cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Perasaan Tidak Berharga dengan Indikator Depresi pada Penduduk Dewasa di Sulawesi Utara: Analisis Data SKI 2023 Lisdawaty Ghani; Dian Pitaloka Priasmoro
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.798

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang semakin meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup individu. Salah satu gejala kognitif yang sering dikaitkan dengan depresi adalah perasaan tidak berharga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perasaan tidak berharga dengan indikator depresi pada populasi dewasa di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari SKI 2023 dengan kriteria responden berusia ≥ 18–59 tahun. Desain penelitian ini kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji Cramer’s V. Hasil menunjukkan bahwa proporsi depresi lebih tinggi pada responden yang memiliki perasaan tidak berharga dibandingkan yang tidak. Uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan (p-value < 0,05) dengan kekuatan hubungan sedang (Cramer’s V = 0,4231). Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini aspek kognitif-emosional dalam pencegahan depresi di masyarakat.
Efektivitas Penerapan Discharge Planning Berbasis Edukasi Telenursing Melalui Whatsapp Group Dalam Meningkatkan Self-Care Management Dan Kesiapan Transisi Perawatan Pada Pasien Diabetes Melitus: Scoping Review Heny Aristiani Aristiani; Lidia Hastuti; Haryanto Haryanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.804

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan angka komplikasi dan kejadian rawat inap ulang yang masih tinggi. Rendahnya kemampuan self-care management menjadi faktor penting yang memengaruhi kontrol glikemik pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Perkembangan teknologi komunikasi digital mendorong pemanfaatan telenursing berbasis WhatsApp sebagai media edukasi dan pendampingan pasien secara berkelanjutan. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah terkait efektivitas intervensi telenursing berbasis WhatsApp dalam meningkatkan self-care management pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode: Penelitian menggunakan desain scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR dan framework Joanna Briggs Institute. Hasil: Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa intervensi digital keperawatan mampu meningkatkan perilaku self-care, self-efficacy, dan kepatuhan terapi pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Kesimpulan: WhatsApp-based telenursing menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan self-care management pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Analisis Perbedaan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus berdasarkan Jenis Kelamin di Provinsi Sulawesi Utara Hastuty Mokodompit; Dian Pitaloka Priasmoro
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.807

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengikuti anjuran dokter. Kepatuhan pengobatan menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kadar gula darah dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 487 pasien diabetes melitus, terdiri atas 167 laki-laki dan 320 perempuan. Data yang diambil bersumber dari data sekunder SKI 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 434 responden atau 89,12% patuh menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter, sedangkan 53 responden atau 10,88% tidak patuh. Berdasarkan jenis kelamin, tingkat kepatuhan pada laki-laki sebesar 88,02%, sedangkan pada perempuan sebesar 89,69%. Secara deskriptif, perempuan memiliki persentase kepatuhan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun, hasil uji statistik menunjukkan nilai Pearson Chi2(1) = 0,31 dengan P-Value = 0,578 > 0,05, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kepatuhan pengobatan. Dengan demikian, kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus di Provinsi Sulawesi Utara tidak ditentukan secara bermakna oleh jenis kelamin. Faktor lain seperti pengetahuan, dukungan sosial, gaya hidup, akses pelayanan kesehatan, dan motivasi pasien kemungkinan lebih berperan dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor dan Sayur Bayam terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di PMB Hermita Barus Tahun 2025 Jurni Ribka Laira; Ageng Septa Rini; Agus Santi Br Ginting
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.813

