cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Pengaruh Edukasi Kesehatan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pengobatan Dan Pencegahan Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Basirih Baru Baidah Baidah; Muhammad Husni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.255

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita di Indonesia. Rendahnya pengetahuan keluarga sering menjadi hambatan dalam pencegahan dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan dan pencegahan pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Basirih Baru. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan 30 responden purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap, dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi (53,17 menjadi 68,03; p=0,002). Namun, peningkatan rata-rata sikap (72,43 menjadi 76,30) tidak signifikan (p=0,096). Edukasi kesehatan keluarga efektif meningkatkan pengetahuan, tetapi perubahan sikap memerlukan intervensi lanjutan yang berkesinambungan.
Hubungan Asupan Lemak Dalam Ultra Processed Food (UPF) Dengan Kejadian Status Gizi Lebih Di SMA Negeri 2 Sleman Siska Rahmawati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.256

Abstract

Status gizi lebih adalah kondisi akumulasi cadangan lemak berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan kalori yang dikonsumsi dengan energi yang dikeluarkan dalam jangka waktu lama. Remaja cenderung menerapkan pola konsumsi tidak sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menyebabkan peningkatan resiko status gizi lebih. Ultra Processed Food (UPF) merupakan salah satu makanan tinggi lemak yang sering dikonsumsi remaja karena lezat, mudah diproses, mudah didapat, dan kemasan unik. Kandungan UPF dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan asupan lemak dalam UPF dengan status gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 2 Sleman. Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 62 responden. Data asupan lemak dalam UPF diukur menggunakan kuesioner SQ-FFQ dalam periode waktu 1 bulan. Data antropometri diukur menggunakan timbangan berat badan digital dan microtoise. Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian status gizi lebih sebanyak 21 responden (33,87%). Responden dengan asupan lemak dalam UPF kategori lebih yang mengalami status gizi lebih sebanyak 11 responden (61,11%). Rata-rata asupan lemak dalam UPF yang dikonsumsi remaja adalah 40,8 gram/hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak dalam UPF dengan kejadian status gizi lebih di SMA Negeri 2 Sleman dengan p-value 0,004. Nilai OR diperoleh yaitu 5,34. Remaja dapat lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan mengurangi asupan makanan UPF.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta Tjahya Pramudyaning; Rosmita Nuzuliana; Kharisah Diniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.257

Abstract

Gizi pada anak batita merupakan permasalahan global dengan dampak yang sistemik yang signifikan, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi batita, yaitu pengetahuan ibu tentang gizi. Anak yang mengalami permasalahan pada status gizi berisiko menghadapi berbagai dampak serius, seperti terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, obesitas, stunting, wasting, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit infeksi seperti diare dan cacingan, bahkan hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain  cross-sectional. Populasi yang digunakan sebanyak 610 responden sedangkan  jumlah sampel yang diambil sebanyak 86 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang gizi dan antropometri dengan pengukuran (BB/TB). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan tingkat pengatahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita dengan p-value 0,002. Pengetahuan ibu tentang gizi akan berpengaruh terhadap status gizi batita. Status gizi dapat dikatakan baik jika pola makan yang diberikan seimbang dan jenis makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh anak.
Pengaruh Peer Group Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Siswi Tentang Kehamilan Tidak Diinginkan Di SMA N 2 Banguntapan Bantul Putri Ratna Sari Dewi; Belian Anugrah Estri; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.258

