cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Infeksi pada Ibu Hamil di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Devi Verani; Linda Yanti; Surtiningsih; Dita Afika Nurjannah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1124

Abstract

Pregnancy causes anatomical, hormonal, and immunological changes that increase maternal susceptibility to infections, contributing to maternal and fetal morbidity and mortality. This study aimed to describe the risk factors for infections in pregnant women at RSUD Prof. Dr, Margono Soekarjo Purwokerto in 2024. This study used a desciptive quantitative design with a retrospective approach through medical record data, using a total sampling technique of 123 respondents. The variables studied included types of infection, age, education, gravida, body mass index (BMI), blood pressure, and fetal position, with univariate analysis presented as frequency distributions and percetages. The results showed that that the most common infection was urinary tract infection (44,7%), followed by dengue hemorrhagic fever (9,8%), bacterial vaginosis (8,9%), and other infections. Most respondents were aged 20-35 years (80,0%), had basic education (43,5%), and were gravida (91,3%0. The majority had normal BMI (48,7%), normal blood pressure (61,75), and longitudinal fetal position (99,1%). It can be concluded that infections in pregnant women are still commonly found despite mostly normal clinical conditions, indicating the need to improve health education and antenatal care services.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Tahun 2026 Syafia Alia; Yasherly Bachri; Anisa Sri Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1125

Abstract

Follow-up immunization is an essential component of the national immunization program aimed at maintaining children's immunity against vaccine-preventable diseases. The coverage of follow-up immunization in Bukittinggi remains below the national target, including in the working area of Nilam Sari Public Health Center. This study aimed to identify factors associated with the completeness of follow-up immunization among children under two years of age. A quantitative cross-sectional study was conducted involving 41 mothers selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using univariate and Chi-square tests. The results showed that most respondents had high educational levels (82.9%), good knowledge (51.2%), and perceived good roles of health workers (58.5%), while inadequate family support remained high (56.1%). Only 36.6% of children had completed follow-up immunization. Maternal education was not significantly associated with immunization completeness (p=0.179). However, maternal knowledge (p=0.005), the role of health workers (p=0.005), and family support (p=0.004) were significantly associated with follow-up immunization completeness. Strengthening health education, improving the role of health workers, and increasing family involvement are recommended to improve follow-up immunization coverage. Keywords: follow-up immunization, children under two years, knowledge, health workers, family support
Hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) Dan Body Mass Index (BMI) Dengan Risiko Preeklampsia Pada Ibu Hamil Fatmah Indriana Fuaida; Nadya Dwita Fatma Sari; Elsy Juni Andri Kariny
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1126

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal-perinatal. Mean Arterial Pressure (MAP) dan Body Mass Index (BMI) dapat digunakan sebagai indikator sederhana dalam skrining risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan MAP dan BMI dengan risiko preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 45 ibu hamil di Puskesmas Pagelaran. BMI dihitung dari berat badan dibagi kuadrat tinggi badan dan dikategorikan normal (<25 kg/m²) serta berlebih (≥25 kg/m²). MAP dihitung dengan rumus (tekanan sistolik + 2 × tekanan diastolik)/3 dan dikategorikan normal (<90 mmHg) serta tinggi (≥90 mmHg). Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 5%. Sebanyak 22,2% responden tercatat berisiko preeklampsia, 42,2% memiliki BMI berlebih, dan 68,9% memiliki MAP tinggi. Proporsi risiko preeklampsia lebih besar pada kelompok BMI berlebih (31,6%) dibandingkan BMI normal (15,4%), namun hubungan tersebut tidak signifikan (χ²=1,666; p=0,197). Seluruh responden berisiko preeklampsia berada pada kelompok MAP tinggi; terdapat hubungan bermakna antara MAP dan risiko preeklampsia (χ²=5,806; p=0,016; Fisher exact p=0,019). MAP berhubungan dengan risiko preeklampsia, sedangkan BMI belum menunjukkan hubungan statistik pada sampel ini. Pengukuran MAP perlu diperkuat dalam pelayanan antenatal, dengan BMI digunakan sebagai bagian dari penilaian risiko komprehensif.
Hubungan Adiksi Internet dengan Potensi Gangguan Memori pada Usia Dewasa Muda Sela Diana Puspitasari; Alfunnafi Fahrul Rizal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1135

