cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Peran Ibu dengan Perilaku Personal Hygiene dan Status Personal Hygiene Anak Usia Sekolah di Daerah Lahan Basah Restika Sihotang; Nurhannifah Rizky Tampubolon; Syeptri Agiani Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.852

Abstract

Personal Hygiene menggambarkan perilaku Personal Hygiene, Personal Hygiene baik digambarkan dengan tubuh anak bersih dan wangi sedangkan Personal Hygiene kurang digambarkan dengan anak yang berpakaian kotor dan bau badan. Upaya untuk mengoptimalkan Personal Hygiene anak adalah meningkatkan kemauan, kesadaran dan pengetahuan tentang Personal Hygiene dengan peran dan dukungan ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan peran ibu dengan perilaku Personal Hygiene dan status Personal Hygiene anak usia sekolah di daerah lahan basah. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Data diperoleh dari 106 responden menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan teknik Quota Sampling diolah menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil: peran ibu baik dan memiliki perilaku Personal Hygiene yang baik 64 responden (60,4%), dan responden dengan peran ibu kurang dan memiliki perilaku Personal Hygiene kurang 33 responden (31,5%). peran ibu baik dan memiliki status Personal Hygiene yang baik 57 orang (53,8%), peran ibu kurang dan status Personal Hygiene baik 5 orang (4,7%), peran ibu kurang dan memiliki status Personal Hygiene kurang 30 orang (28,3 %). Hubungan antara peran ibu dengan perilaku Personal Hygiene anak usia sekolah di daerah lahan basah didapatkan nilai P-Value (0,001 < 0,05). Hubungan antara peran ibu dengan status Personal Hygiene anak usia sekolah di daerah lahan basah didapatkan nilai P-Value (0,001 < 0,05). Kesimpulan: Semakin baik peran ibu maka perilaku Personal Hygiene dan status Personal Hygiene anak usia sekolah di daerah lahan basah akan semakin baik.
Health Talk Sebagai Upaya Promotif Kesehatan Bagi Pekerja Di PT XYZ Putri Nurul Aini Jannatin Rahman; Della Fitrah Oktaviana; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.853

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aspek penting dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan pekerja, khususnya pada sektor manufaktur yang memiliki berbagai faktor risiko kesehatan. Salah satu upaya promotif yang dapat dilakukan adalah melalui program edukasi kesehatan bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan program Health Talk sebagai upaya promotif kesehatan di PT XYZ. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan personel Health, Safety, and Environment (HSE), dokter, dan perawat perusahaan, serta didukung dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Health Talk dilaksanakan secara terjadwal setiap tiga bulan dengan materi yang ditentukan berdasarkan hasil Medical Check-Up (MCU) dan data kunjungan pekerja ke klinik perusahaan. Program ini melibatkan tenaga kesehatan profesional dari fasilitas kesehatan mitra dan disampaikan melalui ceramah interaktif serta sesi diskusi. Pelaksanaan Health Talk berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap kesehatan serta mendukung pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan kerja. Dengan demikian, Health Talk merupakan salah satu upaya promotif yang relevan dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan pekerja di PT XYZ.
Evaluasi Pajanan Debu dan Gas Iritan terhadap Keluhan Pernafasan Pekerja pada Proses Produksi Biji Plastik Adam Ramadhan Sutria; Muhammad Faiz Yazid; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.854