Abstract

Kehamilan pada usia remaja dipandang sebagai isu kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih dikarenakan kelompok usia ini masih tergolong rentan dalam menjalani proses kehamilan serta persalinan. Aktivitas seksual pada remaja dapat menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan, di antaranya kehamilan yang tidak diinginkan, komplikasi saat kehamilan dan persalinan seperti anemia, ruptur membran preterm, infeksi saluran kemih, penyakit menular seksual, HIV/AIDS, serta efek psikis berupa ibu depresi, stres, hingga putus sekolah. Penelitian ini diarahkan guna mengidentifikasi pengaruh peer group pada tingkat pengetahuan serta sikap siswi mengenai kehamilan yang tidak diinginkan di SMA N 2 Banguntapan Bantul. Metode kuantitatif digunakan dengan rancangan Quasi Experiment Design melalui pendekatan two group (kelompok perlakuan atau intervensi dan kontrol) dengan desain pre-test dan post-test control group. Responden sebanyak 70 orang dipilih dengan teknik Proportioned Stratified Random Sampling dan dikelompokkan menjadi dua yakni kelompok perlakuan serta kelompok kontrol. Instrumen berupa kuesioner dipergunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap. Kelayakan etik penelitian diperoleh melalui surat keputusan nomor 2090/KEP-UNISA/III/2025. Dilakukan uji mann whitney dan menghasilkan angka 0,025 menjadi nilai P Value yang dimiliki variabel pengetahuan sementara angka 0,035 menjadi nilai P Value yang dimiliki variabel sikap, yang artinya kedua variabel <0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya pengetahuan dan sikap siswi terkait kehamilan tidak diinginkan di SMA N 2 Banguntapan Bantul dipengaruhi signifikan oleh kelompok sebaya. Simpulan pada penelitian ini bahwa strategi efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi salah satunya yakni pengaruh peer group berbasis kelompok teman sebaya. Tambahan informasi serupa dapat dilakukan dengan cara kolaborasi pada puskesmas.
Efektivitas Preloading Koloid Terhadap Kejadian Hipotensi Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Meliana Hardian Rahmawati; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.259

Abstract

Prosedur persalinan yang paling umum dilakukan di dunia medis adalah sectio caesarea dengan anestesi spinal. Komplikasi yang paling seringkali ditemukan pada pasien yang menjalani tindakan sectio caesarea dengan spinal anestesi adalah hipotensi. Hipotensi atau tekanan darah rendah ialah ketika tekanan darah < 90/60 mmHg. Tujuan studi ini yaitu untuk mengetahui efektivitas preloading koloid dalam mencegah terjadinya hipotensi pada pasien yang menjalani sectio caesarea dengan spinal anestesi. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kuantitatif melalui pre eksperimen dengan metode Posttest Only Control Group. Populasi penelitian sebanyak 92 pasien. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 30 pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwasanya kejadian hipotensi pada kelompok intervensi (diberi preloading koloid) tidak terjadi, hampir seluruhnya normal sejumlah 14 partisipan (93,3%). Pada kelompok kontrol (tidak diberi preloading koloid) sebagian besar mengalami kejadian hipotensi sebanyak 8 responden (53,3%). Uji Mann Whitney U diperoleh hasil Z = -4.669 dan p = 0,000 (p ≤ 0,05). Hal ini menandakan ada efektivitas preloading koloid pada kejadian hipotensi pada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Saran bagi peneliti berikutnya diharapkan untuk melaksanakan riset lanjutan dengan cakupan yang lebih luas, baik dari segi jumlah sampel, variasi karakteristik pasien, maupun jenis cairan koloid yang digunakan.
Analisis Tingkat Pengetahuan Pegawai UP3 PLN Banjarmasin Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tri Mawarni; Yuhansyah; Vera Agusriana; Farach Amelia
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.260

Abstract

Henti jantung sering kali terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya. Kondisi ini, apabila tidak segera ditangani dengan tepat, dapat berujung pada dampak buruk hingga kematian. Menganalisis Tingkat Pengetahuan Pegawai UP3 PLN Banjarmasin tentang Bantuan Hidup Dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskritif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai UP3 PLN Banjarmasin dengan jumlah sampel 40 orang. Analisis statistik menggunakan analisis deskritif. Tingkat pengetahuan responden tentang BHD hampir seluruhnya 90% berada pada kategori cukup dengan jumlah 36 orang. Setiap orang perlu memberikan pertolongan pertama pada saat keadaan gawat darurat.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene Menstruasi Pada Siswi SMK N 2 Pengasih Kulon Progo Erlina Dewi Anggita; Esitra Herfanda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.261

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada fase transisipenting, baik secara biologis, psikologis, maupun sosial, sehinggamemiliki kebutuhan khusus dalam aspek kesehatan, terutamakesehatan reproduksi. Salah satu isu yang sering dihadapi remajaputri adalah kurangnya pengetahuan mengenai personal hygienesaat menstruasi. Minimnya edukasi yang tepat dan menarikmembuat remaja cenderung mengabaikan pentingnya perilaku higienis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pendidikan kesehatan dengan video terhadap tingkatpengetahuan personal hygiene menstruasi pada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo. Metode yang digunakan adalahpenelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experiment One Group Pre-test and Post-test. Sampel penelitian sebanyak 55 respondensiswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo dipilih berdasarkankriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pretest danposttest sebelum dan setelah intervensi pendidikan kesehatanmenggunakan video. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secarastatistik antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensipendidikan kesehatan menggunakan media video (Z = −4.686b; p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasisvideo berpengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan personal hygiene menstruasi pada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo. Dengan demikian, media video terbukti efektif dalammeningkatkan tingkat pengetahuan personal hygiene menstruasipada siswi di SMK Negeri 2 Pengasih Kulon Progo.
Studi Kasus Penerapan Pijat Laktasi Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Di RSUD Ajibarang Pangesti Wahyu Diah Lestari; Siti Haniyah; Atun Raudatul Marifh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.262

