cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Pengaruh Edukasi Triase terhadap Peningkatan Pengetahuan Penanganan Korban Bencana di SMA Negeri 1 Sentolo Rufi Anafi Nugraheni; Istiqomah Rosidah; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1003

Abstract

Bencana yang tidak terduga menuntut kesiapsiagaan masyarakat, termasuk remaja sekolah, dalam melakukan penanganan awal korban secara tepat melalui prinsip triase. SMA Negeri 1 Sentolo yang berada di wilayah rawan bencana Kulon Progo memiliki anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang belum pernah mendapatkan edukasi triase secara khusus, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi triase terhadap peningkatan pengetahuan penanganan korban bencana pada siswa tersebut. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental two group pre-test post-test dengan sampel 58 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, terbagi menjadi kelompok intervensi (edukasi PowerPoint dan simulasi) dan kelompok kontrol (media leaflet). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p-value = 0,000) dengan mean rank pascaintervensi sebesar 33,50, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 25,50, dan uji perbandingan antarkelompok menghasilkan p-value = 0,036 (< 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi triase berbasis simulasi lebih efektif dibandingkan pembelajaran mandiri melalui media cetak. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan lokasi tunggal dan durasi intervensi yang relatif singkat sehingga hasil belum sepenuhnya representatif secara luas. Disimpulkan bahwa edukasi triase berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa PMR dalam penanganan korban bencana, sehingga metode ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Tuberkulosis Supriyatna Supriyatna; Dedeh Ri'ayatul Maula; I'anah Al Azizah; Lilis Yuliarsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1006

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia, terutama di negara berkembang. Keberhasilan promosi kesehatan dalam pencegahan TB dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan promosi kesehatan dalam pencegahan Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas X Wilayah Jakarta Barat pada Januari-Februari 2026 dengan sampel sebanyak 45 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keberhasilan promosi kesehatan (p = 0,003), dukungan keluarga (p = 0,005), dukungan tenaga kesehatan (p = 0,004), dan lingkungan sosial (p = 0,008) dengan keberhasilan promosi kesehatan dalam pencegahan Tuberkulosis. Disimpulkan bahwa pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial berhubungan dengan keberhasilan promosi kesehatan dalam pencegahan Tuberkulosis. Promosi kesehatan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan perilaku pencegahan Tuberkulosis.
Hubungan Kecanduan Penggunaan Gawai dengan Gangguan Kesehatan Mental Remaja di SMAN 1 Ajibarang Khalisha Dhya Rizky Ariyani; Citra Hadi Kurniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1014

Abstract

Remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial selama masa pubertas. Peningkatan penggunaan gawai berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada depresi, kecemasan, dan stres, sehingga penting dikaji dalam upaya mendukung kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecanduan penggunaan gawai dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada remaja di SMA Negeri 1 Ajibarang. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional melibatkan 148 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Depression Anxiety Stress Scale for Youth (DASS-Y), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden mengalami kecanduan gawai kategori tinggi, sedangkan sebagian besar memiliki tingkat depresi (60,1%), kecemasan (56,1%), dan stres (65,5%) kategori normal. Terdapat hubungan signifikan antara kecanduan penggunaan gawai dengan depresi (p = 0,046; r = 0,165), kecemasan (p = 0,018; r = 0,194), dan stres (p = 0,010; r = 0,210). Disimpulkan bahwa kecanduan penggunaan gawai berhubungan signifikan dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada remaja, meskipun kekuatan hubungannya tergolong sangat lemah hingga lemah. Oleh karena itu, penggunaan gawai yang sehat perlu ditingkatkan sebagai upaya mendukung kesehatan mental dan kesehatan reproduksi remaja.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gizi Kehamilan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya Elma Roliana Putri; Desi Kumala Farianing Putri; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1015

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode penting bagi perempuan yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu. Ketidakseimbangan antara kebutuhan nutrisi yang meningkat dengan asupan yang tidak mencukupi dapat menimbulkan masalah gizi, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm yang menunjukkan cadangan energi tidak memadai untuk menunjang kehamilan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan janin. Data UPTD Puskesmas Pahandut menunjukkan bahwa kasus KEK pada ibu hamil masih cukup tinggi, yaitu sebesar 22,4% pada tahun 2023, 10,7% pada tahun 2024, dan 10,5% pada tahun 2025, sehingga KEK masih menjadi permasalahan kesehatan ibu yang perlu mendapat perhatian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan dengan kejadian KEK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan gizi dan pengukuran LILA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian analisis menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan dengan kejadian KEK. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil berhubungan signifikan dengan kejadian KEK. Semakin baik pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, maka semakin rendah risiko terjadinya KEK. Oleh karena itu, ibu hamil diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta kesadarannya mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.
Analisis Persepsi Pasien Hipertensi terhadap Pelayanan Farmasi di Puskesmas Taratara Tomohon Barat Novita Sari Pandiangan; Ellen Bernadet Lomboan; Sudirham Sudirham
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1016

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga pelayanan farmasi yang bermutu sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan terapi. Persepsi pasien terhadap pelayanan farmasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien hipertensi terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Taratara Tomohon Barat berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan, yaitu tangibles, responsiveness, assurance, reliability, dan empathy. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 3.655 pasien hipertensi dengan sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien hipertensi terhadap pelayanan farmasi secara keseluruhan berada pada kategori baik sebesar 80,4%. Berdasarkan masing-masing dimensi, tangibles berada pada kategori cukup (57,7%), responsiveness cukup (53,6%), assurance baik (68,0%), reliability baik (68,0%), dan empathy cukup (67,0%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi pasien hipertensi terhadap pelayanan farmasi di Puskesmas Taratara Tomohon Barat secara umum berada pada kategori baik, namun masih diperlukan peningkatan pada dimensi tangibles, responsiveness, dan empathy agar mutu pelayanan farmasi semakin optimal.
Korelasi Tingkat Pengetahuan dengan Sikap Remaja terhadap Pergaulan Tidak Sehat di SMP Negeri 1 Gamping Kabupaten Sleman Putri Sia Silviandini; Siti Arifah; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1017

Abstract

Pergaulan tidak sehat pada remaja merupakan masalah yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai pergaulan tidak sehat dapat memengaruhi sikap mereka dalam menyikapi perilaku berisiko, seperti bullying, membolos sekolah, penggunaan vape, dan perilaku menyimpang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja tentang pergaulan tidak sehat di SMP Negeri 1 Gamping Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan kriteria remaja usia 14–15 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap remaja terhadap pergaulan tidak sehat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 23 responden (37,1%) dan sikap baik sebanyak 40 responden (64,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja tentang pergaulan tidak sehat dengan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,639 yang termasuk kategori hubungan kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan remaja, maka semakin positif sikap remaja terhadap pergaulan tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan dan pembinaan remaja di lingkungan sekolah maupun keluarga sebagai upaya pencegahan pergaulan tidak sehat pada remaja.
Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Puskesmas Remboken Minahasa Alfrianti Tuti; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Andreas Palilingan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1027

Abstract

Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Remboken, menunjukkan bahwa Puskesmas Remboken telah memiliki beberapa unsur pendukung K3, seperti APD, pemilahan limbah medis, safety box, APAR, kotak P3K, dan IPAL. Namun, ketersediaan sarana tersebut belum cukup untuk menggambarkan efektivitas penerapan SMK3 secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan, kepatuhan penggunaan APD, pemantauan sarana K3, serta evaluasi program K3 di Puskesmas Remboken. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Puskesmas Remboken Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan proses triangulasi mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di UPT Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil sebagai berikut: Kebijakan K3: Puskesmas Remboken telah memiliki komitmen tertulis yang kuat secara legalitas formal berupa SK Kepala Puskesmas Nomor 440/012/KP-RBK/2025 tentang Penerapan K3 serta dokumen komitmen bersama. Namun, penyebarluasan kebijakan masih timpang karena hanya mengandalkan jalur lisan (apel dan lokakarya mini) tanpa didukung oleh saluran komunikasi visual seperti poster atau banner K3 di area kerja. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Perencanaan K3: Fungsi organisasi K3 telah terbentuk lewat SK Tim K3 lintas profesi dan SOP dasar klinis. Akan tetapi, perencanaan strategis belum mapan karena puskesmas tidak memiliki Dokumen Program Kerja K3 Tahunan yang terstruktur dan alokasi dana di dalam RKA masih menumpang pada pos pemeliharaan umum (tidak memiliki pos anggaran mandiri), sehingga program berjalan insidental. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Pelaksanaan K3: Fasilitas keselamatan dasar seperti logistik APD medis dan sebaran unit APAR telah terpenuhi dengan baik di unit-unit kritis. Meskipun demikian, pelaksanaan K3 memiliki titik lemah kritikal akibat ketiadaan dokumen identifikasi risiko ilmiah (HIRARC), ketiadaan pelatihan/simulasi tanggap darurat, penanda titik kumpul yang tidak jelas, serta kelalaian pemeliharaan sarana yang ditandai dengan kosongnya kartu kontrol bulanan APAR dan adanya unit APAR yang kehilangan tekanan (zona merah). Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Evaluasi SMK3: Puskesmas Remboken berhasil menerapkan budaya keterbukaan pelaporan insiden yang dibuktikan dengan pencatatan akurat kasus petugas tertusuk jarum (needle stick injury) di Buku Register Pajanan IGD sesuai SOP. Namun, fungsi pengawasan sistemik belum berjalan optimal karena ketiadaan dokumen laporan khusus berkala K3 dan tidak digunakannya instrumen lembar ceklis inspeksi formal bulanan oleh Tim K3. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes), pemantauan dan evaluasi kinerja K3 (Pasal 14); Tinjauan Ulang: Manajemen puskesmas telah menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Desember 2025 yang menghasilkan rekomendasi perbaikan (pengadaan APAR rawat inap). Namun, prinsip continual improvement mengalami stagnasi operasional karena seluruh tindak lanjut keputusan RTM tersebut belum direalisasikan akibat pengalihan prioritas anggaran puskesmas untuk program nasional penanganan stunting. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 (Pasal 15).
Pengaruh Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Tingkat Kewaspadaan Siswa SDN 010 Batam Kota Ridni Husnah; Nanda Noor Muhammad Nasution; Miranti Miranti; Fitriani Fitriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1051

