cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuin Raya Syarbailiani Handayani; Lisda Handayani; Istiqamah; Adriana Palimbo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.274

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan tempat persalinan merupakan keputusan penting yang berdampak langsung terhadap keselamatan ibu dan bayi. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas persalinan, sebagian ibu masih memilih tempat yang kurang sesuai dengan kondisi obstetriknya. Beragam faktor seperti paritas, kepemilikan asuransi kesehatan, dan jarak ke fasilitas kesehatan berpotensi memengaruhi keputusan tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Kuin Raya, Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 289 ibu bersalin tahun 2024 diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui dokumentasi rekam medis, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Sebagian besar responden memilih bersalin di Rumah Sakit Swasta (53,3%). Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p = 0,023), kepemilikan asuransi kesehatan (p = 0,015), dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan (p = 0,000) dengan pemilihan tempat persalinan. Ibu dengan paritas berisiko, memiliki asuransi, dan berdomisili ≤3 km dari fasilitas kesehatan cenderung memilih RS Swasta. Simpulan: Paritas, kepemilikan asuransi, dan jarak tempuh terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan tempat persalinan. Diperlukan intervensi promotif melalui pendidikan kebidanan serta penguatan akses dan distribusi fasilitas kesehatan maternal untuk mendukung pemilihan tempat persalinan yang aman dan rasional.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Puskesmas Berbah Maulida Intan Purnama; Siti Fadhilatun Nashriyah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.275

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi utama yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk kelahiran bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Berbah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 56 responden yang dipilih melalui teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pengukuran antropometri Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji fisher exact . Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian KEK (p = 0,000), di mana ibu dengan asupan protein kurang memiliki risiko lebih tinggi mengalami KEK. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,532) dan lemak (p = 0,109) dengan kejadian KEK. Namun, ibu dengan asupan lemak kurang memiliki risiko 6 kali lebih besar mengalami KEK (OR = 6; 95% CI: 0,5–73,5), meskipun tidak bermakna secara statistik. Kesimpulannya, asupan protein merupakan faktor zat gizi makro yang paling berpengaruh terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Berbah.
Perbandingan Tepung Tiwul, Tepung Mocaf, Dan Tepung Kacang Kedelai Terhadap Daya Terima Dan Kandungan Gizi Brownies Kukus Nida Azizah Syaharani; Diah Puspitasari; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.276

Abstract

Industri kuliner Indonesia sangat bergantung pada tepung terigu, yang mengakibatkan peningkatan impor biji gandum dan meselin. Selain itu, kandungan gluten dalam tepung terigu dapat memicu gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pangan lokal seperti tepung tiwul, tepung mocaf, dan tepung kacang kedelai dapat dijadikan alternatif. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik, daya terima konsumen, dan kandungan gizi pada brownies kukus yang diformulasikan menggunakan tepung tiwul, mocaf, dan kacang kedelai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 5 formulasi yaitu P0 (100% tepung terigu), P1 (60% tiwul : 20% mocaf : 20% kacang kedelai), P2 (45% tiwul : 40% mocaf : 15% kacang kedelai), P3 (30% tiwul : 60% mocaf : 10% kacang kedelai), dan P4 (15% tiwul : 80% mocaf : 5% kacang kedelai). Uji hedonik dilakukan untuk mengetahui daya terima konsumen dari segi rasa, aroma, tekstur, warna, dan keseluruhan dengan menggunakan 54 panelis tidak terlatih. Analisis data uji hedonik menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney. Formulasi terbaik dipilih berdasarkan hasil uji hedonik dan dilanjutkan uji proksimat meliputi energi total, protein, lemak, karbohidrat, kadar air, kadar abu, dan serat. Hasil uji hedonik semua parameter memiliki perbedaan yang signifikan yaitu p-value < 0,05, dengan formulasi P4 sebagai formulasi terbaik. Hasil analisis gizi formulasi P0 dan P4 memiliki total energi 342,53 kkal dan 326,09 kkal, protein 8,53 gram dan 7,2 gram, lemak 13,62 gram dan 11,37 gram, karbohidrat 46,47 gram dan 48,73 gram, dan kadar air 27,21% dan 27,45%, kadar abu 2,00% dan 2,49%, serta kadar serat 2,17% dan 2,75%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Dengan Kepatuhan Kontrol Rutin Di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya Sinta Bela; Ayu Puspita; Dian Mitra Desnawati Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.277

