cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta Fifi Amalia Marzuki; Siti Fadhilatun Nashriyah; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.226

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena telah mengalami menstruasi dan sedang berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan zat gizi lebih tinggi, terutama zat besi. Salah satu sumber zat besi penting berasal dari protein hewani, sehingga rendahnya konsumsi protein hewani dapat menyebabkan tidak tercukupinya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Hal ini berdampak pada penurunan kadar hemoglobin yang berujung pada terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan protein hewani dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independen adalah konsumsi sumber asupan protein hewani, sedangkan variabel dependen kejadian anemia. Sampel penelitian sebanyak 57 responden dengan teknik pengambilan sample adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner SQ-FFQ frekuensi asupan protein hewani dalam 1 bulan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswi putri SMP Negeri 3 Wates Kulon Progo Yogyakarta, didapatkan p-value 0,038 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi asupan protein hewani dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Pengaruh Edukasi Melalui Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Kelas VII-4 Dan VII-5 Di SMPN 8 Palangka Raya Lailatul Ma’rifah Amaliah; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.227

Abstract

Latar Belakang : Kesehatan reproduksi adalah kondisi fisik, mental, sosial, yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit. Remaja rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi akibat kurangnya informasi. Edukasi merupakan proses penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran individu terhadap suatu topik. Salah satu metode edukasi yang efektif adalah melalui video animasi, karena mampu menarik perhatian dan melibatkan indera pendengaran serta indera penglihatan secara bersamaan. Fenomena menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan siswa-siswi dikarenakan kurangnya informasi dan pengajaran terkait kesehatan reproduksi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kelas VII-4 dan VII-5 di SMPN 8 Palangka Raya. Metode : Penelitian ini menggunakan Pra-Experimental Design dengan bentuk rancangan One-Group Pretest-Posttest. Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 59 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil : Berdasarkan hasil uji pada Wilcoxon Signed-Rank Test diketahui negative ranks didapatkan hasil nilai Asymp.Sig.(2-tailed) = 0,000<0,50. Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kelas VII-4 dan VII-5 di SMPN 8 Palangka Raya sehingga diharapkan penelitian ini dapat membantu instansi kesehatan, instansi pendidikan, dan siswa-siswi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi.
Pacar Dede Sisil (Kepatuhan Antenatal Care Dengan Deteksi Risiko Kehamilan) Sunarti Sunarti; Menik Sri Daryanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.228

Abstract

Peningkatan faktor risiko selama kehamilan disebabkan oleh kegagalan ibu hamil dalam mematuhi pemeriksaan kehamilan. Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi di Indonesia menjadi perhatian utama, dan ANC berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan antenatal care (ANC) dengan deteksi risiko kehamilan di Puskesmas Gamping 1. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gamping 1. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian lembar identitas, buku KIA, dan skrining menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Uji analisis statistik penelitian ini menggunakan chi-square. Ibu hamil yang patuh melakukan ANC berjumlah 25 orang (78,1%), yaitu kehamilan risiko rendah 19 orang (76,0%), kehamilan risiko tinggi 5 orang (20%), dan kehamilan risiko sangat tinggi 1 orang (4,0%). Ibu hamil yang tidak patuh melakukan ANC berjumlah 7 orang (21,9%), yaitu kehamilan risiko rendah 0 orang (0%), kehamilan risiko tinggi 2 orang (28,6%), dan kehamilan risiko sangat tinggi 5 orang (71,4,0%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan ANC dengan deteksi risiko kehamilan (p=0,001<0,05). Diharapkan tenaga kesehatan mampu berperan aktif dalam pelayanan ANC serta untuk ibu hamil agar lebih rutin memeriksakan kehamilan sehingga dapat meminimalisir risiko kehamilan terjadi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Makanan Seimbang Dengan Status Gizi Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Laura Anjelina; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.229