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, sehingga diperlukan upaya pendukung yang aman, murah, dan mudah diakses untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh pemberian rebusan daun kelor dan rebusan sayur bayam terhadap jumlah produksi ASI pada ibu nifas di PMB Hermita Barus pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan sebelum dan sesudah intervensi pada dua orang responden. Responden pertama mendapatkan intervensi berupa rebusan daun kelor, sedangkan responden kedua mendapatkan rebusan sayur bayam, masing-masing diberikan rutin dua kali sehari selama tujuh hari pengamatan. Pengukuran produksi ASI dilakukan secara langsung untuk melihat perubahan volume yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun kelor mampu meningkatkan produksi ASI sebesar 130 ml, sedangkan rebusan sayur bayam meningkatkan produksi ASI sebesar 100 ml. Hasil analisis menunjukkan daun kelor lebih efektif dalam merangsang kerja hormon laktasi, dikarenakan kandungan nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa fitokimia yang lebih lengkap dan berperan aktif dalam proses pembentukan ASI. Sementara itu, konsumsi rebusan bayam tetap memberikan manfaat baik, utamanya dalam memperbaiki status gizi umum ibu nifas. Kesimpulan penelitian ini adalah rebusan daun kelor memiliki pengaruh yang lebih optimal dalam meningkatkan volume produksi ASI dibandingkan rebusan sayur bayam. Rebusan bayam berfungsi baik sebagai pendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu. Disarankan bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan, serta ibu nifas untuk memanfaatkan rebusan daun kelor sebagai salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif untuk mengoptimalkan produksi ASI dan mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Analisis Implementasi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dalam Meningkatkan Perlindungan Tenaga Kerja di PT. XYZ Ginanjar Aulia Nugroho; Asoka Dharma Sanjaya; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.822

Abstract

Perlindungan tenaga kerja melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) merupakan upaya penting dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan pekerja di perusahaan. Masih ditemukannya kasus kecelakaan kerja dan kematian pekerja menunjukkan bahwa implementasi perlindungan tenaga kerja perlu dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program JKK dan JKM dalam meningkatkan perlindungan tenaga kerja di PT. XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Januari 2026 terdapat 4 kasus kecelakaan kerja dan 7 kasus kecelakaan lalu lintas. Faktor penyebab kecelakaan kerja meliputi unsafe action, unsafe condition, personal factor, dan lack of control. Implementasi JKK dilakukan melalui pelaporan kecelakaan kerja, penanganan medis, dan pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan implementasi JKM dilakukan melalui pelaporan kematian pekerja, pendataan ahli waris, pengumpulan dokumen, serta pengajuan klaim santunan kepada BPJS Ketenagakerjaan sesuai prosedur perusahaan.
Pengaruh Terapi Jigsaw Puzzle terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Pasien Stroke Iskemik di Wilayah Puskesmas Pegambiran Kota Padang Tahun 2025 Nurul Hayati; Reflita Reflita; Rahmiwati Rahmiwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.823

Abstract

Stroke penyakit yang sering menimbulkan kecacatan pada penderitanya yang mengakibatkan susah menggenggam, memegang dan menggerakan tangan, fenomena yang ditemukan di wilayah kerja puskesmas pegambiran masih banyak masih banyak pasien yang mengalami kelemahan otot tangan. Hasil survei dari 10 orang pasien kekuatan dengan otot 2 sebanyak 6 orang kekuatan otot 3 sebanyak 4 orang. Melalui wawancara dengan perawat di puskesmas pegambiran belum pernah dilakukan terapi Jigsaw Puzzle terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi Jigsaw Puzzle terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke. Desain penelitian yaitu kuantitatif quasi-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest DeSign. Penelitian dilaksanakan pada bulan september sampai Maret 2026. Populasi berjumlah 32 sampel yang diambil sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan perlakuan. Pengolahan data dengan editing, entry dan cleaning. Analisa data univariat menggunakan deskriptif dan analisa data bivariat uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata tingkat kekuatan otot sebelum terapi Jigsaw Puzzle yaitu 2,40 rata-rata setelah pemberian terapi Jigsaw Puzzle yaitu 3,50. Berdasarkan uji statistik didapatkan P-Value 0,002 (< 0,05) ada pengaruh pemberian terapi Jigsaw Puzzle terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pasien Stroke Iskemik di wilayah kerja puskesmas pegambiran tahun 2026. Melalui Kepala Puskesmas Pegambiran, dapat menjadi pedoman bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga Keperawatan dalam menerapkan terapi Jigsaw Puzzle terhadap kekuatan otot. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan penelitian selanjutnya dengan pengaruh terapi stretching exercise terhadap peningkatan kekuatan otot stroke.
Implementasi Program Kesehatan Kerja Di Perusahaan Sektor Manufaktur Kawasan Industri Cikarang Alleysa Safina Najmia; Nur Syakilah Putri Aulia; Inosensia Adolina Situmorang; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.826

