cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Asupan Protein Hewani Dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Anemia Defisiensi Zat Besi Systematic Literature Review Dewi Anggraini; Rati Rolobessy; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan protein hewani dengan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia defisiensi zat besi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari ProQuest, PubMed, SpringerLink, ScienceDirect, dan Taylor & Francis tahun 2021–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas JBI. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi protein hewani seperti ikan, daging, dan telur berhubungan dengan peningkatan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi heme lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, pola makan dan pengetahuan gizi juga mempengaruhi  kejadian anemia pada remaja putri. Disimpulkan bahwa asupan protein hewani memiliki peran penting dalam meningkatkan kadar hemoglobin sehingga diperlukan edukasi gizi dan intervensi pangan bergizi secara berkelanjutan.
Tren Malnutrisi Anak di Area Industri: Sebuah Analisis Bibliometrik Pada Lingkup Keperawatan dan Kesehatan Lingkungan Bella Mardya; Puji Ayu Asri Sri Lestari; Hastin Atas Asih; Yurika Nabilla Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.772

Abstract

Malnutrisi anak merupakan masalah global, termasuk di daerah industri. Banyak penelitian telah membahas malnutrisi anak, tetapi masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman tentang keadaan literatur terkini mengenai malnutrisi, khususnya di daerah industri. Studi ini bertujuan untuk secara sistematis memetakan, memvisualisasikan, dan menganalisis penelitian yang dilakukan mengenai topik malnutrisi anak di daerah industri, termasuk tema-tema utama, studi-studi penting, dan arah penelitian masa depan dalam literatur. Analisis bibliometrik deskriptif dipilih sebagai metode dalam studi ini. Literatur dalam studi ini diambil dari basis data Scopus menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan malnutrisi anak di daerah industri dan dianalisis menggunakan aplikasi berbasis R “Biblioshiny for bibliometric”. Sebanyak 250 dari 444 studi dianalisis dan menunjukkan pertumbuhan studi yang pesat di bidang malnutrisi anak dalam beberapa tahun terakhir. Studi saat ini sebagian besar berfokus pada perubahan iklim dan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian malnutrisi anak yang lebih luas, sehingga membutuhkan lebih banyak penelitian tentang topik malnutrisi anak di daerah industri. Malnutrisi anak di daerah industri telah mulai meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pemetaan publikasi juga menunjukkan data yang berfluktuasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjembatani kesenjangan dalam meningkatkan gizi anak, khususnya di daerah industri.
Model Pencegahan Stunting Pada Masa Pra-Konsepsi Di Negara Berkembang : Systematic Literature Review Happy Pagan; Engkay Sukaesih; Elis Susilawati; Lisa Trina Arlym
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi di negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Scopus, PubMed, EBSCO, SpringerLink, dan ScienceDirect tahun 2023–2026, yang diseleksi menggunakan kriteria PICOS serta dianalisis berdasarkan pedoman PRISMA dan penilaian kualitas CEBM. Hasil menunjukkan bahwa model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi meliputi edukasi gizi, konseling kesehatan reproduksi, suplementasi zat gizi, pemantauan status gizi, serta pendampingan berbasis keluarga dan komunitas. Intervensi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, status gizi, perilaku kesehatan, serta menurunkan faktor risiko stunting pada calon ibu. Disimpulkan bahwa model pencegahan stunting pada masa pra-konsepsi yang terintegrasi dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting sejak dini di negara berkembang.
Post Cesarean Pain Response and Breastfeeding Outcomes After Foot Massage in Primiparous and Multiparous Mothers: A Case report Sri Mulyanti Hasan; Dewi Puspita; Arniati Widianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.778

Abstract

Nyeri pasca Sectio Caesarea merupakan masalah yang sering dialami ibu Postpartum dan dapat menghambat mobilisasi, meningkatkan ketidaknyamanan, serta mempengaruhi proses menyusui. Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan intervensi non farmakologis seperti foot massage untuk meningkatkan relaksasi dan kenyamanan ibu. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pada ibu post Sectio Caesarea dengan masalah nyeri akut dan kemampuan menyusui melalui pemberian foot massage. Metode penelitian menggunakan pendekatan case report pada dua responden ibu post Sectio Caesarea, yaitu satu ibu primipara dan satu ibu multipara. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian keperawatan, observasi, wawancara, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan skala nyeri. Intervensi foot massage diberikan selama 10–15 menit sebanyak 1–2 kali sehari selama tiga hari berturut-turut sesuai kondisi pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua responden. Responden pertama mengalami penurunan skala nyeri dari 8 menjadi 4, sedangkan responden kedua mengalami penurunan dari skala 6 menjadi 2. Penurunan nyeri disertai peningkatan kenyamanan, kemampuan mobilisasi, serta perbaikan proses menyusui. Temuan ini menunjukkan bahwa foot massage dapat membantu memberikan efek relaksasi yang berkontribusi terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kenyamanan pada ibu post Sectio Caesarea. Disimpulkan bahwa foot massage berpotensi menjadi intervensi keperawatan non farmakologis yang efektif dalam membantu mengatasi nyeri akut serta mendukung proses pemulihan dan kemampuan menyusui pada masa Postpartum.
Hubungan Praktik Pembuangan Limbah Cair Domestik dengan Riwayat Diare pada Balita di Kelurahan Sindulang 1 Ezra Juniarta Situngkir; Mesak Arkelaus Sumarandak Fanny Rambitan; Fuad Hilmi Sudasman; Agustinus R. Butar-Butar; Tika Bela Sari; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.783