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pengetahuan seorang ibu merupakan hal yang sangat mempengaruhi pada status gizi anak. Salah satu penyebab  dari  tingginya  angka  kematian  pada  balita  sehingga menurunkan mutu kehidupan serta terganggunya pertumbuhan dan perkembangan adalah kekurangan gizi. Angka kejadian gizi buruk pada anak usia pra sekolah merupakan dampak dari kurangnya pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang sesuai kebutuhan anak, oleh karna itu pengetahuan ibu tentang mengetahui seberapa pentingya pemberian makanan seimbang terutama pada anak masa pertumbuhan sangatlah penting. Fenomena yang ada saat ini di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya masih termasuk tempat dimana sering ditemukannya permasalahan tentang status gizi buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang dengan status gizi anak pra sekolah usia 3- 5 tahun di wilayah kerja puskesmas pahandut kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan 40 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil: Dari 40 Responden, terdapat 5 responden (12%) dengan pengetahuan tinggi, 9 Responden (22%) dengan pengetahun sedang, dan terdapat 26 responden (65%) dengan pengetahuan rendah. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dalam pemberian makanan seimbang dengan status gizi anak pra sekolah usia 3-5 tahun (p-value 0,000 < α 0,05). Kesimpulan: Pengetahuan ibu yang baik mengenai pemberian makanan seimbang terhadap status gizi anak pra sekolah sangatlah penting untuk menjaga anak tetap sehat dan terhindar dari gizi buruk.
Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Penyusunan Tugas Akhir Mahasiswa Keperawatan Tingkat IV A Dan B Stikes Eka Harap Palangka Raya Diqi Irawan; Ayu Puspita; Dian Mitra D.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.230

Abstract

Latar Belakang: Artificial Intelligence (AI) telah menjadi teknologi yang semakin banyak dimanfaatkan dalam pendidikan, khususnya dalam penyusunan tugas akhir. Pemanfaatan AI memungkinkan pencarian referensi, perumusan isi, hingga evaluasi tulisan secara efisien. Namun, belum semua mahasiswa memanfaatkannya secara optimal, dan pengetahuan tentang AI menjadi faktor penting yang memengaruhi efektivitas penggunaannya. Mahasiswa dengan pemahaman rendah cenderung kesulitan menilai akurasi, relevansi, serta etika penggunaannya. Fenomena di STIKES Eka Harap Palangka Raya masih ditemukan mahasiswa yang menggunakan referensi lama (≥10 tahun). Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana hubungan antara pengetahuan mahasiswa keperawatan tentang AI dan pemanfaatan AI dalam penyusunan tugas akhir mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan mahasiswa keperawatan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa tingkat IV A dan B di STIKES Eka Harap Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 mahasiswa tingkat IV A dan B, dengan teknik porposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pilihan ganda untuk variabel pengetahuan dan kuesioner pernyataan sikap untuk variabel pemanfaatan AI. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan secara bertahap, dan data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil Penelitian: Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,015, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mahasiswa dengan pemanfaatan AI dalam penyusunan tugas akhir. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan mahasiswa keperawatan dengan pemanfaatan AI dalam penyusunan tugas akhir di STIKES Eka Harap Palangka Raya.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Perkawinan Usia Anak Pada Remaja Di SMK Karsa Mulya Palangka Raya Nicholas Abel Kemit; Ayu Puspita; Dian Mitra Desnawati Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.231

Abstract

Latar Belakang: Perkawinan usia anak merupakan permasalahan serius yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Kota Palangka Raya yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental, pendidikan, serta masa depan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai risiko pernikahan dini dapat memengaruhi sikap mereka, baik mendukung maupun menolak Perkawinan usia anak ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja tentang perkawinan usia anak di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 58 siswa kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap, lalu dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap perkawinan usia anak, dengan nilai p = 0,001 (< 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,416. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki remaja, maka semakin positif pula sikap mereka dalam menolak perkawinan usia anak. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang perkawinan usia anak. Artinya, semakin banyak remaja tahu tentang dampak buruk pernikahan dini, maka sikap mereka cenderung lebih menolak dan tidak setuju terhadap pernikahan di usia muda. Diharapkan hasil ini bisa membantu sekolah dan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang lebih jelas agar remaja lebih sadar dan bisa mencegah terjadinya pernikahan usia anak.
Hubungan Pemahaman Masyarakat Tentang Program BPJS Kesehatan Dengan Tingkat Pemanfaatan Layanan Kesehatan Di RT 002 Kelurahan Palangka Wilayah Kerja Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya Yosiana; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.232

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan indikator keberhasilan pembangunan. Pemanfaatan BPJS Kesehatan di masyarakat sering kali belum optimal, meskipun cakupan kepesertaan sangat tinggi. Kurangnya pemahaman tentang hak, prosedur, dan manfaat program ini menyebabkan sebagian warga enggan menggunakan layanan kesehatan melalui BPJS. Karena itu, peningkatan literasi kesehatan melalui edukasi di tingkat fasilitas pelayanan primer seperti Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan BPJS secara optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman masyarakat tentang program BPJS Kesehatan dengan tingkat pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pemahaman masyarakat tentang program BPJS Kesehatan dengan tingkat pemanfaatan layanan kesehatan di RT 002 Kelurahan Palangka. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan rancangan korelasional. Sampel sebanyak 135 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden memiliki pemahaman cukup mengenai BPJS, namun pemanfaatan layanan kesehatan masih cenderung rendah. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pemahaman masyarakat dengan pemanfaatan layanan kesehatan di wilayah studi(p < 0,05). Kesimpulan: Semakin tinggi pemahaman masyarakat tentang BPJS Kesehatan, semakin tinggi pula tingkat pemanfaatan layanan kesehatannya. Edukasi berkelanjutan mengenai prosedur dan manfaat BPJS perlu ditingkatkan guna meningkatkan akses layanan kesehatan.
Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar Pada Anak Kelas IV Di SD Negeri 4 Palangka Raya Yulianti; Ayu Puspita; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.233