Abstract

Introduksi: Tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani kontrol rutin sangat berperan penting dalam pengelolaan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus. Namun, masih ditemukan pasien yang kurang patuh melakukan kontrol rutin, yang diduga berkaitan dengan rendahnya tingkat pengetahuan tentang penyakit tersebut. Berdasarkan data kunjungan di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya, ditemukan beberapa pasien Diabetes Melitus yang tidak menjalani kontrol secara teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus dengan kepatuhan kontrol rutin di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 74 pasien Diabetes Melitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup dengan skala Guttman (untuk kepatuhan kontrol rutin) dan skala benar–salah (untuk tingkat pengetahuan), masing-masing terdiri dari beberapa item. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik dengan metode Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,002 dengan derajat kemaknaan p ≤ 0,05. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus dengan kepatuhan kontrol rutin. Sehingga H1 diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus dengan kepatuhan kontrol rutin di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya.
Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Perdarahan Postpartum Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Afifah Rosiana; Fitnaningsih Endang C.; Sholaikhah Sulistyoningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.278

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama kematian maternal secara global, dengan mencapai angka 25% dari seluruh kasus kematian ibu. Di Indonesia sendiri, perdarahan postpartum tercatat mencapai 45,20%, menunjukkan tingginya prevalensi kondisi ini dibandingkan dengan rata-rata global. Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 7 kasus kematian ibu di tahun 2023, penyebabnya terdiri dari 4 kasus akibat perdarahan, 2 kasus akibat pre-eklamsia, dan 1 kasus terkait COVID-19. Karakteristik yang diteliti terkait dengan perdarahan postpartum adalah umur, paritas, jarak persalinan serta kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya karakteristik ibu bersalin dengan perdarahan postpartum di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu bersalin dengan perdarahan postpartum, sejumlah 23 responden yang diambil dengan total sampling. Data yang digunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik bulan Januari 2022-Januari 2025. Penelitian ini telah mendapatkan uji layak etik dengan nomor surat 183/KEP-PKU/VI/2025. Karakteristik ibu berdasarkan usia mayoritas berusia antara 20-35 tahun, yaitu sebanyak 21 orang (91,3%). Berdasarkan paritas 2-3, sebanyak 12 orang (52,2%). Jarak persalinan ≥2 tahun, yaitu 8 orang (34,8%). Kadar hemoglobin (Hb) <11 gr/dL, sebanyak 21 orang (91,3%). Kelompok usia 20-35 tahun dan kadar hemoglobin <11 gr/dL yang paling sering mengalami perdarahan postpartum di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama periode Januari 2022 hingga Januari 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang kesehatan maternal, khususnya dalam mengenali karakteristik ibu yang berisiko mengalami perdarahan postpartum.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul Mila Novika Sari; Sri Ratna Ningsih; Elika Puspitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.279

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab Angka Kematian Ibu (AKI). Kejadian abortus dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia ibu, paritas, riwayat abortus, kadar hemoglobin, dan jarak kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat di Puskesmas Piyungan pada kurun waktu Januari-Desember 2024 sebanyak 667 dan ibu hamil yang mengalamin abortus sebanyak 28 kasus. Teknik mengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yaitu 86 responden ibu hamil. Data diperoleh dari data sekunder dengan analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (usia, paritas, riwayat abortus, dan jarak kehamilan, kadar hemoglobin) dengan variabel dependen (kejadian abortus). Hasil analisis didapatkan ada hubungan umur (pvalue = 0.002), paritas (pvalue = 0.002), riwayat abortus (pvalue = 0.009), anemia dalam kehamilan (pvalue = 0.699) dan tidak ada hubungan jarak kehamilan (pvalue = 0,27) dengan kejadian abortus di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul 2024
Pengaruh Budaya Organisasi Dengan Kinerja Perawat Instalasi Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Tangerang Amalia Widyawaty; Elise Garmelia; Eka Yoshida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Budaya organisasi dalam penelitian ini mencakup tuntutan kerja, hubungan interpersonal, dukungan kerja, dan lingkungan kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja perawat. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan seluruh 47 perawat instalasi rawat jalan sebagai sampel (total sampling). Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach Alpha > 0,70). Data dikumpulkan melalui kuesioner, diolah dengan tahapan editing, coding, scoring, entry, dan tabulasi, serta dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi Square dan Wilcoxon), dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (Nagelkerke R² = 0,313; p = 0,017). Secara parsial, dukungan kerja terbukti berpengaruh signifikan (p = 0,031; OR = 2,29; CI 95% = 1,08–4,86), sedangkan tuntutan kerja (p = 0,822), hubungan interpersonal (p = 0,139), dan lingkungan kerja (p = 0,258) tidak berpengaruh secara parsial. Kesimpulannya, budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat, dengan dukungan kerja menjadi faktor dominan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat budaya organisasi melalui peningkatan dukungan manajemen, komunikasi interpersonal, serta penataan beban kerja yang proporsional.
Pengaruh Kualitas Lingkungan Fisik Ruang Rawat Inap Dengan Keselamatan Pasien Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Tangerang Mita Wastu Adhitama; Elise Garmelia; Eka Yoshida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.281

