cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Insiden BBLR Di RSUD Wates Kulonprogo Dinda Fatikasari; Belian Anugrah Estri; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.194

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu dan faktor janin, yang mempengaruhi BBLR dilihat dari faktor gizi ibu maka BBLR dipengaruhi oleh anemia yang kekurang energi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan insiden BBLR. Penelitian ini menggunakaan Case Control Design dengan Korelasi dengan 73 bayi dengan pengambilan sample secara teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder atau rekam medis dengan menggunakan Uji Sparman Rank. hasil penelitian diperoleh pada kelompok kasus atau BBLR, mayoritas ibu tidak mengalami anemia dengan persentase 43,2% (16 dari 37 ibu). Sedangkan pada kelompok control atau tidak BBLR mayoritas responden juga tidak mengalami anemia yakni sebesar (91,7%). Meskipun mayoritas tidak anemia, proporsi ibu yang mengalami anemia pada kelompok BBLR masih cukup tinggi dibandingkan kelompok tidak BBLR. hasil uji sparman rank didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,005) yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat anemia pada kehamilan dengan inseden BBLR di RSUD Wates Kulonprogo. Penelitian ini dapat diharapkan kepada seluruh ibu supaya tetap menjaga kesejahteraan janin dan bayi dalam kehamilan dengan melakukan pemerikasaan ANC Terpadu di puskesmas terdekat yang bekerja sama RSUD Wates Kulonprogo
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Keluarga Tentang Dampak Asap Rokok Bagi Anak Usia 2-11 Tahun Di Puskesmas Menteng Palangka Raya Muhamad Rizal; Karmitasari Yanra Katimenta; Isnawiranti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.195

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan merokok merupakan perilaku atau tingkah yang dapat membahayakan bagi kesehatan dan menjadi kebiasaan yang masih sulit untuk dihentikan. Anak-anak yang memiliki orang tua perokok lebih rentan terkena penyakit pernapasan seperti flu, asma, pneumonia dan saluran pernapasan lainnya. Merokok merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia, krisis rokok atau tembakau telah merugikan dan menyebabkan kematian 4 juta orang setiap tahunnya. Asap rokok mengandung zat kimia berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, tar, methanol yang dapat mengiritasi saluran pernapasan pada anak. Paparan terus menerus terhadap asap rokok dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi serius pada ISPA seperti peradangan pada saluran atas dan bawah yang dapat mengancam nyawa balita Perilaku seseorang itu di bentuk oleh adanya pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan, akan terbentuk suatu sikap dan kesadaran yang terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang dampak asap rokok terhadap anak usia 2-11 tahun di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. populasi sebanyak 108, sampel sebanyak 52 responden diambil menggunakan teknik puposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden dalam kategori kurang 34,6%, dan bersikap negatif terhadap dampak asap rokok 61,5%. Hasil uji spearman rank didapatkan p value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang dampak asap rokok terhadap anak usia 2-11 tahun di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya, sehingga upaya edukasi perlu di tingkatkan secara terarah dan berkelanjutan.
Analisis Hubungan Digital Marketing Dengan Loyalitas Pasien Umum Rawat Jalan Di RSUD Labuang Baji Nurfardiansyah Burhanuddin; Septiyanti; Tri Wahyuningsih; Zarah Alifani Dzulhijjah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.196

Abstract

RSUD Labuang Baji telah menerapkan digital marketing melalui media sosial, website dan sistem informasi rumah sakit sebagai upaya memperluas jangkauan layanan dan memperkuat hubungan dengan pasien. Namun, penerapan digital marketing di RSUD Labuang Baji masih belum optimal dalam membentuk loyalitas pasien umum rawat jalan. Meskipun strategi digital, media dan pengelolaan data dinilai cukup baik, hal tersebut belum berhubungan dengan loyalitas. Rendahnya interaksi digital, keterbatasan perangkat dan platform digital serta kurangnya efektivitas teknologi pemasaran menjadi kendala utama. Oleh karena itu, strategi yang dijalankan masih memerlukan pengembangan agar digital marketing dapat berjalan secara optimal dan mendukung peningkatan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indikator digital marketing dengan loyalitas pasien umum yang menjalani rawat jalan di RSUD Labuang Baji. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 111 pasien pasien umum rawat jalan. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara empat variabel digital marketing dengan loyalitas pasien yaitu digital audiences, digital devices, digital platforms, dan digital marketing technology. Sementara itu, tiga variabel lainnya, yaitu digital goals and strategy, digital medi dan digital data tidak menunjukkan hubungan dengan loyalitas pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan digital audiences, digital devices, digital platforms dan digital marketing technology dengan loyalitas pasien umum yang berobat jalan di RSUD Labuang Baji dan tidak ada hubungan digital goals and strategy, digital media dan digital data dengan loyalitas pasien umum yang berobat jalan di RSUD Labuang Baji. RSUD Labuang Baji disarankan untuk menyusun strategi digital marketing yang lebih baik, memahami karakteristik audiens digital, mengoptimalkan penggunaan media digital, konten yang disajikan perlu dibuat lebih informatif dan interaktif serta didukung oleh pengelolaan data yang aman dan mengikuti perkembangan teknologi.
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Catcalling Pada Siswa Di SMAN 1 Mlati Sleman Vianitadevi; Nurul Mahmudah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.197

