cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Melalui Terapi Nostril Breathing Exercise Khairunnisa Saduede; Arni Nur Rahmawati; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.264

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg, yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi terus meningkat di Indonesia, termasuk di Banjarnegara. Terapi farmakologis efektif, tetapi sering menyebabkan efek samping dan mengurangi kepatuhan pasien, sehingga terapi non-farmakologis menjadi alternatif yang lebih aman. Salah satu terapi tersebut adalah latihan pernapasan melalui lubang hidung, yaitu latihan pernapasan bergantian melalui lubang hidung yang dapat mengaktifkan saraf parasimpatis dan saraf vagus untuk menurunkan tekanan darah dan menenangkan tubuh. Studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dari 22 hingga 24 Mei 2025, dan meliputi penilaian, pendidikan, pemberian terapi latihan pernapasan melalui lubang hidung, dan evaluasi tekanan darah. Hasil pengukuran menunjukkan penurunan tekanan darah yang konsisten: pada 22 Mei, tekanan darah turun dari 141/92 mmHg menjadi 137/90 mmHg, pada 23 Mei dari 133/85 mmHg menjadi 130/82 mmHg, dan pada 24 Mei dari 125/80 mmHg menjadi 121/77 mmHg. Penurunan ini menunjukkan respons positif setelah terapi. Mekanisme fisiologis yang mendasari hasil ini adalah stimulasi sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan denyut jantung, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi aktivitas simpatis. Studi ini terbatas pada satu kasus, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan, tetapi memberikan gambaran klinis bahwa latihan pernapasan hidung dapat digunakan sebagai terapi pelengkap yang sederhana, murah, aman, dan efektif untuk membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.
Gambaran Cost Of Anesthesia Berdasarkan Jenis Anestesi, Jenis Pembedahan Dan Durasi Pembedahan Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Kinara Ayu Armonica; Martyarini Budi Setyawati; Roro Lintang Suryani; Kevin Al Kautsar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.265

Abstract

Biaya anestesi merupakan salah satu komponen utama dalam operasional rumah sakit, teruntuk prosedur bedah, sehingga pengelolaannya penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan menjaga kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifiksi komponen berdasarkan jenis anestesi yang digunakan (general anestesi, regional anestesi, dan lokal anestesi), jenis pembedahan (ringan, sedang, dan besar), dan durasi operasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel terdiri dari 326 tindakan anestesi selama Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya anestesi tertinggi terjadi pada pembedahan besar dengan GA (ETT) dan durasi >120 menit (Rp3.296.605,54), sedangkan biaya terendah pada pembedahan ringan dengan lokal anestesi dan durasi <60 menit (Rp395.997,00). Total biaya anestesi selama satu bulan mencapai Rp480.393.769,48. Biaya anestesi tergantung oleh jenis anestesi, jenis pembedahan, durasi operasi, dan faktor-faktor yag mempengaruhi biaya anestesi lainnya.
Hubungan Dukungan Keluarga Tentang Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta Ega Putri Novalia; Intan Mutiara Putri; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.266

Abstract

Anemia defisiensi zat besi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang paling sering terjadi pada remaja putri, terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan, serta faktor-faktor seperti menstruasi, kurangnya asupan makanan bergizi, dan rendahnya penyerapan zat besi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, prevalensi anemia pada remaja putri meningkat signifikan, terutama di Kabupaten Sleman.Salah satu upaya pemerintah adalah pemberian tablet tambah darah .Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dapat dimaksimalkan melalui dukungan keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian anemia pada remaja putri di Madrasah Aliyah Nur Iman Sleman Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas X dan XI yang berjumlah sebanyak 51 siswi dengan pengambilan sample secara teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan Hb menggunakan easy touch GCHb, kemudian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil menunjukkan nilai p- value = 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian anemia pada remaja putri. Harapan selanjutnya bagi remaja lebih sadar pentingnya konsumsi TTD secara teratur dan terbuka kepada keluarga tentang kondisi kesehatannya untuk mencegah anemia.
Penerapan Terapi Psikoreligius Zikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Sofia Putri Romadhoni; Arni Nur Rahmawati; Ita Apriliyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.267