Abstract

Penggunaan internet di Indonesia terus meningkat, khususnya pada kelompok usia dewasa muda yang merupakan pengguna internet paling aktif. Penggunaan internet yang berlebihan dapat menyebabkan adiksi internet yang berpotensi mengganggu fungsi kognitif, salah satunya fungsi memori. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara adiksi internet dengan potensi gangguan memori pada usia dewasa muda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara adiksi internet dan potensi gangguan memori pada usia dewasa muda. Populasi penelitian adalah dewasa muda berusia 18-25 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 161 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Internet Addiction Test (IAT) dan Everyday Memory Questionnaire (EMQ), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Sebagian besar hasil responden berada pada kategori penggunaan internet normal (38,5%) dan adiksi internet ringan (37,9%) sedangkan mayoritas responden mengalami gangguan memori ringan (63,4%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara adiksi internet dengan potensi gangguan memori (r=0,572; p<0,001) dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi sedang. Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan korelasi sedang antara adiksi internet dan potensi gangguan memori pada usia dewasa muda. Semakin tinggi tingkat adiksi internet, semakin tinggi pula potensi gangguan memori yang dialami.
Pengaruh Status Merokok terhadap Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Agnesa Feranika; Heri Puspito; Endah Tri Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1140

Abstract

Pemulihan kesadaran pasca anestesi umum merupakan indikator keberhasilan anestesi karena keterlambatan waktu pulih sadar dapat meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia, sedangkan Badan Pusat Statistik melaporkan prevalensi merokok sebesar 28,6% pada penduduk usia ≥15 tahun. Status merokok berpotensi memengaruhi waktu pulih sadar melalui gangguan fungsi respirasi, perfusi jaringan, dan metabolisme obat anestesi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh status merokok terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan prospective cross-sectional pada 70 pasien berusia 18–60 tahun. Status merokok diklasifikasikan menjadi perokok aktif, perokok pasif, mantan perokok, dan bukan perokok. Waktu pulih sadar diukur menggunakan Modified Aldrete Score ≥9. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan uji lanjut Bonferroni. Seluruh kelompok berdistribusi normal (Shapiro–Wilk, p > 0,05) dan homogen (Levene, p = 0,069). Rata-rata waktu pulih sadar tercepat pada kelompok bukan perokok (9,89 menit), diikuti perokok pasif (11,88 menit), mantan perokok (14,35 menit), dan perokok aktif (16,78 menit). Uji One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna berdasarkan status merokok (p = 0,000), sedangkan uji Bonferroni menunjukkan seluruh pasangan kelompok berbeda bermakna (p < 0,05). Status merokok berpengaruh terhadap waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum. Pasien yang akan menjalani anestesi umum disarankan menghentikan kebiasaan merokok sebelum pembedahan.
Pengaruh Pendampingan Gizi Terhadap Perubahan Status Gizi Pada Remaja Putri Di SMP Muhammadiyah 1 Godean Anggun Desi Puspasari; Kurnia Mar’atus Solichah; Nor Eka Noviani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1142

Abstract

Latar Belakang: Remaja perempuan membutuhkan perhatian khusus terkait gizi karena akan menjadi seorang ibu di masa mendatang. Status gizi dapat diketahui melalui pengukuran antropometri, seperti Rasio Lingkar Pinggang Pinggul (RLPP) dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Permasalahan gizi dapat disebabkan oleh perubahan fisiologi, psikologi, sosial, pengetahuan, dan perilaku yang tidak sesuai. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendampingan gizi terhadap perubahan status gizi remaja putri di SMP Muhammadiyah 1 Godean. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain one group pretest–posttest. Populasi yaitu seluruh siswa remaja putri kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Godean dengan sampel 38 orang berdasarkan metode stratified purposive sampling. Intervensi berupa pendampingan gizi dengan pemberian edukasi selama sembilan minggu. Analisis berupa analisis univariat dan uji bivariat menggunakan Paired t-Test. Hasil: Rata-rata RLPP menurun dari 0,828 cm menjadi 0,801 cm dengan hasil uji paired t-test terdapat pengaruh signifikan pendampingan gizi terhadap perubahan RLPP (p=0,017). Sementara itu, rata-rata LILA dari 23,67 cm menjadi 23,68 cm, namun uji paired t-test menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan pendampingan gizi terhadap perubahan LILA (p=0,956). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pendampingan gizi terhadap perubahan RLPP, namun belum terdapat pengaruh signifikan pendampingan gizi terhadap perubahan LILA.
Hubungan Tekanan Cuff Endotrakeal Terhadap Nyeri Tenggorokan Pasca Operasi Pada Pasien Odontektomi Di RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo Amanda Aulia Malika; Astika Nur Rohmah; Ririn Zuhairini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1143