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pajanan debu dan gas iritan terhadap keluhan pernafasan pekerja pada proses produksi biji plastik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data penelitian terdiri atas data kuantitatif sekunder dari laporan uji lingkungan kerja tahun 2023 serta data kualitatif primer melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kadar total debu pada pagi, siang, dan malam hari masing-masing sebesar 39 µg/m³, 85 µg/m³, dan 16 µg/m³. Parameter CO, NO₂, SO₂, CO₂, O₂, dan Pb juga masih berada di bawah nilai pembanding dalam laporan. Meskipun demikian, hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerja masih mengalami keluhan pernafasan dan iritasi, seperti batuk, batuk berdahak, sesak nafas, tenggorokan kering, hidung perih, mata perih, pusing, dan mual saat berada di area produksi. Keluhan tersebut didukung oleh beberapa faktor lapangan, yaitu debu yang terlihat di area kerja, bau menyengat saat mesin aktif, durasi kerja sekitar 12 jam per shift, penggunaan masker yang belum konsisten, ventilasi yang perlu dievaluasi, kebiasaan merokok, dan belum adanya pemeriksaan paru khusus. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi ventilasi lokal, pembersihan debu secara rutin dengan metode basah atau vakum, penyediaan respirator yang sesuai, pelatihan dan pengawasan penggunaan APD, pengukuran lanjutan terhadap VOC atau plastic fume, serta pemeriksaan kesehatan paru secara berkala.
Evaluasi Program Promotif Dan Preventif Kesehatan Kerja Di Perusahaan Manufaktur Di Karawang Hasbi Rijalul; Jessica Manalu; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.855

Abstract

Kesehatan kerja merupakan salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif melalui pelaksanaan program promotif dan preventif kesehatan kerja. Evaluasi terhadap implementasi program kesehatan kerja diperlukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program promotif dan preventif kesehatan kerja di Perusahaan X melalui kegiatan health talk, promosi kesehatan melalui media poster, serta penilaian postur kerja dan beban kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada dokter perusahaan serta divisi Environment, Health, and Safety (EHS), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program health talk telah dilaksanakan secara rutin, namun penyampaian edukasi kesehatan belum menjangkau seluruh pekerja secara merata. Program promosi kesehatan melalui media poster telah dilaksanakan, tetapi pembaruan media poster belum dilakukan secara konsisten sesuai tema kesehatan terkini. Selain itu, penilaian postur kerja dan beban kerja telah dilakukan sebagai bagian dari program preventif, namun hasil penilaian tersebut belum ditindaklanjuti secara optimal dalam bentuk pengendalian risiko ergonomi. Oleh karena itu, implementasi program promotif dan preventif kesehatan kerja di Perusahaan X telah berjalan, namun masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek pemerataan edukasi kesehatan, pembaruan media promosi kesehatan, serta tindak lanjut terhadap hasil penilaian risiko ergonomi agar pelaksanaan program kesehatan kerja dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
Analisis Kesesuaian Program Promotif Dan Preventif Kesehatan Kerja Di PT X Terhadap Regulasi Yang Berlaku Cholifiya Salsabila; Nasywa Dwi Fathiyyah; Nur Syifa Calista; Nico Linggi Pomangsangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.857

Abstract

Abstrak Program promotif dan preventif kesehatan kerja merupakan bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan pekerja serta mencegah terjadinya penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja. Pelaksanaan program tersebut perlu disesuaikan dengan regulasi yang berlaku agar perlindungan tenaga kerja dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian program promotif dan preventif kesehatan kerja di PT X terhadap regulasi yang berlaku. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan dengan membandingkan pelaksanaan program di perusahaan dengan ketentuan yang tercantum dalam peraturan terkait kesehatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X telah melaksanakan berbagai program promotif, seperti safety talk, health talk, safety induction, seminar K3, penyebaran informasi kesehatan, program gizi kerja, dan kegiatan olahraga pekerja. Selain itu, perusahaan juga menerapkan program preventif melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko, pemeriksaan kesehatan berkala, pengukuran lingkungan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta audit sistem manajemen K3. Secara umum, sebagian besar program telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, masih diperlukan peningkatan pada beberapa aspek, seperti dokumentasi program dan konsistensi pelaksanaan kegiatan tertentu. Temuan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Abstract Promotive and preventive occupational health programs play an important role in maintaining workers’ health and preventing occupational diseases and workplace accidents. The implementation of these programs should comply with applicable regulations to ensure optimal worker protection. This study aimed to analyze the conformity of promotive and preventive occupational health programs at PT X with existing regulations. A descriptive qualitative approach was employed using observation, interviews, documentation, and literature review as data collection methods. Data were analyzed by comparing the implementation of occupational health programs with relevant regulatory requirements. The results showed that PT X had implemented various promotive programs, including safety talks, health talks, safety induction, occupational health seminars, health information dissemination, nutrition programs, and workplace exercise activities. Preventive measures were also carried out through hazard identification and risk assessment, periodic medical examinations, workplace environmental monitoring, personal protective equipment (PPE) use, and occupational safety and health management system audits. Overall, most programs were found to be in accordance with applicable regulations. However, improvements are still needed in several aspects, particularly program documentation and the consistency of certain activities. These findings indicate the company’s commitment to creating a healthy, safe, and productive work environment.
Perspektif Islam dalam Keputusan Do Not Resuscitate (DNR) di Instalasi Gawat Darurat Dea Nanda; Musyrifah Khairunnisa; Nayla Fasya Maulidina; Rosdiani Rosdiani; Sofi Amelia Putri; Tasya Rahadatul Aisar; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.859

