cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Andai Kota Banjarmasin Dina Elsa Puspitasari; Siti Fatimah; Darmayanti Wulandatika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1176

Abstract

Hipertensi yang timbul selama masa kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang turut menyumbang tingginya angka kesakitan dan kematian pada ibu. Usia ibu merupakan salah satu faktor penentu yang cukup berpengaruh, di mana kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun ataupun lebih dari 35 tahun berpotensi memicu risiko hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan yang terjadi pada usia reproduksi optimal (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara usia ibu dan timbulnya hipertensi dalam kehamilan pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Andai, Kota Banjarmasin. Desain yang dimanfaatkan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara retrospektif, memanfaatkan data rekam medis ibu hamil pada rentang Oktober 2025 hingga Juni 2026. Sejumlah 105 responden dilibatkan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Analisis data terdiri atas uji univariat dan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (83,8%), sementara sebagian besar dari keseluruhan responden mengalami hipertensi selama kehamilan (59,0%). Angka kejadian hipertensi tercatat lebih tinggi pada kelompok usia berisiko (94,1%) dibandingkan kelompok usia sehat (52,3%). Uji Spearman rho menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara usia ibu dan kejadian hipertensi dalam kehamilan (r = 0,313; p = 0,001), dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan yang tergolong lemah sampai sedang. Dengan demikian, usia ibu terbukti berkaitan dengan timbulnya hipertensi dalam kehamilan, sehingga program skrining dan deteksi dini penting digalakkan, terutama bagi kelompok usia berisiko.
Analisis Sistem Pengelolaan Limbah Medis Di Puskesmas Maesaan Tesalonika Lavenia T Laoh; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Palilingan; Beatrix J Podung; Theo Mautang; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1201

Abstract

Seiring dengan dinamika pertumbuhan penduduk, aktivitas pelayanan medis di Puskesmas mengalami lonjakan yang sangat masif. Berbagai tindakan medis mulai dari pelayanan rawat jalan, persalinan, pelayanan laboratorium, hingga program imunisasi, menghasilkan konsekuensi logis berupa peningkatan volume timbulan sampah atau limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah medis yang diterapkan di Puskesmas Maesaan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu terdapat 6 informan. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, buku, pulpen, alat merekam suara dan kamera. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan telah dilaksanakan melalui tahap pemilahan, penampungan, pengangkutan, penyimpanan sementara. Tenaga kesehatan telah melakukan pemisahan limbah sesuai jenisnya menggunakan safety box dan wadah khusus limbah medis serta menggunakan APD dalam proses pengelolaan limbah. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan dana, kurangnya tempat penyimpanan sementara khusus limbah medis, dan terbatasnya jumlah safety box. Kesimpulan dari penelitian adalah Pengelolaan limbah medis di Puskesmas Maesaan sudah berjalan cukup baik dan melibatkan seluruh tenaga kesehatan sesuai tugas masing-masing. Meskipun demikian, masih diperlukan peningkatan fasilitas dan dukungan sarana agar pengelolaan limbah medis dapat dilakukan secara optimal sesuai standar kesehatan lingkungan. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan limbah medis, dan juga kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat memberikan dukungan anggaran dan pengawasan.
Efektivitas Aromaterapi Essensial Oil Peppermint Sebagai Terapi Non-Farmakologis Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin Gita Nurahmi; Yayuk Puji Lestari; Elvine Ivana Kabuhung; Putri Vidiasari Darsono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1202

Abstract

Latar Belakang : Lebih dari 80% wanita hamil di Indonesia mengalami mual muntah pada trimester pertama. Secara global sekitar 60–70% ibu hamil mengalami emesis gravidarum yang berpotensi berkembang menjadi hiperemesis gravidarum jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah aromaterapi essential oil peppermint. Tujuan: Mengetahui efektivitas aromaterapi essensial oil peppermint sebagai terapi non-farmakologis terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di BPM Siti Saidah Kota Banjarmasin. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Seluruh responden mengalami mual muntah sebelum intervensi (100%). Setelah pemberian aromaterapi, mayoritas responden tidak mengalami mual muntah sebanyak 26 responden (86,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = <0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh aromaterapi essensial oil peppermint terhadap penurunan emesis gravidarum. Simpulan : Aromaterapi essensial oil peppermint efektif menurunkan tingkat mual muntah pada ibu hamil trimester I.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kesulitan Makan pada Anak Usia Prasekolah di PAUD Kasih Bunda Kota Malang Yusnia Alfiah Zumroh; Naya Ernawati; Fitriana Kurniasari Solikhah; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.764