Abstract

Kualitas pelayanan dalam rumah sakit dapat ditingkatkan apabila didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas fisik. Ruang rawat inap merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang penting keberadaannya bagi pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan hubungan kualitas lingkungan fisik ruang rawat inap dengan keselamatan pasien berdasarkan baku mutu Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004 dan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan rancangan cross sectional/potong lintang, melibatkan 180 responden pasien rawat inap dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan fisik yang meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan dan kebisingan berpengaruh secara parsial terhadap keselamatan pasien. Kualitas lingkungan fisik secara simultan (bersama-sama) juga berpengaruh terhadap keselamatan pasien. Nilai pengukuran parameter suhu (21°C - 23°C), kelembaban (45% – 60%) dan pencahayaan (150 – 170 Lux) masih memenuhi baku mutu sesuai standar Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004 dan Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di instalasi rawat inap RSUP Dr. Sitanala. Sedangkan nilai pengukuran parameter kebisingan sedikit melebihi baku mutu yaitu 44 - 48 dB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas lingkungan fisik yang meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan dan kebisingan berpengaruh terhadap keselamatan pasien di RSUP Dr. Sitanala.
Gambaran Kejadian Near Miss Pada Pelayanan Anestesi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto Rian Arif Kurniawan; Rahmaya Nova Handayani; Surtiningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.282

Abstract

Pelayanan kesehatan mengutamakan keselamatan pasien. Salah satu tujuan penting dari penerapan sistem keselamatan pasien di rumah sakit adalah mencegah terjadinya Insiden Keselamatan Pasien (IKP) adalah suatu kejadian atau situasi yang dapat mengakibatkan atau berpotensi cedera pada pasien. Kejadian Nyaris Cidera (KNC) merupakan terjadinya insiden yang belum terpapar pada pasien. KNC lebih sering terjadi dibandingkan dengan kejadian tidak diharapkan, frekuensi kejadian ini tujuh sampai seratus kali lebih sering terjadi. Tujuan penelitian untuk Mengetahui gambaran kejadian near miss pada pasien anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode Penelitian dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan design penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan saat penelitian adalah cross sectional. Lokasi penelitian akan dilakukan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Sampel adalah pasien dengan yang akan menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto sebanyak 68 pasien. Metode pengambilan sampel yang digunakan dengan teknik Total sampling. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Lembar Observasi Near Miss dan master table. Analisis data yang digunakan dengan uji univariate. Hasil menunjukan Usia yang paling dominan pada >45 tahun (36,8%). Jenis kelamin sebagian besar adalah jenis kelamin laki-laki (60,3%). Jenis anestesi sebagian besar dengan general anestesi (61,8%). Kejadian near miss di ruang operasi didapatkan bahwa pada Sign in didapatkan sebagian besar tidak ada kejadian near mis (73,5%), kejadian near miss pada time out secara keseluruhan ada/ mengalami near miss (100%) dan pada sign out secara keseluruhan tidak mengalami kejadian near miss (100%). Jenis near miss di ruang operasi terhadap 68 responden Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat kejadian KPC, KTC, maupun KTD pada seluruh responden, masing-masing dengan frekuensi "tidak ada" sebanyak 68 kasus (100%)
Perbedaan Hemodinamik Pada Pemberian Cairan Koloid Dan Kristaloid Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Rahmi Arilia Gunawan; Dwi Novitasari; Martyarini Budi Setyawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.283

Abstract

Cairan intravena seperti kristaloid dan koloid digunakan sebagai terapi awal untuk mencegah dan mengatasi gangguan hemodinamik, namun efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Tujuan: Mengetahui perbedaan hemodinamik pada pemberian cairan koloid dan kristaloid terhadap tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), dan frekuensi nadi pada pasien post Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel terdiri dari 120 pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan anestesi spinal, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kristaloid dan kelompok koloid. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil: Rata-rata TDS pada kelompok kristaloid adalah 118,53 mmHg dan pada kelompok koloid 118,15 mmHg dengan nilai p = 0,215 (tidak signifikan). Rata-rata TDD pada kelompok kristaloid adalah 67,10 mmHg dan pada kelompok koloid 63,90 mmHg, p = 0,027 (signifikan). Frekuensi nadi kelompok kristaloid adalah 75,25 kali/menit, sedangkan kelompok koloid 79,12 kali/menit, p = 0,013 (signifikan). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada tekanan darah diastolik dan frekuensi nadi antara pemberian cairan koloid dan kristaloid. Kristaloid lebih efektif dalam mempertahankan tekanan diastolik, sedangkan koloid cenderung meningkatkan frekuensi nadi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik.