cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Gambaran El-Ganzouri Risk Indeks Score Terhadap Keberhasilan Intubasi Pada Pasien Anestesi Umum Febriyanti Febriyanti; Rahmaya Nova Handayani; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.204

Abstract

Kesulitan dan kegagalan intubasi pada operasi anestesi umum meningkat dalam tujuh tahun terakhir. Risiko yang mengancam pasien sangat serius, mulai dari cedera saluran napas, pendarahan, aspirasi, hingga hipoksia, gagal napas, dan kematian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran El-Ganzouri Risk Index Score terhadap keberhasilan intubasi pada pasien anestesi umum di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik sampling non-probabilitas (consecutive sampling) pada 58 sampel. Analisis data berfokus pada distribusi frekuensi dari data umum pasien dan skor El-Ganzouri Risk Index yang dikumpulkan sebelum operasi dengan anestesi umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden, yaitu 56 responden (96,6%) memiliki skor El-Ganzouri Risk Index <4 dan berhasil diintubasi dengan cepat. Sebaliknya, satu responden dengan skor ≥4 dan satu responden lain dengan skor <4 mengalami kegagalan intubasi yang membutuhkan waktu lebih dari 60 detik.
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tri Astuti; Silvi Lailatul Mahfida; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.205

Abstract

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,5% dan di DIY sebesar 21,5%. Salah satu penyebab stunting yaitu praktik yang kurang tepat serta karakteristik ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan praktik pemberian makan pada balita di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah ibu dan balita usia 0-59 bulan berjumlah 166 responden dengan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian ini adalah karakteristik ibu yaitu pendidikan, pekerjaan, usia ibu, dan jumlah anak sebagai variabel independen diukur menggunakan kuesioner dan praktik pemberian makan pada balita sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan kuisioner Caregiver`s Feeding Style Questionnaire (CFSQ). Penelitian ini merupakan data sekunder dari penelitian utama yang berjudul “Estimasi Status Gizi Balita Berdasarkan Role Model Makanan, Food Skill, dan Demokratis Parental Feeding Pada Ibu Bekerja di Yogyakarta” yang dilakukan di bulan Agustus 2023. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Fisher’s Exact, dan Kruskal Wallis dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,029, tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,080, tidak terdapat hubungan antara usia ibu dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,3403, dan tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan praktik pemberian makan pada balita dengan p-value = 0,350. Sebaiknya ibu lebih memperhatikan praktik pemberian makan yang baik dan benar untuk meningkatkan status gizi anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi.
The Analysis of Hospital Occupational Health and Safety (OHS) Standards Implementation at Dr.Tadjuddin Chalid Makassar Hospital in 2022 Enne; Suharni A. Fachrin; Samsualam
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.206

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan standar K3 di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar tahun 2022, khususnya pada manajemen risiko, keselamatan, pelayanan kesehatan kerja, pengelolaan B3, pencegahan kebakaran, prasarana, peralatan medis, dan kesiapsiagaan kondisi darurat. Metodologi: Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tenaga kerja utama dan pendukung yang terkait dengan pelaksanaan K3RS. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menemukan bahwa dari 8 (Delapan) item penerapan implementasi standar K3 rumah sakit pada rumah sakit dr.tadjuddin chalid makassar berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 bahwa 3 (Tiga) item belum diterapkan dengan baik yaitu, pelayanan kesehatan kerja, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), serta pencegahan dan pengendalian kebakaran. Dan 5 (Lima) item yang telah diterapkan dengan baik yaitu, manajemen risiko K3RS, keselamatan dan keamanan dirumah sakit, pengelolaan prasarana rumah sakit, pengelolaan peralatan medis, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Saran: Penelitian ini merekomendasikan agar rumah sakit segera meningkatkan penerapan ketiga aspek tersebut demi memperkuat sistem K3RS secara menyeluruh.
Management Jalan Nafas Pada Pasien Obesitas Yang Menjalani Pembedahan Dengan Teknik General Anestesi: Systematic Literature Review Siska Putri Ayuni; Made Suandika; Emiliani Elsi Jerau
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.207

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat menimbulkan tantangan signifikan pada manajemen jalan napas selama pembedahan dengan general anestesi. Perubahan anatomi dan fisiologi pada pasien obesitas, seperti penurunan kapasitas residu fungsional, peningkatan jaringan adiposa di leher dan dada, serta gangguan fungsi paru, meningkatkan risiko kesulitan ventilasi dan intubasi serta komplikasi perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait manajemen jalan napas pada pasien obesitas yang menjalani pembedahan dengan teknik anestesi umum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA, melibatkan 10 artikel yang terbit pada tahun 2019–2025 dan telah dinilai kualitasnya menggunakan instrumen JBI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasien obesitas berisiko lebih tinggi mengalami desaturasi, hipoksemia, ventilasi masker sulit, serta komplikasi pasca ekstubasi. Beberapa faktor prediktor kesulitan jalan napas antara lain lingkar leher, jarak tiromental, serta skor Mallampati, sedangkan teknik intervensi seperti preoksigenasi dengan posisi kepala naik, penggunaan high-flow nasal cannula, videolaringoskop, dan ventilasi non-invasif terbukti efektif dalam menurunkan risiko komplikasi. Studi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi tim anestesi, persiapan alat bantu jalan napas, serta strategi ekstubasi yang hati-hati. Kesimpulannya, manajemen jalan napas yang komprehensif dan berbasis bukti pada pasien obesitas sangat penting untuk meminimalkan komplikasi intraoperatif maupun pascaoperatif, serta meningkatkan keselamatan pasien.
Gambaran Komplikasi Pasca Pembedahan dengan Teknik Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Krisdayanti; Martyarini Budi; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.208

Abstract

Latar belakang : jumlah tindakan pembedahan terus meningkat secara global setiap tahunnya. Anestesi spinal merupakan salah satu teknik yang umum digunakan, terutama pada pembedahan tubuh bagian bawah. Meski efektif, teknik ini memiliki risiko komplikasi pascaoperasi, seperti hipotensi, hipotermi, shivering, mual muntah pascaoperasi (PONV), bradikardi, dan sakit kepala akibat tusukan duramater (PDPH). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komplikasi yang terjadi pasca pembedahan dengan teknik anestesi spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode: desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan jumlah responden sebanyak 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dengan penilaian menggunakan monitor, termometer, dan lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi terbanyak adalah hipotensi (41%), diikuti PONV (37,1%), shivering (36,2%), dan hipotermi (22,9%). Komplikasi lainnya yaitu bradikardi (13,3%) dan PDPH (11,4%). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi pasca anestesi spinal masih sering ditemukan, terutama berupa hipotensi, PONV, dan shivering. Oleh karena itu, pemantauan ketat selama fase pemulihan sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius dan meningkatkan keselamatan pasien.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Sylvia Putri; Nidatul Khofiyah; Luluk Rosida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.209

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya angka kematian ibu dan bayi, yang menempatkan Indonesia di posisi tiga besar tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah minimnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait informasi serta langkah yang perlu diambil selama masa kehamilan ketika menghadapi tanda bahaya kehamilan. Buku KIA merupakan salah satu bentuk strategi untuk memberdayakan masyarakat, terutama keluarga dalam menjaga kesehatan serta mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bermutu. Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal dapat menjadi salah satu metode dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 88 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner. Berdasarkan hasil Uji Chi-square untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan didapatkan hasil P=0,000 <0,05 dengan hasil OR 57,000,  Sedangkan untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan sikap Ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di dapatkan hasil P=0,000<0,05 dengan hasil OR 16,520 yang menunjukkan bahwa ada hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA untuk mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan.
Pengaruh Pemberian Jus Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Jakarta Selatan Tahun 2025 Udur Diana Tumanggor; Asma Alfiah Khoerunnisa; Maria Eufrasia Laura Se; Meilina Sinaga; Lenni Romaida Purba; Debby Ratna Utama; Fien Gustin Nive; Chindy Patricia Ludji Leo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.210

Abstract

Produksi ASI yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan bayi, namun banyak ibu yang mengalami masalah dengan produksi ASI yang kurang. Salah satu pendekatan alami yang sering digunakan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan mengonsumsi jus kurma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Tahun 2025. Studi dilakukan pada 40 responden ibu post partum dua minggu. Data dianalisis dengan menggunakan Uji T test. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh pemberian jus kurma terhadap produksi ASI pada ibu ibu post partum di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri Jakarta Selatan tahun 2025 dengan nilai p=0,024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi ibu menyusui yang mengalami produksi ASI kurang, sehingga dapat dilakukan pengobatan tradisional menggunakan jus kurma sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi ASI.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. P Dengan Riwayat Sectio Caesarea Di BPM Ny. U Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumiayu Tahun 2024 Emas Fitriani Ghozalba; Hafsah; Uma Cholifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.211

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dengan riwayat Sectio Caesarea adalah penyebab tidak langsung dari kematian ibu. Sectio caesarea merupakan faktor resiko tinggi untuk ibu hamil dan ibu bersalin, karena kehamilan dan persalinan dengan riwayat sectio caesarea sebelumnya dapat meningkatkan resiko terjadinya kesakitan dan kematian terutama yang berhubungan dengan insisi dinding uterus dan sekitar 90% kesakitan post sectio caesarea disebabkan oleh infeksi (endometritis, infeksi saluran kemih dan sepsis karena luka). Tujuan: Menganalisis asuhan kebidanan komprehensif pada ibu dengan riwayat sectio caesarea pada periode kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, pada masa kehamilan Ny. P telah melakukan ANC sesuai standar. Persalinan dilakukan dengan Sectio Caesarea sesuai riwayat. Penatalaksanaan bayi, nifas, KB sesuai dengan standar dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. Asuhan komprehensif pada Ny. P dengan riwayat sectio caesarea menggunakan manajemen pendokumentasian Varney, dan SOAP. Kesimpulan: Asuhan Kebidanan pada Ny. P dilakukan secara menyeluruh dari kehamilan sampai KB dengan lancar dan tidak ada hambatan. Penatalaksanaan yang diberikan selama masa kehamilan sampai KB telah sesuai dengan standar atau dapat disimpulkan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.
Hubungan Pemakaian Kontrasepsi Suntik Dengan Perubahan Siklus Menstruasi Di PMB Agil Subekti Turi Sleman Agil Subekti; Yustina Ananti; Novi Puspita Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.212

Abstract

Latar Belakang : Perubahan siklus menstruasi pada pemakaian kontrasepsi suntik merupakan salah satu efek samping yang sering dialami akseptor. Di Indonesia, menyuntikkan lebih banyak diminati pasangan usia subur yaitu sebanyak 35,5%. Masalah yang sering dialami perempuan dari pemakaian kontrasepsi suntik adalah perubahan siklus menstruasi seperti spotting sebanyak 43,3% , menoragia sebanyak 47%  dan amenore sebanyak 31% . Berdasarkan data penelitian pendahuluan di PMB Agil Subekti didapatkan 18 orang (90%) dari 20 orang mengalami perubahan siklus menstruasi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agi l Subekti Turi Sleman. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan desain pendekatan studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB suntik yang datang di PMB Agil Subekti pada bulan Juni dengan teknik penggambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dilakukan uji univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact . Hasil : Hasil penelitian menu n jukan mayoritas responden berumur >35 tahun seba n yak 30 orang (60%), pendidikan mayoritas menengah (SMA/SMK) sebanyak 26 orang (52%), pekerjaan mayoritas tidak bekerja sebanyak 27 orang (54%), dan lama penggunaan mayoritas >1 tahun sebanyak 44 orang (88%). Hasil statistik penelitian menunjukkan sebagian besar menggunakan suntik KB 3 bulan sebanyak 31 orang (62%), sebagian besar responden yang mengalami perubahan siklus menstruasi sebanyak 37 orang (74%). Hasil uji statistik Fisher Exact diperoleh nilai p=0,001< 0,005, sehingga ada hubungan signifikansi antara penggunaan kontrasepsi dengan perubahan siklus menstruasi. Kesimpulan : Ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus menstruasi di PMB Agil Subekti Turi Sleman
Analisis Inovasi Terapi Sujok Warna Dan Musik Panting Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Infark Miokard Akut Di ICCU RSUD A.M. Parikesit Kharisma Intan Agipratiwi; Zulmah Astuti; Slamet Purnomo; Taufik Septiawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.213

Abstract

Latar belakang: Infark Miokard Akut (IMA) adalah suatu kondisi gawat darurat jantung yang tidak hanya memengaruhi aspek fisik tetapi juga psikologis pasien, terutama kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk status klinis dan menghambat proses pemulihan. Pendekatan non-farmakologis seperti Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting menawarkan intervensi alternatif dalam asuhan keperawatan holistik untuk mengurangi tingkat kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang didiagnosis Infark Miokard Akut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi terapi warna sujok dan musik panting terhadap tingkat kecemasan pada pasien Infark Miokard Akut di ICCU. Intervensi dilakukan selama empat hari berturut-turut, dengan durasi 15 menit per sesi. Tingkat kecemasan diukur dengan menggunakan instrumen Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) pada pretest dan posttest. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan secara bertahap, dari sedang, ringan, hingga normal setelah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien Infark Miokard Akut. Intervensi ini dapat menjadi pilihan terapi keperawatan yang holistik dan mandiri dalam pengaturan perawatan intensif. Kesimpulan: Penerapan Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan kecemasan pada pasien dengan Infark Miokard Akut (NSTEMI) di ICCU.