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan tentang perawatan gigi pada anak sangat penting karena masa ini merupakan periode kritis dalam pembentukan kebiasaan yang cenderung berlanjut hingga dewasa. Sikap sikat gigi yang baik dan benar pada anak sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan mereka. Anak yang memahami manfaat dan teknik menyikat gigi yang benar cenderung memiliki sikap positif dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut, sehingga sikap sikat gigi menjadi lebih teratur dan efektif. Perawatan gigi yang baik meliputi kebiasaan menyikat gigi dengan teknik yang tepat serta penggunaan pasta gigi berfluoride yang dapat mencegah kerusakan gigi seperti karies. Tujuan : Penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perawatan gigi dengan sikap sikat gigi yang baik dan benar pada anak kelas IV di SD Negeri 4 Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross section. Penelitian ini telah dilakukan tanggal 27 Juni 2025. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi square Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar diperoleh nilai p value = 0,010 < 0,05. H1 diterima yang artinya terdapat Hubungan Pengetahuan Tentang Perawatan Gigi Dengan Sikap Sikat Gigi Yang Baik Dan Benar Pada Anak Kelas IV Di SD Negeri 4 Palangka Raya. Kesimpulan: adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang perawatan gigi dengan sikap menyikat gigi yang baik dan benar pada siswa kelas IV.
Hubungan Asupan Makan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Prambanan Kabupaten Sleman Ria Munica; Ririn Wahyu Hidayati; Kurnia Mar’atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.234

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, serta berkontribusi terhadap kejadian stunting sejak masa kehamilan. Menurut Survey Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan pada tahun 2023 terungkap bahwa prevalensi KEK ibu hamil mencapai 16,9%, prevalensi ini masih melebihi target nasional (<10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, protein, karbohidrat, dan lemak dengan KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Prambanan Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder dengan populasi sebanyak 345 ibu hamil yang tercatat di Puskesmas Prambanan. Dari populasi tersebut, diambil sampel sebanyak 61 orang ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan bantuan aplikasi Spin Wheel (Random Name Picker). Data mengenai status KEK dan asupan makan diperoleh dari rekap konsultasi gizi di Puskesmas Prambanan. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact untuk mengetahui hubungan antara asupan makan dan kejadian KEK. Hasil uji hubungan yang menggunakan Fisher Exact menunjukkan prevalensi KEK sebesar 18,03%. Sebagian besar responden memiliki asupan energi, protein, karbohidrat, dan lemak yang kurang. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keempat jenis asupan tersebut dengan kejadian KEK (p > 0,05).
Analisis Faktor Individu Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Nafas Pada Balita Di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya Friski Pratama; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Wenna Araya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.235

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang umum terjadi pada balita dan menjadi salah satu penyebab utama angka kesakitan dan kematian anak di Indonesia. Faktor individu seperti status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir diduga berkontribusi terhadap kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita. Tujuan: ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor individu yang terdiri dari status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir terhadap kejadian ISPA pada balita di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 77 responden ibu yang memiliki balita, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Hasil: Sebagian besar balita mengalami ISPA sebanyak dua kali dalam enam bulan terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel status gizi, status imunisasi, dan berat badan lahir tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian ISPA. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel yang lebih besar dari 0,05, yaitu status gizi sebesar 0,429 > 0,05, status imunisasi sebesar 0,402 > 0,05, dan berat badan lahir (BBL) sebesar 0,491 > 0,05. Meskipun demikian, secara deskriptif terlihat bahwa balita dengan status gizi buruk, imunisasi yang tidak lengkap, serta berat badan lahir rendah cenderung lebih rentan mengalami ISPA. Kesimpulan: Meskipun tidak signifikan secara statistik, faktor-faktor individu tetap memiliki peran dalam kejadian ISPA pada balita. Diperlukan upaya pencegahan berbasis rumah tangga dan intervensi promotif oleh tenaga kesehatan untuk menurunkan risiko ISPA.