Abstract

Halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia merupakan gangguan persepsi sensori yang dapat mengancam keselamatan diri atau orang lain. Penatalaksanaan non-farmakologi yang dapat membantu pasien mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup yaitu terapi spiritual atau psikoreligius (zikir). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi psikoreligius zikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Metode penelitian berbentuk studi kasus deskriptif dengan sasaran pasien skizofrenia beragama Islam dengan halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi perilaku, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil penelitian selama tiga hari menunjukkan pasien Sdr. A mampu mengenali dan mengontrol halusinasi melalui manajemen halusinasi dan terapi zikir dengan hasil pada fase halusinasi membaik, skor AHRS turun 26 (berat) menjadi 10 (ringan), disertai penurunan gejala (bisikan, menarik diri, melamun) dan peningkatan konsentrasi. Oleh karena itu, terapi zikir dapat memanfaatkan sumber daya spiritual pasien, meningkatkan penerimaan, kepatuhan, serta membantu pasien mengurangi gangguan halusinasi, sehingga asuhan keperawatan menjadi lebih efektif.
Penerapan Terapi Musik Klasik Pada Sdr. F Dengan Halusinasi Pendengaran Selma Subekti; Ita Apriliyani; Arni Nur Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.268

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala umum skizofrenia yang dapat berdampak buruk bagi pasien. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi musik klasik untuk mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif yang berfokus pada subjek tunggal, yaitu Sdr. F, seorang pasien skizofrenia dengan masalah persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran di Soerojo Hospital Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi musik klasik terbukti efektif dalam menurunkan tanda dan gejala halusinasi, yang ditunjukkan oleh berkurangnya verbalisasi mendengar bisikan, perilaku menarik diri, dan kecurigaan, serta membaiknya konsentrasi pasien. Oleh karena itu, terapi musik klasik dapat menjadi intervensi keperawatan yang efektif sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk pasien dengan halusinasi pendengaran.
Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025 Syifa Fauziah; Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.269

Abstract

Latar Belakang: Jumlah persalinan dengan metode SC meningkat setiap tahunnya, berbagai faktor dengan berbagai indikasi. Pasien operasi caesar sering kali merasakan nyeri sebagai salah satu akibat yang paling nyata, Salah satu teknik distraksi untuk menurunkan intensitas nyeri adalah dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap penurunan nyeri pada pasien post SC di ruang nifas Rumah Sakit Ridhoka Salma Cikarang Tahun 2025. Metode : Penelitian ini melakukan desain one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu Post Sectio Caesaria di Ruang Nifas RS Ridhoka Salma, Sampel penelitian nya adalah Ibu Post Sectio Cesaria yang memenuhin syarat inklusi sebanyak 65 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner observasional yang menggunakan skala penilaian numerik (NRS) untuk mengukur nyeri sebelum dan sesudah intervensi terapi murotal surat Ar Rahman. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada penurunan nyeri pasien post SC setelah diberikan intervensi terapi surat Ar Rahman dengan nilai p < 0,005. Sebelum intervensi, mayoritas responen memiliki skala nyeri berat. Namun setelah intervensi terjadi penurunan skala nyeri sedang dan ringan. Kesimpulan : terapi murotal surat Ar Rahman berpengaruh signifikan dalam menurunkan nyei pasien post SC di raung Nifas RS Ridhoka Salma Cikarang. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar bisa menerapkan terapi murotal dalam upaya menurunkan nyeri pada post SC
Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMP N 2 Wates Yogyakarta Yugi Wahyuni Putu Wijaya; Siti Istiyati; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.270

