cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado Angelina Kaunang; Heny Nurmayunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1061

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB paru dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi serta kemampuan melakukan self care. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan self care adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori sedang sebanyak 26 responden (86,7%) dan self care kategori sedang sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,069 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,336, sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado. Meskipun demikian, dukungan keluarga tetap memiliki peran penting dalam memberikan motivasi, perhatian, dan pendampingan kepada pasien selama menjalani pengobatan.
Efektivitas Skrining Tekanan Darah Dan Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Preeklampsia Dan Pencegahan Stunting Di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Okti Satria; Wira Meiriza
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1066

Abstract

Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia yang berhubungan erat dengan kejadian stunting melalui gangguan pertumbuhan janin akibat disfungsi plasenta. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi skrining tekanan darah dan edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia dan pencegahan stunting. Desain penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Subjek penelitian adalah 30 ibu hamil yang berkunjung ke posyandu dan puskesmas di Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada bulan Mei 2026 yang dipilih secara consecutive sampling. Intervensi berupa skrining tekanan darah, penyuluhan kesehatan interaktif, dan pemberian leaflet. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pascaintervensi: persentase ibu hamil berpengetahuan baik meningkat dari 23,3% menjadi 83,3% (p<0,001). Skrining tekanan darah mengidentifikasi 40% ibu hamil dengan tekanan darah tidak normal, di antaranya 10,0% hipertensi ringan dan 3,3% hipertensi berat yang memerlukan rujukan segera. Intervensi kombinasi skrining tekanan darah, penyuluhan interaktif, dan pemberian leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang preeklampsia dan pencegahan stunting. Model intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program posyandu rutin sebagai strategi deteksi dini berbasis komunitas.
Analisis Manajemen Pelayanan Gizi Rawat Inap Di RSUD Puri Husada Tembilahan Riau Desty Octavia; Ismail Efendy; Nuraini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1068

Abstract

Pelayanan gizi rumah sakit berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien danmeningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan makanan harus dikelola melalui sistemmanajemen yang terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Penelitian ini bertujuanmenganalisis manajemen pelayanan gizi rawat inap di RSUD Puri Husada Tembilahan, Riau.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi,wawancara dengan petugas instalasi gizi, dan telaah dokumen penyelenggaraan makanan. Analisisdifokuskan pada penyusunan kebutuhan gizi, penyusunan menu, pengadaan bahan makanan, distribusimakanan, serta sistem pengawasan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenyelenggaraan makanan menggunakan sistem swakelola dan secara umum telah mengacu padaPedoman Penyelenggaraan Gizi Rumah Sakit (PGRS). Berdasarkan kerangka Input-Process-Output,aspek input menunjukkan ketersediaan sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana,namun belum optimal. Observasi menemukan ketidaksesuaian sarana dan prasarana denganPermenkes RI Nomor 30 Tahun 2023, meliputi lantai belum antiselip, alur bangunan belum linier,ruang penerimaan dan gudang bahan makanan terbatas, serta ventilasi kurang memadai. Pada aspekproses, penyusunan kebutuhan gizi, siklus menu 10+1 hari, pengadaan bahan makanan, pengolahan,dan distribusi telah sesuai pedoman. Aspek output menunjukkan kepuasan pasien tergolong baik,meskipun penerapan higiene dan sanitasi masih perlu ditingkatkan. Pengawasan dan evaluasi telahdilakukan, namun pengawasan sarana dan prasarana masih perlu diperkuat. Berdasarkan fungsimanajemen POAC, aspek perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian belum optimal padapenyediaan serta pengawasan sarana dan prasarana. Disimpulkan bahwa manajemen pelayanan gizirawat inap telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana,sumber daya manusia, serta penerapan standar higiene dan sanitasi untuk meningkatkan mutupelayanan gizi rumah sakit.
Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Jabung Fihri Amirul Hakim; Heny Nurmayunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1069