Abstract

Masa nifas adalah periode pemulihan penting bagi ibu pasca melahirkan, terutama bagi yang menjalani operasi caesar. Nyeri pasca operasi sering menjadi hambatan utama dalam proses menyusui yang krusial bagi tumbuh kembang bayi. Salah satu solusi non-farmakologis untuk mengatasi masalah ini adalah pijat laktasi. Pijat laktasi yaitu teknik pijat tradisional yang bertujuan untuk melancarkan produksi dan aliran ASI, membantu ibu merasa lebih rileks, dan mengatasi hambatan menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pijat laktasi terhadap efektivitas menyusui pada ibu nifas pasca operasi caesar. Metode menggunakan desain studi kasus deskriptif, yang bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena atau pengalaman individu secara mendalam. Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data berupa kata-kata dan narasi untuk menggambarkan pengalaman pasien. Setelah intervensi keperawatan selama 3x24 jam, terdapat peningkatan signifikan pada aspek menyusui, termasuk perlekatan bayi, suplai ASI, dan kondisi ibu. Masalah menyusui teratasi sebagian, sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan perawatan mandiri melalui pijat laktasi dan dukungan dari keluarga maupun tenaga kesehatan untuk hasil optimal.
Korelasi Beban Kerja Dan Kinerja Perawat Serta Faktor Yang Memengaruhinya Ismiatin Ismiatin; Yati Afiyanti; Yuliani Budiarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.263

Abstract

Perawat merupakan garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit. Tingginya beban kerja dapat memengaruhi kinerja perawat, yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Namun hubungan antara beban kerja fisik dan mental terhadap kinerja belum sepenuhnya dipahami, terlebih pengaruh faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dan lama kerja terhadap hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara beban kerja fisik dan mental dengan kinerja perawat ruang rawat inap, serta faktor yang paling dominan memengaruhi hubungan tersebut. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 103 perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit X yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik ganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan kompetensi profesional perawat (p = 0,003), sedangkan beban kerja mental tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Dari uji regresi logistik, hanya variabel pendidikan yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p = 0,024; OR = 2,696). Variabel usia, jenis kelamin, dan lama kerja tidak berpengaruh secara signifikan namun menunjukkan tren positif terhadap kinerja. Beban kerja fisik dan pendidikan merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja perawat. Diperlukan redistribusi beban kerja serta penguatan pendidikan keperawatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Melalui Terapi Nostril Breathing Exercise Khairunnisa Saduede; Arni Nur Rahmawati; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.264

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi terus meningkat di Indonesia, termasuk di Banjarnegara. Terapi farmakologis efektif, tetapi sering menyebabkan efek samping dan mengurangi kepatuhan pasien, sehingga terapi non-farmakologis menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu terapi tersebut adalah latihan pernapasan melalui lubang hidung, yaitu latihan pernapasan bergantian melalui lubang hidung yang dapat mengaktifkan saraf parasimpatis dan saraf vagus untuk menurunkan tekanan darah dan menenangkan tubuh. Studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dari 22 hingga 24 Mei 2025, dan meliputi penilaian, pendidikan, pemberian terapi latihan pernapasan melalui lubang hidung, dan evaluasi tekanan darah. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah yang konsisten: pada 22 Mei, tekanan darah turun dari 141/92 mmHg menjadi 137/90 mmHg, pada 23 Mei dari 133/85 mmHg menjadi 130/82 mmHg, dan pada 24 Mei dari 125/80 mmHg menjadi 121/77 mmHg. Penurunan ini menunjukkan respons positif setelah terapi. Mekanisme fisiologis yang mendasari hasil ini adalah stimulasi sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan denyut jantung, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi aktivitas simpatis. Studi ini terbatas pada satu kasus, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan, tetapi memberikan gambaran klinis bahwa latihan pernapasan hidung dapat digunakan sebagai terapi pelengkap yang sederhana, murah, aman, dan efektif untuk membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

Page 23 of 107 | Total Record : 1062