Abstract

Masa peralihan yang terjadi pada remaja sering kali membuat remaja mengambil sikap negatif. Perbuatan menyimpang atau negatif yang dilakukan oleh remaja bermacam-macam, salah satu yang dilakukan tanpa disadari adalah catcalling. Catcalling merupakan istilah dalam bentuk verbal berupa komentar maupun siulan dalam mencari perhatian dengan menggunakan atribut seksual tertentu yang dilakukan oleh orang yang dikenal ataupun tidak dikenal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan catcalling pada siswa di SMAN 1 Mlati Sleman. Penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Eksperiment dengan desain penelitian Pre and Post Test Without Control. Sampel yang digunakan 65 responden dengan teknik simple random sampling dengan pengambilan sampel secara acak dari populasi dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan baik sebanyak 9 (13,85%) responden, pengetahuan cukup 42 (64,61%) responden dan pengetahuan kurang sebanyak 14 (21,54%) responden. Setelah diberikan penyuluhan pengetahuan baik 47 (72,31%) responden. Pengetahuan cukup 18 (27,69%) responden dan tidak ada responden dengan pengetahuan kurang. Nilai p-value 0.000 < 0.05, sehingga disimpulkan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan catcalling pada siswa di SMAN 1 Mlati
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Demonstrasi Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Keterampilan Pada Siswa Kelas 4 & 5 Di SD Negeri 10 Palangkaraya Decinta; Maria Adelheid Ensia; Suryagustina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.198

Abstract

Latar Belakang : Masalah gigi dan mulut pada anak SD masih sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Anak belum memahami waktu dan teknik yang benar. Salah satu solusi yang efektif adalah metode demonstrasi, karena siswa bisa langsung melihat dan mempraktikkan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri 10 Palangka Raya dalam menyikat gigi yang benar. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental (pra-experimental design) dengan pendekatan kuantitatif, dan jenis desain one group pretest-posttest design. Desain ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan siswa sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (≤ 0,05) sehingga hipotesis H1 diterima. Artinya, terdapat penga ruh yang signifikan dari pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa dalam menyikat gigi yang benar. Sementara itu, hasil analisis yang sama juga menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (≤ 0,05), sehingga hipotesis H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi turut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan siswa dalam melakukan praktik menyikat gigi yang benar. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi pada siswa. Diharapkan metode ini dapat diterapkan di sekolah sebagai bentuk Pendidikan kesehatan sejak usia dini.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Terhadap Minat Remaja Mengakses Informasi Keluarga Berencana Ratnaeni Ratnaeni; Kiki Amelia; Andi Hasliani; Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.199

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami transisi penting dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini, mereka mulai tertarik terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Kesehatan reproduksi.Salah satu penyakit Kesehatan reproduksi yang paling banyak terjadi dan membutuhkan perhatian khusus adalah penyakit menular seksual (PMS). Menurut WHO pada tahun 2024, diperkirakan ada 374 juta orang yang menderita PMS. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah melalui Pendidikan Kesehatan reproduksi yang terstruktur dan tepat sasaran. Beberapa masalah Kesehatan reproduksi yang dapat dicegah dan diatasi dengan Program Keluarga berencana (KB) salah satunya adalah penyakit menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan reproduksi terhadap minat remaja mengakses informasi keluarga berencana. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Cita Mulia Makassar pada tanggal 18 Juli 2025 dengan jumlah populasi sebanyak 40 orang dan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Data diolah menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya intervensi edukatif tingkat kesadaran dan keingintahuan remaja terhadap isu keluarga berencana masih rendah Setelah diberikan pendidikan kesehatan reproduksi, terjadi peningkatan yang sangat signifikan pada minat responden. Sebanyak 80% responden menunjukkan minat yang baik, sementara sisanya (20%) berada pada kategori minat sedang. Tidak ada lagi responden yang berada pada kategori minat kurang. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap minat remaja mengakses informasi keluarga berencana. Salah satu kendala utama dalam penelitian ini adalah ketidakhadiran sebagian siswa karena masih dalam masa libur sekolah.
Hubungan Intensitas Nyeri Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Fajar kurniadi; Tophan Heri Wibowo; Murniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.200