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidup penderitanya. Kemampuan self care berperan penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self care dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Jabung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 47 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self care dan kualitas hidup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki self care kategori baik (48,9%) dan kualitas hidup kategori baik (78,7%). Analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara self care dan kualitas hidup (r = 0,730; p < 0,001). Self care yang baik berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik pada pasien tuberkulosis. Penguatan edukasi, pendampingan, dan dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan self care sehingga dapat mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Kadar Glukosa Darah dan Jumlah Limfosit dengan Derajat Infeksi Luka pada Pasien Ulkus Diabetikum Sevia Putri; Sulastyawati; Taufan Arif; Budiono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1070

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering ditemukan dalam praktik klinis dan menjadi penyebab utama morbiditas akibat tingginya resiko infeksi, ganggren, serta amputasi pada ekstermitas bawah. Faktor kadar glukosa darah dan jumlah limfosit diduga berperan penting dalam menentukan derajat infeksi luka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar glukosa darah dan jumlah limfosit dengan derajat infeksi luka pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian menerapkan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 35 pasien ulkus diabetikum. Instrumen penelitian berupa lembar observasi derajat infeksi kaki diabetes. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar glukosa darah dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = 0,704), yang menandakan hubungan kuat dan searah. Selain itu, jumlah limfosit juga berhubungan signifikan dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = -0,753), menunjukkan hubungan kuat namun berlawanan arah. Hiperglikemia kronis menimbulkan mikroangiopati yang ditandai dengan penebalan dinding kapiler, berkurangnya elastisitas, serta hambatan aliran darah ke jaringan perifer. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit maupun saraf motorik tidak optimal, sehingga kulit menjadi rapuh, mudah rusak, dan fungsi motorik terganggu. Lebih lanjut, hambatan aliran darah ini menimbulkan hipoksia jaringan yang memperburuk kerusakan sel sekaligus menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Dalam kondisi tersebut, terjadi peradangan aktif yang ditandai dengan peningkatan jumlah neutrofil. Sebaliknya, limfosit sebagai bagian dari sistem imun adaptif mengalami penurunan akibat apoptosis yang dipicu mediator inflamasi, redistribusi ke jaringan terinfeksi, serta gangguan proliferasi akibat stres sistemik.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Anestesi Dengan General Anestesi Di RSUD Dr Haryoto Lumajang Indhira Tri Astuty B.W; Emanuel Ileaten Lewar; Merisdawati MR; Annes Rindy Permana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1074

Abstract

Kecemasan pre anestesi merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien yang akan menjalani operasi dengan general anestesi dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre anestesi dengan general anestesi di RSUD dr Haryoto Lumajang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional. Sampel sebanyak 138 pasien pre anestesi dengan general anestesi di RSUD dr Haryoto Lumajang pada bulan April-Mei 2026 yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) dan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (48,6%) dan berat (44,2%). Sebanyak 128 responden (92,8%) mengalami peningkatan tekanan darah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = <0,001 (p<0,05) dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 109,132. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre anestesi dengan general anestesi. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kecenderungan terjadinya peningkatan tekanan darah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Tenaga Kerja Di PT.PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa Mila Delfia Patinti; Deviana Pratiwi Munthe; Richard Andreas Palilingan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1075

Abstract

Patinti, Mila Delfia.Deviana Pratiwi Munthe, Richard Andreas Palilingan, 2026. Hubungan Tingkat Pengetahuandan Sikap terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Tenaga Kerja di PT PLN (Persero)UP2B Sistem Minahasa. Skripsi. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan danKesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado.Alat Pelindung Diri (APD) merupakan perlengkapan yang dirancang untuk melindungi pekerja dari berbagaipotensi bahaya di tempat kerja. APD berfungsi sebagai perlindungan terakhir (last line of defense) setelah upayapengendalian bahaya lainnya dilakukan, seperti rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan pengendalianlingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadapkepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada tenaga kerja di PT PLN (Persero) UP2B SistemMinahasa–Tomohon. Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampelpenelitian berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukanmelalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α= 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (54,5%), sikappositif (50%), dan patuh menggunakan APD (54,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungansignifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD (p-value = 0,001) serta hubungansignifikan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD (p-value = 0,001). Kesimpulan dari Penelitian iniyaitu bahwa pengetahuan dan sikap pekerja berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kerjadi PT PLN (Persero) UP2B Sistem Minahasa-Tomohon.
Profil Pasien Hipertensi Berdasarkan Karakteristik Demografi, Klinis, Dan Gaya Hidup Di Puskesmas Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Fitria Djafar; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1077