Abstract

Background: The use of an Endotracheal Tube (ETT) during general anesthesia may cause Post Operative Sore Throat (POST). In odontectomy patients, the risk is higher because the surgical intervention is performed in the oral and airway region. Objective: To determine the correlation between ETT Cuff pressure and postoperative sore throat in odontectomy patients at RSUD Dr. Tjitrowardojo, Purworejo. Methods: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 67 patients selected by incidental sampling. Data were collected using an ETT Cuff pressure observation sheet and a postoperative sore throat scale. Spearman Rank test was used for analysis. Results: The majority of respondents had normal ETT Cuff pressure (56.7%) and experienced moderate sore throat (43.3%). The Spearman Rank test yielded a p-value of 0.000 (p=0.05) with a correlation coefficient of 0.468, indicating a significant relationship with moderately strong positive correlation. The higher the ETT Cuff pressure, the higher the level of sore throat. Conclusion: There is a correlation between ETT Cuff pressure and postoperative sore throat in odontectomy patients at RSUD Dr. Tjitrowardojo, Purworejo.
Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Berulang Di RSUD Kotamobagu Sulawesi Utara Siti Masita Doka; Musthika Wida Mashitah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1144

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke dan berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya stroke berulang. Stroke berulang memiliki dampak yang lebih buruk dibandingkan serangan pertama karena meningkatkan angka kecacatan, mortalitas, dan beban pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hipertensi dengan kejadian stroke berulang pada pasien stroke di RSUD Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap 83 pasien stroke rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki riwayat hipertensi (85,5%), sedangkan 49,4% mengalami stroke berulang. Pasien dengan riwayat hipertensi lebih banyak mengalami stroke berulang (56,3%) dibandingkan pasien tanpa riwayat hipertensi (8,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan kejadian stroke berulang (p=0,002). Pengendalian tekanan darah secara optimal perlu menjadi prioritas dalam pencegahan sekunder stroke untuk menurunkan risiko kekambuhan.
Identifikasi Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Tentang Intervensi Perawatan Jantung Sy. Iklima Syauri; Lita Lita; Siska Mayang Sari; Agnita Utami; T. Abdur Rasyid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1204

Abstract

Pengetahuan mahasiswa merupakan pemahaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai intervensi perawatan jantung, sedangkan perilaku merupakan tindakan nyata dalam penerapan intervensi tersebut. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis survei. Populasi adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan semester 3 dan 5 sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan. Responden sebagian besar berusia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan (87,2%), dan semester 3. Tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik (89,7%), sedangkan 10,3% kategori cukup. Perilaku responden sebagian besar baik (56,4%), dan 43,6% kategori kurang baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terkait intervensi perawatan jantung. Diperlukan peningkatan berkelanjutan agar penerapan standar intervensi keperawatan Indonesia dapat lebih optimal dalam praktik.
Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Obesitas pada Siswa di SMP Negeri 1 Godean Annisa Rahmawati; Ibtidau Niamilah; Dewi Rizzky Mutiarasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1205

Abstract

Latar Belakang: Statistik Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 16,0% remaja Indonesia berusia 13 hingga 15 tahun mengalami obesitas. Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah di Provinsi Yogyakarta yang angka kejadian obesitasnya masih tinggi, yaitu 4,9%, dengan peningkatan sebesar 0,22% di kalangan siswa SMP. Konsumsi makanan remaja dapat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman gizi. Kesadaran gizi yang tidak memadai dan pilihan makanan yang buruk dapat mengakibatkan masalah gizi yang berdampak pada status gizi, seperti obesitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dengan kejadian obesitas di SMP Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan pendekatan analitik observasional. Obesitas merupakan variabel dependen, sedangkan pengetahuan gizi merupakan variabel independen. Sampel terdiri dari 42 responden yang dipilih dengan metode pemilihan acak sederhana. Alat yang digunakan meliputi timbangan berat badan, stadiometer, dan kuesioner pengetahuan gizi tentang obesitas. Uji Fisher exact digunakan dalam analisis data. Hasil: Sebanyak 33 siswa, yang terdiri dari 27 siswa tidak obesitas (81,8%) dan 6 siswa obesitas (18,2%), menunjukkan pengetahuan yang tinggi. Sembilan siswa, delapan di antaranya tidak obesitas (88,9%) dan satu di antaranya obesitas (11,1%), termasuk responden dengan pengetahuan yang memadai. Menurut temuan studi yang dilakukan pada siswa SMP Negeri 1 Godean, tidak ada korelasi signifikan (p = 1,000) antara kejadian obesitas dan pengetahuan gizi. Kesimpulan: Kami menemukan bahwa tidak ada hubungan antara prevalensi obesitas dan pemahaman gizi di kalangan siswa SMP Negeri 1 Godean.