Abstract

Pasien post operasi sectio caesarea (SC) dengan anestesi spinal sering mengalami nyeri pascaoperasi yang dapat memengaruhi kualitas tidur. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan risiko gangguan tidur, yang pada akhirnya memperlambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien post operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan jenis penelitian cross sectional. Sampel terdiri dari 81 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nyeri adalah Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sedang hingga berat dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur (p-value < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan kualitas tidur pada pasien post operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal. Penatalaksanaan nyeri yang optimal diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi.
Identifikasi Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Bakso Tusuk Di Area SD Muhammadiyah Dan TK ABA Kota Yogyakarta Aufa Nurfiana Rahman; Diah Puspitasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan dasar dan pra-sekolah, yaitu SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dengan aktivitas pendidikan yang tinggi serta tingginya peredaran jajanan kaki lima yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, salah satunya yaitu bakso tusuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya formalin dan boraks pada produk bakso tusuk yang dijajakan di sekitar area SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode uji laboratorium, serta teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat terhadap 25 sampel bakso tusuk yang diperoleh dari 10 kecamatan dan 2 institusi pendidikan (SD Muhammadiyah dan TK ABA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung formalin, sedangkan tidak ditemukan kandungan boraks pada seluruh sampel. Distribusi sampel positif formalin tertinggi ditemukan di Kecamatan Kotagede (20%), diikuti Mergangsan (16%), serta Tegalrejo, Mantrijeron, dan Wirobrajan (masing-masing 12%). Kecamatan lainnya menyumbang 1-2 sampel (4-8%). Sebanyak 68% sampel positif formalin berasal dari SD Muhammadiyah dan 32% dari TK ABA. Kesimpulannya, seluruh sampel yang diuji terbukti mengandung formalin, sementara tidak ditemukan adanya kandungan boraks pada seluruh sampel yang diteliti.
Pengaruh Olahraga (Jogging) Terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Siswi Kelas X SMK Karsa Mulya Palangkaraya Magdalena Bara; Ayu Puspita; Dian Mitra D.S.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.202

Abstract

Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) adalah gejala fisik dan emosional yang muncul sekitar seminggu sebelum menstruasi dan hilang saat menstruasi dimulai, seperti sakit kepala, kram perut, mual, dan perubahan suasana hati (Nainar et al., 2021). Jogging adalah olahraga lari ringan yang mudah dilakukan oleh semua usia dan banyak dipilih masyarakat karena praktis dan bermanfaat bagi kesehatan (Isramilda et al., 2020). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas olahraga jogging terhadap kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada siswi kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 30 siswi kelas X yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dalam bentuk aktivitas jogging terprogram selama beberapa minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner PMS sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, 100% siswi mengalami PMS berat (rata-rata skor 43,933). Setelah intervensi, 77% mengalami PMS ringan, 23% masih berat. Rata-rata skor PMS menurun menjadi 20,033. Tujuh siswi yang masih mengalami PMS berat diketahui tidak rutin mengikuti jogging. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,549; p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari aktivitas olahraga jogging terhadap penurunan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada siswi kelas X di SMK Karsa Mulya Palangka Raya.
Pengaruh Pemberian Diffuser Ginger Aromatherapy Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Primigravida Trimester I Di Wilayah Kerja Kampung Jabi Kota Batam Yanita Lumbantobing; Tinta Julianawati; Septi Maisyaroh Ulina Panggabean
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.203

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan asupan nutrisi. Karena penggunaan terapi farmakologis selama awal kehamilan berisiko terhadap janin, maka pendekatan non-farmakologis seperti aromaterapi menjadi pilihan yang lebih aman. Jahe (Zingiber officinale) diketahui memiliki efek antiemetik yang bekerja dengan menghambat pusat muntah di otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian diffuser ginger aromatherapy terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil primigravida trimester I. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test terhadap 28 responden yang diberikan intervensi berupa aromaterapi jahe menggunakan diffuser selama 30 menit per hari selama tujuh hari berturut-turut. Intensitas mual dan muntah diukur menggunakan kuesioner PUQE, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden (89,3%) mengalami emesis gravidarum dalam kategori sedang. Setelah intervensi, 82,1% responden berpindah ke kategori ringan, dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa pemberian diffuser ginger aromatherapy efektif dalam menurunkan frekuensi emesis gravidarum. Terapi ini disarankan sebagai pendekatan komplementer dalam pelayanan kebidanan dan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan kelompok kontrol serta variabel psikologis lainnya seperti kecemasan dan kualitas tidur.