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Karakteristik demografi, klinis, dan gaya hidup pasien hipertensi berperan penting dalam perencanaan program pencegahan, pengendalian, dan pengelolaan penyakit di pelayanan kesehatan primer. Informasi mengenai profil pasien hipertensi di tingkat puskesmas masih terbatas, khususnya di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil pasien hipertensi berdasarkan karakteristik demografi, klinis, dan gaya hidup di Puskesmas Bulango Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 74 pasien hipertensi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, pengukuran antropometri, dan telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 56–65 tahun (43,2%), berjenis kelamin perempuan (59,5%), berpendidikan perguruan tinggi (31,1%), dan berstatus menikah (64,9%). Berdasarkan karakteristik klinis, sebagian besar responden telah menderita hipertensi selama 5–10 tahun (45,9%), tidak memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (59,5%), dan memiliki kepatuhan minum obat yang sama antara rutin dan tidak rutin (masing-masing 50,0%). Berdasarkan derajat hipertensi, responden terbanyak berada pada hipertensi derajat 1 (47,3%). Sebanyak 66,2% responden mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas, sedangkan 47,3% masih memiliki kebiasaan merokok. Dapat disimpulkan bahwa pasien hipertensi di Puskesmas Bulango didominasi oleh kelompok usia lanjut, perempuan, berstatus menikah, serta memiliki prevalensi kelebihan berat badan yang tinggi. Hampir separuh responden masih merokok dan separuh lainnya belum rutin mengonsumsi obat antihipertensi. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi kesehatan, modifikasi gaya hidup, dan peningkatan kepatuhan terapi sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi di pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Riwayat Sectio Caesarea Sebelumnya Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Di RSD Kalisat Fahalla Mahaisha Denresul; Agus Budi Prasetyo; Suryanto; Sindu Sintara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1079

Abstract

Angka persalinan melalui Sectio Caesarea (SC) terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Anestesispinal merupakan teknik anestesi yang paling sering digunakan pada operasi SC karena efektif dan aman, namunpasien tetap sadar selama prosedur sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan praoperatif dapatmempengaruhi kondisi fisiologis pasien dan luaran klinis. Riwayat SC sebelumnya diduga menjadi faktor yangmempengaruhi tingkat kecemasan pasien. Mengetahui hubungan riwayat SC sebelumnya dengan tingkatkecemasan pada pasien SC dengan anestesi spinal di RSD Kalisat. Penelitian kuantitatif analitik observasionaldengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 pasien SC elektif dengan anestesi spinal yang diambilmenggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner APAIS (AmsterdamPreoperative Anxiety and Information Scale) untuk mengukur kecemasan dan lembar observasi untuk riwayatSC. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berusia 26-35 tahun (56,0%),berpendidikan SMP (48,0%), dan primigravida (52,0%). Responden tanpa riwayat SC sebelumnya sebagianbesar mengalami kecemasan berat (60,0%), sedangkan responden dengan riwayat SC sebelumnya sebagian besarmengalami kecemasan ringan (55,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat SC sebelumnya dengan tingkat kecemasan pada pasien SCdengan anestesi spinal. Pasien yang memiliki pengalaman SC sebelumnya cenderung mengalami tingkatkecemasan yang lebih ringan.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Ketidakteraturan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Di ITSK RS Dr Soepraoen Malang Natasya Dwi Ayuni; Hanim Mufarokhah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1080

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis pada perempuan usia reproduksi yang dipengaruhi oleh keseimbangan hormon, sedangkan ketidakteraturan siklus menstruasi masih sering terjadi pada mahasiswi dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, terutama tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS-21 bagian stres untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner siklus menstruasi untuk menilai keteraturan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres sedang (31,1%) dan sebagian besar memiliki siklus menstruasi teratur (55,6%). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi dengan nilai p-value = 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,611 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif, sehingga semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi kejadian ketidakteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi sehingga diperlukan upaya pengelolaan stres untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Page 99 of 107 | Total Record : 1062