Abstract

Abstrak Sektor manufaktur memiliki tingkat paparan bahaya kerja yang tinggi, meliputi kebisingan, debu, asap las, dan faktor ergonomi yang berpotensi memicu penyakit akibat kerja (PAK). Upaya promotif dan preventif dinilai lebih strategis dibandingkan pendekatan kuratif karena berorientasi pada pencegahan dini dan terbukti lebih cost-effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program kesehatan kerja promotif dan preventif pada perusahaan sektor manufaktur di Kawasan Industri Cikarang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dalam pelaksanaan program kesehatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah mengimplementasikan program kesehatan kerja yang komprehensif, mencakup pemeriksaan kesehatan berbasis risiko, penyediaan fasilitas kesehatan dan olahraga, edukasi kesehatan, program Hari Tanpa Rokok, serta pengawasan lapangan melalui program Genba (safety patrol). Namun, terdapat keterbatasan berupa belum optimalnya pemeriksaan muskuloskeletal akibat faktor ergonomi, keterbatasan personel SHE, dan sistem surveilans PAK yang belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi program kesehatan kerja tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengintegrasikan identifikasi risiko, pengawasan lapangan, deteksi dini PAK, dan budaya kesehatan kerja secara menyeluruh. Abstract The manufacturing sector has a high level of occupational hazard exposure, including noise, dust, welding fumes, and ergonomic factors that potentially trigger occupational diseases. Promotive and preventive efforts are considered more strategic than curative approaches as they are oriented toward early prevention and proven to be more cost-effective in the long term. This study aims to examine the implementation of promotive and preventive occupational health programs in a manufacturing company at the Cikarang Industrial Area. The method used is qualitative with a descriptive design, conducted through in-depth interviews, field observations, and document analysis. Informants were selected using purposive sampling technique based on their involvement in the implementation of occupational health programs. The results indicate that PT XYZ has implemented a comprehensive occupational health program, encompassing risk-based health examinations, provision of health and sports facilities, health education, a No-Smoking Day program, and field supervision through Genba program (safety patrols). However, limitations were identified, including the absence of specific musculoskeletal examinations related to ergonomic factors, limited SHE personnel, and an occupational disease surveillance system that has not been fully optimized. This study concludes that the successful implementation of occupational health programs is not solely determined by the availability of facilities, but also by the company's ability to integrate risk identification, field supervision, early detection of occupational diseases, and a comprehensive occupational health culture.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Persalinan Kala I pada Ibu Bersalin di Puskesmas Ampibabo Musdalifah Musdalifah; Lilis Candra Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.828

Abstract

Lama persalinan merupakan salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap terjadinya komplikasi selama proses persalinan, sehingga dapat meningkatkan angka kematian dan kesakitan pada ibu maupun janin. Ibu yang mengalami persalinan dengan durasi memanjang berisiko lebih tinggi mengalami berbagai komplikasi seperti atonia uteri, laserasi jalan lahir, infeksi, kelelahan, hingga syok. Data global menunjukkan bahwa sebagian kematian ibu disebabkan oleh komplikasi akibat memanjangnya durasi kala I persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama persalinan kala I pada ibu bersalin di Puskesmas Uekuli. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling, penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026, Pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel independen yang diteliti meliputi usia, paritas, pendamping persalinan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan lama persalinan kala I (P-Value 0,000), ditemukan hubungan antara paritas dengan lama persalinan kala I (P-Value 0,000), terdapat hubungan yang bermakna antara pendamping persalinan dengan lama persalinan kala I (P-Value 0,032).
Analisis Kebutuhan Spiritual dan Rancangan Thaharah Kit bagi Pasien Pasca-Bedah Pengguna Kateter Urine Maharani Maharani; Nursabillah Fitrah; Nys. Faradilla Salsabilla; Zahrotul Aulia; Teddy Supriyadi; Akhmad Faozi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.830