Abstract

Keputusan Do Not Resuscitate (DNR) merupakan instruksi medis untuk tidak melakukan resusitasi jantung paru pada pasien dengan kondisi tertentu, terutama pasien terminal yang tidak memiliki harapan kesembuhan. Dalam praktik di Instalasi Gawat Darurat (IGD), keputusan ini sering menimbulkan dilema etis karena melibatkan aspek medis, bioetika, dan nilai-nilai agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif Islam dalam pengambilan keputusan DNR di IGD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap empat partisipan, yaitu dua tokoh agama dan dua perawat, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Kabupaten Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, keputusan DNR diperbolehkan apabila kondisi pasien sudah terminal dan tindakan resusitasi tidak lagi memberikan manfaat medis. Hal ini didasarkan pada prinsip kemaslahatan serta menghindari tindakan yang sia-sia (futility). Keputusan DNR perlu dilakukan melalui musyawarah antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Perawat tetap berperan penting dalam memberikan perawatan paliatif serta dukungan spiritual. Dengan demikian, keputusan DNR dapat diterapkan secara etis dan sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam praktik pelayanan kesehatan.
Analisis Etika Profesional dan Perspektif Islam terhadap Ketidakjujuran Dokumentasi Keperawatan Berdasarkan Sudut Pandang Praktisi dan Ulama Sinta Nurlaila; Sabrina Aulia Maulida; Nabila Tiara Putri; Aulia Putri Syah Vadysna; Oriza Sativa; Tedi Supriyadi; Akhmad Faozi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.860

Abstract

Ketidakjujuran dalam dokumentasi keperawatan, seperti fenomena "tembak data," masih menjadi masalah serius yang mengancam keselamatan pasien dan integritas profesi akibat beban kerja yang tidak seimbang. Praktek pelaporan yang tidak faktual ini tidak hanya melanggar standar akreditasi, tetapi juga mencerminkan adanya krisis moral dalam tanggung jawab profesional perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakjujuran dokumentasi asuhan keperawatan melalui integrasi etika profesional dan perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif analitis, melibatkan dua perawat pelaksana dan seorang ulama sebagai informan kunci di Kota Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku tidak jujur dipicu oleh tekanan situasional dan lemahnya supervisi manajerial, yang dalam tinjauan Islam dianggap sebagai pelanggaran prinsip amanah dan sidq yang membahayakan jiwa (Hifz Al-Nafs). Simpulan penelitian menegaskan bahwa kejujuran dokumentasi hanya dapat dijamin melalui keselarasan antara fungsi kontrol manajemen keperawatan dan internalisasi nilai spiritual muraqabah (kesadaran akan pengawasan Tuhan) dalam diri perawat. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia melalui penguatan integritas layanan kesehatan yang akuntabel.
Analisis Kesenjangan Kualitas Lingkungan Kerja dan Temuan Klinis Respirasi Pekerja Fabrikasi Logam: Studi pada PT XYZ Nofitri Meiliza; Davedine Amara Keisya; Nico Linggi Pongmasangka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.861