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan. Meski demikian, implementasi dan keterlibatan remaja dalam program ini masih beragam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di SMP N 2 Wates. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII dan VIII di SMP N 2 Wates. Sampel sebanyak 57 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia dan TTD (91,2%), serta menunjukkan sikap yang tinggi terhadap konsumsi TTD (64,9%). Dalam hal kepatuhan, mayoritas termasuk kategori patuh (87,7%), meskipun masih ditemukan responden yang belum mengonsumsi TTD secara rutin. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aspek pengetahuan dan sikap responden terhadap konsumsi TTD relatif baik, namun masih terdapat variasi dalam kepatuhan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Edukasi Manajemen Laktasi Dan Pelatihan Mandiri Pijat Endorphin Sebagai Strategi Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Asuhan Keperawatan Ny. R Dengan Post Partum Sectio Caessarea Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Sitta Nurlaeli Ramadhani; Ema Wahyu Ningrum; Wasis Eko Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.271

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) sering menimbulkan masalah fisiologis maupun psikologis pada ibu, termasuk keterlambatan pengeluaran ASI akibat nyeri, kecemasan, dan keterbatasan mobilisasi. Manajemen laktasi dan pijat endorphin menjadi intervensi penting untuk meningkatkan produksi ASI. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum SC dengan penerapan manajemen laktasi dan pijat endorphin di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus pada ibu post SC dengan menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa edukasi menyusui, konseling laktasi, pijat endorphin, serta dukungan keluarga mampu memperbaiki kondisi pasien, ditandai dengan peningkatan keluarnya ASI, kekuatan hisapan bayi, serta penurunan kecemasan. Kesimpulannya, kombinasi edukasi manajemen laktasi dan pijat endorphin terbukti efektif mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea.
Pengaruh Pemberian Terapi Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Di Ruang Bedah RSUD dr. Soedirman Kebumen Wahyu Saputro; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.272

Abstract

Prosedur bedah sering menimbulkan nyeri pasca operasi yang dapat memengaruhi kenyamanan dan proses penyembuhan pasien. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh guided imagery terhadap intensitas nyeri pasien post operasi di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan 121 responden yang dirawat pada 19 Mei–27 Juni 2025 di Bangsal Teratai. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 56–65 tahun (31,4%) dan berjenis kelamin perempuan (64,5%). Sebelum intervensi, sebagian besar mengalami nyeri sedang (75,2%), sedangkan setelah diberikan terapi mayoritas mengalami penurunan menjadi nyeri ringan (84,3%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan terapi guided imagery dalam menurunkan nyeri post operasi. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri.
Asuhan Keperawatan Anestesiologi Pada Pasien Space Occupying Lesion (SOL) Yang Dilakukan Tindakan Craniotomy Dengan General Anestesi Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Erta Sarni; Rahmaya Nova Handayanni; Martyarini Budi S.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.273

Abstract

Lesi desak ruang intrakranial atau Intracranial Space Occupying Lesion (SOL) merupakan salah satu penyebab utama tindakan kraniotomi di Indonesia. RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan mencatat SOL sebagai indikasi terbanyak prosedur bedah saraf. Kraniotomi dengan anestesi umum berisiko menimbulkan perdarahan, ketidakseimbangan cairan, serta peningkatan tekanan intrakranial, sehingga memerlukan asuhan keperawatan anestesiologi yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima pasien dengan diagnosis SOL yang menjalani kraniotomi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, observasi, dokumentasi rekam medis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pasien berusia 43–56 tahun (4 perempuan, 1 laki-laki) dengan keluhan utama nyeri kepala berulang disertai gejala neurologis seperti gangguan sensorimotorik, visual, dan nervus kranialis. Dua pasien mengalami perdarahan intraoperasi, sementara satu pasien dengan riwayat hipertensi tetap stabil secara hemodinamik. Pascaoperasi, seluruh pasien dirawat di ICU dengan ventilator mekanik akibat durasi anestesi yang lama. Secara keseluruhan, anestesi umum berhasil menjaga stabilitas hemodinamik dan mendukung keberhasilan kraniotomi, dengan dokumentasi asuhan keperawatan anestesiologi yang sistematis.