Abstract

Abstrak Banyak pasien pasca-operasi yang menggunakan kateter urine merasa bingung dan ragu mengenai keabsahan shalat mereka akibat adanya aliran urine yang terus-menerus keluar. Masalah ini sering kali terabaikan karena tenaga kesehatan biasanya lebih fokus pada pengobatan medis saja, sehingga kebutuhan spiritual pasien sering terlupakan dan menyebabkan penurunan tingkat kepatuhan ibadah selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sebuah panduan praktis thaharah serta rancangan Thaharah Kit bagi pasien pengguna kateter dengan menggabungkan prinsip medis dan aturan agama secara integratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan wawancara mendalam secara daring terhadap enam orang partisipan yang terdiri dari tenaga kesehatan, pasien, serta tokoh agama berpengalaman. Hasil analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: kewajiban ibadah dalam kondisi sakit, hambatan fisik yang membatasi gerak, keraguan pasien akan keabsahan ibadahnya, kurangnya edukasi spiritual dari perawat, serta kebutuhan akan panduan praktis dan instrumen Thaharah Kit. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara pelayanan medis dengan pemenuhan kebutuhan rohani pasien di lapangan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penyusunan panduan praktis dan penyediaan alat bantu sangat penting untuk membantu pasien tetap dapat beribadah dengan tenang dan benar meski dalam kondisi fisik terbatas. Kontribusi penelitian secara nyata mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ketiga, yaitu menjamin kehidupan sehat dan kesejahteraan bagi semua melalui pelayanan kesehatan yang holistik. Abstract Many post-operative patients with urinary catheters feel confused and uncertain about the validity of their prayers due to the persistent urine flow. This issue is often overlooked because healthcare professionals typically focus solely on medical treatment, often neglecting patients' spiritual needs, leading to a decline in adherence to religious practices during treatment. This study aims to develop a practical guide to thaharah (prayer) and a Thaharah Kit (community prayer kit) for catheterized patients, integrating medical principles and religious rules. The method used is a descriptive qualitative approach, conducted through literature review and in-depth online interviews with six participants, including healthcare professionals, patients, and experienced religious leaders. The results of the thematic analysis identified five main themes: the obligation to pray during illness, physical limitations that limit movement, patients' doubts about the validity of their prayers, the lack of spiritual education from nurses, and the need for practical guidance and Thaharah Kit instruments. These findings indicate a significant gap between medical services and the fulfillment of patients' spiritual needs in the field. The study's conclusions emphasize the importance of developing practical guidance and providing assistive devices to help patients maintain calm and correct prayer practices despite their physical limitations. The research contribution significantly supports the achievement of the third Sustainable Development Goal (SDGs), namely ensuring a healthy life and well-being for all through holistic health services.
Pengetahuan HIV/AIDS Berhubungan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di SMPN 1 Mlati Sleman Tahun 2026 Selly Maryana; Siti Istiyati; Enny Fitriahadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.833

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional dengan jumlah kasus yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap penularan HIV/AIDS karena berada pada fase perkembangan dengan mobilitas sosial tinggi, rasa ingin tahu yang besar, serta paparan informasi dan lingkungan yang beragam. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi, termasuk Kecamatan Mlati yang mengalami peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan HIV/AIDS sejak usia remaja melalui peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap pencegahan yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMPN 1 Mlati Sleman. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 255 siswa-siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan total 70 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner dengan hasil penelitian menunjukkan tingkat Pengetahuan tentang HIV/AIDS berada di kategori baik yaitu sebanyak 51 responden (72,9%), kategori buruk sebanyak 19 responden (27,1%). Sikap pencegahan HIV/AIDS siswa berada di kategori positif yaitu sebanyak 45 responden (64,3%), kategori negatif sebanyak 25 responden (35,7%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,004 (p < 0,05). terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja SMPN 1 Mlati Sleman. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk sikap individu. Pengetahuan yang baik tentang HIV/AIDS akan mendorong terbentuknya sikap positif terhadap upaya pencegahan.

Page 80 of 107 | Total Record : 1062