Abstract

Industri fabrikasi logam memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan perNafasan akibat paparan debu partikulat dan asap pengelasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara hasil pengukuran kualitas udara lingkungan kerja dan temuan klinis respirasi pekerja di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari hasil pemantauan lingkungan kerja Semester 2 Tahun 2024 dan Semester 1 Tahun 2025 serta data Medical Check-Up (MCU) pekerja. Data yang dianalisis meliputi pengukuran kualitas udara, spirometri, foto toraks, riwayat pajanan, dan keluhan respirasi. Hasil menunjukkan seluruh parameter kualitas udara berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB), termasuk debu partikulat sebesar 1,03 mg/m³ pada Semester 1 Tahun 2025. Namun demikian, pemeriksaan kesehatan masih menemukan 20 pekerja (16,0%) mengalami gangguan fungsi paru restriktif serta enam temuan radiologis paru yang terdiri atas empat infiltrat paru dan dua fibroinfiltrat berkonfluens. Temuan tersebut mengindikasikan adanya dampak pajanan kronis yang tidak sepenuhnya tercermin dalam hasil pemantauan lingkungan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap standar kualitas udara belum menjamin perlindungan kesehatan respirasi pekerja, sehingga diperlukan pengendalian bahaya yang lebih komprehensif serta pemantauan kesehatan berkala.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Dalam Pencegahan Bahaya Listrik Di Lingkungan Kerja Di PT.PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa: Jemita Dodo Bumbungan; Prycilia P. Mamuaja; Merdekawati E. Weken
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.863

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya bahaya listrik di lingkungan kerja yang memiliki risiko tinggi, termasuk pada sektor ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa merupakan unit kerja yang memiliki potensi bahaya listrik sehingga memerlukan penerapan SMK3 yang efektif untuk melindungi pekerja dan mencegah kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian berjumlah tujuh orang yang terdiri dari Manager, Pejabat K3L, Junior Official K3L, Teknisi Umum, Teknisi SCADA, Security, dan Cleaning Service yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah dilaksanakan melalui kebijakan dan komitmen manajemen yang kuat, perencanaan K3 yang meliputi identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, pelaksanaan K3 melalui penggunaan alat pelindung diri dan pelatihan keselamatan kerja, pemantauan dan evaluasi secara berkala, serta peninjauan dan peningkatan kinerja K3 secara berkelanjutan. Implementasi SOP K3 kelistrikan dilakukan melalui penerapan HIRARC, safety briefing, working permit, penggunaan APD, serta pengawasan pekerjaan. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan media promosi K3 dan penguatan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa telah berjalan dan berperan penting dalam pencegahan bahaya listrik di lingkungan kerja.
Gambaran Pengetahuan Kader Bekam dalam Menurunkan Risiko Infeksi di Kecamatan Pademawu Pamekasan Mohamad Nur; Suraying Suraying; Anggeria Oktavisa Denta; Endang Fauziyah; Mohammad Shiddiq Suryadi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.864

Abstract

Risiko transmisi infeksi patogen menjadi ancaman krusial dalam praktek terapi bekam yang tidak memenuhi standar higienitas dan sanitasi. Sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat, kader bekam dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi guna menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan tingkat pengetahuan kader bekam terkait upaya penurunan risiko infeksi di wilayah Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 kader bekam dipilih sebagai responden penelitian menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur mengenai higienitas bekam dan pencegahan infeksi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas kader bekam memiliki tingkat pengetahuan rata-rata tingkat pengetahuan kader bekam adalah 15,4 ± 2,162. Secara umum, pengetahuan kader bekam di Kecamatan Pademawu berada pada tingkat baik. Meskipun demikian, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan, sosialisasi standardisasi klinis, dan pengawasan terpadu dari dinas kesehatan setempat guna mengoptimalkan kepatuhan kader terhadap protokol keselamatan hayati (biosafety) dalam terapi bekam.

Page 82 of 107 | Total Record : 1062