Abstract

Sexual violence against elementary school children is a real threat exacerbated by children's low knowledge regarding the boundaries of bodily privacy. This study aims to analyze the effect of providing education on preventing sexual violence on the level of student awareness at SDN 010 Batam Kota. This type of research is quantitative pre-experimental with a One-Group Pretest-Posttest design. The study population included all third-grade students with a sample of 40 students selected using a total sampling technique. Data collection was carried out using a structured questionnaire that measured aspects of good touch and bad touch knowledge as well as students' assertive responses. The data analysis technique used was the Paired Sample T-Test statistical test. The results showed that students' initial level of awareness (pre-test) was in the low category with an average value of 52.4. After being given an intervention in the form of education using audio-visual media and simulation (post-test), students' level of awareness increased significantly to the high category with an average value of 84.1. The results of the statistical test showed a p-value <0.000 (p <0.05), which means H_0 is rejected and H_1 is accepted. The conclusion of this study is that sexual violence prevention education has a significant impact on increasing the awareness of students at SDN 010 Batam Kota. The school is advised to integrate this education into its regular habituation program to maintain student awareness..
Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam pada Pasien Tumor Ovarium dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Febrianty; Ema Wahyu Ningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1052

Abstract

Nyeri akut merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering dialami pasien postoperasi tumor ovarium akibat kerusakan jaringan selama tindakan pembedahan dan dapatmengganggu kenyamanan serta proses pemulihan. Salah satu intervensi nonfarmakologisyang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi napasdalam. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapanteknik relaksasi napas dalam dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasitumor ovarium. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. T yang dirawat di RuangTeratai 1 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi teknik relaksasi napasdalam diberikan selama 3 hari, yaitu pada 9–11 April 2026, setiap pukul 08.30 WIB dengandurasi 15 menit. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale(NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunanintensitas nyeri secara bertahap, dari skala 6 pada hari pertama menjadi skala 5 setelahintervensi pertama, kemudian skala 4 pada hari kedua, dan skala 3 pada hari ketiga. Selain itu,pasien tampak lebih rileks, ekspresi wajah lebih tenang, serta mampu mengontrol nyeridengan melakukan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri. Dapat disimpulkan bahwateknik relaksasi napas dalam efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untukmembantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor ovarium dan dapatditerapkan sebagai tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan kenyamanan pasien.
Hubungan Kadar Hemoglobin Dan Hematokrit Dengan Lama Sakit Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Karanganyar Aninda Breliyana; Subur Wibowo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1059

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacteriumtuberculosis dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Infeksi kronis akibat TBdapat memengaruhi sistem hematologi, terutama kadar hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht), yangberkaitan dengan kondisi klinis serta lama sakit pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan kadar hemoglobin dan hematokrit dengan lama sakit pada pasien tuberkulosis paru diPuskesmas Karanganyar. Penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 pasien TB paru yang memenuhi kriteria inklusi diperolehmelalui teknik total sampling. Data lama sakit diperoleh dari rekam medis, sedangkan pemeriksaankadar hemoglobin dan hematokrit dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT).Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 12,3 g/dL, dengan 25 responden (78%) memilikikadar hemoglobin rendah dan 7 responden (22%) normal. Rata-rata kadar hematokrit sebesar 37,2%,dengan 23 responden (72%) memiliki kadar hematokrit rendah, 8 responden (25%) normal, dan 1responden (3%) tinggi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara lama sakit dengankadar hemoglobin dan hematokrit pada pasien tuberkulosis paru. Dengan demikian, kadar hemoglobindan hematokrit dapat digunakan sebagai parameter pendukung dalam memantau kondisi klinis pasienTB selama menjalani pengobatan.

Page 98 of 107 | Total Record : 1062