Abstract

Latar Belakang: Kesulitan makan pada anak usia prasekolah merupakan masalah yang dapat berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, serta status gizi anak. Penyebab kesulitan makan meliputi faktor anak (usia, jenis kelamin, riwayat kesehatan, sensitivitas sensorik, temperamen) maupun faktor orang tua (pendidikan ibu, keterlibatan orang tua, lingkungan makan). Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesulitan makan pada anak usia prasekolah di PAUD Kasih Bunda Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 65 orang ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 39 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi- square. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan signifikan antara riwayat kesehatan anak (P-Value = 0,012), sensitivitas sensorik (P-Value = 0,010), dan pendidikan ibu (P-Value = 0,018) dengan kesulitan makan pada anak usia prasekolah. Sedangkan faktor usia anak, jenis kelamin, temperamen anak, keterlibatan orang tua, dan lingkungan makan tidak berhubungan signifikan (P-Value > 0,05). Hasil analisis multivariat dengan regresi logistik ganda menunjukkan sensitivitas sensorik merupakan faktor dominan yang memengaruhi kesulitan makan pada anak usia prasekolah (P-Value = 0,030). Anak dengan gangguan pemrosesan sensorik memiliki peluang tiga kali lebih tinggi untuk mengalami kesulitan makan dibandingkan anak dengan fungsi sensorik normal (Exp (B) = 3,030; 95% CI: 1,110–8,260). Kesimpulan: Ada hubungan faktor riwayat kesehatan, sensitivitas sensorik, dan pendidikan ibu dengan kesulitan makan. Sensitivitas sensorik menjadi faktor dominan yang memengaruhi kesulitan makan pada anak usia prasekolah di PAUD Kasih Bunda Kota Malang.
Gambaran Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Penata Anestesi dan Tingkat Kecemasan Pasien Praoperasi Sectio Caesarea dengan Teknik SAB di RSUD Haryoto Lumajang Tahun 2026 Putri Amini Zulfa; Merisdawati MR; Reko Priyonggo; Muhammad Rodli
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.975

Abstract

Pasien praoperasi Sectio Caesarea dengan teknik Subarachnoid Block sering mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis sebelum tindakan. Komunikasi terapeutik penata anestesi berperan dalam memberikan informasi, rasa aman, dan dukungan kepada pasien selama periode praoperasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi dan tingkat kecemasan pasien praoperasi SC dengan teknik SAB di RSUD Haryoto Lumajang Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di ruang persiapan operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD Haryoto Lumajang pada Maret–Mei 2026. Sampel berjumlah 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik dan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secara univariat. Sebagian besar responden berusia 18–31 tahun (59,8%), dengan rata-rata usia 30,04 tahun, berpendidikan SMA (44,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (49,2%). Tingkat kecemasan sebagian besar berada pada kategori berat sebanyak 69 responden (52,3%), sedangkan 63 responden (47,7%) mengalami kecemasan sedang. Pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 63 responden (47,7%), diikuti kategori kurang 59 responden (44,7%), dan baik 10 responden (7,6%). Sebagian besar pasien praoperasi SC dengan teknik SAB mengalami kecemasan berat, sedangkan pelaksanaan komunikasi terapeutik penata anestesi berada pada kategori cukup.
Pengaruh Edukasi E-Booklet terhadap Self-Efficacy Penata Anestesi dalam Melakukan Triage SALT pada Situasi Pra-Hospital Hurul Aini Syafi Mardiah; Niken Anggraini Sri Saputri; Nia Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.986

Abstract

Situasi Pra-Hospital merupakan fase krusial dalam penanganan kegawatdaruratan, khususnya pada kejadian dengan banyak korban (mass casualty incident). Pelaksanaan Triage Salt membutuhkan kompetensi dan keyakinan diri (Self-Efficacy) tenaga kesehatan agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan Self-Efficacy penata anestesi adalah melalui media edukasi berbasis digital seperti E-Booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi E-Booklet terhadap Self-Efficacy penata anestesi dalam melakukan Triage Salt pada situasi Pra-Hospital. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group Pre-Test-Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 68 penata anestesi anggota DPD IPAI Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self-Efficacy. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat Self-Efficacy sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki Self-Efficacy dalam kategori rendah (54,4%) dan sangat rendah (16,2%). Setelah diberikan edukasi E-Booklet, mayoritas responden berada pada kategori sangat tinggi (55,9%) dan tinggi (26,5%), serta tidak terdapat lagi responden dalam kategori rendah maupun sangat rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-Value 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi E-Booklet terhadap peningkatan Self-Efficacy penata anestesi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi E-Booklet Triage SALT berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan Self-Efficacy penata anestesi dalam melakukan triage pada situasi Pra-Hospital.
Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dan Kontrol diri dengan Kecanduan Smartphone pada Remaja SMA Negeri 3 Lamongan Davif Setyawan Pambudi; Siti Sholikhah; Inta Susanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.992

Abstract

Perkembangan teknologi dan penggunaan Smartphone yang semakin meningkat pada remaja dapat menimbulkan perilaku kecanduan Smartphone. Faktor psikologis yang memengaruhi kecanduan Smartphone antara lain Fear of Missing Out (FoMO) dan Kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Fear of Missing Out (FoMO) dan Kontrol diri dengan kecanduan Smartphone pada remaja di SMA Negeri 3 Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik cluster sampling berjumlah 196 remaja. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner ON-FoMO, Skala Kontrol diri dalam Bermedia Sosial, dan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja (68,7%) mengalami FoMO kategori sedang, sebagian remaja (50%) memiliki Kontrol diri kategori sedang, dan hampir sebagian remaja (44,9%) mengalami kecanduan Smartphone kategori tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara FoMO dengan kecanduan Smartphone (p = 0,000) (r = 0,239) dan hubungan signifikan negatif antara Kontrol diri dengan kecanduan Smartphone (p = 0,000) (r = -0,311). maka H1 dan H2 diterima. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO maka semakin tinggi kecanduan Smartphone, sedangkan semakin rendah Kontrol diri maka semakin tinggi tingkat kecanduan Smartphone pada remaja. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara FoMOdan Kontrol diri dengan kecanduan Smartphone pada remaja di SMA Negeri 3 Lamongan. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan remaja mampu meningkatkan Kontrol diri serta menggunakan Smartphone secara bijak agar dapat mengurangi risiko kecanduan Smartphone.
Analisis Hubungan Higiene Sanitasi Lingkungan dengan Tingkat Kepadatan Lalat di Pasar Tradisional Simpang Pemda Kecamatan Medan Selayang Meutia Nanda; Rukia Sari; Friska Ayuandini; Zahra Khairun Nisa Sitorus
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.993

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu sarana umum yang berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit apabila kondisi higiene dan sanitasi lingkungannya tidak memenuhi standar kesehatan. Keberadaan lalat di lingkungan pasar dapat dijadikan sebagai indikator kualitas sanitasi karena lalat berperan sebagai vektor mekanis yang dapat menyebarkan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, kolera, dan tifoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi higiene sanitasi lingkungan dengan tingkat kepadatan lalat di Pasar Tradisional Simpang Pemda, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penilaian higiene sanitasi pasar mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat yang mencakup aspek lokasi pasar, kondisi bangunan, zonasi ruang dagang, penyediaan air bersih, toilet dan sanitasi, pengelolaan sampah, tempat penjualan bahan pangan, pengendalian vektor, manajemen sanitasi pasar, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan metode Fly Grill pada 10 gerai pedagang yang dipilih berdasarkan jenis komoditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene sanitasi Pasar Simpang Pemda masih belum memenuhi standar Pasar Sehat, khususnya pada aspek zonasi ruang dagang, kondisi toilet dan sanitasi, pengelolaan sampah, tempat penjualan bahan pangan, serta pengendalian vektor. Rata-rata kepadatan lalat yang diperoleh sebesar 17,2 ekor per sesi pengukuran dan termasuk kategori padat. Sebanyak 80% gerai berada pada kategori padat hingga sangat padat, dengan tingkat kepadatan tertinggi ditemukan pada gerai penjualan daging/ikan segar dan makanan matang. Hasil penelitian memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa kondisi higiene sanitasi yang belum optimal berkaitan dengan tingginya kepadatan lalat di lingkungan pasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan sanitasi melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS), perlindungan bahan pangan, serta pengendalian vektor secara rutin.
Persepsi Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon Novianty Simbolon; Melky Pangemanan; Prycilia Pingkan Mamuaja
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.994

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi pasien rawat jalan terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas lima pasien rawat jalan dan satu tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon. Kebersihan lingkungan, prosedur pelayanan, ketanggapan petugas, kemampuan petugas, serta komunikasi dinilai baik. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan kursi ruang tunggu, area parkir yang sempit, waktu tunggu pelayanan yang cukup lama, dan masih adanya petugas yang dinilai kurang ramah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Matani Tomohon telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa aspek untuk meningkatkan mutu pelayanan.
Gambaran Kejadian Shivering Pasca Operasi dengan Spinal Anestesi di Ruang Pemulihan RSUD DR Soedomo Trenggalek Rohmat Alfarizi; Kaslinda Nur Umifa; Emanuel Ileatan Lewar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.996

Abstract

Shivering adalah salah satu masalah yang sering terjadi setelah Spinal anestesi, akibat gangguan termoregulasi. Masalah ini dapat menyebabkan konsumsi oksigen meningkat, beban kerja jantung bertambah, dan juga membuat pasien merasa tidak nyaman selama proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian shivering pada pasien pascaoperasi dengan anestesi Spinal di ruang pemulihan RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 60 pasien yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan mengamati menggunakan lembar observasi berdasarkan Crossley and Mahajan Shivering Scale lalu dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden termasuk dalam kelompok usia 18–59 tahun (85%), memiliki indeks massa tubuh 25,0–30,0 kg/m² (51,7%), berjenis kelamin perempuan (68,3%), mendapat terapi vasopresor (60%), memiliki status fisik ASA II (56,7%), dan tinggi blok anestesi T5 (55%). Derajat shivering yang paling banyak ditemukan adalah derajat 2 sebanyak 26 responden (43,3%), diikuti derajat 1 dan derajat 3 masing-masing 15 responden (25,0%), sedangkan derajat 0 sebanyak 4 responden (6,7%) dan tidak ditemukan derajat 4. Kejadian shivering masih sering ditemukan pada pasien pascaoperasi dengan Spinal anestesi sehingga diperlukan pemantauan dan deteksi dini di ruang pemulihan untuk mendukung pencegahan serta penatalaksanaan yang optimal.

Page 97 of 107 | Total Record : 1062