam memperkuat pelatihan kesehatan mental pada perawat.
Peningkatan Sikap Anggota PMR MTs Terpadu Ar-Roihan Lawang Melalui Pelatihan Rawat Luka Terbuka Metode Drill And Practice Flora, Enjelica Cindy; Aloysia Ispriantari; Ristanto, Riki
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.535

Abstract

Latar Belakang: Luka terbuka merupakan jenis cedera yang sering dialami oleh remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Kondisi ini menuntut kemampuan pertolongan pertama yang memadai agar komplikasi dapat dicegah. Namun, sikap positif dalam memberikan pertolongan pertama tidak selalu sejalan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki, sehingga diperlukan metode pelatihan yang mampu meningkatkan kesiapan dan sikap bertindak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan perawatan luka terbuka menggunakan metode drill and practice terhadap sikap anggota Palang Merah Remaja (PMR) MTs Ar-Roihan Lawang. Metode: Penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner sikap dengan skala Likert yang terdiri dari 25 pernyataan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan sikap anggota PMR setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata sikap meningkat dari 67,67 pada pretest menjadi 82,27 pada posttest. Uji statistik menunjukkan nilai t = -11,724 dengan derajat kebebasan (df) = 29 dan nilai p < 0,001, yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Kesimpulan: Pelatihan perawatan luka terbuka dengan metode drill and practice terbukti efektif dalam meningkatkan sikap positif anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama pada luka terbuka.
Monitoring Tekanan Darah Pasien Pasca Spinal Anestesi Dengan Klasifikasi American Society Of Anesthesiologist 2 Di Rumah Sakit Jatiwinangun Yudono, Danang Tri; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.536

Abstract

Tindakan spinal anestesi dapat menimbulkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah vena yang mengakibatkan terjadinya akumulasi darah di visera dan ekstremitas bawah. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya volume darah di sirkulasi dan curah jantung, vasodilatasi arteri mengakibatkan turunnya resistensi sistemik. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 45 pasien dengan spinal anestesi dengan klasifikasi pasien ASA 2. Tehnik dalam pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai mean tekanan darah sistolik saat pre induksi spinal yaitu 138,5, setelah 5 menit pasca induksi spinal didapatkan penurunan nilai mean 119,3, setelah 10 menit pasca spinal anestesi didapatkan penurunan nilai mean 89,3. Hasil tekanan darah diastolic sebelum dilakukan Tindakan spinal anestesi sebesar 87,8, terjadi penurunan setealah 5 menit pasca spinal anestesi sebesar 75,8, dan menurun Kembali setelah 10 menit pasca induksi spinal anestesi, Kesimpulan penelitian ini menunjukan terjadinya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolic pasca anestesi spinal baik di 5 menit maupun di 10 menit pasca spinal anestesi.
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting Dengan Status Gizi Anak Di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang Arviantasari, Della Auralia; Mashitah, Musthika Wida; Hastuti, Apriyani Puji
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.538

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Perilaku ibu dalam pemberian makan, pemeliharaan kesehatan, kebersihan, serta pemantauan pertumbuhan menjadi faktor penting dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam upaya pencegahan stunting dengan status gizi anak di Posyandu Puskesmas Pandanwangi, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 0–59 bulan sebanyak 100 orang. Sampel berjumlah 83 responden yang didapatkan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 1–5 Desember 2025 menggunakan kuesioner perilaku ibu (30 item skala Likert) dan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) menggunakan standar WHO. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan status gizi anak (p-value = 0,000). Ibu dengan perilaku baik cenderung memiliki anak dengan status gizi yang normal, sedangkan ibu dengan perilaku kurang lebih banyak dengan anak yang mengalami stunting. Peningkatan edukasi, dukungan keluarga, serta optimalisasi kegiatan posyandu diperlukan untuk meningkatkan perilaku ibu dalam pencegahan stunting.
Faktor Pengaruh Gizi Dan Dilema Etik Keperawatan Yang Mempengaruhi Status Nutrisi Pada Lansia: Literature Review Pratiwi, Riska Dwi Ananda; Arofiati, Fitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.539

Abstract

Makanan merupakan hal paling mendasar yang harus dipenuhi manusia terutama pada lansia. Lansia merupakan individu yang telah memasuki usia 60 tahun ke atas. Kurangnya gizi akibat kurangnya asupan makanan pada lansia dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan lansia. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara sistematis berbagai literatur ilmiah yang membahas pengaruh asupan gizi dan dilema etik yang mempengaruhi status nutrisi terhadap lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review. Status gizi pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan yaitu faktor biologis, psikologis, ekonomi, sosial dan etika keperawatan. Kekurangan gizi pada lansia tidak hanya disebabkan oleh rendahnya asupan makanan bergizi tetapi juga dipengaruhi oleh pendapatan keluarga yang kurang, rendahnya pengetahuan gizi, minimnya dukungan keluarga, gaya hidup tidak sehat serta karena adanya gangguan psikologis seperti depresi dan stres. Dampak dari kekurangan gizi pada lansia mencakup penurunan kondisi fisik, kelelahan, gangguan mobilitas, gangguan tidur hingga penurunan kualitas hidup lansia.

Page 3 of 19 | Total Record : 190