Abstract

Survei awal yang dilakukan peneliti di Kelurahan Sindulang 1 pada bulan Juni 2025 menemukan bahwa ada beberapa praktik pembuangan limbah cair domestik yang tidak memenuhi syarat di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pembuangan limbah cair ke selokan terbuka, pengaliran langsung ke badan sungai, dan keadaan sarana pembuangan air limbah (SPAL) yang bocor dan tidak kedap air. Kondisi ini tidak memenuhi kriteria Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 5, dan dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan bayi terkena diare. Tujuan: Mengetahui hubungan antara praktik pembuangan limbah cair domestik dengan riwayat diare pada balita di Kelurahan Sindulang 1. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Hasil penelitian dan kesimpulan berupa terdapat hubungan secara statistik antara praktik pembuangan limbah cair domestik dengan riwayat diare pada balita di Kelurahan Sindulang 1. Dengan nilai p = 0,021 (p < 0,05) berdasarkan uji Fisher’s Exact Test. Hasil ini didukung oleh distribusi data di lapangan, di mana sebagian besar responden memiliki praktik pembuangan limbah cair domestik yang tidak memenuhi syarat sebanyak 50 orang (83,3%), sementara yang memenuhi syarat hanya 10 orang (16,7%). Kondisi tersebut sejalan dengan riwayat diare pada balita, di mana sebanyak 48 balita (80,0%) pernah mengalami diare dan 12 balita (20,0%) tidak pernah mengalami diare.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman terhadap Status Hemodinamik pada Pasien dengan Gagal Nafas di Ruang Intensive Care Unit (ICU): Studi Kasus Diana Sinta Wati; Azizah Khoiriyati; Enggar Rubidiyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.784

Abstract

Gagal nafas merupakan kondisi kritis yang dapat menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik sehingga memerlukan penanganan komprehensif di ruang ICU. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat digunakan adalah terapi Murottal Qur’anic, yang memberikan efek relaksasi dan berpotensi membantu menstabilkan kondisi fisiologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi Murottal Surah Ar-Rahman terhadap status hemodinamik pasien gagal nafas di ICU RSUD Tidar Magelang. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada satu pasien selama 5 hari. Intervensi berupa pemberian Murottal Surah Ar-Rahman dilakukan satu kali sehari selama 10 menit 57 detik. Parameter yang diukur meliputi tekanan darah, Heart Rate, Respiratory Rate, suhu tubuh, saturasi oksigen, dan Mean Arterial Pressure sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya perbaikan parameter hemodinamik. Tekanan darah sistolik menurun dari 146,2 menjadi 133,6 mmHg, diastolik dari 72 menjadi 71,6 mmHg. Heart Rate turun dari 73,6 menjadi 71 x/menit, Respiratory Rate dari 22,6 menjadi 21 x/menit, serta MAP dari 96,2 menjadi 91,6 mmHg. Saturasi oksigen meningkat dari 98,4% menjadi 98,8%, sementara suhu tubuh relatif stabil. Kesimpulannya, terapi Murottal Surah Ar-Rahman berpotensi meningkatkan stabilitas hemodinamik dan dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan.
Efektifitas Terapi Nebulizer terhadap Frekuensi Nafas pada Lansia Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Rumah Sakit X Noviana Noviana; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.786

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Terapi Nebulizer merupakan salah satu intervensi yang sering digunakan untuk membantu memperbaiki fungsi perNafasan melalui pemberian obat bronkodilator secara efektif. Tujuan: EBN ini bertujuan menganalisis perbandingan frekuensi Nafas sebelum intervensi pada pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang menerima terapi Nebulizer dan kelompok kontrol tanpa terapi. Metode: EBN menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-post test control group. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran frekuensi Nafas dilakukan sebelum intervensi menggunakan instrumen observasi standar. Data dianalisis untuk mengetahui perbedaan kondisi awal kedua kelompok sebelum pemberian terapi. Hasil: menunjukkan bahwa kelompok intervensi memiliki rerata frekuensi Nafas sebesar 1,41 dengan SD 0,402, sedangkan kelompok kontrol memiliki rerata 1,06 dengan SD 0,109. Nilai p-value 0,002 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok sebelum intervensi dilakukan (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan kondisi awal responden tidak setara dan terdapat perbedaan tingkat gangguan perNafasan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna kondisi awal frekuensi Nafas antara kelompok intervensi dan kontrol pada pasien PPOK. Evaluasi efektivitas terapi Nebulizer perlu mempertimbangkan kondisi baseline responden agar hasil penelitian lebih akurat.
Strategi Perawatan Paliatif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Stadium Lanjut: A Mini-Review Sukwan Sumono; Erna Rochmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.789

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan terapi onkologi modern telah meningkatkan harapan hidup pasien kanker, namun fase lanjut tetap menyisakan beban gejala fisik dan psikospiritual yang kompleks. Integrasi perawatan paliatif seringkali terlambat karena stigma "akhir hayat" dan keterbatasan otonomi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis strategi perawatan paliatif terkini dan peran strategis perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker stadium lanjut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain MiniReview deskriptif-analitis dengan penelusuran sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk artikel yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2026. Kriteria inklusi meliputi studi mengenai manajemen keperawatan paliatif, intervensi holistik non-farmakologi, dan penggunaan teknologi digital pada pasien kanker. Hasil: Sintesis terhadap enam studi terpilih mengidentifikasi dua domain utama strategi paliatif modern. Pertama, Transformasi Model Layanan Berbasis Perawat, yang menekankan kemandirian perawat sebagai pemimpin klinis, penggunaan asesmen kualitas hidup terstruktur (seperti IPOS), dan integrasi paliatif dini melalui model Enhanced Supportive Care (ESC). Kedua, Inovasi Intervensi Psikososial-Eksistensial dan Teknologi, yang mencakup edukasi kematian (death Education) untuk mencapai ketenangan eksistensial, intervensi berbasis diade (pasien-pengasuh), serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas aksesibilitas layanan. Kesimpulan: Strategi paliatif telah berevolusi dari perawatan terminal pasif menjadi model proaktif yang inklusif secara teknologi dan otonom bagi perawat. Implementasi strategi ini terbukti efektif menurunkan distres psikologis dan meningkatkan martabat pasien. Diperlukan penguatan pelatihan formal bagi perawat dan pengembangan protokol rujukan proaktif yang sensitif budaya untuk mengatasi tantangan implementasi di lapangan.
Gambaran Penerapan Bundle PLABSI oleh Perawat di RSUD Arifin Achmad Alena Sunia Putri G.; Erwin; Novita Kusumarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.795

Abstract

Peripheral Line Associated Bloodstream Infection (PLABSI) merupakan infeksi aliran darah yang meningkatkanlama rawat inap, biaya, dan risiko komplikasi, sehingga diperlukan pencegahan melalui bundle PLABSI.Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan bundle PLABSI oleh perawat di RSUD Arifin AchmadPekanbaru. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 74 perawat menggunakan tekniktotal sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, serta dianalisissecara univariat. Hasil menunjukkan penerapan bundle insersi berada pada kategori baik (51,4%), sedangkanbundle maintenance pada kategori sangat baik (78,4%). Sebagian besar indikator menunjukkan kepatuhan tinggi,terutama pada kebersihan tangan dan pengelolaan infus, meskipun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan.Disimpulkan bahwa penerapan bundle PLABSI oleh perawat berada pada kategori sangat baik. Rumah sakitdisarankan mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan melalui audit dan pelatihan berkelanjutan.
Hubungan Persepsi Keamanan dan Sikap Konsumen dengan Niat Pembelian Produk Herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo Nanda Putri Israhwati Tuna; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Reski Manno; Robert Tungadi; Faradila Ratu Cindana Mo'o
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.797

Abstract

Penggunaan produk herbal di Indonesia menunjukkan adanya perubahan perilaku konsumen dalam memilih alternatif pengobatan. Persepsi keamanan dan sikap konsumen merupakan faktor psikologis yang berperan penting dalam membentuk niat pembelian produk herbal di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi keamanan dan sikap konsumen terhadap niat pembelian produk herbal di Apotek Adwiya Farma Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05) dan sikap konsumen dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Sikap konsumen juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian dengan nilai p-values 0,000 (p < 0,05). Nilai R-square sebesar 0,585 menunjukkan bahwa variabel persepsi keamanan dan sikap konsumen mampu menjelaskan sebesar 58,5% variasi niat pembelian produk herbal. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi persepsi keamanan dan semakin positif sikap konsumen, maka semakin besar niat pembelian produk herbal di apotek.

Page 79 of 107 | Total Record : 1062